Nasi lengko adalah makanan khas daerah yang berasal dari Tegal, Jawa Tengah. Makanan daerah ini pada umumnya dikonsumsi oleh warga sebagai sarapan yang bergizi. Nasi lengko terdiri dari sayur-sayuran, tahu, tempe, dan bumbu khas yang membuat makanan ini memiliki ciri khasnya sendiri. Nasi lengko merupakan sarapan vegetarian yang mengandung karbohidrat serta protein yang dapat membantu kita menambah energi untuk beraktivitas. Meskipun nasi terkesan sebagai sarapan yang berat bagi beberapa orang, nasi lengko hanya menggunakan nasi secukupnya sehingga tidak menyebabkan lemak berlebih yang dapat membuat kita merasa mengantuk saat beraktivitas setelah mengonsumsi makanan ini. Nasi lengko menggunakan bumbu kacang khas yang terdiri dari kacang tanah yang telah digoreng, cabai merah, bawang merah dan bawang putih, jahe, sereh, gula merah, daun salam, dan garam. Bumbu kacangnya tentu berbeda dengan gado-gado dan ketoprak yang biasanya kita santap. Mungkin rasa dari bumbu tersebut akan sekila...
Festival Barikan Kubro lebih dikenal dengan istilah Barikan. Festival ini dilakukan oleh masyarakat Karimunjawa secara turun temurun sebagai wujud syukur masyarakat Desa Karimunjawa atas hasil bumi dan laut yang mereka peroleh. Selain itu, tradisi barikan juga sebagai wadah berbagi kepada sesama makhluk hidup yang ada di Karimunjawa. Festival Barikan Kubro ini diikuti oleh sejumlah suku dan etnis yang ada di daerah tersebut. Selain itu, Festival Barikan ini juga dimaksudkan untuk menyambut musim baratan atau musim ombak besar dan angin kencang. Acara Barikan ini juga bertujuan untuk lebih memperkenalkan wisata budaya Karimunjawa sebagai potensi pariwisata Pulau Karimunjawa. Acara barikan ini dilakukan dengan mengarak satu tumpeng besar ke pelabuhan ikan Karimunjawa, dan mengarak delapan tumpeng lainnya ke tengah alun-alun Karimunjawa. Tumpeng yang dibuat untuk acara Barikan ini tidak hanya berisi makanan hasil bumi, tetapi juga makanan hasil Laut karena masyarakat Karimunjaw...
Kuliner di daerah Jawa Tengah memang sudah tidak di ragukan lagi kenikmatanya, salah satu kota di Jawa Tengah yang terkenal akan cita rasa kulinernya yang begitu menggoda adalah Kota Kudus. Berbagai makanan khas dari Kota Kudus ini memang sangat menggugah selera dan memiliki rasa khas yang sangat lezat yang tak ada tandinganya. Soto Kudus, makanan khas daerah kudus ini memang sudah tidak asing lagi di telinga kita karena soto kudus ini tidak hanya memiliki cita rasa yang unik tetapi juga cara penyajiannya cukup unik. Tidak seperti soto pada umumnya yang disajikan dengan daging sapi atau kambing yang di sajikan di dalam mangkung besar, Soto Kudus ini disajikan menggunakan daging kerbau atau daging ayam yang di iris iris tipis dan disajikan dengan mangkung kecil serta sendok bebek yang menambah sensasi kelezatan disetiap suapnya. Pada umumnya soto kudus ini akan dihidangkan bersama dengan berbagai macam sate yaitu, sate telur p...
Berjalan-jalan santai di kota Kudus, menyusuri jalan yang sepi ditemani oleh aroma khas kota Kudus yang mengundang para pelancong untuk bernostalgia akan kisah lama yang dibalut akan keramahtamahan kota kretek ini. Jika anda berjalan-jalan mengunjungi kota ini, sempatkanlah untuk sekedar mencicipi berbagai makanan khas kota Kudus yang lezat. Di kota kretek ini, tersedia berbagai macam pilihan makanan yang dapat membuat anda akan teringat makanan khas rumahan. Beberapa di antaranya adalah soto kudus, lentog tanjung, dan nasi pindang. Makanan lezat tersebut dibumbui oleh cita rasa yang khas, bukan lain adalah kecap khas kudus THG. Kecap yang didirikan oleh Tan Hwie Gong pada tahun 1950an ini sudah berakar ke dapur-dapur di Pulau Jawa, terutama di kota Kudus. Kecap yang diproduksi di pabrik yang berlokasi di alan Lingkar Selatan, Desa Tanjung karang, Kecamatan Jati, Kudus ini dapat dibeli di warung-warung tempat membeli oleh-oleh khas kudus. Jika anda berminat untuk membelikan...
Tari Ebeg merupakan suatu budaya yang berasal dari daerah Banyumas, Jawa Tengah. Ebeg ialah boneka berbentuk kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan ijuk sebagai bagian dari kepala kuda, yakni rambutnya. Ebeg juga biasa disebut kuda kepang. Kalau bagi orang yang tidak terlalu mengenal properti tari Ebeg, propertinya seperti kuda lumping, namun asal Banyumas. Tarian Ebeg menunjukkan kegagahan prajurit penunggang kuda dalam segala atraksi yang ada dalam tarian tersebut. Tari Ebeg diperkirakan sudah ada sejak dahulu kala karena tarian ini menganut animisme dan dinamisme. Dalam tarian ini, para penari juga akan kesurupan sehingga membuat tarian ini bersifat magis. Saat para penari kesurupan, kadangkala mereka melakukan hal-hal yang cukup berbahaya dan dapat menimbulkan kecelakaan , namun mereka tidak merasa sakit karena mereka sedang dimasuki oleh indang atau roh lain. Dalam kesenian ini harus menggunakan sesaji untuk para arwah sehingga dapat mendukung pementasan, namun efek sampi...
Awal Mei 2018 lalu, masyarakat Cilacap berkesempatan menikmati berbagai kesenian tradisional pada Gelar Budaya Cilacap yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Cilacap. Salah satu kebudayaan Indonesia yang mengisi kegiatan tersebut adalah seni cokekan. Kesenian Jawa ini sempat menjadi favorit masyarakat Indonesia pada era tahun 1960 hingga 1970, namun mulai dilupakan oleh generasi muda Indonesia. Pada masa lalu, seni cokekan banyak terdengar di daerah Cilacap yang merupakan daerah agraris. Suara pukulan alu, sejenis alat tumbuk tradisional, dan lesung mengiringi lagu-lagu yang dibawakan oleh sejumlah perempuan paruh baya. Beberapa lagu diantaranya adalah ‘Jaran Kepang’, ‘Kopat Kopet’, dan ‘Dawet Ayu’. Cokekan acap kali dimainkan sebagai seruan untuk berangkat ke sawah, ketika masa panen ataupun seusai panen, dan seruan berkumpul untuk meme...
Tedhak Siten atau yang bisa disebut juga pitonan merupakan upacara adat jawa yang dilakukan ketika anak baru memasuki usia tujuh bulan. Itulah mengapa penulis membuat judul di tahap awal kehidupan karena upacara ini dilakukan saat anak berumur kurang dari satu tahun meskipun ada beberapa upacara yang dilakukan juga sebelum itu. Upacara ini dilakukan dengan tujuan agar anak tumbuh menjadi seorang yang mandiri. Tedhak Siten sendiri diambil dari Bahasa jawa, ‘tedhak’ berarti turun dan ‘siten’ yang berarti tanah. Upacara ini dilakukan di bulan ketujuh dari kelahirannya. Dalam kalender jawa satu bulan terdiri dari 36 hari maka 7 bulan kalender jawa kira-kira setara dengan 8 bulan pada tahun masehi. Untuk para leluhur, upacara ini dilaksanakan untuk menghormati bumi tempat anak pertama kali berpijak atau berjalan. Selain itu upacara ini juga diiringi doa oleh orang tuanya agar anak tersebut kelak menjadi anak yang sukses. Prosesi Tedhak Siten bermula pada p...
Tape Ketan merupakan makanan khas dari daerah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah yang biasa muncul di hari lebaran. Tape ketan mempunyai cita rasa yang manis dan terkadang dapat dimakan bersamaan dengan emping melinjo.Tape Ketan biasanya berwarna hijau yang diberi pewarna makanan, tetapi terkadang ada juga yang berwarna putih polos tergantung selera. Tape ketan dibuat dengan cara fermentasi dengan ragi selama kurang lebih 2/3 hari dan disajikan dengan dibungkus daun pisang. #OSKMITB2018
Cahkwe adalah salah satu penganan tradisional Tionghoa. Di Indonesia, cahkwe dijual di toko atau dijajakan oleh pedagang kaki lima di beberapa daerah di tanah air. Cara penyajian pun beragam seperti di daerah Solo, Jawa Tengah, penyajiannya disertai susu kedelai. Sedangkan di daerah lain, Cahkwe disajikan dengan sambal asam cair. Cahkwe di China sendiri dimakan dengan cara mencelupkannya ke dalam bubur panas atau dimakan bersama susu kedelai manis maupun asin. #OSKMITB2018