Adat Nusantara
529 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Hiou Simalungun
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Utara

Kain Adat Suku Simalungun disebut HIOU . Sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, pakaian adat suku Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Ulos (disebut Uis di suku Karo). Kekhasan pada suku Simalungun adalah pada kain khas serupa Ulos yang disebut Hiou dengan berbagai ornamennya. Hiou pada mulanya identik dengan jimat dipercaya mengandung “kekuatan” yang bersifat religius magis dan dianggap keramat serta memiliki daya istimewa untuk memberikan perlindungan. Menurut beberapa penelitian penggunaan ulos oleh suku bangsa Batak, memperlihatkan kemiripan dengan bangsa Karen di perbatasan Myanmar, Muangthai dan Laos, khususnya pada ikat kepala, kain dan ulosnya.Secara legenda hiou dianggap sebagai salah satu dari 3 sumber kehangatan bagi manusia (selain Api dan Matahari), namun dipandang sebagai sumber kehangatan yang paling nyaman karena bisa digunakan kapan saja (tidak seperti matahari, dan tidak dapat membakar (seperti api). Seperti suku lain di rumpun...

avatar
OSKM18_16718417_putri anggreyani
Gambar Entri
Sibolang Situlo Tuho
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Utara

Fungsinya sama dengan sibolang pada umumnya. Digunakan pada upacara adat suka cita maupun duka. Dalam acara suka cita, warna putih lebih menonjol dan dominan, dan disebut dengan  ulos ragi sibolang pamontari . Ulos jenis ini antara lain diberikan kepada pengantin saat acara pernikahan. Melambangkan harapan agar si penerima ulos tersebut memperoleh cucu, kekayaan dan kehormatan. Ulos ragi sibolang dengan warna hitam yang dominan biasanya diberikan oleh paman kepada keponakannya yang meninggal pada usia muda, serta sebagai tanda duka cita kepada seseorang yang ditinggal mati pansangannya sebelum memperoleh cucu dari semua anaknya.   Sumber : Koleksi Torang Sitorus OSKM2018

avatar
OSKM18_19818001_Febrita Rebecca Tiurma SIregar
Gambar Entri
Beras Ditabur, Ikan Mas Diberi
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Dalam adat-istiadat suku-suku di Sumatera Utara, yaitu Batak, dikenal istilah menabur beras dan memberi ikan mas. Apa makna sebenarnya dari kebiasaan ini?   Menabur beras bagi masyarakat Batak adalah suatu ritual yang dilakukan oleh seorang orang tua atau pun orang yang dihormati/dituakan kepada anaknya atau orang yang lebih muda ketika ia akan melakukan sesuatu yang besar. Pada zaman dahulu, ritual ini dilakukan kepada panglima yang akan memimpin perang dan kepada calon raja yang akan naik tahta. Saat ini, penaburan beras dilakukan terhadap seseorang yang akan melakukan sesuatu yang dianggap sulit, istimewa, ataupun suci, misalnya anak yang akan merantau, seseorang yang akan ujian, seseorang yang akan dilantik menjadi pejabat, dan sebagainya.   Penaburann beras dilakukan dengan keadaan sebagai berikut. Sang pejuang akan duduk dengan posisi lebih rendah daripada penabur. Lalu penabur menggenggam beras yang sudah disediakan dan menaburkannya ke kepala sang p...

avatar
OSKM18_16918148_David Pardede
Gambar Entri
Ulos Sumber Kehangatan Suku Batak
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Utara

           Ulos adalah salah satu pakaian tradisional adat batak. Ulos dibuat menggunakan alat tenun. Ulos memiliki banyak jenis, jenisnya dibedaka berdasarkan bentuk ragam hias kain tersebut. Warna dominan kain ulos adalah merah dan hitam. Awalnya ulos hanya dipakai dalam bentuk selendang yang digunakan dalam acara adat. Tetapi kini ulos sudah banyak dibentuk menjadi sarung bantal, alas meja, gorden, dll. Ulos telah ditetapkan sebagai warisan kebudayaan tak benda nasional sejak tanggal 17 Oktober 2014 dan sedang gencar dijadikan warisan budaya dunia melalui UNESCO, tak banyak yang tahu filosofi sebenarnya dari ulos. Selain nilai estetika, pada sehelai ulos juga terapat nilai seni, sejarah, religi, dan budaya. Tiap motif, pilihan warna, jenis, hingga cara pemakaian dan pemberian ulos, semua punya makna yang berbeda beda. Secara garis besar, ulos memiliki makna kehidupan dan representasi semesta alam. Ulos juga simbol restu, kasih sayang dan...

avatar
OSKM18_16018263_SANDI DAVID TAMBUNAN
Gambar Entri
Sijagaron
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Sijagaron adalah sebuah keranjang dari rotan (ampang) yang berisi dengan padi yang kurang lebih setengah kaleng, daun beringin, daun pohon sangkar, daun bunga bakung, hariara, ompu-ompu, silunjang, dan pilo-pilo. Selain itu, disediakan sebuah cawan berisi beras, telur ayam kampung yang masih mentah, dan kemiri yang masih berkulit. Sijagaron ini diperuntukkan bagi seseorang yang telah meninggal yang telah memiliki cucu. Sijagaron kemudian diletakkan di bagian atas kepala orang meninggal (di samping peti arah kepala). Selama belum dikebumikan, sijagaron selalu diletakkan di sana. Pada saat peti dibawa keluar rumah saat acara adat, sambil menortor, sijagaron dijunjung oleh menantu anak yang paling tua. Sambil menjunjung sijagaron tersebut, orang yang membawanya akan mengelilingi peti sebanyak bilangan ganjil, baik tiga kali maupun tujuh kali. Setelah selesai berkeliling, sijagaron diletakkan kembali pada sebuah meja yang terletak di arah kepala orang yang meninggal. Sijagaron dilet...

avatar
Oskm2018_19918194_carmelina
Gambar Entri
Boras Sipir ni Tondi
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Tradisi Boras Sipir ni Tondi merupakan tradisi orang Batak yang sudah lama ada, biasanya simbol yang digunakan adalah beras. Tradisi ini biasanya digunakan dalam acara perkawinan, memasukin rumah baru, acara pembatisan anak, dan memberkati orang.  “ Arti kata Boras = Beras   Pir = Keras   SiPir ni = Kuat   Tondi = Jiwa atau Roh   Jadi, Boras sipir ni tondi = Beras untuk menguatkan roh atau jiwa tradisi ini sangat sering dipergunakan oleh orang Batak . Dahulu maksud dari Boras Sipir ni Tondi adalah beras sebagai simbol untuk menguatkan roh, tapi sekarang pengertian itu sudah mulai tidak dipergunakankan lagi. Tradisi Boras Sipir ni Tondi bisa dipergunakan dalam acara atau ritual tertentu, yaitu :   · Memasuki rumah baru   · Acara adat pernikahan   · Terjadinya suatu kejadian atau peristiwa   · Memberkati orang   · Ac...

avatar
Timothysimbolon
Gambar Entri
Mengenal Prosesi Pernikahan Melayu Deli
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Suku Melayu Deli merupakan suku yang berdomisili di Medan, tepatnya Deli Serdang. Dalam prosesi pernikahannya, Melayu Deli mempunyai ritual yang unik. Adapun tahap pertama yaitu "Risik Kecil". Risik kecil adalah proses mengutus seseorang untuk mencari tahu keadaan si perempuan, biasanya dilakukan pihak terdekat dari keluarga laki-laki. Tahap ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Selanjutnya tahapan kedua yaitu "Meminang". Pada saat peminangan, disebutkan syarat-syarat adat yang diminta pihak keluarga perempuan yakni: mahar, perlengkapan kamar pengantin, pakaian, uang kasih sayang, dll. Apabila pihak laki-laki sanggup, maka diadakan acara tukar tepak antara kedua belah pihak keluarga sebagai tanda pinangan diterima. Tahap ketiga yaitu "Ikat Janji", untuk membicarakan pelunasan syarat-syarat yang diminta keluarga perempuan. Selain itu, si perempuan diberi cincin sebagai pengikat tanda. Tahap keempat adalah "Akad Nikah", yang merupakan inti dari...

avatar
Oskm_16218082_ghea
Gambar Entri
Si Raja Lontung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Pada suatu hari, di tengah Hutan Uludarat, Sumatera Utara, seorang wanita bernama Siborupareme sedang dalam penantian akan kelahiran atau kematian bayi yang sedang dikandungnya. Kehamilan Siborupareme ini merupakan kehamilan terlarang dalam adat orang Batak. Ia dihamili oleh Sariburaja, kakak laki-lakinya sendiri. Hal tersebut merupakan pelanggaran yang teramat serius dan berat. Hukuman yang harus diberikan terhadaap pelanggaran tersebut adalah hukuman mati bag mereka berdua. Namun, karena dalam kondisi hamil, Siborupareme tidak boleh dibunuh. Itulah sebabnya ia dibuang ke Hutan Uludarat (sekarang daerah Sabulan, Sumatera Utara) dengan maksud supaya ia mati kelaparan atau dimakan harimau. Hutan tersebut memang dikenal sebagai markas hewan buas, terutama harimau.  Ketika sedang menantikan anaknya, Siborupareme ini didatangi seorang harimau yang pincang (kerap disebut dengan nama Harimau Babiat/Babiat Siltepang oleh masyarakat lokal). Harimau tersebut mengaum dan meraung samb...

avatar
Oskm2018_16918144_justindavid
Gambar Entri
Lemang pulut flamboyan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Lemang pulut flamboyan banyak ditemukan di daerah Medan Tuntungan. Lemang ini biasanya dijadikan santapan saat acara adat maupun menu berbuka puasa.Konsumen biasanya menikmati lemang yang dibakar. Pembuatan lemang masih tradisional.Beras pulut dicampur santan dimasukkan ke dalam tabung bambu lalu dibakar atau dimasak. Dan kreasi makanan lemang paling terkenal adalah lemang dicampur durian. OSKM18

avatar
OSKM18_16718226_[Marcella]