Siapa yang tidak senang dengan bertambahnya anggota baru dalam keluarga? Semuanya pasti senang. Bayi digendong sana-sini dan dicubit pipinya karena gemas. Bagaikan mahasiswa baru yang baru masuk kuliah harus di ospek terlebih dahulu, begitu juga dengan si Bayi. Setiap suku punya ritual masing-masing tentang tradisi penyambutan Bayi dalam keluarga tersebut.
Suku Betawi menyebutnya Keweng Bayi. Tradisi ini dilakukan saat Bayi dibawah satu tahun, lebih tepatnya kisaran 3-6 bulan. Keweng bayi ini dilakukan saat pagi hari sebelum Bayi minta ASI, kisaran sekitar jam 6 pagi. Keweng Bayi ini dilakukan dengan cara menerbalikkan bayi jadi kepala di bawah sedangkan kaki diatas.
Keweng Bayi ini dilakukan agar Bayi bertumbuh kembang dengan pesat. Kalau boleh cerita sedikit, penulis pernah "di keweng" sewaktu kecil. Sehingga kini, tubuh penulis berkembang pesat. Bahkan, tingginya mengalahkan orang tua. Terlebih, penulis pun tidak menyadari pernah "Di Keweng".
Sebelum diterbalikan, bayi tersebut diurut badannya menggunakan minyak kelapa. Setelah diurut, dukun bayi tersebut memegang pergelangan kaki kiri dan tangan kirinya lalu diangkat. Si bayi diangkat selama tiga menit. Hal sama dilakukan pada bagian sebelah kanan. Reaksi si bayi tersebut nangis dan kaget menjadi satu. Setelah Bayi diterbalikan, Bayi tersebut digendong oleh dukun dan dikelonin sampai bayi tersebut tidak nangis lagi.
Keweng Bayi ini hanya boleh dilakukan oleh dukun bayi dan dilakukan di rumah dukun bayi. Namun sekarang, dukun bayi sudah tidak ada, lantaran tidak ada yang mau meneruskan.
Terlebih dari masyarakatnya sendiri, mereka lebih memercayakan pertumbuhan anaknya ke dokter ketimbang ke dukun bayi. Alat-alat modern lebih dipercaya, dibandingkan tradisi keweng bayi.
Satu tradisi sudah hilang karena majunya teknologi. Kita lebih suka budaya barat yang keren daripada budaya kita sendiri. Padahal, budaya kita sendiri pun ternyata lebih unik dan lebih menarik untuk di dengar.
Walaupun kuno tapi now you know.
#OSKMITB2018
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...