Nandong merupakan penyebutan untuk nyanyian pengantar tidur anak di kalangan orang Melayu Kuantan, Riau. Secara harfiah, nandong berarti nyanyian, alunan, lagu, atau irama (dengan maksud yang mendengar merasa terbuai) yang dibawakan sebagai pengantar (pembujuk) tidur. Dalam pemaknaan Melayu Kuantan, nandong dibedakan dari sananduang, basananduang (senandung). Nandong hanya untuk menidurkan anak, sedangkan senandung merupakan nyanyian untuk diri sendiri. Nandong mengandung nilai-nilai ataupun nasihat-nasihat bijak yang berupa ajaran-ajaran agama, nasihat, kasih sayang, harapan-harapan, kritikan, kerinduan ataupun keluh kesah yang diekspresikan secara eksplisit atau dengan bahasa kias. Nandong dikenali memiliki tujuh irama berbeda. Ketujuh irama tersebut tidak diberi nama khusus sehingga hanya dikenali dari nadanya saja. Liriknya berbentuk pantun dan frasa yang memiliki persamaan sajak untuk menjaga keindahan lirik. Istilah nandong juga digunakan di dalam beberapa...
Perahu baganduang (perahu bergandung) adalah perahu kebesaran (semacam kereta kencana) yang digunakan di dalam tradisi manjopuik limau. Perahu ini dibuat dari perahu kecil (jalur mini) yang digandung (dirangkai) dengan dua perahu kecil lainnya dan ditegakkan dengan gulang-gulang ( tunggul adat ), simbol-simbol, serta dihiasi janur, dan kain panjang. Perahu baganduong merupakan lambang dari kemegahan, perjuangan, batobo , jalinan kasih, dan bentuk sanjungan seorang bujang kepada seorang gadis. Perahu baganduang memiliki tiga bagian utama dan beberapa bagian pendukung. Ketiga bagian utama tersebut adalah beranda, tonggak, dan lantai berpagar janur. Beranda merupakan simbol balai adat yang di dalamnya terdapat bangku panjang dan gapura yang terbuat dari janur. Beranda berfungsi sebagai ruang berdiam si bujang saat manjopuik limau . Tonggak adalah layar perahu baganduang sekaligus penyatu ketiga perahu, berfungsi sebagai rumah dari penempatan simbol-simbol. Simb...
Wajik merupakan makanan khas umum di Riau namun masing-masing daerah di Riau mempunya khas tersendiri untuk makanan Wajik ini. Seperti di Muaralembu salah satu kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi. Namanya unik yaitu Wajik Takiak. Kalau anda berkunjung ke Riau sambil menikmati Wisata Riau di Kuantan Singingi yaitu Pacu Jalur, sangat sayang sekali jika anda melewati makanan khas Wajik Takiak ala Muara Lembu ini. Adapun Komposisi Wajik Takiak adalah: Beras ketan Kelapa Gula merah Gula dan garam Bahan-bahan: 800 g beras ketan putih yang bagus 250 g gula Jawa, sisir 100 g gula pasir 750 ml santan dari 11/2 butir kelapa parut ½ sdt garam 3 lembar daun pandan, potong-potong Cara Membuat: Cuci ketan lalu rendam air dingin selama 3 jam, kemudian tiriskan. Kukus ketan dalam dandang panas selama 30 menit hingga setengah matang. Masak gula Jawa, gula pasir, santan...
Suatu hari, dapur istana sangat berantakan. Isi panci tumpah, tempat sampah di atas meja, tepung berserakan, dan cipratan saus rata memenuhi tembok. “Ya Tuhaaan,” seru seorang pelayan. Beberapa pelayan perempuan dan lelaki datang. Wajah mereka melongo melihat keadaan dapur istana. Sembilan orang putri tampak coreng-moreng dengan kecap, dan taburan tepung di rambutnya. Mereka tertawa cekikikan, lalu kabur dari dapur, dan berkubang di danau dekat istana. Selalu begitu setiap hari. Ada saja ulah sembilan putri yang membuat seluruh pelayan istana kelabakan. Mulai mencorat-coret dinding istana, mencabuti bunga di taman, hingga membasahi lantai aula untuk main perosotan. “Bandel sekali mereka!” gerutu salah satu pelayan sambil menggosok dinding dapur. “Seandainya mereka bukan putri raja, pasti sudah kujewer satu-satu telinganya!” sungut pelayan lain sambil menyapu tepung dan sampah yang berserakan. &ldqu...
Alkisah di sebuah kerajaan di negeri Riau, tepatnya di kerajaan Gasib, ada seorang pemuda yang gagah dan terkenal akan kebaikan budinya. Dia adalah panglima di kerajaan tersebut. Nama pemuda itu adalah Panglima Gimpan. Keperkasaannya tidak hanya terkenal di kalangan rakyat Gasib tetapi juga kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Panglima Gimpan menjadikan kerajaan Gasib sangat disegani oleh negeri mana pun. Keberadaan Panglima Gimpan juga menyebabkan tidak ada yang berani melamar putri Raja Gasib yang bernama Putri Kaca Mayang. Padahal Putri Kaca Mayang adalah seorang putri yang cantik jelita dan halus budi pekertinya. Hingga suatu hari Raja Aceh berniat untuk melamar sang putri. Padahal usianya sudah tua, sebaya dengan Raja Gasib. Raja Aceh sangat yakin lamarannya akan diterima, karena dia adalah raja yang memiliki kekayaan dan kekuasaan yang besar. Raja Aceh mengirim utusannya untuk melamar Putri Kaca Mayang ke istana Raja Gasib. “Paduka Yang Mulia, patik bermaksud menyamp...
Di sebuah desa bernama Kampar, hidup seorang ibu dan anaknya yang bernama si Lancang. Karena mereka hidup miskin, si Lancang kemudian pergi ke kota mencari pekerjaan. Di kota, si Lancang lalui dengan bekerja keras. Ia lalu berubah menjadi kaya raya dan memiliki tujuh orang istri. Tapi sayang, harta kekayaannya telah membuatnya lupa pada ibunya di Desa Kampar. Ia telah berubah menjadi manusia yang sombong dan serakah. Suatu hari, si Lancang berlayar ke Sumatera dengan membawa ketujuh istrinya. Sampailah ia di Desa Kampar. Ibunya mengetahui kedatangannya dan segera berlari menuju pantai. Sayangnya, sang ibu tak diizinkan bertemu si Lancang. Sang ibu tetap memaksa ingin memasuki kapal sehingga terjadi keributan. Si Lancang dan ketujuh istrinya menghampirinya dan menyuruh anak buah kapalnya untuk mengusir sang ibu. Si Lancang merasa sangat malu dengan keadaan ibunya yang lusuh. Ia tidak ingin orang lain mengetahui asal-usulnya sebagai seorang buruh tani miskin. Betapa sakitn...
Hikayat ini berkisah tentang Batin Lagoi, pemimpin Suku Laut atau Suku Sampan di Pulau Bintan, yang menemukan seorang bayi perempuan di semak-semak pandan di tepi laut. Batin Lagoi kemudian mengangkat bayi itu sebagai anak dan diberinya nama Putri Pandan Berduri. Batin Lagoi mengasuh Putri Pandan Berduri seperti layaknya seorang putri raja. Setiap hari Batin Lagoi mengajarinya budi pekerti luhur, sehingga ia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan berbudi bahasa lembut. Kecantikan dan keelokan budi Putri Pandan Berduri mengundang decak kagum para pemuda kampung di Bintan. Namun, tak seorang pun yang berani meminangnya, karena Batin Lagoi menginginkan putrinya menjadi istri seorang anak raja atau megat. Akankah tercapai cita-cita Batin Lagoi tersebut? Lalu, anak raja atau anak megat dari manakah yang akan beruntung menjadi suami Putri Pandan Berduri? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisah selengkapnya dalam cerita Putri Pandan Berduri berikut ini. Alk...
Alkisah , pada zaman dahulu kala di daerah Riau tersebutlah seorang anak laki-laki yang bernama Dang Gedunai. Ia adalah anak yang keras kepala. Ia selalu mengikuti kemauannya sendiri dan tidak mau mendengarkan perkataan orang lain. Pada suatu hari, Dang Gedunai ikut menangguk ikan bersama orang-orang di sungai. Saat orang-orang mendapat ikan, ia justru mendapatkan sebutir telur. “Dang Gedunai! Oo… Dang Gedunai, telur apakah yang kau dapatkan itu?” tanya orang-orang mengejeknya. “Telur badak”, jawab Dang Gedunai singkat. “Badak tidak bertelur, Dang Gedunai. Badak itu beranak. Satu anaknya,” kata seorang. “Hei Dang Gedunai, lebih baik jangan kau bawa telur itu,” kata orang lain menasihatinya. “Tapi saya suka telur ini,” bantah Dang Gedunai sambil memeluk telur raksasa itu. “Lihatlah, ukurannya besar, bentuknya juga bulat lonjong, licin, dan bersih berkilat-kilat. Kalian tidak bisa melarang aku memba...
Riau adalah salah satu propinsi di Indonesia yang kaya dengan pelbagai jenis kesenian tradisional yang telah menjadi bagian hidup masyarakat Riau. Pelbagai jenis kesenian tradisional tersebut adalah seni tari, seni musik, seni ukir, seni tenun, seni lukis, seni bela diri, dan teater rakyat. Di antara jenis kesenian tersebut, seni tari (tarian) merupakan jenis kesenian Melayu Riau yang paling menonjol. Seni tari atau tarian merupakan jenis seni gerak yang memiliki gerakan-gerakan khusus. Setiap daerah dan suku-bangsa mempunyai gerakan-gerakan tersendiri dalam memperagakan sebuah tarian. Dibalik gerakan-gerakan tersebut terdapat cerita-cerita yang menarik. Salah satu tari yang memiliki cerita menarik di Riau adalah tari Olang-olang . Tarian ini sangat digemari oleh puak Melayu Sakai di kabupaten Bengkalis, Riau. Mereka mempercayai bahwa tarian ini lahir dari sebuah cerita legenda yang mengisahkan pertemuan seorang pemuda dengan seorang gadis jelita dari kayangan yang s...