Ritual Tiwah - Kalimantan Tengah Ritual Tiwah yaitu prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sandung. Tiwah merupakan upacara ritual kematian tingkat akhir bagi masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya Dayak Pedalaman penganut agama Kaharingan sebagai agama leluhur warga Dayak.Nah, yang menariknya lagi ritual tersebut memakan waktu beberapa hari sehingga membutuhkan dana yang cukup besar. Sumber https://www.kaskus.co.id/thread/50ff794bea74b4213f000006/14-tradisi-unik-yang-ada-di-indonesia/
SEKILAS ======== Baram, adalah tuak khas Kalimantan Tengah, dan Baram ini juga menjadi salah satu unsur penting dalam ritual penghormatan roh. Setiap daerah pasti memiliki minuman keras khasnya seperti tuak bagi orang Batak atau Sake bagi orang Jepang. Khusus buat orang Dayak Ngaju dikenal dengan nama Baram. Saat ini orang seringkali memiliki konotasi negative terhadap “BARAM”. Padahal Baram ini memiliki filosofi yang mendalam baik dalam proses pembuatannya maupun penggunaanya. Akibat konotasi yang negative ini dengan semerta-merta industry rumahan pembuatan BARAM ini ditutup oleh fihak kepolisian bahkan tidak sedikit yang diseret ke pengadilan, namun anehnya minuman keras produk luar negeri bisa dengan bebasnya beredar di pasaran?? Kali ini melalui tulisan ini, saya hendak mencoba meluruskan pandangan mengenai BARAM sehingga kelestarian pengolahan baram ini bisa tetap terjaga. Setiap DAS di Kalimantan memiliki resep pembuatan baram yang berbeda-b...
Botok Daun Mengkudu Khas Dayak adalah Makanan Khas Kalimantan tengah, anda ingin mencoba membuatnya berikut ini Resep Botok Daun Mengkudu Khas Dayak Bahan : Santan kental dari 2 buah kelapa . 1 kg ikan sungai lais atau baung, sebaiknya ikan yang tidak bersisik. cuci bersih, tidak dipotong-potong, dibiarkan selama ± 2 jam.( jangan langsung dimasak ). 40 lbr daun mengkudu yang sedang tuanya. Bumbu : Daun salam, ketumbar. Garam Kunyit, serai, lengkuas, kencur Semua dihaluskan. Untuk bumbu dikira kira saja, sesuai selera kita. Cara membuat : Daun mengkudu dicuci bersih, buang tulangnya, diiris halus seperti kembang rampai. Rebus daun mengkudu sebanyak dua kali, semua air rebusan dibuang karena terasa pahit. siapkan panci besar, masukan ikan, daun mengkudu, santan, bumbu sekaligus. Masak diatas api sedang, sampai daging ikan hancur, biarkan sampai air santan si...
Dayak Ngaju juga mengenal seni tenun menenun. Bahan tenunan yang digunakan ialah serat tumbuh-tumbuhan seperti serat nyamu, serat nenas, dan beberap jenis tumbuhan lainnya. Baju Tenunan ini digunakan juga sebagai pakaian perang dan juga pakaian sehari-hari. Saat ini seni tenunan Dayak Ngaju sudah dapat dikatakan punah sebab sudah tidak ada lagi yang melestarikannya. Bahkan motive tenunan Dayak Ngaju masih menjadi misteri. Penulis hanya berhasil mengumpulkan beberapa dokumentasi mengenai tenunan ini. Selain tenunan dari serat tumbuh-tumbuhan, beberapa foto belanda jaman dahulu juga menunjukan adanya tenunan seperti kain yang memiliki motive segitiga dan sebagian juga dihiasi dengan manik-manik. sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2014/02/16/baju-khas-laki-laki-dayak-ngaju/
Masakan Manuk Masak Bahandang Kalimantan Tengah - Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya banyak sekali jenis masakan atau menu yang biasa di hidangkan. Salah satu menu masakan tersebut misalnya yang disajikan pada acara-acara khusus atau acara tertentu misalnya pernikahan, ulang tahun dan lain sebagainya. Kali ini kita bukan hendak belajar menu resepsi pernikahan namun kita akan mencoba sebuah masakan yang biasa disajikan pada acara kematian. Nama masakan yang akan kita coba ini adalah "Manuk Masak Bahandang". Masakan ini adalah salah satu masakan khas daerah yang berasal dari Kalimantan Tengah dan disajikan khusus dalam acara kematian. Meski disajikan pada acara seperti itu namun bukan berarti masakan ini tidak layak untuk di coba lho, namanya juga masakan pasti akan mengundang selera makan. Masakan daerah ini adalah sebuah masakan yang terbuat dari bahan dasar daging ayam. Hampir mirip dengan "ingkung" yang disajikan sebagian masyarakat jawa pad...
Well, perantau mana yang tidak merindukan ikan kriuk-kriuk ini? Renyahnya, ‘kres’-nya saat dikunyah, aroma yang memanjakan hidung, cita rasa sungai yang memanjakan lidah. Anda akan gemas saat melihat ikan-ikan kecil ini baru selesai digoreng. Orang Sampit mana yang tidak paham dengan ikan ini, iwak saluang. Salah satu cara memakannya ialah digoreng, cara lain bisa direbus atau dibuat gangan bersama sayuran dan santan. Anggaplah ada sambal hampalam atau kuini (sejenis mangga) yang berpadu dengan terasi. Bah, mantap makan siang hari bersama nasi panas dengan lauk ini. Setiap melihat iwak saluang, saya teringat masa lalu di mana masih tinggal di dekat Sungai Mentaya. Waktu kecil, saya sering diajak acil (bibi) saya mencuci atau mandi di sungai. Pun juga iwak saluang membangkitkan kenangan dengan saudara dan sepupu-sepupu saya di masa lalu. Dahulu, saya sering diambilkan iwak saluang hidup, fresh dari Sungai Mentaya. ...
Apa Itu Patikala? Bahasa nasionalnya kecombrang. Nama ilmiahnya ada Nicolaia sp., Phaeomeria sp., atau Etlingera Elatior, sesuai jenis. Patikala jadi bahan makanan di berbagai daerah Indonesia dan negara lainnya seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Di Sumatera, bahan panganan ini disebut kencong dan dipakai untuk menghilangkan bau amis ikan. Di Jawa, kecombrang dimakan dengan sambal, pecel, atau dijadikan urap. Di Kalimantan, tumbuhan tersebut dimasak berkuah. Di Sulawesi, patikala merupakan salah satu bumbu ikan kuah kuning. Harum dan Awet Dari mentahnya saja, patikala sudah wangi. Masuk ke masakan, aromanya semakin sedap di hidung. Itu karena kandungan minyak astiri dalam kecombrang yang menambah cita rasa makanan. Saking wanginya, kecombrang dapat mengurangi bau badan. Jika dikunyah, rasanya asam. Dengan fungsi antibakteri, vegetasi ini membuat masakan jadi lebih tahan lama. Kaya Manfa...
Pernah makan keladi? Umbinya mungkin iya. Takut gatal? Ah, kata siapa… Talas atau talis (Bahasa Dayak) bahkan menjadi menu sehari-hari di Sampit. Bukan hanya umbinya, tetapi juga batang yang dimasak dengan cara khusus. Ada berbagai macam talas yang bisa dimakan, salah satunya kaladi kancur. Pertama-tama, bersihkan dulu kulit umbi. Kemudian, potong batang menjadi beberapa bagian cukup panjang. Menghilangkan Gatal Bagian kulit terluar batang harus dibuang. Caranya, potong sedikit pinggiran ujung batang (pada bagian yang lebih besar), tapi jangan sampai putus. Lalu tarik, sehingga permukaan kulit terangkat. Lakukan pada sekeliling batang. Cuci semua bagian talis. Siapkan air, masukkan asam Jawa ke dalamnya. Rebus talas dalam air asam ini. Setelah mendidih, angkat deh. Buang airnya, tiriskan. Ikan Asin Elemen ikan asin dalam masakan ini sangat penting. Juhu Talis balamak...
Bagi kalian pecinta kuliner salah satu kudapan dari kota sampit ini wajib kalian coba. Pernah kebayang nggak kita makan cacing langsung dari tanah? Nah, kudapan ini namanya Potty Ice Cream. Potty Ice Cream adalah kudapan es krim yang unik dan jarang ditemui. Es krim yang disajikan dalam pot kecil berwarna hitam lengkap dengan tanah (soil) dan ‘cacing’nya. Jangan dikira cacing betulan ya, itu cuma agar-agar. Eits, sepintas rasanya pasti kurang tertarik, tapi saat perpaduan antara es krim, wafer, permen cokelat dan sereal menyatu dan bertemu lidah dijamin deh bakal nagih. Ada tiga pilihan ‘soil’ yang bisa kamu pilih. Mulai dari oreo, milo sampai biskuit marie. Dan juga tersedia tiga varian es krim, rasa cokelat, strawberry dan vanila. Harganya pun tak sampai merogoh kocek terlalu dalam. Dengan Rp 13.000 sampai Rp 17.000 kalian sudah mendapat seporsi Potty Ice Cream. Belum puas, cukup tambah Rp 2.000, topping marshmallow atau stik menghias di...