Tari Dalling adalah tarian tradisional yang berasal dari Suku Bajau, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Tarian ini termasuk salah satu tarian tradisional yang hampir punah. Tarian ini diiringi dengan gamelan dan biasanya disajikan saat menyambut tamu kehormatan. Keunikan dari busana Tari Dalling adalah aksesoris yang dipakai di setiap jari penari. Aksesoris ini berbentuk panjang sehingga gerakan lengan dan jari lebih terlihat. Gerakan penari gemulai namun jelas. #OSKMITB2018
Suku Kenyah adalah suku Dayak [2] yang termasuk rumpun Kenyah-Kayan-Bahau yang berasal dari dataran tinggi Usun Apau, daerah Baram, Sarawak . Dari wilayah tersebut suku Kenyah memasuki Kabupaten Malinau , Kalimantan Timur melalui sungai Iwan di Sarawak terpecah dua sebagian menuju daerah Apau Kayan yang sebelumnya ditempati suku Kayan dan sebagian yang lainnya menuju daerah Bahau . Pergerakan suku ini menuju ke hilir akhirnya sampai ke daerah Mahakam dan akhirnya sebagian menetap di Kampung Pampang Samarinda Utara, Samarinda . Sebagian lagi bergerak ke hilir menuju Tanjung Palas. Suku Kenyah merupakan 2,4% penduduk Kutai Barat . [3] Suku Kenyah terbagi menjadi Kenyah Dataran Rendah dan Kenyah Dataran Tinggi /Usun Apau Kenyah. Seni budaya suku Kenyah sangat halus dan menarik, sehingga ragam seni hias banyak dipakai pada bangunan-bangunan di Kalimantan Timu...
Tahukah Anda, Legenda Puteri Petung ? Putri Petung adalah mitologi penduduk Paser (Kalimantan Timur) yang diyakini sebagai pemimpin atau ratu pertama kerajaan Sadurengas. Konon di daerah Paser penduduknya masih sederhana kehidupannya. Belum memiliki tata aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Keadaan penduduk tidak tentram tidak menentu, saling silang tikai. Dan disebabkan karena belum adanya pemimpin atau belum ditemukannya seorang yang dapat dijadikan pemimpin mereka. Di situlah banyak masyarakat yang sering terjadi pertikaian kesalahpahaman dan pembunuhan yang tidak bisa terelakkan. Dan masyarakat sering berpindah ladang dan pindah tempat, tidak ada kepastian dalam kehidupan. Masyarakat berburu hewan untuk dimakan bersama keluarga dan dibagi rata dengan teman-temannya. Ditengah kehidupan yang sarat pertikaian dan pertentangan, muncul lah dua orang yang oleh masyarakat tidak diketahui asal-usulnya. Pastinya, kedua orang tua itu bukan masyarakat atau orang yang berada di l...
Mohon bantuannya agar dapat menyempurnakan artikel ini. ---------- Menurut cerita yang diturunkan dari mulut ke mulut, terdapat seorang kerabat Sultan Kutai yang bernama Aji Pao. Salah satu versi cerita adalah sebagai berikut: Aji Pao dengan semangat dan tekad bersama orang-orang kepercayaannya berkelana mencari tempat baru untuk bermukim, berburu, dan bertani. Sampailah Aji Pao daerah sungai yang konon dijaga oleh 3 makhluk yang bergelar 'Sang". Salah satu anak sungai Api-api dijaga oleh Sang Attak, dimana daerah tersebut sekarang disebut Sangatta. Satu anak sungai yang lain dijaga oleh Sang Kima sehingga daerah tersebut sekarang disebut Sangkimah. Yang ketiga adalah Sang Antan yang juga menjaga salah satu anak sungai, sehingga daerah tersebut sekarang disebut Santan. Aji Pao meminta kepada ketiga Sang daerah untuk bermukim, bertani, berburu, dan mengolah hasil hutan. Permintaan ini dikabulkan. Bahkan oleh ketiga Sang, Aji Pao beserta orang-orangnya dijanjikan k...
Upacara adat naik ayunan merupakan peninggalan kenang-kenangan dari Imam Mempawa (Sayyid Ahmad Khairuddin), yang merupakan seorang ulama penyiar Islam di Kerajaan Sadurengas/Kesulthanan Paser. Upacara ini dilakukan sebagai permulaan seorang bayi naik buaian atau ayunan. Dalam upacara tersebut dinyanyikan "Nyanyian Fatimah", yang syairnya sebagai berikut: Bismillahi Rahmanir Rahim Huu Allah, Allah wal awwal, Allahu huu wal akhir Allah huu, Allah Allahu wal bathin, Allahu wadh-dhahir Allah huu, Allah maidamdam ilham Allah huu, Allahu, air zamzam karamdllaut bahaarullah Upacara adat naik ayunan dilakukan dengan cara sebagai berikut: Ayunan atau buaian khas dari batang kayu nibung dihiasi anyaman daun lontar dan janur kuning (tergantung dengan ikatan pada kedua ujungnya). Pada tengah-tengah kayu ayunan, digantung sepotong kayu yang telah dipotong dengan bentuk tertentu (kurang lebih 40 cm) dengan ikatan pada kedua ujungnya. Pada sepotong kayu tersebut...
Sungai Kandilo Cipt. NN Sungai Kandilo kenangan manis belokukewot Kunoit turi kunoit nupi langkananganku Oke none kumalan oro Oke none kuloloaut Kaseh kumapos lotongyo podiangaru Seku moko kesowot terus Seku moko kunopiterus Belo takeo pengkono keduo derang Translasi Sungai kandilo kenangan manis, tak terlupakan Kubawa tidur terbawa mimpi kenangan ku Oh kenapa ku pergi kesana Oh kenapa ku tinggal pulang Kekasih ku mati di telan arus Kenapa ku ingat terus Kenapa kumimpi terus Aku tak ingin terulang kedua kali Partitur Source : http://marwanashabi.blogspot.com/2017/05/nyanyian-rakyat-kaltim-paser.html http://yayasanmusikpelanginusa.blogspot.com/2012/11/not-angka-dan-lirik-lagu-sungai-kandilo.html Lagu : https://www.youtube.com/watch?v=J7KQxmMhoVY #OSKMITB2018
Asal-usul nama Kota Tanah Grogot berdasarkan cerita setempat tidak dapat dilepaskan dari peristiwa sejarah di Sulawesi Selatan . Menurut Lontara Wajo dikisahkan ketika Raja Bone La Patau Matanna Tika mengundang Arung Matoa Wajo La Salewangeng untuk menghadiri pesta melubangi telinga putrinya. Bersamaan dengan itu ikut pula La Madukelleng . Sebagaimana kebiasaan bahwa sudah menjadi kegemaran bangsawan Bugis dalam setiap pesta raja-raja pada masa dahulu sering mengadakan pesta sabung ayam. Pada pelaksanaan sabung ayam tersebut terjadi ketidakadilan dalam penyelenggaraan acara, saat ayam putera Raja Bone mati dikalahkan oleh ayam Arung Matowa Wajo. Kemenangan itu tidak diakui oleh orang Bone dan mereka berpendapat bahwa pertarungan tersebut sama kuatnya. Hal ini menyebabkan terjadinya keributan dan berujung pada perkelahian yang...
Pakaian adat untuk wanita dinamakan Ta'a dan untuk para lelakinya bernama sapei sapaq. Biasanya pakaian adat tersebut digunakan saat acara besar dan menyambut tamu agung. Ta'a terdiri dari da'a yaitu semacam ikat kepala yang terbuat dari pandan yang umumnya digunakan oleh orang tua. Atasan atu baju yang mereka kenakan disebut sapei inoq dan bawahannya berupa rok yang disebut dengan Ta'a. Baik atasan maupun bawahan semua dihiasi dengan manik-manik agar terlihat cantik. Wanita yang memakai ta'a ini biasanya dilengkapi dengan uleng atau hiasan kalung manik sampai bawah dada. Sedangkan untuk para lelaki masyarakat Dayak mengenakan pakaian yang disebut dengan Sapei sadaq dengan corak dan motif yang hampir sama dengan pakaian adat perempuan dayak. Namun, pada sapei sapaq atasan dibuat rompi dan bawahannya adalah cawat yang disebut abet kaoq. Umunya , para pria dayak melengkapi penampilan mereka dengan mandau ayng terikat pada pinggang mereka. Pada umumnya , tidak ada perbedaan mencolok d...
Didalam adat Dayak penyakit selain disebakan oleh faktor alamiah diyakini juga disebabkan oleh roh-roh halus atau dalam bahasa Dayak Ngajunya disebut TALUH / KAMBE. Roh-roh ini dapat mengganggu seseorang dan memberikan perbagai masalah atau penyakit. Untuk menenangkan roh halus ini maka dibuat suatu media khusus tujuannya untuk memindahkan roh-roh halus tadi ke tempat yang lain dan akan diberikan sesaji untuk menenangkannya. Salah satu yang dikenal oleh Dayak Paser adalah PENGUNDUR suatu bangunan kecil yang tujuannya sebagai tempat persembahan bagi roh halus tadi. Adat Dayak yang lain juga mengenal hal yang sama hanya dengan nama yang berbeda, misal dalam adat Dayak Ngaju disebut ANCAK. Ada tiga jenis PENGUNDUR dalam budaya Dayak Paser: 1. PENGUNDUR berbentuk manusia dari ukiran kayu PENGUNDUR Dalam adat kanaytn dikenal dengan istilah TAMAK atau patung NYADIRI dalam adat Dayak Ngaju. Pengundur jenis ini digunakan untuk prosesi penyembuhan dimana sebu...