Tari Salipuk adalah tarian asli dari kota Nganjuk, tarian ini ditarikan oleh sepasang muda mudi yang berarti tarian pergaulan Tari Salipuk adalah pengembangan dari Tari Tayub yang sebelumnya sudah ada di Nganjuk, Tari ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda yang berawal dari pengamen yang bernama Salipuk, pekerjaan setiap hari adalah berkeliling kampung untuk menghibur orang sambil membawa kendang. Orang-orang sangat menyukai hiburan yang diberikan oleh Salipuk, sehingga dia sering dipanggil ke kampung-kampung untuk menghibur orang. Lalu dia akhirnya mengembangkannya menjadi tari yang berpasangan. Sampai saat ini tari Salipuk masih banyak ditarikan pada acara-acara tertentu seperti acara resmi, acara perkawinan atau pada saat upacara adat. Meskipun tarian ini hanya melibatkan dua orang, tetapi atraksi tari ini membutuhkan tempat yang luas karena gerakannya sangat dinamis dan penarinya harus berlari kesana-kemari. Tari Salipuk menggunakan iringan musik tradisional Jawa dengan te...
Pada umumnya, bakwan kawi dijual dengan gerobak berwarna tosca bertuliskan "BAKWAN KAWI". Walaupun makanan ini memiliki nama dengan embel-embel 'khas Malang', namun tidak jarang bakwan kawi ditemukan di kota-kota lain selain Malang. Bahkan di Yogyakarta sendiri, makanan ini dapat ditemukan di mana-mana dan menjadi makanan yang cukup populer. Bakwan kawi merupakan makanan yang cukup sederhana karena bahan utamanya hanya menggunakan tepung yang direbus atau digoreng dan terkadang dibalut dengan tahu. Tidak jarang juga ada pilihan bakso kecil untuk menambah nutrisi pada makanan ini. Namun, pilihan yang ada pada makanan bakwan kawi hanya 4 jenis itu. Sebelum disajikan, bakwan kawi biasanya dipotong-potong seukuran mulut terlebih dahulu. Makanan ini disajikan bersama kuah kaldu sapi berwarna bening dan biasanya ditambah dengan daun bawang ditambah kecap atau sambal, sesuai dengan selera kita masing-masing. Bakwan kawi ini juga merupakan alternatif makanan murah karena dapat d...
Ayam arak atau yang dalam bahasa tradisional Tio Ciu disebut Koi Ciu adalah makanan tradisional suku Tionghoa asal Pontianak. Koi Ciu dimasak dengan arak dan daun kacangma. Menurut kepercayaan, makanan ini bagus untuk kesehatan tubuh,terutama untuk para perempuan Tionghoa yang baru melahirkan anak yang biasa kita sebut sebagai masa nifas. Dipercaya demikian karena koi ciu dimasak dengan arak yang dipercaya oleh orang Tionghoa manfaatnya bagus untuk kelancaran peredaran darah. Tradisi dan kepercayaan ini sudah ada turun temurun dari nenek moyang pada zaman dulu. Karena itu orang Tionghoa Pontianak biasanya tidak minum jamu untuk melahirkan dan lebih percaya makan koi ciu. Selain itu, koi ciu juga menjadi makanan di acara-acara perayaan orang Tionghoa Pontianak karena berbagai manfaat baik yang dipercaya serta rasanya yang enak. * Bahan yang diperlukan untuk membuat koi ciu : 1. Ayam 2. Daun kacangma 3. Arak putih 4. Air secukupnya 5. Garam secukupnya * Cara memasa...
Singa Depok merupakan kesenian daerah Subang, Jawa Barat. Kesenian singa depok ini menjadi hiburan bagi keluarga yang mengkhitan anaknya. Biasanya anak yang dikhitan naik ke atas punggung singa lalu berkeliling sekitaran rumahnya. Untuk meramaikan suasana, biasanya singa depok diiringi gamelan khas Jawa Barat. Gerakan yang disajikan menghibur, sehingga menarik untuk ditonton. Biasanya, anak yang dikhitan mengenakan pakaian khas lengkap mengenakan sarung batik, keris, dan bendo di kepala. Sisingaan digotong oleh orang dewasa sebanyak empat orang. Dengan iringan gamelan, sisingaan mulai menari-nari, bergerak ke segala arah. Tak hanya sisingaan saja yang dibopong, gamelan tradisional pun turut di bopong dan ditabuh harmonis. Alat musik tradisional yang biasa dipakai, antara lain; Bonang (Ketuk), Kendang Indung, Kliningan, Tarompet (Ter...
Kitab Waruga Jagat merupakan sebagian kecil dari isi naskah yang tersimpan di Museum Yayasan Pangerang Sumedang (YPS) di Sumedang. Bagian yang lainnya dari naskah tersebut merupakan semacam perimbon, yang isinya terdiri dari bermacam-macam hal, sebagai catatan yang berhubungan dengan ilmu kebatinan. Naskah tersebut tidak berasal dari kertas biasa, melainkan dari bahan yang dikenal dengan nama “kulit sach”, sejenis daluang yang terbuat dari kulit kayu. Hingga kini pembuatan daluang dari kulit sach itu masih diproduksi orang di daerah Wanaraja, kabupaten Garut, dipergunakan sebagai alat pembungkus. Naskah itu berukuran kwarto, yang tidak mengenai KWJ tertulis dalam huruf ‘pegon’ (Arab Jawa) dengan bahasa Jawa-Sunda, tebalnya hanya terdiri dari atas 12 lembar. Kecuali sebuah naskah yang tersebut diatas, pada YPS, tersimpan pula dua buah naskah yang lain, sebuah di antaranya ialah Silsilah Keturuna...
Empal gentong merupakan salah satu makanan khas dari daerah Cirebon . Makanan ini sudah menjadi makanan yang ikonik bagi cirebon . Empal gentong berasal dari desa Battembat, kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Empal memiliki arti sebagai gulai dicirebon .Bentuk empal gentong menyerupai gulai dengan potongan potongan daging sapi , babat , dan usus . Empal gentong ini dinamai seperti ini karena gulai yang dimasak dalam gentong atau kuali yang biasa terbuat dari tanah liat . Bahan bakarnya pun masih menggunakan kayu bakar . Empal gentong biasa dimakan bersama dengan lontong ataupun nasi . Lontong menurut orang cirebon adalah beras yang dimasukkan kedalam daun pisang yang sudah dibentuk menjadi silinder .Cabai yang digunakan untuk empal gentong merupakan cabai kering yang dibuat menjadi seperti bubuk . Selain itu empal gentong juga biasa disantap dengan kerupuk rambak . Kerupuk rambak adalah kerupuk kulit biasa dibuat dari sapi . Sekarang ini sudah banyak tempat...
LEGENDA DANAU TOBA Danau Toba adalah sebuah danau yang terletak provinsi Sumatera Utara. Danau ini adalah sebuah danau vulkanik dimana terdapat sebuah pulau besar tepat berada ditengah-tengahnya yakni Pulau Samosir. Taat kala ceritanya bermula dari dahulu kala di sebuah desa di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara, hiduplah seorang laki-laki bernama Toba yang hidup seorang diri di sebuah gubuk yang kecil. Toba adalah seorang laki-laki yang rajin berkerja setiap hari, kegiatannya adalah menanam sayur di kebunnya sendiri. Hari demi hari dan tahun...
Gedung Linggarjati Gedung linggarjati merupakan salah satu peninggalan sosial budaya karena di gedung linggarjati ini telah terjadi perundingan antara pihak Belanda dan pihak Indonesia untuk usaha mempertahankan kemerdekaan RI yang dikenal sebagai perundingan Linggarjati. Pada awalnya gedung ini berbentuk gubuk yang dimilki oleh seorang janda yang bernama Jasitem pada tahun 1918. Lalu Ia menikah dengan seorang pria Belanda yang memiliki pabrik gula di Cirebon bernama Garsana, kemudian mereka pindah ke Belanda. Gubuk ini pun dijual kepada bangsa Belanda bernama Tersana dan dibangun menjadi semi permanen (setengah bata dan setengah bilik) pada tahun 1921. Lalu tahun 1930 dibangun menjadi permanen dan menjadi rumah tinggal keluarga Mr Jacobus (Koos) Johannes Van Os. Tahun 1935 dikontrak oleh Theo Huitker dan dijadikan hotel bernama “Rustoord”. Jepang menjajah Indonesia pada tahun 1942 dan kemudian Hotel ini diganti namanya menjadi Hotel &l...
Pada jaman dahulu kala, di sebuah kerajaan di Jawa Barat, hiduplah seorang putri raja yang sangat cantik jelita bernama Dayang Sumbi. la sangat gemar menenun. Suatu hari, ketika sedang menenun, benang tenunnya menggelinding keluar rumah. Gadis itu berucap, "Ah, benangku jauh sekali jatuhnya. Siapa pun yang menggambilkan batang tenunku, kalau ia perempuan akan kuangkat sebagai saudara. Kalau laki-laki, ia akan menjadi suamiku." Tiba-tiba, datanglah seekor anjing membawakan benang miliknya. Anjing tersebut bernama si Tumang. Dayang Sumbi pun terpaksa memenuhi janjinya. Mereka pun menikah. Ternyata, si Tumang adalah titisan dewa yang dikutuk menjadi binatang dan dibuang ke Bumi. Waktu berlalu, Dayang Sumbi pun hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan yang diberi nama Sangkuriang. Suatu hari, Dayang Sumbi menyuruh Sangkuriang untuk berburu mencari hati kijang. Sangkuriang pun berangkat ke hutan ditemani si Tumang. Setelah berburu sepanjang...