Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Tradisional Jawa Barat Kabupaten Karawang
Semprong Khas Karawang: Si Kue Pipa Teranomali

(Kue) Semprong merupakan makanan tradisional khas Karawang yang memiliki bentuk unik dan rasa yang lezat lagi khas. Semprong bergenus kue kering dan berbentuk seperti pipa panjang. Rasanya tidak terlalu manis dan renyah ketika digigit. Kue ini begitu kentara dengan hal-hal primordial dan tidak mengenal kasta sehinnga cocok untuk dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat. Waktu membuat makanan ini mengalami anomali dan diferensial kedua sehingga termodifikasi menjadi beragam bentuk, segitiga dan persegi panjang salah duanya.

Dilansir dari id.wikipedia.org, semprong dipercaya dibawa pertama kali oleh bangsa Portugis karena memiliki kemiripan dengan kue krumkake yang berasal dari Norwegia. Namun, kue ini mengalami adaptasi dan seleksi alam sehingga mengalami anomali dan diferensial pertama, dihitung untuk pertama kalinya. Hasilnya? Semprong termodifikasi bahan-bahan dan bentuknya sehingga menjadi Semprong Nusantara: Semprong Khas Karawang. **)

(Kue) Semprong seringkali diasumsikan sebagai jajanan rumahan. Harganya bervariasi, namun sangat cocok untuk mengisi toplés-toplés di rumah para pembaca. Bagi yang ingin melakukan eksperimen dan jengah jika lagi-lagi harus merogoh kantung untuk makanan siap konsumsi, para pembaca bisa mencoba resep yang satu ini. *) Yuk lanjut scroll!

Bahan-Bahan

  • Santan kelapa 200 mL
  • Telur ayam 3 butir
  • Tepung beras 250 gr
  • 165 gr gula halus
  • Garam halus 1/2 sendok teh
  • 50 gr tepung sagu
  • 60 gr margarine yang sudah dilelehkan
  • 50 gr wijen

Cara Membuat

  • Campurkan gula pasir dengan telur ayam, lalu kocok sampai mengental.
  • Masukkan tepung campuran tepung sagu dan tepung beras sambil diayak sedikit demi sedikit, lalu aduk rata.
  • Tuang margarine dan santan kelapa ke dalam adonan sambil terus diaduk.
  • Tambahkan wijen dan garam, kemudian aduk kembali hingga merata.
  • Tuang adonan kue ke dalam cetakan semprong yang sudah panas di atas api sedang.
  • Setelah itu, tangkupkan cetakan sambil dibolak-balik hingga hampir matang dan kering.
  • Buka cetakan dan gulung kue semprong selagi masih panas.
  • Diamkan kue beberapa menit hingga dingin dan renyah, kemudian sajikan dan masukkan ke dalam toples.

 

**) Bagi para pembaca yang memiliki Cryptex atau famili catatan sejarah lainnya yang melampirkan tentang The Origin of Semprong, sila hubungi surel penulis untuk berbagi info lebih lanjut.***)

*) Penulis menghargai kreativitas dan keajaiban anomali, tentu saja para pembaca bisa melakukan modifikasi sesuka hati, dimulai dari variasi rasa, resep, sampai bentuk hati.

***) Surel penulis: atiknurul011001@gmail.com

 

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Kue_semprong

http://www.masakandapurku.com/2015/09/resep-membuat-kue-semprong-khas-karawang.html

https://resepnusantara.id/resep-kue-semprong-khas-karawang/

 

Sumber gambar:

http://www.masakandapurku.com/2015/09/resep-membuat-kue-semprong-khas-karawang.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker