Bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Barat yang disebut Orang Laut adalah “suku Melayu” saat ini, namun jika dirunut sejarahnya baik dari kisah Mite kita akan menemukan bahwa sebenarnya antara orang Laut (Melayu) dan Orang Dayak adalah satu nenek Moyang. Kisah ini bermula dari kisah Dara Hitam yang berusaha merebut kembali kepala ayahnya yang dikayau oleh bala Biaju – kisah lengkapnya silahkan baca artikel KISAH PEREBUTAN TENGKORAK PATIH GUMANTAR – Di akhir kisah ini Dara Hitam melahirkan dua orang anak kembar yang bernama LUTIH dan KARI, namun Raja Pulang Palih memberi namanya DULKASIM dan DULKAHAR, jadilaha nama mereka dikenal dengan LUTIH DOLKASIM dan KARI DOLKAHAR ( yang kemudian menjadi Kari Abdulkahar ). Ketika kedua anak ini menjadi dewasa maka dibagilah daerah kekuasaan mereka , dimana LUTIH DOLKASIM menguasai daerah darat hulu sedangkan KARI DOLKAHAR menguasai daerah pesisir. Ketika dilakukan pembagian daerah kekuasaan ini, maka dilaku...
Nahunan adalah salah satu ritual besar yang dilakukan oleh Suku Dayak Ngaju, hanya memang sekarang ritual ini sudah cukup jarang dilakukan. Ritual ini mirip dengan acara pembatisan/permandian dalam agama Krsiten. Dalam ritual ini merupakan pengukuhan nama yang diberikan kepada seorang bayi. Nahunan berarti anak yang sudah mulai bertambah usianya, jadi biasanya ritual ini dilakukan pada bayi yang berusia diatas satu tahun, sebagai ungakapan syukur atas kondisi sehat ibu dan anak. Dan juga dalam prosesi ini merupakan kesempatan membalas jasa kepada orang yang telah membantu proses persalinan. Ada juga ritual yang yang disebut BALIAN MAMPANDUI AWAU – atau artinya Balian memandikan bayi. Ini merupakan ritual yang jauh lebih sakral dan mahal untuk upcara memberikan nama, karena waktu yang diperlukan cukup lama. Acara ini dilakukan biasanya oleh keluarga yang mapan, mereka yang sulit mendapatkan anak, atau mereka yang mendambakan anak laki-laki atau anak hajat. Syarat-sy...
Gondang Sarimatua dan Saurmatua adalah upacara untuk menguburkan orang yang telah meninggal dunia. Alat musik yang digunakan dalam upacara penguburannya antara lain kebanyakan gondang dan keyboard .Konon pada zaman dahulu gondang sarimatua dan saurmatua hanya akan dilakukan dengan menggunakan gondang dan akan dilakukan ritual pemanggilan roh- roh dengan tari-tarian dan sesajian berupa tulang-tulang hewan . Namun seiring dengan berkembangnya zaman hingga memasuki era agama dan modernisasi maka ritual sarimatua dan saurmatua telah berubah 180 derajat .Yang dahulunya merupakan ritual pemanggilan roh halus menjadi lebih religi sehingga lebih baik karena perpaduan budaya dan agama yang tercampur secara merata . Meskipun memiliki nama yang hampir mirip , namun saurmatua dan sarimatua berbeda dalam hal waktu penguburan dan prosesi. saurmatua biasanya memakan waktu selama 3-7 hari karena banyaknya gondang dan biasanya jenazah perlu di balsem ( formalin) terlebih dahulu , dalam saurmatua...
Anda boleh percaya atau tidak mengenai kepercayaan ini! yaitu pantangan ketika anda sedang berada di hutan, untuk tidak membakar ikan saluang atau terasi terutama setelah magrib atau senja. Karena ketika anda membakar ikan saluang atau terasi ini, maka konon penghuni ghaib di hutan ini akan marah dan menyerang. Ikan Saluang Ikan Saluang ini yang sangat pantang untuk dibakar. Ada tiga jenis ikan saluang yang umum dikenal: 1. Ikan Saluang yang agak besar putih sisiknya 2. Ikan Saluang yang warnanya merah sirip dan buntut nya dan gak kecil ukurannya 3. Ikan saluang yang sisiknya rada hitam dan sirip ekornya, ukurannya agak besar dari yg merah Konon yang paling fatal akibatnya jika membakar Ikan Saluang yang warnanya merah. Selain ikan saluang ada jenis ikan lain yang juga pantang yaitu ikan Tangket (semacam Ikan sepat) & Ikan dodok (semacam ikan gabus). Beberapa pengalaman yang dialami teman-teman ketika membakar ikan Saluan ini, diantaranya...
Teman-teman semua pasti merasa asing dengan judul yang saya berikan diatas. Mungkin diantara kalian bertanya-tanya, apa itu pulutan?. Pulutan atau yang nama ilmiahnya adalah Urena Lobata adalah sebuah tanaman herbal yang biasanya tumbuh liar di tepi jalan, di ekbun, ataupun persawahan. Tanaman ini juga dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dalam tubuh. Di Malaysia sendiri ekstrak daun dan akar pulutan digunakan untuk mengobati malaria, gonorrhea, sakit gigi, reumatik, radang usus dan demam. Namun, bukanlah hal tersebut yang digunakan oleh anak-anak yang tinggal di daerah Nganjuk, Jawa Timur, pada tahun-tahun silam. Anak-anak di Nganjuk lebih sering menggunakan buah Pulutan yang sudah mengering untuk dijadikan permainan.Permainan ini dilakukan dengan cara melempar buah pulutan yang sudah mengering hingga mengenai pakaian tim lawan. Buah pulutan yang sudah mengering memiliki karakteristik yang agak tajam dan bila mengenai baju akan sukar untu...
Sisingaan atau menggotong singa merupakan salah satu jenis pertunjukkan rakyat khas Subang. Biasanya Sisingaan sering ditampilkan ketika ada acara khitanan bagi anak-anak. Sisingaan mulai muncul pada saat kaum penjajah menguasai Subang, yakni pada masa pemerintahan Belanda tahun 1812. Masyarakat Subang saat itu mendapatkan tekanan secara politis, ekonomis, sosial, dan budaya dari pihak Belanda maupun Inggris. Namun masyarakat tidak tinggal diam, mereka melakukan perlawanan, perlawanan tersebut tidak hanya berupa perlawanan fisik, namun juga perlawanan yang diwujudkan dalam bentuk kesenian. Bentuk kesenian tersebut mengandung unsur sindiran secara tak langsung melalui symbol/lambing yang memiliki makna tersembunyi. Salah satu perwujudan atau bentuk ekspresi masyarakat Subang, dengan menciptakan salah satu bentuk kesenian yang kemudian dikenal dengan nama sisingaan. Kesenian sisingaan merupakan bentuk ungkapan rasa ketidakpuasan,...
Masyarakat Tionghoa pertama masuk ke Indonesia disebabkan oleh faktor-faktor antara lain faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut seperti keadaan di Tionghoa pada saat itu sangat tidak baik. Tionghoa merupakan daerah yang miskin sehingga banyak terjadi tindak kriminal, selain itu sering terjadi bencana kelaparan dan bencana alam. Hal ini didukung oleh pemerintah Tionghoa yang mengizinkan rakyatnya untuk bermigrasi. Keinginan mereka untuk bermigrasi juga didorong oleh transportasi di Tionghoa yang semakin lancar, contoh: kapal uap. Sedangkan faktor eksternalnya seperti ketertarikan masyarakat Tionghoa akan Indonesia karena kekayaan alamnya dan letak strategisnya sehingga memberi peluang cerah sehingga menarik orang-orang Tionghoa untuk datang dan membuka usaha di Nusantara. Saat masyarakat Tionghoa masuk ke Indonesia, secara tidak langsung membawa tradisi-tradisi yang sering mereka lakukan. Antara lain tradisi kelahiran, hari-hari besar, perkawinan serta kem...
Konon, lebaran dirayakan untuk anak yang sudah meninggal juga bagi bayi-bayi yang meninggal sebelum sempat dilahirkan(keguguran).Dirayakan lima hari setelah Idulfitri. Tradisi ini masih dilakukan sampai sekarang, di daerah Surakarta dan sekitarnya. Bagi para orang tua yang anaknya meninggal pada malam bakdo gecil atau disebut juga lebaran ketupat, mereka membuat sesaji yg di gantung menggunakan lidi dari janur sisa membuat ketupat. Adapun makanan yang dijadikan sesaji biasanya ketupat, buah, kue surabi, lepet, tapak belo( lopis), juga makanan yang biasa disukai anak-anak. Mereka membuat tusukan makanan sesuai jumlah anak(keluarga) yg meninggal saat masih kecil. Selain sesaji yg berupa makanan yg di tusuk di lidi janur, para orang tua juga membuat pancen(sesaji) di tampah kecil atau nampan berupa nasi beserta sayur dan lauk pauk, makanan( jajanan) juga buah-buahan, tidak lupa doa dipanjadkan untuk arwah anak mereka yg sudah meninggal du...
Panjat Pinang adalah salah satu permainan khas yang sering dijadikan perlombaan pada perayaan 17 Agustus, hari kemerdekaan Indonesia. Nama permainan ini sudah tidak asing lagi, karena permainan pasti ada pada perlombaan 17 Agustus di sekitar daerah kalian. Panjat Pinang adalah permainan di mana beberapa orang berlomba untuk memanjat pohon pinang (pohon yang sangat tinggi) untuk mengambil hadiah yang diletakkan di paling atas pohon tersebut. Biasanya hadiah yang diberikan sangat menarik dan beragam, sehingga para peserta akan berlomba-lomba memanjat untuk mencapai puncak terlebih dahulu. Seiring perkembangan zaman, lomb panjat pinang ini mulai diadaptasikan sehingga mudah dilakukan di mana saja. Pohon pinang dapat diganti dengan pohon-pohon tinggi lainnya, seperti pohon pisang, ataupun pohon bambu yang panjang. Bhkan bila lomba ini di tengah perkotaan, peserta harus memanjat sebuah tiang yang tinggi saja. Untuk menyulitkan peserta, biasanya pohon/tiang yang akan dipan...