Tiap dari kita sudah tidak asing lagi dengan sate. Cara membuatnya sederhana—hanya potongan daging yang dibuat dalam bentuk tusukan, dibaluti bumbu seperlunya, dan dibakar. Akan tetapi, justru hal inilah yang membuat para penjual sate nusantara bisa mengembangkan beragam varian orisinilnya. Dua terpopuler mungkin adalah sate Madura yang manis dengan bumbu kacang yang khas dan sate Padang dengan saus kuning kental yang pedas. Tak hanya itu, belakangan ada satu jenis sate yang tiba-tiba terkenal di mana-mana terutama Jakarta. Ya, itu adalah sate taichan. Sate taichan memiliki sejarah yang cukup menarik. Pertama, sate baru mulai terkenal dan menjamur di mana-mana mungkin hanya sekitar tiga tahun lalu—berbeda dengan sate Madura dan Padang yang konon bahkan telah ada sejak abad ke-19. Kedua, mungkin kita harus berterimakasih kepada selera orang-orang Asia Timur untuk sate yang enak ini. Mengapa begitu? Bukankah sate ini merupakan kreasi para penjual sate di Senayan,...
Tentu saja banyak orang sudah mengetahui tentang cerita rakyat/legenda Si Pitung. Dalam istilah sejarah disebut “Folklor” atau cerita rakyat yang turun menurun sudah melegenda. Dikenal sebagai “Robin Hood”, Pitung dan komplotannya merampok dari orang-orang kaya Belanda dan memberikan hasil curiannya kepada orang-orang yang membutuhkan disekitar Jakarta. Di mata Belanda dia adalah perampok, namun di mata Betawi dia adalah pahlawan. Banyak versi mengenai cerita Si Pitung, sehingga kematiannya pun masih jadi kontroversi. Ada yang bilang Pitung dibunuh dengan peluru emas seorang tentara Belanda, ada juga yang bilang jenazah tubuh Pitung dipotong-potong menjadi beberapa bagian dan dikuburkan di tempat yang terpisah karena jika dikuburkan dalam satu tempat yang sama, jenazah Pitung bisa hidup kembali. Bahkan sampai saat ini, belum ada orang yang bisa memastikan dimana jenazah tokoh tahun 1800-an ini disemayamkan. &...
Kue Ape merupakan jajanan khas indonesia yang sering kita jumpai di gerobak-gerobak di pinggir jalan. Kue Ape terbuat dari bahan dasar tepung terigu yang biasanya menggunakan daun suji sebagai pewarna dan pandan sebagai aroma. Kue ini seperti pancake dengan bentuk lingkaran berdiameter kira-kira 15 cm. Bagian pinggir kue ini tipis nan renyah, sedangkan bagian tengahnya tebal, lembut dan berisi. #OSKMITB2018
       Wak wak gung, apa itu? Apa hal yang pertama kali muncul di benak kalian ketika mendengar kalimat Wak Wak Gung? Pastinya kalimat "Nasinye nasi jagung" muncul di benak anda. Wak wak gung adalah permainan tradisional yang berasal dari Ibukota negara Indonesia, yaitu DKI Jakarta yang juga merupakan asal dari kebudayaan Betawi. Permainan ini merupakan permainan massal yang dimainkan oleh banyak pemain dan diiringi dengan nyanyian. Permainan ini sudah dikenal masyarakat Betawi sejak zaman penjajajahan Belanda. Permainan yang biasa dikenal dengan permainan ular naga ini biasa dimainkan oleh anak-anak, baik perempuan ataupun laki-laki. Menurut sumber yang saya baca, cara bermain permainan wak wak gung berbeda dengan ular naga yang akan saya jelaskan nanti lebih lanjutnya. Permainan ini tentu ba...
TARI TOPENG BETAWI Tarian Topeng sebenarnya merupakan salah satu ciri khas budaya tari di Indonesia. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan China seperti Jaipong dan Tari Topeng yang para pemainnya menggunakan kostum penari khas pemain Opera khas negeri Tirai Bambu tersebut. Tari Topeng adalah visualisasi gerak, yang dibuat tanpa melalui konsep yang khusus. Di dalamnya ada pengaruh budaya Sunda, namun memiliki ciri khasnya berupa selancar. Para penarinya menggunakan topeng yang mirip dengan Topeng Banjet Karawang Jawa Barat, namun dalam topeng Betawi memakai Bahasa Betawi. Tari Topeng Betawi adalah salah satu tarian tradisional masyarakat betawi di Jakarta yang memakai topeng sebagai ciri khasnya. Tari Topeng Betawi ini merupakan perpaduan antara musik, seni tari, dan nyanyian. Seperti pertunjukan teater atau opera, para penari menari dengan diiringi suara musik dan nyanyian. Tari Topeng Betawi ini lebih bersifat teatrikal dan juga komunika...
Jakarta adalah ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh sebab itu, di Jakarta lah banyak berkumpul manusia dari berbagai daerah di Indonesia. Hal itu tentunya sangat memengaruhi kultur sosial dan budaya di daerah Jakarta. Itu sebabnya kebudayaan Betawi banyak terpengaruh oleh berbagai kebudayaan lain, salah satunya adalah motif tumpal pada kain songketnya. Meskipun begitu, tentu saja kebudayaan Betawi tetap memiliki jati dirinya. Motif tumpal pada kain songket Betawi adalah salah satu yang khas dari kostum adat Betawi. Songket dan baju encim dahulu hanya dipakai oleh kalangan bangsawan Betawi karna harganya yang mahal. Bahan kain yang dipakai pun bermacam-macam, ada bahan licin untuk para bangsawan dan bahan yang lebih kasar untuk rakyat biasa. Motif tumpal pada kain songket ini sendiri dianggak sebagai simbol kebesaran dan kesuburan. #OSKMITB2018
Gambang kromong adalah akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi. Ya, Betawi. Suku betawi memang identik dengan Jakarta, tapi secara penyebarannya suku Betawi sekarang dapat kita temui di sekitaran kota Tangerang, Bekasi, Depok, dan daerah pinggiran Jakarta. Terciptanya Gambang Kromong berawal dari tiga alat gesek Khas Cina. Yaitu Tehyan, Kongahyan, dan Shukong. Seiring berjalannya waktu dan adanya pengaruh dari budaya jawa dan sunda, maka alat kesenian Gambang Kromong bertambah jumlahnya seperti Kromong (kenong) dengan jumlah 10 buah yang terbuat dari plat besi atau perunggu, kecrek serta gendang. Tak hanya penambahan alatnya saja yang mengalami perubahan, irama musik gambang kromong berselendro Cina tak luput pula berubah seiring dengan adanya akulturasi dari suku Jawa, Sunda dan Timur Tengah. Kemudian merubah alunan musik Gambang kromong yang kita kenal sekarang sebagai musik Suku Betawi. Gambang Kromong kini digunakan untuk mengiring pengantin ditambah Tari Cokek Betaw...
Siapa yang tidak senang dengan bertambahnya anggota baru dalam keluarga? Semuanya pasti senang. Bayi digendong sana-sini dan dicubit pipinya karena gemas. Bagaikan mahasiswa baru yang baru masuk kuliah harus di ospek terlebih dahulu, begitu juga dengan si Bayi. Setiap suku punya ritual masing-masing tentang tradisi penyambutan Bayi dalam keluarga tersebut. Suku Betawi menyebutnya Keweng Bayi. Tradisi ini dilakukan saat Bayi dibawah satu tahun, lebih tepatnya kisaran 3-6 bulan. Keweng bayi ini dilakukan saat pagi hari sebelum Bayi minta ASI, kisaran sekitar jam 6 pagi. Keweng Bayi ini dilakukan dengan cara menerbalikkan bayi jadi kepala di bawah sedangkan kaki diatas. Keweng Bayi ini dilakukan agar Bayi bertumbuh kembang dengan pesat. Kalau boleh cerita sedikit, penulis pernah "di keweng" sewaktu kecil. Sehingga kini, tubuh penulis berkembang pesat. Bahkan, tingginya mengalahkan orang tua. Terlebih, penulis pun tidak menyadari pernah "Di Keweng".&nbs...
Fuyunghai, sebuah makanan yang aslinya berasal dari daerah Cina yang kemudian banyak dikembangkan dan disesuaikan sesuai dengan daerah masing-masing yang mengambilnya, salah satunya ialah Indonesia. Fuyunghai merupakan masakan Tionghoa yang terbuat dari telur dadar yang sedikit dicampur dengan tepung untuk mengikat dan memberikan kekenyalan tersendiri. Namun seiring berjalannya waktu, fuyunghai dikembangkan dengan diberikan daging-daging tertentu, seperti daging babi, daging ayam, maupun daging-daging seafood lainnya. Banyak pecinta kuliner yang gemar mengonsumsi makanan ini juga mencampurkan fuyunghai menggunakan sebuah saos asam manis yang khusus diracik. Biasanya saos ini dibuat menggunakan bahan dasar tomat, serta bumbu-bumbu penyedap lainnya, yang juga sering dipadukan menggunakan kacang polo ataupun nanas. Fuyunghai sendiri apabila diartikan ke Bahasa Indonesia ialah telur "Fu", yaitu telur khusus dari Cina yang memang memiliki cita rasa yang sangat lezat.