Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Tengah Sampit
Juhu Talis - Sampit - Kalimantan Tengah
- 2 Maret 2018
Pernah makan keladi? Umbinya mungkin iya. Takut gatal? Ah, kata siapa… Talas atau talis (Bahasa Dayak) bahkan menjadi menu sehari-hari di Sampit. Bukan hanya umbinya, tetapi juga batang yang dimasak dengan cara khusus.
 
Ada berbagai macam talas yang bisa dimakan, salah satunya kaladi kancur. Pertama-tama, bersihkan dulu kulit umbi. Kemudian, potong batang menjadi beberapa bagian cukup panjang.
 
Menghilangkan Gatal
 
Bagian kulit terluar batang harus dibuang. Caranya, potong sedikit pinggiran ujung batang (pada bagian yang lebih besar), tapi jangan sampai putus. Lalu tarik, sehingga permukaan kulit terangkat. Lakukan pada sekeliling batang.
 
Cuci semua bagian talis. Siapkan air, masukkan asam Jawa ke dalamnya. Rebus talas dalam air asam ini. Setelah mendidih, angkat deh. Buang airnya, tiriskan.
 
Ikan Asin
 
Elemen ikan asin dalam masakan ini sangat penting. Juhu Talis balamak (menggunakan santan) takkan sedap tanpanya. Ikan asin akan memberikan aroma dan rasa yang khas.
 
Bagian yang biasa digunakan adalah kepala. Makin mantap kalau ditambah daging ikannya. Jenisnya bisa ikan telang, tenggiri, lais, dan sebagainya. Namun, tidak semua ikan kering cocok jadi bahan juhu (makanan berkuah) ini.
 
Bumbu
 
Bahan-bahan penyedap masakan ini mirip dengan Juhu Ansem, hanya saja, tidak pakai kemiri. Siapkan lengkuas 5cm, kunyit 1 cm, kemiri 5 butir, dan bawang merah 6 butir. Ulek bumbu hingga halus, lalu tambahkan terasi secukupnya. Tidak perlu menggunakan garam karena rasa asin sudah berasal dari ikan kering.
 
Di tempat berbeda, masukkan asam Jawa ke dalam setengah gelas air. Peras hingga kental, masukkan ke dalam bumbu kemudian aduk rata. Siapkan santan kelapa tua ±1 liter.
 
Cara Memasak
 
Masak santan talas, ikan asin, dan bumbu hingga mendidih. Sebelum diangkat, cicipi dulu, siapa tahu rasanya kurang asin.
 
Insang Favorit
 
Saya rekomendasikan untuk mencoba bagian insangnya, siapa tahu kita satu selera. Aroma ikan asin dan bumbu-bumbu berpadu dengan tekstur insang yang renyah. Ada sensasi tersendiri saat mengunyah bagian ini.
 
 
 
 
Lokasi penjual:
Rumah makan samba  
Alamat: Jl. RTA Milono, Langkai, Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah 74874

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah