Anak
5.720 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Syeh Baribin dan Makam-nya
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Raja terakhir dari Kerajaan Majapahit yakni Prabu Brawijaya atau sering disebut dengan Raja Brawijaya V adalah tokoh yang cukup terkenal dan legendaris. Raja Brawijaya V ini dinyatakan memiliki 117 orang anak, salah satunya adalah Syeh Baribin. Syeh Baribin merupakan sebuah gelar seorang ulama (seorang Syeh) nama asli dari Syeh Baribin ini adalah Raden Joko Panurat yang merupakan anak ke-78 dari Raja Brawijaya V. Dalam perjalanan hidupnya, Syeh Baribin ini dianggap seperti orang yang sangat suci. Katanya Syeh Baribin adalah orang yang sakti dan suka menolong orang yang kesusahan. Syeh Baribin juga aktif dalam menyebarkan agama Islam ke daerah - daerah. Tidak aneh jika Syeh Baribin ini dilihat sangat baik oleh orang - orang disekitarnya. Karena kepentingan Syeh Baribin ini bagi banyak orang sangat nyata, setelah meninggal pun mayat dari Syeh Baribin ini menjadi rebutan dari murid - murid Syeh Baribin. Dari perebutan murid - murid Syeh Baribin yang sangat banyak dapat terdenga...

avatar
OSKM18_16918334_Armand Marcell
Gambar Entri
Upacara Manulangi Natua-tua
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Di setiap suku pasti memiliki budaya masing-masing yang khas. Tak terkecuali suku Batak Toba. Ada banyak adat budaya yang berkembang di suku Batak Toba  yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang hingga ke generasi masa kini. Namun, seiring berkembangnya zaman, budaya itu perlahan-lahan tergerus oleh perkembangan teknologi saat ini. tetapi, ada juga yang masih tetap dipertahankan dan keberadaannya masih dapat dijumpai pada generasi milenial saat ini. Salah satu budaya yang akan saya paparkan termasuk budaya Batak Toba yang masih dapat dijumpai dalam bentuk upacara atau ritual adat. Upacara ini dinamakan Upacara Manulangi Natua-tua. Saya memaparkan upacara ini karena upacara adat ini adalah salah satu budaya adat Batak Toba yang pernah saya ikuti pelaksanaannya. Manulangi dalam bahasa Batak Toba artinya menyulang atau menyuap. Natua-tua  artinya orang yang sudah tua. Jadi secara garis besar, Upacara Manula ngi Natua-tua artinya upacara yang dilakukan deng...

avatar
OSKM18_16718036_Shanna Sinaga
Gambar Entri
Asal Mula Pesta Sakura
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Lampung

Asal Mula Pesta Sakura Suku Lampung mempunyai banyak sekali tradisi baik yang masih hidup dan berkembang maupun yang sudah hampir punah. Salah satu tradisi yang ada di Lampung yakni tuping/sakura. Kegiatan tuping/sakura berkembang di wilayah Lampung Barat yakni Sukau, Belalau, dan kenali Liwa Lampung Barat. Ditengah masyarakat Lampung Barat tradisi ini dikenal dengan sebutan pesta sakura. Menurut cerita turun temurun sakura bermula dari serombongan manusia tua yang sakti atau orang yang terbuang dari kerabatnya karena melanggar adat. Mereka menggunakan topeng muncul secara beramai-ramai menuju permukiman penduduk pada saat perayaan hari besar. Mereka meminta makanan kepada setiap rumah yang didatangi, bila tuan rumah berkenan memberi sedekah maka mereka secara bersama-sama menghibur dengan gerakan yang lucu. Kehadiran mereka menjadikan suasana tambah gembira terutama bagi anak-anak. Layaknya sebuah pesta sehingga masyarakat memberi nama Pesta Sakura . Manusia topeng ini...

avatar
OSKM18_19918171_Adelya
Gambar Entri
Akikah
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Akikah adalah salah satu sunnah dalam agama Islam, yang bilamana sebuah keluarga dianugerahi seorang anak, maka keluarga tersebut akan membagikan daging kambing kepada tetangga-tetangganya. Tradisi ini masih dilaksanakan oleh kebanyakan masyarakat daerah, khususnya bagi mereka yang kental dengan budaya muslim. Salah satu contohnya adalah di kelurahan Sukaraja, kecamatan Cicendo. Namun tata cara akikah tersebut sudah sedikit diubah, tujuannya adalah untuk menyesuaikan dengan masyarakat yang mulai modern. Akikah dibagikan dalam bentuk boks, yang di dalamnya berisi makanan. Isi dari boks tersebut bisa bermacam-macam, akan tetapi ada dua hal yang pasti ada dalam boks tersebut: segumpal nasi dan daging kambing. Adapun daging kambing tersebut biasanya disajikan dalam bentuk gulai atau sate kambing.       #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_19918168_Farras Zharfan_Nur
Gambar Entri
Pemandian Ken Dedes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Pemandian Ken Dedes   Kerajaan Singasari merupakan salah satu kerajaan hindu yang pernah berdiri di Tanah Jawa, tepatnya di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bukti keberadaan kerajaan ini dapat dilihat dari peninggalan-peninggalan sejarah seperti Candi Singasari, Arca Dwarapala, dan Pemandian Ken Dedes. Konon, pemandian ini dipercaya sebagai tempat mandi dari Putri Ken Dedes, anak seorang Raja Tumapel yang terkenal akan kecantikannya hingga memikat salah satu Raja Singasari yaitu Ken Arok. Hal ini menimbulkan kepercayaan di masyarakat bahwa dengan mandi di pemandian ini maka akan membuat awet muda. Di dalam kompleks pemandian terdapat arca Ken Dedes dan sebuah sumur di pojok Petirtaan Ken Dedes dan Palinggih yaitu tempat bersembahyang untuk umat hindu. Palinggih biasanya digunakan untuk meletakkan sesaji yang diperuntukan bagi para dewa yang dipercaya bersemayam disekitar tempat ini. Pemandian Ken Dedes berada di Jalan Kendedes, Kelurahan Ca...

avatar
Anisahnurul
Gambar Entri
Cilok, cimol dan cilor
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Cilok adalah makanan yang berasal dari Jawa Barat dan merupakan makanan ringan yang cukup populer di kalangan anak-anak sekolah karena harganya yang murah dan biasa dijual di pinggir jalan menggunakan gerobak. Cilok berasal dari kata aci  (tepung tapioka) dan  colok  (ditusuk) karena biasanya disajikan menggunakan tusuk sate atau menggunakan garpu. Bahan dasar Cilok adalah tepung tapioka yang dibentuk bulat kemudian dikukus. CIlok bisa dibuat polos atau diberi isi seperti daging atau telur. Ada juga beberapa variasi cilok seperti Cimol (berasal dari  aci dan  digemol yang berarti digoreng) dan Cilor (berasal dari kata aci  dan  telor yang berarti telur). Bahan dasar dari cilok, cimol, dan cilor sama, namun cara pembuatannya berbeda. Cimol dibuat dengan cara digoreng, dan cilor dibuat dengan cara melapisi tepung tapioka dengan telur sebelum digoreng. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_1918145_Raditya Rahmaldi Triputra
Gambar Entri
Hiou Simalungun
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Utara

Kain Adat Suku Simalungun disebut HIOU . Sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, pakaian adat suku Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Ulos (disebut Uis di suku Karo). Kekhasan pada suku Simalungun adalah pada kain khas serupa Ulos yang disebut Hiou dengan berbagai ornamennya. Hiou pada mulanya identik dengan jimat dipercaya mengandung “kekuatan” yang bersifat religius magis dan dianggap keramat serta memiliki daya istimewa untuk memberikan perlindungan. Menurut beberapa penelitian penggunaan ulos oleh suku bangsa Batak, memperlihatkan kemiripan dengan bangsa Karen di perbatasan Myanmar, Muangthai dan Laos, khususnya pada ikat kepala, kain dan ulosnya.Secara legenda hiou dianggap sebagai salah satu dari 3 sumber kehangatan bagi manusia (selain Api dan Matahari), namun dipandang sebagai sumber kehangatan yang paling nyaman karena bisa digunakan kapan saja (tidak seperti matahari, dan tidak dapat membakar (seperti api). Seperti suku lain di rumpun...

avatar
OSKM18_16718417_putri anggreyani
Gambar Entri
Tedhak Siten
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tedhak siten berasal dari bahasa Jawa tedhak, yang berarti turun, serta siten atau "siti" yang berarti tanah. Oleh karena itu, upacara ini sering juga disebut dengan upacara turun tanah. Tedhak siten merupakan sebuah upacara sekaligus budaya yang dihadiri oleh kerabat dan keluarga yang awal mulanya diwariskan turun temurun di Kota Solo untuk memeringati hari pertama bayi melangkah. Pada jaman sekarang, tedhak siten telah menjadi adat atau tradisi umum bagi masyarakat di seluruh tanah Jawa. Tedhak siten diadakan ketika bayi berumur enem lapan yang berarti 6 x 35 hari ( satu lapan sama dengan 35 hari) atau setara dengan bayi berumur 7 bulan. Upacara tedhak siten ini secara keseluruhan merupakan acara selametan atau syukuran yang sekaligus memiliki tujuan agar anak kelak tumbuh menjadi orang yang mandiri di kemudian hari.   Upacara tedhak siten terdiri dari beberapa tahap pelaksanaan yang masing-masingnya memiliki pengertian yang berbeda beda. Tahap acara paling pertama...

avatar
OSKM_16518311_Azarya
Gambar Entri
Tradisi Enthak Enthik Unik nan Menggelitik
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tradisi Enthak Enthik Unik nan Menggelitik   Indonesia merupakan negeri sejuta budaya. Berbicara menenai budaya maupun tradisi-tradisi di negera kepulauan kita ini tentu tidak akan ada habisnya. Setiap daerah memiliki tradisi yang memiliki keunikan tersendiri. Dibalik suatu tradisi yang ada tentu terselip suatu cerita dan makna di dalamnya. Dibalik suatu tradisi yang ada sejak zaman dahulu, tentu sebagai generasi muda kita harus turun tangan demi menjaga tradisi agar tetap lestari. Sebagaimana kita tahu, dewasa ini sudah banyak budaya-budaya daerah yang terkikis keberadaanya bahkan nyaris hilang tertelan masa. Melirik ke suatu daerah pesisir Pantai Selatan Laut Jawa, ada suatu tradisi unik bernama Enthak Enthik. Enthak Enthik merupakan suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pesisir Pantai Selatan di daerah Kebumen, Jawa Tengah. Tradisi ini diadakan setiap tanggal 12 Maulud atau 12 Rabi’ul Akhir bertepatan pada hari lahir Nabi Muhammad saw...

avatar
OSKM18_16018335_Efri Liana Dewi