2.235 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
#SBM Sureq Galigo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Dikisahkan dalam kitab Lagaligo, ada sebuah negeri diatas langit sana yang penuh kedamaian yaitu Bottilangi. Dirajai oleh To Palanroe yang akrab disapa Datu Patotoe anak dari La Rumpammega sedang gusar. Datu Patotoe mendapati ratusan ekor ayamnya tidak terurus. Rukelleng Poba, Rumang Makopang, Sangiang Pajung dan Balasanriwu yang bertugas untuk menjaga ayam rajanya rupanya tidak berada di Bottilangi. 4 saudara ini rupanya sedang mengunjungi kolong yang ada di Bottilangi. Sambil melihat apa saja yang ada di kolong tersebut 4 bersaudara ini berniat menyampaikan penglihatan mereka kepada sang raja. Maka berlarilah mereka kembali ke tempat tugas mereka, takut akan tugas mereka yang terbengkala. Tetapi, betapa terkejutnya mereka melihat sang Datu Patotoe sedang berdiri diantara ayam-ayam kesayangannya. Sembah sujud sambil memohon ampunan dari sang Datu Patotoe dilakukan 4 bersaudara ini. Karna belas kasih yang tak terbatas dari Datu Patotoe maka mereka diampuni. Dengan cepat 4 bersaudara...

avatar
Suhidin
Gambar Entri
#SBM Sureq Galigo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Setelah 7 malam dari waktu undangan disebar. Maka sampailah waktu dimana perundingan dimulai. Penduduk Bottilangi telah berkumpul bersama Datu Patotoe dan Datu Palinge. Tidak ketinggal ibundanya La Rumpammega. Saudaranya To Wakkaroda dari utara telah hadir. Dari timur tampak saudaranya Sangkamalewa datang bersama permaisurinya dengan iringan rombongan berjumlah 7000. Dari selatan tampak saudaranya dengan usungan kebesarannya, Sinrampatara dan permaisuri diiringi 3000 prajurit. Dari barat juga telah muncul saudaranya Sennebatara dan permaisurinya. Sementara situasi di Kerajaan Toddatoja masih dalam persiapan. Seluruh penduduknya berkumpul, termasuk daerah taklukan Guru Riselleng. Rombongan La Balaunyi, Popokarodd Baja-Bajae Riwutempongen dari laut seberang telah siap mengiringi sang penguasa Uriliyu. Dengan pakaian kebesaran Toddatoja, Sinaung Toja dan Rajanya Guru Riselleng siap berangkat. Bertahtakan emas Aballette, kalaru 65 di kedua sisi tangannya, lolak permata cincin, ikat ping...

avatar
Suhidin
Gambar Entri
Bissu dalam Epos I La Galigo
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Mungkin diantara kita pernah datang ke ke suatu Resepsi pernikahan atau ke salon kecantikan dan menemukan seorang laki-laki yang berparas cantik, berambut panjang, kulit putih dengan ginju memerah dibibirnya. tidak banyak yang mengetahui, jikalau dulunya (Pra-Islam) seorang Waria (Calabai, Wandu, banci, bencong) ini memiliki posisi yang terhormat dalam tatanan masyarakat, Ia adalah penyambung lidah Raja dan Rakyat, penghubung anatara Raja dengan Dewata SeuwaE.   (Foto Salah satu Bissu yang sedang melakukan Ritual, Sumber : Sempugi)   Kata "Waria" dalam bahasa Bugis disebut "Calabai", memiliki akar kata dari Sala bai atau sala baine yang berarti bukan perempuan dikarenakan lahir sebagai Pria namun bertingkah laku sebagai perempuan (Farid Makkulau: Refleksi). Masa kerajaan Pra-Islam di Sulawesi-selatan merupakan masa dimana Bissu mengalami kejayaan, Ia ditempatkan dalam tatanan masyarakat yang tinggi, memiliki peran penting dalam kerajaan (Addatuang), d...

avatar
Zulengka_tangallilia
Gambar Entri
Kisah Cinta Datu Museng dan Maipa Deapati
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

540 Tahun  yang lalu Inggris melahirkan Seorang penulis yang karyanya dikenang hingga saat ini. William Shakespeare, dari goresan tangannya telah melahirkan puluhan naskah-naskah yang mengagumkan. Salah satunya adalah Romeo dan Juliet yang hampir dipentaskan diseluruh dunia dan telah menghiasi buku dan Film-film animasi. Romeo dan Juliet karangan William Shakespeare ini juga ternyata ada di Sulawesi Selatan. Mungkin dewasa ini generasi mudah telah melupakan cerita percintaan Datu Museng dan Maipa Deapati. Kisah percintaan yang dituturkan oleh orang tua kepada anak cucu yang banyak mengandung unsur pendidikan, perjuangan, dan makna akan kesetiaan.   Kisah ini berawal dari Addengareng kakek Datu Museng yang merupakan bangsawan Kerajaan Gowa melarikan diri ke tanah Sumbawa dikarenakan Tanah Gowa yang bergejolak dikarenakan Politik adu domba yang dilancarkan oleh pemerintahan Kolonial Belanda. Di tanah Sumbawa, Datu Museng tumbuh dewasa,  di Pondok pengajian...

avatar
Zulengka_tangallilia
Gambar Entri
#SBM Sureq Galigo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Setelah keputusan tersebut, segeralah dilaksanakan ritual mandi membersihkan diri dengan perasan jeruk yang kemilau dan remasan langir berbusa. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan bau orang Bottilangi. Talagaunru melangiri anak dewa itu. Dettiyana menggosok kedua lengannya bersama Punnabarata. Wellomparek memasangkam sarung berhiasnya setelah mandi. Dikeringkan pula badannya diatas kursi keemasannya sambil dikipas oleh Letenriwu, serta diiringi ratusan alat upacara Bottilangi. Setelah bersiap, dipanggillah Batara Guru menghadap Datu Patotoe. Sang dewa membuka badik agungnya lalu melilitkannya dipinggang Batara Guru. Mahkotanya pun diletakkan diatas kepala Batara Guru. Gelang serta cincin Datu Patotoe juga diserahkan kepada anaknya. Tidak lupa cincin ibundanya. Merekapun bertangis-tangisan bersama saudara-saudara yang lainnya. Menangis pula seluruh inangnya. Sang To Manurungpun turun ke Perettiwi. Batara Guru turun menggunangan usungan bambu betung. Dengan bekal talettimperek, siri...

avatar
Suhidin
Gambar Entri
Badik Balla Lompoa
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Benda Pusaka Balla Lompoa Gowa (Benda Tajam) Badik Badik adalah sebuah pegangan hidup yang bertanda suatu kelahiran anak bagi suku Makassar, badik diberikan oleh orang tua atau dibuatkan oleh pandai besi. Ukuruan dan motif badik berbeda beda, tolak ukur panjang badik ialah ukuran telapak tangan sang pemegang badik agar pemilik dan badik dapat menyatu karena badik bagian dari diri sang pemilik. Badik dibedakan menjadi 3 macam : Tobok : Ukuran Tobok ini berukuran besar digunakan untuk menjaga diri dan mata pencarian Badik : Ukuran badik ini berukuran sedang kegunaanya murni untuk senjata (memela diri) Badik-Badik : Ukuran Badik-badik berukuran kecil kegunaanya untuk menjaga diri untuk kaum perempuan biasanya disisipkan di bagian kepala (konde’). Pada benda tajam Badik terdapat motif (urat besi), Urat besi pada badik bermacam-macam sesuai dengan kegunaanya, ada yang baik digunakan untuk peperangan, penjagaan diri, dll. Dan di dalam badik terd...

avatar
Sobatbudayamakassar
Gambar Entri
Basing, Musik kematian dari Kajang
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Selatan

Komunitas adat Ammatowa Kajang merupakan suatu kekayaan adat istiadat Kabupaten Bulukumba yang tidak dapat ditemukan di daerah lain di belahan Bumi ini, Masyarakat yang terkenal akan busana hitam tanpa alas kaki dan memakai destar ini sudah terkenal sampai kemancanegara dan menjadi daya pikat wisatawan yang ingin mengenalnya lebih dalam. Dewasa ini, Masyarakat Adat telah lama berjuang memegang teguh jati diri mereka akan Adat istiadat, berbicara tentang Bulukumba maka nama Kajang tidak akan luput didalamnya. Tahuka Anda ? Di Kajang terdapat Musik kematian, yakni Basing atau Bulo', Alat musik yang mirip seruling ini terbuat dari bambu dengan panjang 50 cm, memiliki lima lubang dan bagian ujungnya terbuat dari tanduk kerbau. Basing atau sering juga disebut Bulo' ini biasa dimainkan ketika salah satu warga Desa Adat yang meninggal dunia, Basing biasa dimainkan pada hari ke seratus setelah prosesi penguburan dan dimainkan semalam suntuk. Basing ini sendiri dimaink...

avatar
Zulengka_tangallilia
Gambar Entri
Jenis kelamin Sosial Bugis
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sulawesi Selatan

Pertama, Burane (Saugeng) dimana burane ini merupakan lelaki sejati yang bertingkah laku layaknya laki-laki, misalnya ketika pagi hari pergi ke sawah menggarap sawah dan melakukan aktifitas yang yang biasa. Kedua, Makkunrai (Awiseng) dimana Makkunrai ini merupakan perempuan sejati yang bertingkah laku layaknya perempuan pada umumnya, misalnya memasa di dapur. Ketiga, Calalai (Balaki) atau sering disebut perempuan palsu, dimana Ia biasanya melakukan aktifitas yang dikerjakan oleh laki-laki, seperti memanjat kelapa, menunggang kuda. Keempat, Calabai (Bencong) atau sering disebut lelaki palsu, dimana biasanya melakukan aktifitas yang dikerjakan oleh perempuan. Dan yang Kelima adalah Bissu, bissu ini buka lelaki dan bukan perempuan, Mereka dulunya mendapat tempat yang khusus di dalam pemerintahan suatu kerajaan seperti merawat pusaka kerajaan (Arajang), Sangro. Sampai saat ini mereka masih ada di Sigeri dan biasa memimpin acara Mappalili.

avatar
Zulengka_tangallilia
Gambar Entri
suku duri
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Suku Duri merupakan suku asli provinsi Sulawesi Selatan yang bermukim di daerah pegunungan di kabupaten EnrekangImage. Suku Duri tidak terlalu terkenal di Indonesia, tetapi terkenal di Pulau Sulawesi, suku ini menghuni di Kecamatan Anggeraja, tempat berada Gunung Nona atau gunung yang menyerupai alat kelamin perempuan, sehingga terkadang Turis Mancanegara maupun domestik yang ingin menuju Tana Toraja mampir dulu sejenak di warung-warung makan yang terletak di daerah antara desa Kotu dan desa Cakke untuk menikmati pemandangan alamnya. Cakke sendiri merupakan bahasa suku Duri yang berarti dingin, karena suhu pada malam hari hingga pagi hari bisa mencapai 0°C. Suku Duri tergabung dalam kesatuan suku Massenrempulu bersama suku Enrekang dan suku Marowangin. Banyak yang mengatakan, suku Masserempulu merupakan kombinasi antara dua suku yaitu suku Bugis dan suku Toraja. Sedangkan suku Masserempulu sendiri tidak memiliki adat mengenai kematian, pernikahan, pakaian, dan lainnya. San...

avatar
Chimank