tahun baru islam
426 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Jejok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Si kedele ne manuk si peralai jema oyale kukur. Ike kukur galak keta nguk isabung, ijalu. Keta iaran taroh. Mera we raie taroh a ne ku sepuluh ribu, due puluh ribu, mera we koro atawa kude pe bun jema kin taroh. Dum kul nate, beta mulo ke dah. Menang kalahe keta terserah ku nasib, ara kukur galak gere lepas mah taroh, keta talu. Nguk perin kukur ijalu kin peme rah ni nepekah. Gere tubah lagu jema betaroh tekala pacu kude so, kude si musangka ke mujontor de lahe seneta, si betaroh keta mumangan sedep, mangan ku bajak rum kul ni kutep. Si menang a keta nge tetnine ike si kalah a keta pukekucip, pupeperus gumis, nome kelam gere ne mis, pe ng wan beb nge meh titis. Sara macam mi keta gere kin kukur sabung orop nge iperalai kin lelon kin dediangan, igegeneng, ipepanang, ipeperus, ipenirin dum galak nate. Iyo soboh iengon-engon, ikerteken pumu kukur pe mungku, tuke mulape lagu si nge korong, osop gerahan basah gerngong. Ku si beluh oya kin temengen, beluh ku empus atawa ku reb...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Gulai Hiu di Bendungan Hilir
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

GULAI  hiu, mendengar namanya saja Anda mungkin sudah bergidik. Ini dia makanan khas Aceh yang patut Anda jajal dan siap menggugah nafsu makan.   Gulai hiu menggunakan bukan sembarang ikan hiu. Bahan utama menu ini adalah hiu cucut. Anda bisa mencicipi gulai hiu di Rumah Makan Seulawah Aceh di depan Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Menurut Heru Setianto, pemilik  RM Seulawah Aceh,   trik mendapatkan kenikmatan gulai hiu adalah menghilangkan aroma amoniak dari mamalia tersebut.   "Sebenarnya, daging hiu yang enak itu yang berbentuk palu atau martil di bagian mulutnya, tapi hiu itu susah didapatkan, makanya kita gunakan hiu cucut,"    Heru mengaku mendapatkan hiu dari pemasok langganannya. Selanjutnya, hiu dipotong dalam bentuk dadu.   "Kalau potongan dagingnya terlalu besar, maka proses penghilangan bau amoniaknya susah dihilangkan, lebih baik dipotong kecil saja," tamb...

avatar
azizman
Gambar Entri
Sate matang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

Sate Matang  adalah tusukan daging berupa  sate  yang ada di  provinsi   Aceh . Sate ini dinamakan dengan sate matang karena awal mulanya sate ini diperkenalkan oleh penjualnya di kota  Matang Geuleumpang Dua  sebuah kota kecamatan di  kabupaten Bireuen . Pada tahun 90 an sate ini populer dibeberapa kota besar di Aceh, kini banyak sekali bertebaran penjual sate di Aceh dan kota  Medan Sumatera Utara  yang menjajakan sate dengan label "sate matang". Bahan utama masakan sate matang adalah daging kambing, berhubung dengan harga daging kambing yang lebih mahal maka seringkali sate matang dibuat menggunakan daging sapi. Proses pembuatan dan memasak sate matang tidak jauh berbeda dengan sate daerah lain di  Indonesia , potongan daging yang telah dibersihkan dan dipotong dadu dalam ukuran kecil. Setelah disematkan pada tusukan sate lalu direndam dalam adonan bumbu berupa rempah-rempah dalam waktu yang agak lama. Selanjutnya sate...

avatar
azizman
Gambar Entri
Tari Rabbani Wahed
Tarian Tarian
Aceh

https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Rabbani_Wahed   Tari Rabbani Wahed  adalah sebuah seni tari  sufi  yang berasal dari  Samalanga ,  Bireuen ,  Aceh ,  Indonesia . Tarian yang mengajarkan tentang tauhid, agama, serta kekompakan melalui gerakan energik ini diciptakan oleh  T. Muhammad Daud Gade . Tarian Sufi yang dimulai dengan mengikuti syair dari  tarian Meugrob  dan memiliki lebih dari 30 gerakan yang diawali dengan melakukan  Rateb du'ek ("duduk") dan  Ratep deng  ("berdiri") ini merupakan pengembangan dari tarian Meugrob yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu di Aceh. [1] Daftar isi 1 Sejarah 2 Gerakan 3 Penampilan 4 Pelestarian 5 Rujukan 6 Pranala luar   Sejarah [ sunting  |  sunting sumber ] Asal-muasal tari Rabbani Wahed yaitu berasal dari tarian M...

avatar
azizman
Gambar Entri
Tari Rapa'i Geleng
Tarian Tarian
Aceh

https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Rapa%27i_Geleng Tari Rapa'i Geleng Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas     Jump to navigation Jump to search   Tari Rapa'i Geleng yang ditampilkan oleh Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) di Mesir Rapa'i Geleng  adalah sebuah tarian etnis Aceh yang berasal dari wilayah  Aceh Bagian Selatan tepatnya  Manggeng , yang sekarang masuk kawasan  Kabupaten Aceh Barat Daya . Rapa'i Geleng dikembangkan oleh seorang anonim di  Aceh Selatan . Permainan Rapa'i Geleng juga disertakan gerakan tarian yang melambangkan sikap keseragaman dalam hal kerjasama, kebersamaan, dan penuh kekompakan dalam lingkungan masyarakat. Tarian ini mengekspresikan dinamisasi masyarakat dalam syair yang dinyanyikan, kostum dan gerak dasar dari unsur  Tari Meuseukat ....

avatar
azizman
Gambar Entri
Kisah Si Layar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Sebuah kerajaan di Tanah Alas pada zaman dahulu. Sang Raja memerintah dengan sifat adil dan bijaksana. Rakyat pun hidup dalam kedamaian, keamanan, serta kesejahteraan. Sang raja mempunyai seorang penasihat. Tande Wakil namanya. Apa pun juga yang disebutkan Tande Wakil, Sang Raja akan menurutinya. Dalam kehidupannya, Sang Raja belum juga dikaruniai seorang anak pun meski telah lama berumah tangga. Kenyataan itu membuatnya kerap bersedih hati. Begitu pula dengan Sang Permaisuri. Keduanya tak putus-putusnya berdoa dan memohon agar dikaruniai anak. Hingga suatu hari Sang Raja bermimpi. Dalam impiannya itu seorang kakek datang kepadanya dan memberitahunya, hendaklah Sang Permaisuri meminum ramuan yang dibuat oleh seorang tabib yang tinggal di sebuah hutan di ujung wilayah kerajaan. Keesokan paginya Sang Raja lantas memerintahkan para prajurit untuk mencari keberadaan Si tabib dan mengajaknya untuk datang ke istana kerajaan. Tak berapa lama kemudian tabib yang dimaksud telah datan...

avatar
Roro
Gambar Entri
Turun Mandi
Ritual Ritual
Aceh

Aceh tediri dari masyarakat mulikultural dengan berbagai ragam budaya yang unik dan variatif, meskipun secara umum budaya aceh hampir sama disetiap daerahnya namun ada beberapa bagian tertentu disetiap daerah terdapat keunikan tersendiri sehingga menjadi keanekaragaman yang mencitrakan identitas daerah tertentu, salahsatunya adalah tradisi peutroen aneuk (turun mandi). Sebelum prosesi berlansung, bayi akan di peusunteng (ditepung tawar) oleh pihak keluarga. Masyarakat adat yang masih kental dengan tradisi, akan terus melestarikan budaya dengan cara melaksanakan setiap tradisi dengan sentuhan budaya yang diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi. Begitu juga dalam melaksanakan acara “Peutron Aneuk U Tanoh” atau dikenal dengan turun mandi yang biasaya dilakukan setelah umur 44 hari si bayi. Rangkaian tradisi turun mandi diawali dengan acara peucicap, dimana tokoh agama setempat akan mengoles madu, makanan dan buah-buahan pada bibir...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Manoe Pucuk
Ritual Ritual
Aceh

Manoe pucok (Mandi Air Tujuh Rupa) merupakan tradisi ketiga yang dilakukan setelah malam berinai dan khatam Alquran pada adat perkawinan seorang calon mempelai perempuan di Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh pada umumnya. Kegiatan memandikan ini diyakini untuk menyucikan si gadis sebelum melepas keperawanan.Berbagai simbol keperawanan dalam acara manoe pucok seperti pelepah pinang yang belum pecah diletakkan di dalam talam, untaian  boh jeruju  dari pucuk daun kelapa dihiasi burung murai beserta umpannya. Pucuk daun kelapa ini lah yang disebut  pucok .Dewasa ini, prosesi adat itu mulai jarang dilakukan secara lengkap. Tidak semua orang tua pengantin setuju dengan adat Tari Pho yang membangkitkan kesedihan dengan syair Cahi yang memilukan dengan para penari yang terdiri dari delapan hingga 12 perempuan dan kini digantikan dengan penari anak-anak. Pergantian itu disebut-sebut sebagai upaya menyesuaikan diri dengan syariat Islam saat ini. Jika...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Upacara Troen Bak Tanoeh
Ritual Ritual
Aceh

Upacara Troen Bak Tanoeh disebut juga upacara turun tanah merupakan pacara adat aceh yang menyimbolkan kesucian ibu bayi yang baru saja meliwati masa persalinan. Upacara ini berlangsung dengan melibatkan sang bayi yang baru lahir dan membawanya keluar rumah. Sedangkan sang ibu tidak diperkenankan ikut karena masih dalam keadaan tidak suci, yaitu dalam masa wiladah. Dan puncak upacara ini adalah saat mulai turun tanah sebagai simbol telah bebas dari darah kotor dan penyakit. Sebagai mana biasanya, bayi yang berumur kurang dari bulan masih dikhawatirkan terjangkit penyakit. Oleh karena itu upacara ini dilaksanankan dengan mempertimbangkan faktor tersebut. Namun, jika tidak dikhawatirkan, maka upacara ini dilaksanankan. Inti dari ajaran ini adalah simbol turun tanah terhadap bayi sebagai gambaran perkenalan bayi terhadap dunia luar. Sedangkan prinsip di dunia luar agar kelak mendapatkan kebahagiaan adalah dengan cara melakukan sesuatu hal dengan giat dan bersungguh-sungguh da...

avatar
Deni Andrian