Catatan : Maaf kalau link urlnya misleading, judulnya sempat salah soalnya. Ompu Tuan Situmorang adalah anak dan Ompunta Siraja Lontung dan Ibunya Siboru Pareme . Siraja Lontung anak dan Tuan Saribu Raja dan Ibunya Siboru Pareme. Ompu Tuan Situmorang adalah Cucu dan Tuan Saribu Raja . Ompu Tuan Situmorang salah seorang dan sembilan bersaudara (Tujuh laki-laki dua perempuan) anak dan Siraja Lontung dan Ibunya Siboru Pareme. Adapun anak dan Siraja Lontung / Siboru Pareme adalah sebagai berikut: Ompu Tuan Situmorang , Toga Sinaga, Toga Pandiangan, Toga Nainggolan, Toga Simatupang, Toga Aritonang, Toga Siregar dan Boruna, Siboru amak Pandan Kawin dengan Toga Simamora, Siboru Panggabean kawin dengan Toga Sihombing Ompu Tuan Situmorang lahir di Sabulan Kabupaten Samosir. Ompu Tuan Situmorang yang populer menurunkan marga Situmorang...
Raja Jayabaya adalah salah seorang raja besar dari Kerajaan Kediri yang berdiri pada tahun 1042-1222 di Jawa Timur. Jayabaya dikenal sebagai raja yang bijaksana dan gemar belajar, sehingga pemerintahan Beliau pun mendatangkan masa kejayaan Kediri pada tahun 1135-1157. Meskipun demikian, Raja Jayabaya ini lebih dikenal karena ramalannya mengenai masa depan Indonesia; ramalan yang dikenal dengan sebutan "Jangka Jayabaya". Jayabaya diyakini oleh banyak orang Jawa sebagai seorang keturunan langsung dari Pandawa Lima, sosok tersohor dalam agama Hindu. Ayahnya, Gendrayana, diyakini sebagai seorang putra Yudayana, putra dari Parikesit, putra dari Abimanyu, putra dari Arjuna yang adalah saudara ketiga Pandawa Lima, sedangkan Arjuna sendiri merupakan anak dari Dewa Indra. Karena hal inilah, Jayabaya diyakini memiliki kekuatan untuk membaca kejadian masa lalu dan juga masa depan. Adapun beberapa sumber juga meyakini bahwa Jayabaya adalah seorang keturunan dari Dewa Kebijaksanaan, Brahma,...
22 Desember mungkin dikenal sebagai hari ibu di Indonesia, tapi bagi orang-orang keturunan tionghoa, setiap 22 Desember memiliki makna lain yaitu saat untuk makan ronde bersama keluarga. Setiap anggota keluarga, dimulai dari ibu, akan memakan ronde dengan jumlah sesuai umur masing-masing ditambah satu. Mengapa dimulai dari ibu? Nah, sekarang saya akan memulai sebuah cerita yang menarik tentang legenda pengorbanan ibu. Alkisah, ada seorang ibu yang mempunyai anak seorang dokter. Ibu tersebut sangat menyayangi anaknya tersebut. Namun, suatu hari saat sang anak sedang mencari tumbuhan untuk dijadikan obat, dia salah mengenali tumbuhan tersebut yang ternyata beracun, dan menjadi buta. Sang ibu sangat sedih. Saat sang anak tertidur, sang ibu mencongkel matanya dan memberikan mata tersebut kepada anaknya dengan resiko sang ibu yang menjadi buta. Setelah sang anak terbangun, dia menyadari bahwa dia bisa melihat lagi, dan sadar bahwa sang ibu sudah tidak bisa melihat lagi. Sang an...
Mendoan adalah salah satu makanan khas Banyumas. Makanan berbahan dasar tempe ini biasanya disajikan bersamaan dengan teh atau kopi di saat santai. Mendoan digemari semua kalangan usia mulai dari anak-anak hingga orang tua. Selain rasanya yang gurih dan enak, mendoan mengandung gizi yang tinggi. Harganya pun relatif murah, harga 1 mendoan berkisar 1000 hingga 2000 rupiah. Di samping harganya yang murah, cara pembuatannya juga relatif mudah. Berikut cara pembuatan mendoan yang sangat lezat. Siapkan tempe mentah tipis, batang daun bawang, tepung terigu, tepung beras, air, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, ketumbar, merica butiran, dan garam (dari bawang merah hingga garam telah dihaluskan), (kuantitas bahan bervariasi, tergantung kebutuhan dan selera) Aduk tepung dengan bumbu halus, daun bawang, dan air hingga rata. Celupkan tiap potongan tempe dalam adonan tepung hingga seluruh tempe terkena adonan. Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga adon...
Cerita Utek-Utek Ugel adalah cerita teladan yang memberi gambaran tentang buruknya sifat tamak terhadap makanan maupun minuman. Namun dalam kisah Utek-Utek Ugel ini sifat ketamakan dan akibatnya ini dingongengkan dengan gambaran yang lucu dan menyenangkan dan sebagaian kisah ini diceritakan sambil dinyanyikan atau didendangkan. Kisah ini menceritakan tentang seorang pemuda berbadan gemuk yang bertubuh pendek dimana pekerjaan sehari-harinya adalah berladang. Sehabis bekerja keras mencangkul ladang, si pemuda yang bernama Utek-Utek Ugel tersebut beristirahat dan mencari makanan di hutan yang terletak di dekat ladangnya tersebut. Di sepanjang jalan menuju hutan, dia bertemu dengan tetangga-tetangganya dan tetanganya bertanya "Mau kemana?" dan Utek-Utek Ugel menjawab "Mau ke hutan sebelah selatan itu mencari buah elo". Dan tetangganya tersebut menunjukan tempat tumbuh pohon elo tersebut. Tetapi Utek-Utek Ugel kurang puas karena jumlahnya terlalu sedikit, dan dia melanjutkan perjalan...
Gatheng atau permainan Gathengan merupakan permainan tradisional asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Cara bermain Gatheng mirip dengan cara bermain bola bekel atau bekelan, namun permainan Gatheng tidak menggunakan bola. Gatheng menggunakan batu sebagai alatnya. Batu tersebut dinamakan watu gatheng yang berarti batu gatheng. Ukuran watu gatheng tidak terlalu besar, kira-kira sekitar 1 cm, seukuran dengan batu kerikil. Gatheng sudah ada sejak lama, kira-kira pada zaman Mataram (abad XVII). Putra raja Mataram pada saat itu, Raden Rangga, memiliki alat bermain watu gatheng yang berukuran lebih besar dari watu gatheng biasa. Besarnya batu tersebut membuktikan betapa saktinya Raden Rangga. Watu gatheng yang diyakini milik Raden Rangga tersebut, sekarang masih tersimpan di Kotagede, Yogyakarta. Gatheng dapat dimainkan secara perorangan maupun dalam kelompok kecil (3 – 4 orang). Kebanyakan yang bermain Gatheng adalah anak-anak perempuan. Namun seiring pe...
Acara-acara penyambut khitanan selalu jadi acara paling ramai di daerah-daerah yang masih kental akan budaya. Daerah Bandung, Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang masih sering melaksanakan acara-acara seperti ini. Biasanya anak yang akan dikhitan akan dipersembahkan beberapa rangkaian acara selama 1 atau lebih hari sebelum ia dikhitan. Diselenggarakannya acara seperti ini pada filosofinya sebenarnya hanyalah sebagai wujud syukur, atau singkatnya syukuran atas rahmat serta rizki yang telah diberikan Tuhan. Beberapa yang sering kita lihat seperti singa depok, kuda ronggeng, dan juga kendang pencak yang biasa dipertunjukkan dalam bentuk arak-arakan. Biasanya acara awal dalam rangkaian tersebut adalah melaksanakan upacara lengser yang bisa dibilang juga upacara penjemputan anak dari rumahnya. Ia kemudian akan dinaikan ke sebuah patung singa yang dipanggul oleh orang-orang. Singa ini yang sering kita lihat, disebutnya singa depok. Anak tersebut kemudian diarak keliling...
Di Desa Muara Emil, Kec. Tanjung Agung, Kab. Muara Enim, terdapat sebuah air terjun yang dinamakan air terjun Napal Carik, karena suara airnya becarik (bergemericik) dan jatuhnya ke napal (tanah keras menyerupai batu). Di Sungai Emil memang terdapat air terjun, sebab banyak curug yang menyerupai air terjun kecil. Tetapi yang sering dikunjungi dan dikenal oleh wisatawan adalah tempat pemandian dan bersembunyi Putri Dayang Rindu. Berdasarkan cerita para puyang (pendahulu) salah seorang Sultan Palembang meminta kepada seluruh masyarakat desa terutama yang berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari Sembilan untuk mengumpulkan telur. Telur akan digunakan sebagai perekat pembangunan benteng pertahanan dari serangan penjajah. Dalam perjalanan pengumpulan telur, sultan melihat banyak gadis-gadis desa yang cantik. Ia pun berniat mempersunting salah satunya sebagai istri. Ia pun memerintahkan prajurit dan hulubalangnya untuk mengumpulkan para gadis. Na...
Legenda Lasaeo adalah legenda yang menjelaskan mengenai bukit di perbatasan tentena. Dikisahkan Lasaeo adalah seorang sakti yang turun dari kayangan ke Bumi. Singkat cerita ia menikahi seorang wanita berparas cantik bernama Rumongi. Mereka hidup dan memiliki anak. Pada suatu hari, Lasaeo menyuruh istrinya untuk mengurus anaknya yang sedang mengeluarkan kotorannya. Namun, sang istri malah menolaknya yang membuat Lasaeo sangat murka (fakta: Lasaeo tidak akan mau memegang kotoran manusia). Karena murka, Lasaeo memotong kerbaunya sendiri dan konon kepalanya terbang sampai jauh di seberang danau Poso. Lasaeo pun kembali ke kayangan menggunakan tali. Mengetahui hal tersebut Rumongi pun mencoba mengejarnya dengan membawa anaknya namun saat ditengah tali, Lasaeo memotong tali tersebut sehingga mereka berdua terjatuh. Mereka terjatuh diperkirakan di perbatasan Tentena dan terlilit. Itulah mengapa masyarakat sekitar percaya bahwa jika membawa anak kecil di perbatasan tersebut mereka harus men...