masyarakat adat
1.029 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Perayaan Sam Poo Tay Djien (Cheng Ho)
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Acara tahunan ini diselenggarakan untuk memperingati pendaratan Laksamana Cheng Ho di Semarang. Meski secara historis masih menjadi perdebatan, namun masyarakat Tionghoa meyakini bahwa Laksamana Cheng Ho atau Sam Poo pernah mendarat di Semarang pada bulan keenam penanggalan Imlek. Puncak acara berupa arak-arakan duplikat patung Cheng Ho dari Klenteng Tay KAk Sie menuju Klenteng Sam Poo Kong. Selain itu juga, acara ini juga dimeriahkan berbagai pertunjukan barongsai dari warga keturunan Thionghoa di Semarang Sumber :  http://hellosemarang.com/10-acara-unik-di-semarang-yang-wajib-ditonton/

avatar
Dignaay
Gambar Entri
Taman Budaya Raden Saleh
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Menyaksikan berbagai atraksi seni dan budaya menjadi kegiatan yang menyenangkan saat berwisata. Jika  liburan di Semarang  ada satu tempat yang menjadi pusat kegiatan dan pagelaran budaya. Yaitu di Taman Budaya Raden Saleh atau biasa disingkat TBRS di Jalan Sriwijaya No 29 Semarang. Keberadaan TBRS memang merupakan fasilitas yang disediakan pemerintah  Kota Semarang  untuk menghidupkan kebudayaan. Sehingga masyarakat bisa belajar dan memahami kebudayaan bangsa ini. Sedangkan nama TBRS berasal dari nama seorang pelukis terkenal asal Semarang, yaitu Raden Saleh Sjarif Boestaman (1807-1880). Memasuki kompleks TBRS yang memiliki luas lahan sekitar 89.926 m2 terasa teduh dengan pepohonan rindang, di dalamnya terdapat empat bangunan utama. Yakni Gedung Kesenian Ki Narto Sabdho, Kantor Pengelola TBRS, Gedung Serba Guna, dan Kantor Dewan Kesenian Semarang (Dekase). Selain itu, juga ada beberapa bangunan pendopo berbentuk joglo. Berbagai kegiatan dan...

avatar
Dignaay
Gambar Entri
Batikkerij Tan Kong Tin
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

Menurut penelusuran fakta sejarah menunjukkan bahwa masih terdapat perusahaan batik yang bertahan dan meneruskan usaha. Perusahaan batik tersebut sekaligus menjadi pembuktian bahwa batik semarang pernah Berjaya. Produsen batik tersebut yaitu batik  “Batikkerij Tan Kong Tin,”  yang beroperasi di Bugangan, merujuk pada literatur, pabrik ini didirikan sekitar awal abad ke dua puluh dan beroperasi sampai tahun 1970-an. Tan Kong Tin merupakan anak dari Tan Siauw Liem, seorang tuan tanah yang bergelar mayor di Semarang. Dia menikah dengan salah satu keturunan Hamengku Buwono III, yaitu  Raden Ayu Dinartiningsih . Tentu saja dia pandai membatik karena berasal dari lingkungan keraton. Kemudian lahirlah  motif batik  terbaru yang memadukan antara motif batik Jogja dengan  motif batik  pesisir. Merk dagang “Batikkerij Tan Kong Tin” selanjutnya diteruskan oleh generasi kedua, yaitu Raden Nganten Sri Murdijanti. Dengan tangan...

avatar
Dignaay
Gambar Entri
Rabu Pungkasan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Rabu Pungkasan atau Rabu Wekasan adalah rabu terakhir di  bulan Safar  (perhitungan Jawa).  Tradisi Rabu Pungkasan  di tiap daerah berbeda – beda, terutama di Tegal. Ada yang menyelenggarakan pengajian, pasar kaget, dan lain – lain. Namun selain ritual tersebut ada tradisi unik yang patut dilestarikan, yaitu berbagi makanan seperti Nasi Langgi, Ketupat, Mie dan lain-lain. Alasan tradisi ini patut dilestarikan adalah tradisi ini mengajarkan kita untuk saling berbagi dalam kesederhanaan. Selain itu juga untuk mempererat tali silaturahmi.   Makanan yang dibagikan tidak terlalu mewah, sederhana dan sesuai dengan kemampuan. Selanjutnya, makanan dibagikan ke tetangga dekat rumah. Semakian banyak tetangga kita, maka semakin banyak pula kiriman makanan yang di dapat. Untuk kiriman makanan Nasi Langgi, nasi tersebut menggunakan wadah “ sudi “, yaitu kertas yang dibuat bundar seperti piring dengan permukaan yang dibuat cekung. Agar...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Pokdarwis Kejawen - Solo
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Meskipun usia mereka tidak lagi muda tapi semangat mereka untuk menjadi salah satu peserta yang ambil bagian dalam Solo Karnaval tidak kalah dari anak-anak muda. Inilah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kejawen yang turut meramaikan parade Solo Karnaval yang tahun ini mengambil tema Merayakan Kostum Jawa. Sambil memegang alu atau alat penumbuk padi dan memakai topi caping khas ibu-ibu yang akan berangkat ke sawah, ibu-ibu ini berjalan perlahan dalam barisan parade Solo Karnaval yang mengambil tempat di sepanjang jalan dari Ngarsupura hingga ke Jalan Sudirman lokasi puncak acara Solo Karnaval digelar. Baju lurik beraneka warna yang mereka kenakan terlihat memberikan warna tersendiri dalam rombongan  arak-arakan Solo Karnaval. Meskipun perjalanan arak-arakan yang harus dilalui menempuh jarak yang lumayan jauh, tapi mereka tetap berjalan kaki dengan penuh semangat. " Kita senang bisa ikut parade ini" begitu ungkap salah satu peserta dari Pokdarwis Kejawen ini. Sesekali...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Tradisi Ngeteh
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Masyarakat kota tegal mempunyai tradisi yang unik setiap harinya yaitu tradisi ngeteh di pagi hari. Sebenarnya tradisi ini sudah ada sejak zaman penjajahan orang-orang jepang dan cina. Di kota tegal setiap pagi bapak-bapak bangun lalu langsung menuju dapur untuk membuat teh, cara membuatnya dengan merebus airnya terlebih dahulu, lalu masukkan teh ke dalam poci yang terbuat dari tanah liat, setelah air mendidih, tuangkan air tersebut ke dalam poci lalu aduk menggunakan sendok kemudian tutup, di ujung poci biasanya ditutup menggunakan bungkus teh tadi gunanya agar cita rasa teh pocinya tidak hilang. Adapun cara meminum tehnya begitu unik yaitu dengan cara menyeruput, masyarakat kota tegal meminum tehnya tidak langsung di minum habis melainkan di seruput sedikit demi sedikit.   Bukan cuman bapak-bapak saja yang melakukan tradisi ngeteh ibu-ibupun juga melakukan tradisi ngeteh di rumah masing-masing. Teh yang di konsumsi masyarakat tegal merupakan teh asli dari kota teg...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Tradisi Mudun Lemah
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tradisi ini sudah ada sejak dahulu kala sampai sekarang masyarakat kota tegal masih tetap melaksanakannya. Tradisi ini dilakukan pada saat bayi berusia satu tahun. Pada usia setahun ibu dari anak tersebut membuat bubur sumsum dan bubur cadil untuk dibagikan kepada para warga. Dan juga menyiapkan buku, kaca, emas, uang, padi, pulpen yang ditaruh di atas piring dengan nasi kuning. Sebelum bubur tersebut di bagikan akan ada serangkaian acara. Acaranya nanti si bayi akan di pangku dengan anggota keluarganya kecuali ibu dan bapak kandung, nanti bayi tersebut di masukkan ke dalan kurungan ayam dengan posisi yang sudah di pangku. Nanti di luar kurungan si nenek dari bayi tersebut memutari kurungan tersebut dengan membawa ceplik dan sambil membacakan doa-doa, setelah itu kurungan di buka lalu si bayi di perbolehkan untuk mengambil barang-barang yang sudah di sediakan ibunya tadi.   Barang-barang tadi mempunyai makna tersendiri buku dan pulpen bermakna bahwa nanti kalau bayi...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Malam 1 Suro Keraton Mangkunegaran
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Salah satu ritual adat yang wajib dihelat Keraton Mangkunegaran adalah malam pergantian tahun baru Jawa atau malam 1 suro.  Prosesi acara biasa digelar sejak pukul 7 malam. Sesi Kirab Pusaka menjadi ritual utama dalam acara malam 1 suro. Kirab Pusaka pun ditandai dengan keluarnya 7 pusaka dari dalam istana. Ketujuh pusaka dibawa oleh para abdi dalem dan diapit dengan iring-iringan pembawa ratus atau wewangian. Selama dilangsungkannya prosesi kirab, para peserta dilarang menggunakan alas kaki dan mengeluarkan suara. Kirab pusaka akan memutari istana Mangkunegaran selama 1 kali atau sepanjang 3 kilometer.  

avatar
Andarani Sahara
Gambar Entri
Tradisi Mutih
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tradisi ini dilaksanakan pada saat akan melangsungkan pernikahan, tetapi yang melakukan tradisi ini hanya calon pengantin wanitanya saja, calon pengantin pria tidak melakukan tradisi ini. Tradisi mutih dilaksanakan sampai tiga hari, Calon pengantin wanita tidak di perbolehkan makan dengan lauk yang enak, mereka hanya di perbolehkan makan dengan nasi putih dan tahu yg tidak di goreng saja. bukan hanya mutih saja yang dilakukan tetapi calon pengantin tidak boleh di pertemukan satu sama lain, mereka di perbolehkan berkomunikasi dengan menggunakan hp saja tidak boleh berkomunikasi secara langsung. mereka dapat bertemu kembali setelah ijab qobul dilaksanakan. Tujuan mutih oleh calon pengantin wanita supaya bila di rias menjadi cantik jelita atau orang-orang jawa menyebutnya dengan manglingi dan supaya calon pengantin laki-laki menjadi terpesona setelah melihat wajah calon pengantin wanita.     Sumber: http://blog.unnes.ac.id/aenunanisastuti/2017/12/03...

avatar
hallowulandari