Dalam hukum adat Mandailing dikenal sistem kekerabatan yang disebut dengan Dalihan Na Tolu. Sistem ini secara etimologis berarti ‘tungku yang tiga’, tungku yang disebut Dalihan Na Tolu ini digunakan sebagai analogi kekerabatan dalam hukum adat Mandailing. Tungku tersebut memerlukan tiga kaki yang berukuran sama dan terbuat dari batu sehingga periuk yang digunakan tidak akan jatuh. Dalam hal ini, tungku tersebut menggambarkan bahwa masyarakat Mandailing mempunyai kedudukan yang sama dalam kekeluargaan. Tungku yang digunakan adalah tungku kaki tiga karena jika salah satu kaki tidak berfungsi maka tungku tidak akan dapat berdiri, berbeda dengan tungku kaki empat ataupun lima yang mana apabila satu kaki tidak berfungsi maka tungku masih dapat berdiri karena masih ada tiga atau empat kaki tungku lainnya. Tungku ini juga dapat difilosofikan sebagai konsep gotong royong yang mana ketiga komponen (kaki tungku) harus ikut berperan agar tungku bisa berdiri dengan kuat. Sehingga, D...
Sri Gendem adalah salah satu permainan yang cukup terkenal di kalangan anak-anak daerah Jawa. Permainan ini membutuhkan banyak anak yang turut serta di dalamnya. Berikut adalah tata cara permainan Sri Gendem : Terdapat 2 peran yaitu peran “si pencari” dan “ buron”. Pemerannya harus ditentukan dengan Hompimpah. Si pencari adalah satu orang yang dengan mata tertutup kain atau sapu tangan yang bertugas mencari para buron. Para buron adalah anak - anak yang berputar mengelilingi si pencari yang berada di tengah. Permainan ini diawali dengan si pencari yang diputar badannya beberapa kali kemudian mencari para si buron yang mengelilinya sambil menyanyikan lagu tradisional Padhang Bulan. Permainan ini berakhir ketika si pencari selesai menangkap dan menebak semua si buron. Kemudian permainan dimulai dari awal dengan Hompimpah Permainan ini biasa dimainkan ketika menjelang malam hari (set...
Tungkupan merupakan sebutan anak asal Sumatera Selatan seperti di Palembang terhadap permainan Petak Umpet. Namun terdapat sedikit perbedaan cara permainan Tungkupan ini di setiap daerah. Di Palembang sendiri, ada satu anak yang akan menjadi "penjaga". Anak inilah yang bertugas untuk menutup mata dan menghadap ke tembok, menghitung mundur dari angka yang telah ditentukan (misalnya hitung mundur dari 10), dan kemudian mencari pemain-pemain lainnya. Tembok tempat si "penjaga" menghitung mundur disebut rumah atau base . Apabila si "penjaga" berhasil menemukan salah satu pemain yang bersembunyi, semua pemain mulai berlari ke arah base. Apabila pemain lain berhasil sampai ke 'rumah' dahulu sebelum si 'penjaga', si 'penjaga' tersebut akan kembali menjadi 'penjaga' di ronde atau permainan selanjutnya. Namun, apabila si 'penjaga' berhasil sampai ke 'rumah' sebelum pemain-pemain lain, pemain-pemain lain tersebut harus bermain gunting-batu-kert...
Rumah Gadang adalah rumah adat suku Minangkabau.Karakteristik bangunan berarsitektur khas Minangkabau memang mudah dikenali. Hal ini membuatnya menjadi identitas masyarakat Sumatera Barat, bahkan mereka yang berada di perantauan sekalipun. Karena itulah, jika di suatu tempat ditemukan atap bangunan yang terlihat mengadaptasi bentuk tanduk kerbau, hampir bisa dipastikan ada 'urang awak' di daerah tersebut. Di luar Sumatera Barat, jenis rumah adat khas Minangkabau populer dengan sebutan rumah gadang. Di kampung halamannya sendiri, rumah tradisional ini lebih dikenal dengan sebutan 'rumah bagonjong'. Menurut sejarah aslinya, tidak semua wilayah di Sumatera Barat dapat dibangun rumah adat seperti ini. Rumah bagonjong hanya didirikan di kawasan tertentu yang berstatus nagari. Karena itulah, eksistensi rumah bagonjong atau rumah gadang di luar Minangkabau terjadi karena aturan adat yang melemah seiring perkembangan zaman. Rumah bagonjong menurut aturan aslinya...
Sifat anak yang seringkali mudah bosan dan rewel membuat para orangtua mencari cara bagimana agar anak-anaknya bisa tenang dan merasa nyaman. Setiap orangtua pasti punya cara-cara tersendiri dalam mengasuh anak-anaknya, tak terkecuali para orangtua di tanah Sunda.ÃÂ Saya adalah seorang anak asli keturunan Sunda. Berdasarkan pengalaman saya dahulu ketika saya masih kanak-kanak, saya sering diasuh oleh nenek, ayah, dan ibu saya yang juga merupakan orang Sunda asli, dan tentunya ia tau banyak hal tentang budaya Sunda. Dahulu ketika saya mulai bosan dan rewel nenek dan orangtua saya selalu menyanyikan saya lagu-lagu berbahasa Sunda yang sangat menyenangkan. Diantara lagu-lagu tersebut beliau seringkali menyanyikan saya lagu "Surser". Cara menyanyikan lagu Surser adalah dengan menyanyikan lirik lagu berikut, sambil mengusap-usap kedua kaki anak : Surser surser Amis cau amis kumbang Ja wadah tataleotan Hileud sitataru ngambang ey.. ey.....
Rempeyek Jingking adalah makanan khas Daerah Istimewa Yogyakarta yang hanya bisa didapatkan di daerah pantai. Makanan ini dapat dijumpai di pesisir Pantai Parangtritis, Bantul atau di Pantai Baron, Gunungkidul. Rempeyek ini pada dasarnya sama seperti rempeyek pada umumnya hanya saja peran kacang atau kedelai diganti dengan hewan jingking. Jingking sendiri adalah kepiting kecil yang dapat ditemukan di sekitar pantai di Gunungkidul dan Bantul. Jenis makanan ini nyaris tidak bisa didapatkan di kios atau warung-warung karena hampir 90 persen makanan jenis ini dijajakan dengan cara asongan di sepanjang garis pantai Laut Selatan Bantul atau Gunungkidul. Jadi, untuk mendapatkan makanan jenis ini orang harus mencari penjualnya di pantai sebab penjual makanan jenis ini untuk saat ini semakin sulit ditemukan. Langkanya penjual rempeyek jingking di pasaran tersebut berkait erat dengan semakin sulitnya orang mendapatkan bahan baku peyek jingking, yakni binatang Jingking itu...
Perayaan syawalan Syawalan, ya sepertinya acara ini yang paling ditunggu-tunggu ketika memasuki lebaran idul fitri di Pekalongan. Seperti yang kita tau kegiatan perayaan syawalan pastinya selalu ada disetiap kota. Tetapi untuk bagaimana pelaksanaan perayaannya pasti berbeda tiap daerah. Begitu pula dengan pekalongan, sebelumnya saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa sih yang dimaksudkan syawalan itu? Syawalan adalah perayaan hari ketujuh setelah lebaran yang sangat sayang bila dilewatan. Di Pekalongan sendiri mulai dari wilayah utara sampai ke selatan mempunyai cara perayaan yang berbeda pastinya, tetapi tetap pada satu tujuan bahwa diadakannya acara syawalan ini tidak lain tidak bukan merupakan ujub syukur terhadap rejeki yang telah diberikan oleh Tuhan YME, dengan cara apa? Berikut merupakan rangkaian acara yang dilakukan saat perayaan syawalan tiba : Balon udara Nah balon udara yang dimaksudkan disini bukan balon udara yang bisa di naiki oleh manusia tetapi b...
SARI KEDELAI "SHINTA" Jika mengunjungi Kecamatan Pare, Kediri, tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi minuman olahan khas kecamatan ini. Sari Kedelai "SHINTA" merupakan minuman khas Pare yang berasal dari olahan kacang kedelai. Perusahaan sari kedelai ini telah berdiri sejak tahun 1990. Sari Kedelai "SHINTA" telah menjadi minuman yang digemari berbagai kalangan dari anak muda maupun orang tua. Toko pusat sari kedelai ini terletak di Jalan Lawu No. 42 Pare, Kediri. Kacang kedelai mengandung nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, seperti karbohidrat, protein, vitamin, air, gula, zat besi, fosfor, dan berbagai kandungan lainnya yang tentunya sangat bergizi bagi tubuh kita. Oleh karena itu, selain untuk minuman penghilang dahaga karena rasanya yang enak, ringan, dan segar, Sari Kedelai "SHINTA" juga dapat dikonsumsi menjadi minuman kesehatan. Keunggulan dari sari kedelai ini selain kemurniannya adalah pemilihan bahan baku yang berkualitas tinggi sehingga dapat menghasilka...
Adat Ngariksa nu Kakandungan (Menjaga Orang yang sedang Hamil) di Tanah Sunda Adat ngariksa (menjaga) orang yang sedang hamil di Sunda sangat erat kaitannya dengan sistem kepercayaan orang Sunda, yang mempunyai sifat percaya akan tahayul. Maksud adanya adat ngariksa ibu hamil yaitu untuk menjaga yang hamil dari pengaruh mahluk halus serta mengaruh buruk dari kekuatan alam yang mempunyai sifat gaib. Tarekah /usaha untuk menjaganya dilakukan dengan cara, seperti; mengadakan salametan /syukuran atau sidekah mekelan /memberi yang hamil berupa barang-barang yang diyakini mempunyai kekuatan tolak bala atau sebagai ajimat yang bisa memperhatikan dan menjaga supaya yang hamil tidak melanggar larangan/ pantrangan leluhur. Usia kandungan sampai dua bulan biasanya disebut ngadeg atau nyiram . Usia kandungan tiga bulan diadakan salametan /syukuran tilu (tiga) bulanan . Pada umumnya&nbs...