Saat ini makanan tradisional mulai diminati lagi di tengah persaingan dengan makanan yang diadaptasi dari luar negeri. Selain harganya yang lebih murah, makanan tradisional juga memiliki sejarah tersendiri yang sangat menarik. Salah satu makanan tradisional khas daerah Banyumas dan sekitarnya, termasuk Purbalingga dan Purwokerto, adalah cimplung . Nama cimplung diambil dari bunyi “- plung!” saat bahan-bahan utama berupa singkong ( budin/boled ), ubi jalar ( munthul ), ganyong, atau kelapa muda ( klapa nom ) di- cemplung -kan / dimasukkan ke dalam kuahnya. Kuah cimplung secara tradisional dibuat dari air sari bunga kelapa (nira atau badheg ) yang dipanaskan. Namun seiring berkembangnya industri kuliner, banyak yang mengganti kuahnya dengan air gula aren maupun air gula jawa yang dipanaskan juga. Makanan ini memiliki rasa yang gurih dan sedikit manis yang diperoleh dari air sari bunga kelapa atau nira ( badheg ). Biasanya cimplung dikonsumsi bersama t...
Disetiap daerah di Indonesia terdapat tradisi sejarah. Kebanyakan sejarah lisan, namun ada pula dalam bentuk tulisan. Tradisi itulah yang bisa digunakan sebagai sumber sejarah lokal. Kali ini saya akan memaparkan salah satu tradisi yang berada di daerah saya yaitu upacara adat ruwahan yang berdasarkan sumber wawancara saya kepada orang tua saya melalui media sosial. Berikut paparan saya mengenai upacara adat ruwahan. Ruwahan adalah tradisi yang dilakukan masyarakat jawa khususnya jawa tengah. Tradisi ini dilaksanakan setahun sekali pada bulan ruwah dalam kalender Jawa atau bulan Syaban pada kalender Hijriah. Tradisi tradisi yang dilaksanakan pada bulan itu ialah nyadran. Nyadran dilakukan dengan membawa kenduri ke makam para leluhur. Kenduri yang berupa makanan tadi dibawa ke makam lalu mereka berdoa bersama sama. Makanan tadi berisi nasi tumpeng, ingkung ayam, dan lauk lainnya, setelah berdoa mereka membagi bagikan makanan yang mereka bawa lalu dimakan bersama di tempat itu. La...
Pada era modern seperti era globalisasi seperti sekarang ini perkembangan semakin maju dari segi teknologi, pendidikan, informasi, dan komunikasi. Perkembangan ini membawa sikap dan karakteristik manusia yang lebih maju dan lebih modern sesuai dengan perkembangan jaman yang sudah ada. Akan tetapi terkadang manusia jaman sekarang sering lupa bahkan tidak tahu dengan kebudayaan bangsa nya sendiri seperti kebudayaan daerah kebudayaan disini meliputi sejarah baik itu merupakan sejarah tempat tibggaknya sendiri. Sejarah merupakan sebuah kisah yang terjadi pada masa lampau akan tetapi diceritakan secara turun temurun melalui lisan maupun tulisan. Saya berasal dari Dusun Jagan, Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Ingin memberikan paparan tentang asal usul dusun Jagan yang berdasarkan sumber data dari wawancara Saya dengan Kakek dan Nenek melalui media telepon. Asal-usul dusun Jagan dimulai dengan masa penjajahan b...
Dieng Culture Festival adalah suatu ritual tahuhan yang diselenggarakan di Dieng, Banjarnegara. Dieng Culture Festival (DCF) yang terakahir diselenggarakan pada tanggal 3-5 Agustus 2018, DCF ini merupakan DCF yang ke -9. Acara ini dihadiri oleh bupati dan wakil bupati Banjarnegara yaitu bapak Budhi Sarwono dan Syamsudin. Acara DCF ini biasanya diselelenggarakan pada saat musim kemarau dengan alasan agar para wisatawan/pengunjung dapat merasakan dinginya suhu udara di Dieng serta bisa merasakan kenyamanan suasananya. Acara DCF juga diikuti oleh bapak Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah. Hal ini diikuti dengan antusias pengunjung yang jumlahnya melebihi jumlah peserta pada tahun sebelumnya. Sabtu, 4 Juli 2018 Kakang Mbekayu Duta Wisata Banjarnegara berkesempatan ambil bagian dalam Kirab Budaya anak rambut gembel yang dimulai dari rumah pemangku adat Dieng yaitu Mbah Sumanto, hingga ke lapangan Pandawa, kompleks Candi Arjuna lokasi panggung Dieng Culture Festival 2018. Dihari ke...
Kebumen, kabupaten sederhana yang menyimpan sejuta cita rasa dari kesederhanaan bumbu dapur yang diracik sedemikian rupa. Sate ambal merupakan salah satu dari sekian banyak kuliner khas Kebumen. Nama ‘ambal’ diambil dari nama kecamatan di pesisir selatan Kabupaten Kebumen dimana sate ini berasal. Kuliner ini sangat cocok bagi para wisatawan yang ingin bersantap ria sembari menikmati suasana pantai pesisir selatan. Tidak jauh berbeda dari sate khas daerah lain, sate ambal terbuat dari daging ayam yang dipotong dalam ukuran kecil kemudian disusun pada tusukan sate. Namun yang membedakannya, bumbu pelengkap sajian sate ambal ini terbuat dari tempe rebus yang dihaluskan bersama bumbu lainnya. Bumbu sate ambal terdiri dari rempat-rempah yaitu, bawang merah, bawang putih, merica, ketumbar, kemiri, pala, kunyit, dan jahe yang dihaluskan. Untuk menambahkan rasa manis pada bumbu ditambahkan gula merah atau kecap. Sehingga cita rasa yang dihasilnya dari gurihnya sate dan...
Apakah kalian pernah dengar makanan yang bernama "Adep Adep"? Masih asing? Maka kalian mungkin akan tertarik untuk mengenalnya lebih dalam. Adep adep merupakan makanan khas dari daerah Bumiayu, Kab. Brebes. Dalam bahasa Jawa, adep adep berarti saling berhadapan. Di Bumiayu, adep adep adalah hidangan yang terbilang unik karena hanya muncul pada saat ada selametan/hajatan seperti acara lamaran, pernikahan, atau syukuran pasca panen. Adep adep dapat dibilang sedikit mirip dengan nasi tumpeng. Hanya saja, jika nasi tumpeng berbentuk kerucut, adep adep berbentuk datar. Adep adep dihidangkan diatas tampah. Adep adep terbuat dari nasi yang diatasnya ditutupi dengan berbagai jenis sayuran seperti kacang panjang, petai, jengkol, selada, terong, daun singkong, timun dan adapula ikan teri, tempe, telur, serta kelapa parut. Cara menata bahan bahannya diatas tampah adalah dengan menata nasi terlebih dahulu kemudian diatasnya ditutupi oleh macam-macam sayuran yang diletakkan memutar berse...
Kesenian Manongan merupakan salah satu kesenian berasal dari Kabupaten Purbalingga tepatnya di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang yang mungkin belum banyak diketahui bahkan di daerah Purbalingga itu sendiri. Menurut catatan yang ada kesenian Manongan ada sejak tahun 1945. Namun dipercayai jauh sebelum itu kesenian Manongan sudah ada dan dibawa oleh orang yang menyebarkan agama Islam karena kesenian ini berisi perpaduan Islam dengan Hindu. Kesenian Manongan adalah kesenian yang menggambarkan kepercayaan. Menceritakan tentang kehidupan seseorang dari rahim hingga matinya. Kesenian ini termasuk juga ke dalam kesenian yang dianggap sakral. Pelaksanaanya hanya di hari-hari tertentu seperti bulan suro dan waktu pelaksanaannya dari pukul 21.00-04.00. Pada puncak acara kesenian ini, akan terdapat seseorang yang Mendem (Kerasukan) roh dari leluhur. Terdapat mitos bahwa kesenian Manongan ini menceritakan tentang seorang putri yang ditinggal suaminya berperang. Putri itu selalu murung karena ti...
Sadranan merupakan salah satu tradisi yang sudah lama turun temurun yang bisa dijumpai di Boyolali. Desa Sumur merupakan salah satu desa di Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali yang setiap tahunnya rutin mengadakan sadranan. Sadranan yaitu ziarah kubur dengan membawa berbagai macam makanan ke tempat makam. Selain itu, juga membawa tikar yang nantinya digunakan sebagai alas duduk di areal depan makam yang disediakan tempat semi permanen dan beratap. Aacara ini tepatnya dilakukan setiap bulan sya'ban atau ruwah (bulan Jawa) tanggal 15. Acara Sadranan ini, biasa dimulai bakda dhuhur sampai sebelum ashar. Seluruh warga desa, mulai dari anak kecil sampai orang tua, tak pernah tertinggal untuk melakukan tradisi Sadranan ini. Bahkan warga desa yang pergi merantau pun masih berusaha menyempatkan untuk dapat menghadiri tradisi Sadranan ini. Acara dalam Sadranan ini yaitu membersihkan areal lingkungan makam, membaca surat Yasin dan tahlil, serta makan makanan yang sebelumnya dibawa secara b...
Ngapati berasal dari bahasa jawa, yaitu 'papat' yang artinya empat. Tradisi ini dilakukan oleh sebagian besar rakyat jawa yang percaya dapat memberikan banyak manfaat. Pada usia kandungan bayi empat bulan, masyarakat jawa yang percaya akan tradisi ini akan mengadakan acara selamatan ngapati yang berisi doa-doa permohonan kepada Allah swt. untuk masa depan anak mereka kelak. Doa-doa dan permohonan yang dipanjatkan diharapkan sesuai dengan cita-cita kedua orangtuanya. Salah satunya adalah pengharapan akan anak yang lahir dan tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah. Tradisi ngapati tidak hanya memperhatikan adat istiadat masyarakat setempat, namun juga terdapat unsur agama di dalamnya. Hadits yang terkait dengan tradisi ini berbunyi, "Malaikat masuk untuk meniupkan ruh pada janin setelah berumur 40 hari" Sufyan berkata; "Lima puluh atau empat hari, lalu Malaikat berkata; 'Wahai Rab, apakah dia termasuk yang bahagia ataukah celaka, apakah laki-laki ataukah perempu...