Idul Adha
60 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Punggahan Menyambut Ramadhan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Punggahan Indonesia, negara yang dihuni oleh lebih dari 260 juta jiwa yang heterogen, menghadirkan berbagai macam keunikan di tiap sisinya. Negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam ini memiliki banyak tradisi untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Salah satunya adalah Punggahan. Punggahan adalah salah satu tradisi yang terdapat di Jawa (seperti Jawa Barat, Jawa Tengah), dengan cara memperingatinya yang berbeda-beda. Tradisi Punggahan sudah ada sejak dulu, meski belum jelas darimana asal-usulnya tradisi ini tercipta. Ada yang berpendapat bahwa tradisi ini asli dari Islam atau ajaran Hindu yang diterapkan pada Islam oleh Wali untuk mengajak masyarakat masuk ke Islam. Punggahan Terdengar Asing                 Apa arti dari Punggahan? Punggahan berasal dari bahasa Jawa yaitu kata Munggah , yang berarti naik atau memasuki tempat yang lebih tinggi. Yang dimaksudkan naik di sin...

avatar
OSKM18_16318221_Haniifah Nur Faatinah Puruhito
Gambar Entri
Lebaran Ketupat Khas Pekalongan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tepat seminggu setelah memasuki bulan Syawal, umat muslim di beberapa daerah di Indonesia, seperti Madura, Lombok, dan Kudus, melaksanakan suatu tradisi yang dinamakan ‘Lebaran Ketupat’. Tak lain halnya dengan salah satu desa di Kota Pekalongan. Jika Kudus merayakan lebaran ketupat ini dengan prosesi kirab gunungan seribu ketupat dan Lombok melaksanakan tradisi nyangkar , Desa Krapyak yang terletak di sebelah utara Pekalongan ini meramaikan tradisi lebaran ketupat dengan kue lopis. Setelah umat muslim melaksanakan puasa sunah enam hari di awal bulan Syawal, di hari kedelapan mereka berbondong-bondong mengarak kue lopis raksasa yang nantinya akan dipotong-potong dan dibagikan kepada masyarakat. Tak hanya kue lopis raksasa, nampaknya masing-masing rumah pun membuat kue lopis yang tentunya jauh lebih kecil untuk diri mereka sendiri. Jika berjalan menyusuri desa Krapyak saat mendekati atau beberapa hari setelah tanggal 8 Syawal, kita akan menemukan puluhan warga yang ju...

avatar
OSKM18_16118059_Alifa Salsabila
Gambar Entri
Jenang Lot
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Jenang lot merupakan makanan khas tradisional yang berasal dari Magelang. Jenang lot biasanyaaa dibuat ketika ada acara tertentu seperti pernikahan dan idul fitri atau lebaran. Jenang lot merupakan makanan khas tradisional asli dari magelang yang terbuat dari tepung, gula jawa, dan santan. Jenang lot memilik tekstur yang kenyal dan rasanga manis. Cara pembuatannya pun tidak mudah karena dimasak di dalam tungku yang besar dan membutuhkan wktu sekitar 1-2 hari di aduk tanpa henti. Biasanya masyarakat membuat jenang lot dalam jumlah yang banyak mengingat proses pembuatannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Setiap masyarakat di daerah Magelang mempunyai kreasi jenang lot yang berbeda - beda. Ada yang menambahkan variasi tertentu seperti perasa dan lain - lain. Jenang lot sudah menjadi tradisi yang harus ada ketika idul fitri/ lebaran tiba terutama di desa Madusari. Bahkan masyarakat madusari merasa ada yang kurang apabila tidak ada jenang lot yang tersaji di rumah mereka masing - ma...

avatar
Oskm18_16218088_salsabila
Gambar Entri
Tradisi Takbir Keliling Demak
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Tradisi Takbir keliling di Demak ini selalu dilaksanakan pada malam 1 Syawal(malam Idul Fitri), takbir keliling ini merupakan arak-arakan yang berupa miniatur seperti masjid, gajah, monster, tokoh masyarakat, unta, dan sebagainya yang diiringi musik tradisional. Takbir ini kebanyakan diselenggarakan oleh anak-anak SMA sembari membangun kreativitas mereka, dan telah disiapkan beberapa hari sebelum malam takbiran. Biasanya diadakan semacam kompetisi oleh RT/RW yang mengapresiasi kreativitas mereka dengan memberikan hadiah untuk 3 miniatur yang paling unik. Setiap kali saya menghabiskan lebaran di kampung ibu saya ini, saya selalu keluar rumah dan menyaksikan takbir keliling ini bersama keluarga saya didepan rumah sambil membaca takbir bersama-sama. Saya sangat menikmati malam takbiran saya dengan melihat arak-arakan yang unik dan menarik, apalagi sesekali diselingi oleh suara kembang api yang menghiasi langit menambah antusias para warga yang sedang menyaksikan takbir keliling....

avatar
OSKM18_16718012_Adella Karinza Bella
Gambar Entri
Pesta Lomban
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pesta Lomban   Indonesia. Negri dengan berjuta budaya. Mengandung entah berapa banyak keunikan tradisi yang diwarisi oleh para leluhur rakyatnya. Salah satu tradisi unik Indonesia berasal dari sebuah tempat kelahiran seorang pahlawan ternama wanita, pelopor kebebasan pendidikan bagi kaum hawa, yang bernama Raden Adjeng kartini. Pada perayaan besar umat Islam –Hari Raya Idul Fitri, setelah sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa, biasanya ketupat lengkap dengan opor ayam dan sambal ati tersaji di meja makan. Namun, ada yang berbeda dengan perayaan idul Fitri di kabupaten Jepara ini. Penyajian ketupat yang ikonik malah tak tampak. Selepas salat ied biasanya masyarakat akan mengunjungi tetangga dan sanak saudara mereka yang dekat, mempererat tali silaturahmi –tanpa hidangan ketupat. Ternyata, setelah pada tanggal 7 Syawal atau enam hari setelah idul fitri, barulah pawon (dapur) masyarakat mulai mengepul untuk memasak ketupat yang akan dihidangkan eso...

avatar
Oskm18_19718183_sabila
Gambar Entri
"Puntuk" Menuju Puncak
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan. Salah satu wujud dari kebudayaan adalah tradisi, suatu tata kelakuan dalam suatu kelompok masyarakat tertentu yang diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya. Kabupaten Kebumen banyak memiliki tradisi yang unik di setiap daerahnya. Salah satunya adalah tradisi "puntuk" yang berada di Desa Wonosari Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Dilihat dari namanya, puntuk secara bahasa berarti bukit kecil atau gundukan tanah. Orang dahulu menamai tradisi ini karena tempat acaranya berada di bukit. Puntuk merupakan tradisi yang dilaksanakan pada saat hari kedua lebaran idul fitri atau sehari setelah melaksanakan salat ied. Pada pagi hari setelah subuh sebelum matahari terbit, orang-orang desa berbondong-bondong menaiki bukit sambil membawa bekal makanan. Setelah sampai di puncak semua orang berkumpul. Acara dimulai dengan pembacaan doa oleh seorang tetua desa atau kyai. Selanjutnya, orang-orang makan makanan yang telah mereka bawa. Tak...

avatar
OSKM_16918194_FTMD ITB_2018
Gambar Entri
Tradisi Menjalin Silaturahmi "Uwat" dikalangan Arab-Indonesia
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Menjalin Tali Hubungan Setelah Hari Raya “Uwat” di kalangan Arab-Indonesia Uwat adalah jalinan silaturahmi antar kaum Arab-Indonesia setelah melaksanakan ibadah Hari Raya Idul Fitri dalam jangka waktu yang tidak lama setelah Hari Raya itu sendiri bisa dilakukan sore hari Hari Raya atau keesokan hari nya di tempat yang sudah menjadi tradisi di setiap kotanya, seperti contoh di Surakarta biasa dilakukan di Masjid Riyadh dimana pelaksanaannya dilakukan pada sore hari Hari Raya Idul Fitri. Referensi yang saya ambil adalah referensi kota Surakarta dimana Ayah saya terlahir, tradisi ini juga terlaksana di beberapa daerah selain Surakarta seperti Jakarta, Surabaya, dll. Dan dilengkapi dengan beberapa suguhan makanan dan minuman khas dan isi acara. Uwat itu sendiri memiliki beberapa isi acara yang dimana akan dimulai dengan sesi ceramah oleh yang dimuliakan dan dihormati seperti ustadz maupun orang terdidik. Pakaian yang digunakan adalah baju koko da...

avatar
Oskm_19718351_sayyid Sayyid Muhammad Hasan Raakin
Gambar Entri
Grebeg Syawal Pantai Laguna
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Grebeg Syawal Pantai Laguna, Mirit, Kebumen Grebeg Syawal adalah salah satu tradisi di Kabupaten Kebumen yang diadakan di pantai. Tepatnya yaitu di Pantai Laguna, Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Tradisi ini biasanya dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri yaitu sekitar tanggal 7 atau 8 Syawal pada perhitungan kalender Jawa. Tradisi ini biasanya juga disebut dengan Grebeg Rowo atau Rowoan. Pada tradisi ini, ribuan orang berbondong-bondong untuk pergi ke pantai. Tradisi Grebeg Syawal ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu wisata keluarga setelah hari raya. Selain itu, juga dapat menjalin silaturahmi karena dalam tradisi ini kita dapat menjumpai ratusan bahkan ribuan orang. Tradisi ini juga membawa berkah tersendiri, terutama untuk masyarakat yang tinggal di sekitar pantai. Sebagian masyarakat memanfaatkan momen ini untuk berjualan. Mulai dari berjualan makanan, mainan anak, pakaian, dan masih banyak lagi. Dalam tradisi Grebeg Syawal ini bany...

avatar
OSKM18_16018039_Titi Hidayanti
Gambar Entri
Tradisi Selepas Lebaran di Pati
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Indonesia merupakan negara dimana mayoritas rakyatnya menganut agama Islam. Maka dari itu, tidaklah mengherankan jika Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran dirayakan di hampir seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah pun memiliki tradisinya masing-masing dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Akan tetapi, fokus bahasan disini bukanlah Hari Lebaran itu, melainkan suatu rangkaian tradisi yang biasa dilaksanakan sesudah Hari Lebaran. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat di beberapa daerah di Pulau Jawa, salah satunya ialah di Kabupaten Pati. Masyarakat Kabupaten Pati mengenal istilah bernama Bodo Kupat atau Lebaran Ketupat. Ketupat memang merupakan makanan yang biasa dihidangkan saat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Akan tetapi, untuk Kabupaten Pati sendiri, ketupat tidak dihidangkan tepat saat perayaan Lebaran. Tujuh hari setelah Lebaran, masyarakat Pati akan merayakan “Lebaran” untuk kedua kalinya dan di hari itulah ketupat akan dihidangkan. Hal tersebut dilakukan karena...

avatar
OSKM18_16518028_Linta Rahmatul Ula