Acara-acara penyambut khitanan selalu jadi acara paling ramai di daerah-daerah yang masih kental akan budaya. Daerah Bandung, Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang masih sering melaksanakan acara-acara seperti ini. Biasanya anak yang akan dikhitan akan dipersembahkan beberapa rangkaian acara selama 1 atau lebih hari sebelum ia dikhitan. Diselenggarakannya acara seperti ini pada filosofinya sebenarnya hanyalah sebagai wujud syukur, atau singkatnya syukuran atas rahmat serta rizki yang telah diberikan Tuhan.
Beberapa yang sering kita lihat seperti singa depok, kuda ronggeng, dan juga kendang pencak yang biasa dipertunjukkan dalam bentuk arak-arakan. Biasanya acara awal dalam rangkaian tersebut adalah melaksanakan upacara lengser yang bisa dibilang juga upacara penjemputan anak dari rumahnya. Ia kemudian akan dinaikan ke sebuah patung singa yang dipanggul oleh orang-orang. Singa ini yang sering kita lihat, disebutnya singa depok. Anak tersebut kemudian diarak keliling desa atau kampung bersama warga yang ikut bergabung dalam antusiasme. Beberapa kesempatan sering kita lihat adanya kuda ronggeng atau semacam kuda lumping di belakang singa depok yang diarak. Arak-arakan inipun akan berhenti sekali-sekali di tempat yang penuh keramaian untuk melakukan pertunjukan sambil menempuh rute kembali ke rumah si anak.
Sesampainya kembali di rumah sang anak, ada juga acara tambahan seperti kendang pencak. Acara ini tak ubahnya seperti pertunjukan pencak silat, hanya berbeda dalam aliran beladiri dan apa yang ditunjukkan. Tak lupa juga sering diadakan tabligh akbar pada malam sebelum khitanan untuk memenuhi rasa keagamaan sekaligus memberi doa-doa baik kepada si anak.
Besarnya acara penyambut khitanan seperti ini tentu bukan tanpa biaya. Karena itulah, acara seperti ini seperti event eksklusif yang hanya bisa diadakan oleh segelintir orang dan sesekali di daerah tersebut. Maka dari itu setiap kali acara ini diadakan, selalu saja ada banyak orang yang berbondong-bondong ikut masuk dalam euforia kesenangan yang meriah. Sesekali, bukan?
#OSKMITB2018
Cara Membatalkan Transaksi Pinjaman (AdaKami) Kamu bisa menghubungi layanan Live Chat via WA((+62821=6213=907)). jelaskan dengan baik alasan ingin melakukan Pembatalan, lalu siapkan data diri anda seperti KTP, dan ikuti langkah-langkah Pembatalan yang di instruksikan oleh customer service melalui WA.
Berikut ini cara membatalkan pinjaman (EasyCash), Silahkan hubungi Customer Service(O822=9567•411O, melalui Live Chat via WhatsApp, dan Siapkan data diri seperti KTP" dan ikuti instruksi yang diberikan oleh agen customer service untuk melanjutkan proses Pembatalan anda.
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...
Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...