guru
40 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Suro'baca
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Suro'baca atau berdoa bersama untuk para leluhur menjelang Ramadhan merupakan tradisi turun-temurun di kalangan suku Bugis Makassar di Sulawesi Selatan (Sulsel).Acara tradisi ini biasanya dilakukan mulai sepekan hingga satu hari sebelum bulan suci Ramadhan (H-7 sampai H-1 Ramadhan).     Tradisi yang masih tetap terjaga baik di kalangan masyarakat pedesaan hingga perkotaan ini, biasanya diselenggarakan baik per rumah tangga ataupun berkelompok.Sebelum menggelar suro'baca, keluarga mempersiapkan aneka hidangan atau masakan seperti ayam gagape' (mirip opor ayam), ikan bandeng bakar yang dibelah dan diberi cabe dan garam yang sudah dihaluskan, lawa' (urap) dari pisang batu, dan sebagainya sesuai dengan kemampuan ekonomi si empunya hajatan.Untuk kue pencuci mulutnya, dipilih kue-kue tradisional misalnya kue lapis, onde-onde, dan cucuru' bayao.     Setelah semua hidangan tersebut siap disantap, terlebih dahulu diatur sedemiki...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Doko-Dokona Passompe'E
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Karya : DR B.F.Matthes, Boeginische Chrestomathic, I.P.L-27 dalam Rahim (1985:207-227). Disadur Oleh : Ir.H.Abdu Samad H.A.Umar, M.Si.   Ceritera ini merupakan ceritera rakyat (Legenda) yang mempunyai banyak peristiwa yang luar biasa. Substansinya ada pada Nilai-nilai Utama Kebudayaan Bugis, dan sangat berguna pada saat ini dimana budaya sipakatau atau sipakalebbi sudah mengalami pergeseran dalam alam demokrasi lokal. Baik itu masyarakat lokal maupun bagi pasompe (Pengembaraan Orang Bugis) yang senantiasa rindu kampung halamannya, maupun pernah mendengar ceritera masa lampau oleh orang tua kita dahulu hingga dibawa ke perantauan. Hal ini merupakan ceritera tersendiri di kalangan pasompe, membuat rindu kampung halaman, sanak saudara dan Wari’ (asal usul), memperpanjang usia (lamperi sunge) karena mengembang biakkan manusia (Pabbija Tau) dan Merindangkan Pepohonan (Palorong Welareng) di tanah seberang di mulai dari C...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
'Mabaca Doang' dan 'Massiara Kuburu'
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

ada tradisi yang dianggap masih melekat kuat ditengah masyarakat suku bugis pada saat ini yaitu "mabaca doang" dan "massiara kuburu". Mabaca doang sendiri dilakukan malam hari sebelum esoknya melaksanakan Sholat Id. sebagian masyarakat desa dan pedalaman suku bugis untuk menjalangkan tradisi dari nenek moyang yang berguna untuk mengirimkan doa kepada sanak keluarga yang telah mendahului ke hadirat tuhan(meninggal dunia) yang prosesinya menyiapkan makanan seperti sokko,ayam,ketam,udang dan sebagainya dan memanggil tuan guru(katakanlah orang tua kampung,yang dituakan,imam) dengan media dupa,hal ini sendiri dilakukan sebagai bentuk mengingat dan mendoakan walaupun itu lepas dari sisi keagamaan dari banyak pihak. Sementara setelah melaksanakan Sholat Id warga mendatangi kuburan sanak familinya untuk sekedar menyapa dengan doa,membersihkan,bersama dengan keluarga dan ini oleh sebagian warga merupakan satu rangkaian tradisi wajib dalam setiap bulan suci baik ramadhan maupun idhul adha nanti...

avatar
Aaa
Gambar Entri
Upacara Rambu Soloh
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Upacara Rambu Soloh Berbicara mengenai kebudayaan Indonesia, hal yang pertama kali terlintas di benak saya adalah upacara Rambu Soloh. Upacara adat ini pertama kali saya ketahui saat mengikuti kelas pelajaran sejarah di kelas X. Beliau adalah Bapak Aldion, guru sejarah di SMA saya yang mengenalkan saya akan upacara ini dan sekaligus menjadi narasumber saya untuk artikel ini. Rambu Soloh merupakan upacara adat kematian masyarakat Toraja yang bertujuan mengantarkan arwah menuju alam keabadian. Masyarakat Toraja mempercayai bahwa seseorang yang sudah meninggal dianggap belum sempurna apabila belum melakukan rambu soloh. Hingga saat ini rambu soloh masih dilakukan di daerah Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, dan beberapa daerah lainnya. Secara turun-temurun terdapat anggapan di dalam masyarakat sekitar mengenai orang yang sudah meninggal. Anggapannya adalah orang yang sudah meninggal baru benar-benar dianggap meninggal apabila telah menjalankan seluruh rangkaian...

avatar
OSKM_16218005_Erlina Margareta Suhendrik
Gambar Entri
Ikan Parede khas Sulawesi Selatan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Ikan parede merupakan makanan khas dari Daerah Palopo dan Luwu,  Sulawesi Selatan, masakan ikan parede terbuat dari potongan ikan kakap putih atau ikan lamuru yang direbus dengan kunyit, garam, serai dan buah khas daerah palopo yaitu buah patikala ( Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm). Buah patikala memiliki rasa asam yang bertujuan untuk menambah gurihnya rebusan kuah ikan parede. Ikan parede disajikan dan dinikmati dengan nasi dan sambal mangga. Secara tradisional buah patikala dimanfaatkan sebagai penambah cita rasa masakan dan juga memiliki kandungan senyawa fenolik dan flavanoid. Senyawa fenolik diketahui memiliki berbagai efek biologis sebagai antioksidan, melindungi struktur sel, antiinflamasi, dan sebagai antiseptik (Primadini, 2010). Sedangkan manfaat flavonoid antara lain untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektifitas vitamin C, antiinflamasi, mencegah keropos tulang dan sebagai antibiotik (Haris, 2011). Parede berasal dari kata Parede , Pa menunju...

avatar
Ilmi
Gambar Entri
Tu- Manurung Butta Gowa #SBM
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Dalam legenda masyarakat Gowa, diceritakan bahwa Raja yang pertama memerintah di Kerajaan Gowa bernama Tu-Manurung Bainea (Putri yang turun dari kayangan). Beliau disengaja diutus ke Butta Gowa untuk menjadi pemimpin di mana saat itu Gowa kacau balau. Di perkirakan Tu-Manurung di Gowa memerintah pada tahun 1320-1345. Dalam lontara Patturioloang ri Tugowa-ya (Sejarah orang Gowa), menyebut bahwa lama sebelum datangnya To-Manurung di Gowa, secara berturut-turut Gowa dipimpim oleh empat raja   1.  Batara Guru, besar dugaan ada hubungannya dengan nama yang sam (Kakek Sawerigading) yang disebut dalam I Lagaligo. 2. Disebut saja “ Orang yang terbunuh di Talili” . Tidak disebut nama aslinya. Dikatan Saudara dari Batara Guru. 3.  I Marancai, Ratu Sapu 4. Karaeng Katangka. Nama aslinya tidak disebutkan.   Bagaimana ihwal pemerintahan ke empat Raja, sebelum To-Manurung itu, tidak juga disebutkan dalam Lontara. Pad...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Pajaga
Tarian Tarian
Sulawesi Selatan

Seperti kita maklumi bahwa sebelum agama Islam masuk kerajaan Luwu (sebelum tahun 1604) maka yang dianut oleh masyarakat Luwu adalah agama Animisme. Agama yang mempercayai banyak dewa. Menurut kebudayaan bahwa seni lahir dari agama setelah pada satu tingkat kebudayaan, manusia percaya pada adanya dewa-dewa. Tarian Sulawesi Selatan Mereka melakukan kultus sebagai pernyataan hubungan dan pengabdiannya kepada dewa-dewa itu, menggerakkan hati dewa-dewa agar dewa-dewa tersebut mengabulkan permohonan-permohonan mereka. Dan dilakukan tari-tarian untuk menyenangkan untuk mengambil hati dewa-dewa. Tari lahir gerak keasikan pemujaan dan permohonan, seterusnya agar tari tertentu dalam iramanya, ia diiringi dengan tabuhan suara bunyi-bunyian, yang berkembang menjadi seni musik. Demikianlah sejarah timbulnya Tari Pajaga semasa Batara Guru I menjadi Pajung (Raja) di Luwu oleh beliau disuruhlah mencipta satu tarian sebagai suatu pemujaan kepada dewa-dewa dalam memenuhi permohonan manusia d...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Legenda Daeng Sinaroja, Jaka Cinde dan Dewi Ratna Sari
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Pada jaman dahulu kala di kota Makasar terdapat sebuah kerajaan yang besar. Rajanya sangat masyhur dan gagah perkasa, bergelar Daeng Sinaroja. Sedang patihnya bernama Daeng Magang. Bala tentaranya sangat banyak dan pemberani. Pada suatu malam, sang raja bermimpi yang sangat berkesan. Dalam mimpinya beliau bertemu dengan seorang putri yang sangat cantik rupawan. Putri itu mengaku bernama Dewi Ratna Sari, putri dari Tawang Alun adipati Kabonan. Daeng Sinaroja menginginkan agar mimpinya itu menjadi kenyataan. Maka disebarlah bala tentaranya ke seluruh penjuru Nusantara di bawah pimpinan patih Daeng Magang. Setelah beberapa minggu berlayar, sampailah mereka di Pulau Madura. Di sana mereka mendapat kabar bahwa yang dimimpikan rajanya itu ada. Kadipaten Kabonan itu terletak di ujung Pangkah. Dengan diantar oleh Pangeran dari Madura meryeberangi selat Madura, akhirnya sampailah di pesisir Ujung Pangkah. Mereka beristirahat di pantai untuk membuat pesanggrahan. Daeng Magang berniat...

avatar
Aze
Gambar Entri
Permainan Paraga
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sulawesi Selatan

Paraga merupakan permainan dan olah raga, sekaligus kesenian tradisional asal Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan. Berbeda dengan permainan dan olahraga tradisional sepak takraw, paraga dimainkan tidak untuk dipertandingkan, melainkan sebagai atraksi unjuk kebolehan. Paraga juga dimainkan secara beregu dengan jumlah anggota minimal 6 (enam) orang. Dalam paraga, bola rotan dipantul-pantulkan tidak hanya menggunakan kaki, tapi juga kepala dan tangan. Keberadaan passapu, topi segitiga yang diberi lapisan kanji agar mampu menegak, sangat membantu para pemain paraga saat melakukan olah bola dengan kepala. Para pemain paraga juga kerap memanfaatkan sarung yang menjadi bagian dari kostum mereka untuk mengolah bola paraga. Posisi pemain dalam mengolah bola paraga pun beragam. Mulai dari berdiri, duduk, jongkok, hingga berbaring! Paraga pun dimainkan dalam berbagai formasi. Salah satunya, formasi menara yang terbentuk dari tumpukan para pemain yang berdiri di atas bahu pemain lainnya hi...

avatar
Admin Budaya