dongeng cerita rakyat
550 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Asal Usul Desa Karedok
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Karedok adalah sebuah makanan khas tanah sunda, Jawa Barat. Karedok berbahan utama dari sayuran mentah yang disiram dengan kuah atau saus dari campuran bawang putih,  bawang merah,  cabai,  gula, dan kacang. Makanan ini berasal dari sebuah desa yang bernama Desa Karedok. Beginilah cerita asal usul Desa Karedok.  Konon di dalam wilayah Sumedang Larang, terdapat sebuah perkampungan di seberang Sungai Cimanuk yang terkena musibah longsor. Akibat musibah ini para penduduknya harus berpindah ke sebuah Kampung Babakan Dobol. Singkat cerita, Desa ini berkembang dengan pesat karena kesuburan tanahnya sehingga banyak pendatang yang berdatangan. Suatu hari, Sang Bupati Sumedang kala itu Pangeran Suriat Atmaja yang sedang ingin beristirahat setelah melakukan hobinya yakni "Ngalintar" (menancing ikan di sungai di dengan jala). Karena kampung atau desa ini deket dari Sungai Cimanuk, maka beristirahatlah Sang Buati disana. Mendengar hal itu,  dengan penuh hormat warga...

avatar
OSKM2018_19818152_Titian Najmi Mardhotillah
Gambar Entri
Keunikan Tari Topeng Cirebon
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari topeng tentu sudah tidak asing di telinga kita bukan?.Saya sendiri belum pernah melihat pertunjukkan tari topeng secara langsung tetapi setiap kali mendengar kalimat "Tari Topeng",saya selalu membayangkan seorang penari dengan topeng yang dikenakan.Namun,ketika berbincang dengan ibu saya,beliau mengatakan ada pula kesenian yang bernama Tarian Topeng Cirebon yang sudah hampir punah.Lalu,apa perbedaan dan keunikan Tari Topeng Cirebon ini?. Nah,jika tari topeng identik dimainkan dengan jumlah penari yang sedikit,maka lain hal dengan Tari Topeng Cirebon ini karena tarian ini umumnya memiliki jumlah penari sebanyak lima orang.Lalu apa saja nama tokoh dan perbedaan watak para tokoh yang dimainkan para penari ini?. 1.Panji Kalau kamu mempunyai teman bernama Panji,mungkin saja ibunya terinspirasi dari nama tokoh topeng ini.Karena topeng panji ini menggambarkan tokoh yang penuh kesucian dan berakhlak mulia.Wah,menarik ya. 2.Samba Samba ini adalah tokoh topeng yang me...

avatar
OSKM18_16518051_Jeihan aulia
Gambar Entri
Plangonan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Plangonan merupakan suatu sebutan yang digunakan oleh seluruh masyarakat Cirebon yaitu mengunjungi tempat yang bernama Plangon yang berlokasi di Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber Cirebon. Plangonan memiliki arti 'tempat istirahat' atau 'tempat rekreasi'. Plangon sendiri merupakan tempat dimana sekelompok monyet hidup di hutan belantara dengan panorama alam yang indah. Lokasinya yang strategis dan tidak jauh dari pusat kota membuat tempat ini sering dikunjungi oleh masyarakat Cirebon. Plangon juga merupakan objek wisata sekaligus objek untuk ziarah karena di tempat tersebut juga terdapat makam pangeran sebuah kerajaan pada zaman dahulu. Puncak tradisi palngonan yaitu pada tanggal 2 Syawal. Biasanya, masyarakat Cirebon banyak mengunjungi lokasi tersebut ketika hari-hari besar Islam seperti Rajaban (Isra' Mi'raj), Idul Fitri, dan Idul Adha. Menurut pandangan awam, kera-kera itu merupakan satwa biasa. Tapi, menurut kacamata paranormal, satwa berekor panjang ini sebagian terdiri dari...

avatar
OskmITB18_19818006_DindaVeronica
Gambar Entri
Plangonan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

               Plangonan merupakan suatu sebutan yang digunakan oleh seluruh masyarakat Cirebon yaitu mengunjungi tempat yang bernama Plangon yang berlokasi di Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber Cirebon. Plangonan memiliki arti ‘tempat istirahat’ atau ‘tempat rekreasi’. Plangon sendiri merupakan tempat dimana sekelompok monyet hidup di hutan belantara dengan panorama alam yang indah. Lokasinya yang strategis dan tidak jauh dari pusat kota membuat tempat ini sering dikunjungi oleh masyarakat Cirebon. Plangon juga merupakan objek wisata sekaligus objek untuk ziarah karena di tempat tersebut juga terdapat makam pangeran sebuah kerajaan pada zaman dahulu.  Puncak tradisi palngonan yaitu pada tanggal 2 Syawal. Biasanya, masyarakat Cirebon banyak mengunjungi lokasi tersebut ketika hari-hari besar Islam seperti Rajaban (Isra’ Mi’raj), Idul Fitri, dan Idul Adha.   &nb...

avatar
OskmITB18_19818006_DindaVeronica
Gambar Entri
Mundinglaya Dikusumah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Pangeran Mundinglaya Dikusuma adalah putra Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Ibunya bernama Padmawati. Ketika masih dalam kandungan, Ibu Padmawati mengidam buah Honje yang terkenal sangat masam. Maka raja mengutus Ki Lengser untuk memetik buah Honje. Sayangnya di seluruh negeri tak satu pun pohon Honje sedang berbuah. Ki Lengser sangat kebingungan. Lalu ia pergi ke hutan. Di sana ia menemukan pohon Honje yang berbuah sebanyak 8. Tetapi seluruh buah itu sudah dipetik oleh utusan raja dari Kerajaan Muara Beres. Sebab di negeri itu pun permaisurinya yang bernama Gambir Wangi tengah mengandung dan menginginkan buah Honje. Karena diminta tak boleh, terjadilah perebutan buah Honje. Sampai mejelang malam, tak ada yang kalah ataupun menang. Lalu kedua utusan raja ini bersepakat meminta petunuk dari Kahyangan. Maka turunlah Sunan Ambu yang meminta agar mereka berhenti berkelahi dan mulai berbagi, 4 buah untuk Ki Lengser dari Pajajaran. Dan 4 buah lainnya untuk Ki Lengser dari Muara B...

avatar
OSKM18_16718344_Fathoni
Gambar Entri
Si Kabayan Ngala Tutut
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Si Kabayan Ngala Tutut Cerita rakyat adalah cerita yang berkembang dalam masyarakat suatu daerah, yang pada umumnya disebarkan oleh masyarakat daerah itu dari mulut ke mulut atau secara lisan. Salah satu cerita rakyat terkenal di Jawa Barat adalah cerita tentang si Kabayan. Kabayan merupakan tokoh imajinatif yang berasal dari Jawa Barat, di mana ia terkenal akan wataknya yang lucu dan suka melakukan hal tak terduga. Si Kabayan mempunyai seorang wanita pujaan hatinya yang bernama Nyi Iteung. Nyi Iteung menyukai Kabayan karena watak Kabayan yang lucu dan menghibur. Dalam kebanyakan cerita rakyat ini, tokoh yang sering muncul antara lain si Kabayan, Nyi Iteung, dan mertua perempuan Kabayan. Sifat dan watak Kabayan yang lucu tersebutlah yang membuat cerita rakyat khas Jawa Barat ini menjadi salah satu cerita rakyat yang disukai oleh masyarakat Sunda. Secara keseluruhan, cerita rakyat ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari si Kabayan yang disertai dengan berbagai tingka...

avatar
OSKM_16118092_Bella Valeria
Gambar Entri
Asal Usul Wawacan Sunda
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Wawacan Sunda adalah salah satu karya sastra Sunda yang menggunakan patokan pupuh. Berbeda dengan guguritan yang hanya terdiri dari satu pupuh, wawacan terdiri dari banyak pupuh dan manceritakan suatu kisah. Wawacan dinyanyikan (beluk) sebagai hiburan dan di dalam ritual-ritual, seperti selamatan dan menolak bala.   Perkembangan wawacan sangat dipengaruhi oleh sastra Jawa. Sekitar abad ke-19, Kerajaan Mataram Islam menguasai daerah Sunda. Hal ini menyebabkan terjadinya pertukaran budaya antara budaya Sunda dan budaya Jawa. Bupati di daerah Sunda banyak berkunjung ke Kerajaan Mataram dan mereka pulang membawa budaya-budaya Jawa, termasuk di antaranya wawacan.    Pada mulanya wawacan masih dalam Bahasa Jawa, kemudian perlahan-lahan diterjemahkan ke dalam Bahasa Sunda. Pada akhirnya masyarakat Sunda bisa membuat wawacan sendiri dari cerita-cerita dongeng, hikayat, dan babad.    Wawacan juga dimanfaatkan oleh para ulama pada masa itu seba...

avatar
Oskm18_16518230_mnaufal
Gambar Entri
Ritual Menjaga Orok
Ritual Ritual
Jawa Barat

Menurut kepercayaan orang sunda dahulu, jika ada seorang bayi atau  orok  ​(dalam bahasa sunda) baru lahir, baunya akan harum sehingga memancing mahkluk halus untuk mendatangi bayi yang baru lahir tersebut. Sehingga untuk menjaga bayi agar terhindar dari gangguan makhluk halus tersebut, terdapat sebuah ritual untuk menjaga bayi tersebut. Ritual tersebut dilakukan dengan cara menancapkan semacam sate di setiap pintu-pintu rumah. Sate tersebut terdiri dari bawang putih, bawang merah dan cabai. Hal tersebut dipercaya dapat mencegah mahkluk halus masuk ke rumah yang ditempati bayi sehingga bayi tersebut terhindar dari gangguan mahkluk halus. Sate tersebut ditancapkan di pintu-pintu rumah sampai bayi tersebut tumbuh cukup besar. Namun terkadang karena cukup lama, orang-orang lupa mencabut sate tersebut sampai bawang putih, bawang merah, dan cabainya sangat mengkerut. Seiring perkembangan zaman dan perkembangan pemikiran orang-orang, ritual tersebut s...

avatar
OSKM_16918152_Fajar Pratama Wahab
Gambar Entri
Asal Usul Situ Kamojing
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Situ Kamojing merupakan sebuah danau yang  terletak di Desa Kamojing Kecamatan Cikampek atau ± 3 km dari gerbang tol Cikampek, yang berbatasan langsung dengan Desa Cinangka Kabupaten Purwakarta. Situ kamojing menawarkan pemandangan yang cukup eksotis serta suasana yang alami dan asri. Suasananya yang masih alami membuat orang – orang tertarik untuk mengunjungi Situ Kamojing, baik untuk berolahraga maupun sekedar melepas penat semata. Meskipun sering dikunjungi banyak orang, tidak ada pengelolaan secara khusus yang menjadikan Situ Kamojing sebagai tempat wisata. Konon situ ini memiliki cerita asal muasal terbentuknya. Tentunya cerita tersebut merupakan cerita rakyat yang didapat dari warga yang tinggal di sekitar Situ Kamojing khususnya, ataupun secara umum warga Cikampek. Diceritakan bahwa pada zaman dahulu hidup sepasang adik kakak bernama Kamo dan Jingga. Mereka hidup dalam kebahagiaan selama bertahun – tahun. Akan tetapi kebahagiaan mereka tidak berlan...

avatar
OSKM18_16618280_Mohammad Khairul Rijal