Padepokan seni mayang sunda adalah padepokan yang bertujuan untuk pertunjukan seni sunda baik kontemporer atau pun tidak. Yang akan saya bahas adalah ornamennya disana terdapat 2 ruangan outdoor dan indoor. Dimana Indoor sendiri untuk 100 orang dan outdoor 200 orang. Gedung memiliki ornamen khas sunda yang unik didepan jalan raya keramik nama tempatnya menggunakan aksara sunda yang artinya seni mayang sunda. Dari atas atap bentuknya seperti rumah adat campuran sunda seperti di ITB ganesha. Didalamnya terdapat ornamen seperti gambar kesenian sunda galeri sunda dan lainnya. Tempat ini cukup mudah di jangkau yaitu Jl. Peta no 409 Bandung.
Awal mula atau sejarah bangklung yang ada di wilayah Desa Cisero tidak diketahui pasti sejak kapan. Namun menurut Bapak Adjuk, sesepuh di Desa Cisero, bangklung sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia dan turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Pak Adjuk sendiri diperkenalkan dan diwarisi bangklung oleh kakek beliau. Dari catatan dari Bapak Adjuk, alkisah daerah kampung Babakan Garut dibangun dari orang-orang yang berasal dari daerah Sukapura, yaitu Eyang Jangkung dan Bapak Nurhikam yang awalnya adalah sarana hiburan untuk masyarakat dan media dakwah agama Islam. Pada awalnya, kesenian ini bernama Yami Rudat dengan alat musik rebana dan melantunkan syair-syair sholawat Rasul. Lama kelamaan kesenian ini berubah, terutama alat musiknya, merekan menciptakan alat music yang hamper serupa dengan rebana yang disebut terebang dan berjumlah 5 buah. Lima terebang ini dinamai sesuai dengan ukurannya mulai dari kempring sampai anak. Kata 'bangklung' sendiri...
Sistem patrilineal menyebabkan tanah Pasundan ini memiliki tradisi pernikahan yang cukup unik walau secara umum masih terbilang tak asing apabila dibandingkan dengan daerah lain. Awalnya pria beserta keluarga (sesepuh) melamar wanita dengan membawa suatu tanda (perhiasan, uang, dsb.) tergantung adat di suatu tempat dan kesepakatan bersama sebagai pengikat kedua calon mempelai. Di acara lamaran ini biasanya dibicarakan resepsi pernikahan kefua cakon mempelai. Pihak calon mempelai istrilah yang bertanggung jawab penuh dalam resepsi ini. Biasanya pihak calon mempelai istri berkorban lebih banyak untuk acara resepsi tersebut. Peran pihak calon mempelai pria yaitu memberikan uang sesuai rasio yang telah mereka tetapkan dan berapapun jumlahnya sebaiknya diterima saja oleh pihak calon mempelai. Ada salah satu adat di daerah selatan Bandung atau mungkin di daerah-daerah lain yaitu jika pria memberikan sejumlah uang saat lamaran, maka itu adalah 10% dari total uang yang akan diberikan kepada c...
Oseng Tetelan Mercon Ceu Odah adalah makanan dengan bahan dasar tetelan sapi yang diperkaya dengan bumbu berupa bawang merah, bawang putih serta cabai sehingga memberikan kesan pedas dengan level kepedasan tinggi. Trend Makanan Pedas yang kini digandrungi oleh banyak penikmat masakan tradisional menjadi alasan mengapa Oseng tetelan mercon dipilih sebagai salah satu menu favorit di rumah makan yang terletak di daerah Buah Batu Kota Bandung ini. Makanan dengan rasa pedas manis ini sangat cocok dinikmati bersama sepiring nasi hangat. Dibuat dengan cara ditumis bersama bumbu- bumbu asli Nusantara, makanan ini ternyata merupakan warisan turun temurun dari keluarga Ny. Ong, Pemilik Rumah Makan Gepuk Ny. Ong.
Kacang Endul Balado merupakan menu masakan khas nusantara yang sangat digemari, khususnya oleh masyarakat Sunda. Masakan berbahan dasar Kacang Endul ini memiliki manfaat yang baik untuk pencernaan, hal ini dikarenakan karena kandungan serat yang terdapat dalam kacang endul. Makanan yang disajikan di warung Ceu Odah yang berlokasi di Buah Batu, Kota Bandung ini memiliki rasa yang gurih, sedikir manis dan pedas yang dihasilakan dari bumbu cabai, bawang merah dan bawang putih yang ditumis bersama kacang endul.
Seren Taun adalah sebuah ritual atau upacara yang dislenggarakan oleh warga, terutama mereka yang bekerja sebagai petani. Upacara ini dilaksanakan tiap tahunnya sebagai ras syukur terhadap suka duka tahun yang telah dilewati dan juga doa untuk kebaikan di tahun yang akan datang. Konon, Seren Taun berfungsi sebagai "sesajen" kepada Nyai Pohaci (Dewi Padi dan Sawah) agar panen tahun berikutnya lancar.. Upacara Seren Taun biasanya diiringi oleh penampilan kesenian yang diadakan oleh warga daerah itu sendiri, contohnya seni tari, dan pembacaan doa oleh tokoh-tokoh adat dan agama. Pelaksanaan Seren Taun memiliki durasi yang berbeda-beda tergantung daerahnya yaitu 1 hari, 7 hari, dan 3 minggu. Upacara Seren Taun yang dilaksanakan dalam 1 hari biasanya dilakukan oleh dareah yang sudah cukup maju, rangkaian acaranya pun cukup padat dan relatif pendek, seperti seni tari, dll. Upacara Seren Taun yang dilaksanakan dalam 7 hari memiliki rangkaian acara sebagai berikut :...
(Kue) Semprong merupakan makanan tradisional khas Karawang yang memiliki bentuk unik dan rasa yang lezat lagi khas. Semprong bergenus kue kering dan berbentuk seperti pipa panjang. Rasanya tidak terlalu manis dan renyah ketika digigit. Kue ini begitu kentara dengan hal-hal primordial dan tidak mengenal kasta sehinnga cocok untuk dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat. Waktu membuat makanan ini mengalami anomali dan diferensial kedua sehingga termodifikasi menjadi beragam bentuk, segitiga dan persegi panjang salah duanya. Dilansir dari id.wikipedia.org, semprong dipercaya dibawa pertama kali oleh bangsa Portugis karena memiliki kemiripan dengan kue krumkake yang berasal dari Norwegia. Namun, kue ini mengalami adaptasi dan seleksi alam sehingga mengalami anomali dan diferensial pertama, dihitung untuk pertama kalinya. Hasilnya? Semprong termodifikasi bahan-bahan dan bentuknya sehingga menjadi Semprong Nusantara: Semprong Khas Karawang. **) (Kue) Semprong seringkali diasumsi...
Naskah Sunda kuna (selanjutnya NSK) tersebar di beberapa tempat penyimpanan, baik di dalam maupun di luar negeri, baik tersimpan dengan sistem baku dan sistematis di lembaga penyimpanan maupun yang masih tersebar di masyarakat umum (lih. Ekadjati, 1988; Chambert-Loir & Fathurahman, 1999: 181-188). Berdasarkan penelusuran katalog, baik yang sudah maupun belum diterbitkan, jumlah NSK tidak sebanyak naskah Sunda baru dan naskah Jawa kuna, misalnya. Lembaga yang menyimpan NSK di antaranya adalah Perpustakaan Nasional RI (selanjutnya PNRI) di Jakarta, Museum Sri Baduga di Bandung, Perpustakaan Universitas Leiden di Belanda, dan Bodleian Library di Inggris (band. Ekadjati, 1988; Rickleff & Voerhoeve, 1977). Selain di lembaga-lembaga tersebut, NSK juga disimpan di kabuyutan: daerah yang disucikan kelompok masyarakat tertentu di Tatar Sunda, seperti Kabuyutan Ciburuy-Garut dan Kabuyutan Koleang, Jasinga-Bogor. Pada saat ditemukan, dapat diketahui bahwa naskah Sunda ku...
Diraksukan kabaya Nambihan cahayana Dangdosan sederhana Mojang priangan Wanita Sunda dilukis dengan pastel (1907) Koleksi Tropenmuseum, Belanda Koninklijk Instituut voor de Taal-, Land-, en Volkenkunde (KITLV), lembaga pengkaji bahasa dan budaya dari Belanda, memiliki sejumlah dokumentasi berupa foto yang menggambarkan wanita Sunda. Dari foto tersebut tampak wanita Sunda berkulit agak kekuningan, hidungnya agak mancung, dan perawakannya cukup lenjang. Yang cukup membuat kita terkejut, adalah pakaian yang dikenakannya. Wanita tersebut dibalut kain samping batik, tetapi, balutan kain itu tidak menutup bagian dadanya ( no bra ). Patut dicatat bahwa potret itu merupakan hasil jepretan juru potret kolonial, dan terjadi pada awal abad ke-20 atau masa kolonial juga. Bagaimana dengan potret wanita Sunda lalu berdasarkan kesak...