NYEKAR Nyekar adalah tradisi ziarah atau kunjungan ke makam di kalangan Muslim Jawa Berbeda dengan tradisi ziarah yang ditujukan kepada tokoh-tokoh ulama atau wali yang dianggap keramat, sebagai penghormatan dan upaya mengambil berkah, subjek ziarah dalam nyekar ini umumnya adalah makam leluhur keluarga: kakek-nenek, orang-tua, dan saudara. Nyekar berasal dari kata Jawa sekar yang berarti kembang atau bunga. Dalam praktiknya, memang ziarah ini melibatkan penaburan bunga di atas makam yang dikunjungi. Bahkan sebagian masyarakat ada yang menyertakan dupa dan kemenyan. Tetapi aspek ritual yang terakhir ini, belakangan ini sudah jarang dilakukan, meski tidak berarti hilang sama sekali. Nyekar bisa dilakukan kapan pun sepanjang tahun. Misal pada waktu tahun pertama dari anggota keluarga yang meninggal, di mana ikatan-ikatan emosional dengan orang yang telah mendahului itu masih sangat kuat. Nyekar juga biasa dilakukan seseorang menjelang pelaksanaan upacar...
Indonesia merupakan negara kesatuan dari berbagai pulau dan suku bangsa yang bermacam - macam. Jumlah pulau di Indonesia, menurut data Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2004, adalah sebanyak 17.504 buah. Dan tentu saja, dalam satu pulau ada berbagai macam suku. Seperti disebutkan, suku bangsa di Indonesia secara total berjumlah lebih dari 1.300 suku bangsa. Suku Jawa adalah kelompok suku bangsa terbesar di Indonesia. Dengan populasi sebanyak 95,2 juta jiwa atau 40,2 persen dari populasi Indonesia. Manusia tidak bisa dipisahkan dari bahasa yang digunakan sehari - hari. Terkadang kebudayaan di suatu daerah bisa berbeda dengan kebudayaan di daerah yang lain. Kebudayaan antara satu tempat dengan tempat yang lain berbeda. Kebudayaan ini tentu saja telah disetujui oleh masyarakat yang menjalani kebudayaan tersebut. Banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Seperti jarak, lingkungan, keturunan nenek moyang, ataupun kepercayaan. Kali ini yang aka...
Siapa sih yang tidak tahu ketupat? Makanan yang selalu dihidangkan saat Idul Fitri itu dinikmati oleh hampir semua orang Indonesia. Warga Jawa Timur pun tidak terkecuali. Tentu saja ketupat disantap dengan hidangan pelengkap lainnya seperti opor ayam, sambal goreng ati, dan tentu saja kerupuk yang membuat hidangan ini lebih lengkap. Sebagian besar kita mungkin sepakat bahwa sajian kita ketupat di hari raya terasa lebih lezat dari hari-hari lainnya. Namun, sedikit berbeda dengan sebagian besar masyarakat Indonesia yang menyantap ketupat tepat saat hari pertama lebaran, masyarakat di Jawa Timur tidak terbiasa untuk menghidangkan ketupat di hari lebaran. Saat lebaran, warga Jawa Timur hanya menyajikan nasi dan berbagai lauk pauk seperti sehari-hari. Porsinya saja yang lebih banyak dari hari biasa. Lauk pauk yang disajikan biasanya adalah rendang, ayam goreng, telur balado, sayur labu siam, mie goreng. Tentu saja lauk pauk yang disediakan berbeda-beda tergantung kebiasaan masing-masin...
Jenang Syabun merupakan makanan ringan khas Tulungagung yang terbuat dari beras ketan, kelapa, dan susu kental manis. Makanan yang mempunyai rasa manis ini hampir menyerupai dodol karena pembuatannya yang hampir sama yaitu dengan diaduk terus menerus dengan waktu yang lama hingga mengental dan teksturnya semakin halus. Makanan ini tergolong aman karena tidak menggunakan bahan pengawet. Jenang syabun biasa dijual sebagai oleh-oleh khas Tulungagung dan juga sebagai salah satu yang disuguhkan kepada tamu ketika mengadakan hajatan atau acara. Tak jarang kita jumpai anak-anak yang sering memakan jenang ini karena rasa yang manis. Pasar jenang syabun termasuk cukup bagus, apalagi ketika menjelang lebaran permintaan akan semakin tinggi. #OSKMITB2018
Maleman Di Malang, Jawa Timur, serta daerah sekitarnya, terdapat suatu tradisi yang banyak dilakukan sekitar bulan Ramadhan, baik sebelum Ramadhan maupun sebelum Hari Raya. Hal ini cukup serupa dengan tradisi Berkatan. Maleman merupakan kegiatan mengirimkan makanan kepada tetangga sekitar dan saudara. Makanan yang dibagikan dapat berupa makanan mentah, yakni berupa bahan makanan, ataupun makanan matang, yakni masakan. Masakan ini pun bermacam-macam. Ada yang berupa kue, makanan tradisional, atau pun takjil. Maleman dilaksanakan masyarakat dengan antusias. Saling bertukar makanan dapat mempererat tali silaturahmi. Dasar dari kegiatan ini yakni adanya suatu prestasi yang diharapkan oleh warga sekitar, yakni pahala bagi orang yang memberi makan sesama yang sedang berpuasa. Bahan makanan mentah yang biasa saling dikirimkan yakni dapat berupa : 1. Beras 2. Gula 3. Kecap 4. Bawang 5. Minyak Kemudian masakan yang biasa dikirim yakni :...
Potensi kekayaan budaya yang berupa tradisi sangatlah banyak di suatu daerah. Bahkan untuk daerah yang sangat berdekatan sekalipun dapat saja berbeda. Meskipun berada dalam satu wilayah kabupaten, namun belum tentu antara satu daerah memiliki tradisi dan upacara ritual yang sama dengan daerah di sekitarnya. Salah satu tradisi yang hingga kini masih sangat terjaga dengan baik bahkan justru semakin menyebar merambah ke wilayah-wilayah disekitarnya adalah tradisi kupatan di Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Seperti kabupaten-kabupaten lain di daerah Propinsi Jawa Timur, Kabupaten Trenggalek juga termasuk salah satu kabupaten dengan pengaruh agama Islam yang sangat kental. Hal tersebut selain dapat kita lihat saat ini dengan bukti banyak terdapat pondok pesantren dan juga berbagai peninggalan lain yang berkaitan dengan Islam. Salah satu dalam hal kebudayaan yang masih terdapat pengaruh Islam adalah tradisi kupatan yang telah berlangsung sejak lama. Tradisi ini sangat erat...
Setelah perpindahan pusat pemerintahan Kadipaten Blambangan pada tanggal 24 Oktober 1774 ke Banyuwangi, pengikut mendiang Mas Rempeg/Jogopati banyak yang hidup di hutan-hutan sekitar pusat pemerintahan yang baru itu. Mereka melanjutkan cita-cita Mas Rempeg mengenyahkan kekuasaan VOC di bumi Blambangan dengan segala cara. Salah satunya adalah Kik Soeb Dandang Wiring Puthuk Perliman yang mampu ngerogo sukmo dan kemudian melakukan penyamaran sebagai kelompok seni Barong bersama Kik Godo’ dan Kik Asnan sebagai penggendang Barong pertama. Sekitar tahun 1775 Kota Banyuwangi terus berkembang. Bersamaan dengan itu, VOC makin banyak mendatangkan tenaga kerja dari luar Banyuwangi sekaligus ada yang didaulat sebagai mata-mata. Agar penyamaran perjuangannya tidak diketahui VOC, Kik Soeb membawa seperangkat barong tersebut ke pelosok desa yang masih banyak tumbuh pohon kemiri. Di tempat yang kemudian disebut Desa Kemiren itu terdapat makam salah...
Ketupat, seolah menjadi hidangan wajib di momen Hari Raya Idul Fitri. Bahkan, bersama beduk, ketupat menjadi ikon lebaran. Kehadirannya ternyata tak hanya sekedar pendamping bagi opor ayam atau pun kuliner berkuah santan lainnya. Ketupat ternyata juga memiliki filosofi tersendiri. Tradisi kupatan saat lebaran, ternyata dipopulerkan dalam masyarakat Muslim oleh Sunan Kalijaga. Dengan tujuan untuk mempererat kebersamaan dan menjalin tali silaturrahmi, ketupat diperkenalkan sebagai simbol yang menyimpan filosofi yang dalam tentang ajaran Islam. Kala itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan dua kali lebaran, yaitu lebaran Idul Fitri 1 Syawal dan Lebaran Ketupat. Lebaran ketupat ini yang biasa dikenal dengan tradisi kupatan. Tradisi ini digelar pada hari ketujuh bulan Syawal setelah menjalankan puasa sunah tujuh hari yang dimulai pada tanggal 2 Syawal. Tradisi kupatan ini berlaku hanya di beberapa daerah di Pulau Jawa yang merupakan daerah penyebaran agama Islam oleh Sunan...
jalan - jalan ke gresik rasanya tidak lengkap jika tidak membawa buah tangan. Terdapat banyak sekali kuliner khas dari kabupaten Gresik. namun yang paling banyak diserbu yaitu pudak. Makanan khas ini terbuat dari tepung beras yang dibungkus dalam suatu wadah dari daun pinang,dan memiliki rasa yang gurih dan manis. bagi anda yang suka manis, mungkin kue ini wajib anda coba. Perlu diketahui bahwa kue pudak itu memiliki 3 jenis, kue pudak merah, kue pudak putih, dan kue pudak sagu.yang membedakan yaitu pudak putih menggunakan gula pasir, pudak merah mengunakan gula jawa, dan pudak sagu menggunakan sagu. Namun dari ketiga jenis pudak tersebut hampir mempunyai rasa yang sama dan tentunya enak. Cara membuatnya sedikit rumit namun dengan bahan bahan yang dibutuhkan tidak banyak. ada tepung beras, santan, gula pasir, daun pinang , daun padan dan vanilla sedukupnya. Untuk mengukusnya pun tidak memerlukan waktu yang lama. Kurang lebih hanya 50 menit sampai 1 jam. pudak lebih sedap ke...