Anak
5.726 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
ASAL USUL NAMA IRIAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Papua

Sebelum pemekaran wilayah provensi, Provensi Papua Barat dan Provensi Papua menjadi satu wilayah provensi, yaitu Irian Jaya yang merupakan wilayah provensi paling timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini (New Guinea). Menurut kisah legenda rakyat di Manokwari bahwa nama “Irian” yang dalam bahasa Biak artinya “Panas” tersebut berasal dari dari ucapan pertama kali seorang anak bernama Konori yang mempunyai ayah bernama Mananamakrdi. ∞∞∞ Alkisah , di Kampung Sopen, Biak Barat tinggal sebuah keluarga yang memiliki beberapa anak laki-laki. Salah satu anak tersebut bernama Mananamakrdi . Ia sangat dibenci oleh saudara-saudaranya karena seluruh tubuhnya dipenuhi kudis, sehingga siapa pun tak tahan dengan baunya. Maka, saudara-saudaranya selalu meminta Mananamakrdi tidur di luar rumah. Jika Mananamakrdi melawan, t...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
ASAL USUL KERANG NIMBORAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Papua

Nimboran merupakan sebuah kampung di daerah pedalaman Papua, Indonesia, yang terkenal memiliki banyak kerang laut. Menurut cerita, keberadaan  kerang-kerang laut di Kampung Nimboran disebabkan oleh suatu peristiwa ajaib. ∞∞∞ Alkisah , di Desa Congwei, di daerah pantai utara Papua, hiduplah seorang pemuda bernama Wei . Masyarakat sekitar memanggilnya Tangi , yaitu seekor ular  jadi-jadian. Jika siang hari ia berwujud ular besar, dan pada malam harinya berwujud manusia. Ia dapat berbicara serta makan dan minum layaknya manusia biasa.   Menurut cerita, Wei datang dari langit menuju ke bumi melalui sebuah pohon yang disebut Ganemu , yaitu sejenis pohon yang buahnya enak dimakan . Ia  tinggal di dalam sebuah gua yang menghadap ke laut dan membelakangi bukit di dekat pohon Ganemu tersebut. Ia memilih tinggal di gua itu agar mudah mencari ikan dan terlindung dari udara ding...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Bessing
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Bessing, adalah salah satu jenis senjata tajam yang terbuat dari besi/logam. Bila bessing terpasang pada sebuah/sebatang gagang yang terbuat dari kayu berukuran cukup panjang, sehingga peng gunaannya mirip dengan lembing (lihat gambar 1) Bentuk tombak seperti di atas ini dapat ditemukan pula di berbagai daerah lainnya dalam wilayah Propinsi Sulawesi Selatan. Namun, kesamaan bentuk tidaklah berarti seluruh unsurnya pun sama. Perbedaan antara satu daerah dan daerah lain biasanya tercakup sama dalam hal arti simbolik. Bessing sebagai alat untuk menyerang lawan dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, bessing ditusukkan atau disodokkan ke badan lawan. Kedua bessing dilontarkan ke arah lawan sebagai mana halnya penggunaan lembing. Sawerigading (lihat tulisan Pananrangi Hamid: 1986), sedangkan bessing sebagai senjata sodok atau tusuk masih terjadi sampai zaman revolusi fisik untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diproklamirkan. Bahkan, senjata bessing tersebut masih...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Alameng
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Alameng, ialah senjata menyerupai kelewang, namun penggunaannya diletakkan (lihat gambar 3). Bentuk alameng ini dikenal hampir di seluruh wilayah pemu kiman suku Bugis. Hal ini tidak mengherankan karena sejak zaman yang silam alameng termasuk salah satu jenis senjata tradisional yang selalu digunakan dalam pertempuran. Alameng adalah salah satu jenis senjatra tradisional yang digunakan untuk menyerang lawan. Dalam hal ini, alameng sebagai senjata untuk menyerang, cara penggunaannya ialah menetakkan nya atau membacokkannya ke badan lawan. Senjata ini pun ter masuk salah satu alat perang di zaman dahulu kala. Namun, se karang tidak digunakan lagi untuk tujuan perang. Dalam konteks kehidupan budaya, selain untuk berperang alameng dianggap mempunyai tujuan-tujuan tertentu, yaitu: perdamaian/persahabatan, ekonomi, politik, religious dan lain sebagainya. Tujuan penggunaan alameng tersebut berkaitan dengan fungsi fungsinya sebagai alat yang dianggap mempunyai arti dan makna tertentu da...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Tappi’ (keris)
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Selatan

Tappi’, adalah senjata tajam berupa keris yang terbuat dari besi. Senjata ini disebut pula "gajang”. Bentuk semakin ke ujung semakin kecil dan akhirnya meruncing (lihat gambar 4). Dari hasil studi kepustakaan dapat diketahui bahwa bentuk senjata tajam seperti ini terdapat hampir di seluruh kawasan kepu lauan Indonesia, meskipun motif/ragam hiasnya berbeda satu dan lainnya. Penggunaan tappi yang disebut keris ialah untuk menusuk lawan. Jelaslah, bahwa senjata tradisional jenis keris tersebut merupakan salah satu alat untuk membunuh lawan, baik dalam arena pertarungan perorangan maupun di dalam perang massal. Pada zaman dahulu hampir setiap orang di daerah Bone memiliki, menyimpan dan menggunakan keris sebagai senjata. Tappi’, mempunyai fungsi kekerabatan yang lebih spesifik jika dibandingkan dengan jenis-jenis senjata tradisional lainnya. Keunikannya, karena tappi dapat berfungsi sebagai pengganti diri bagi pemiliknya. Hal ini, tercermin antara lain dala...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
LA UMMASA' SI PANDAI BESI DARI TANAH BONE
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Siapa yang tak kenal La Ummasa'? bagi mereka yang sering membaca sejarah tidaklah asing baginya. La Ummasa' punya dua gelar, Dia punya kelebihan dan kepandaian pada masanya. Dari catatan Lontara' Akkarungeng ri Bone, LA UMMASA' Raja Bone ke-2 (1365-1368), disebutkan bahwa Dialah yang menggantikan ManurungE ri Matajang sebagai Arung Mangkaue ri Bone. Beliau digelari PETTA PANRE BESSIE karena Raja Bone inilah yang mula-mula menciptakan alat dan perkakas dari besi di Bone dan kalau bepergian, hanya dinaungi dengan KALIYAO (tameng) untuk melindunginya dari teriknya matahari. LA UMMASA' lahir dari hasil pernikahan Manurungnge ri Matajang Raja Bone ke-1 (1330-1365) dengan Manurungnge ri Toro yang bernama Latenri Wale. LA UMMASA mempunyai dua gelar Petta Panre Bessie’ dan Petta To Mulaiye Panreng yang artinya raja yang mula-mula dikuburkan. Beliau sangat dicintai rakyatnya karena selain merakyat, juga memiliki berbagai kelebihan seperti berdaya ingat t...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
LEGENDA SANAMAN MANTIKEI
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Dipercaya oleh masyarkat Kalimantan Tengah bahwa di tepi sungai Kahayan dahulu hidup seorang bernama Dandan Kahayan dan istrinya. Pada saat sang istri mengandung anak kedua, seperti juga pada kehamilan pertama, sang istri mengidam babi hutan. Untuk memenuhi permintaan istrinya Dandan Kahayan pergi ke hutan untuk berburu diikuti anjing-anjingnya. Ketika di sampai di tepi lading, anjing-anjingnya mendahuluinya. Tiba-tiba matanya bertatapan dengan “Katungau Rajan Bawui”, yaitu seekor babi hutan yang berukuran besar, yang terbirit-birit lari karena dikejar anjing buruannya. Ilustrasi Dandan Kahayan dan anjingnya ketika berburu Katungau Rajan Bawui Ketika melihatnya, Dandan Kahayan melemparkan tombaknya kea rah babi itu. Babi itu ternyata tidak mati tetapi berlari dengan darah mengucur dari lukanya. Babi yang terluka itu berlari selama satu hari satu malam tanpa istirahat menuju hulu Sungai Kahayan, Malahui, Mambaruh, Saruyan, Katingan, dan akhirnya ke hulu...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Kepidaraan/Puji Liau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Mari Bahas soal budaya Kepidaraan (istilah bahasa banjar) istilah Dayak Ngajunya Puji Liau – Puji Liau atau Kepidaraan adalah kondisi ketika orang mengalami sakit karena dikenang oleh arwah orang mati biasanya terjadi pada anak anak kecil. Konon ciri orang karena kepidaraan biasanya yang panas hanya bagian sebelah saja misal sebelah kaki atau tangannya sedangkan bagian sebelahnya terasa dingin. Cara mengobatinya ada banyak tapi salah satunya yang umum adalah dengan dibacakan   doa arwah dan dipanggangkan ikan gurami (panggng kalok/panggang bujur tanpa dipotong-potong, ditusuk dari ekor sampai kepala) lalu sang anak akan “dikasai” (diolesi) dengan janar (kunyit) dan kapur kemudian dibacakan doa selamat . Ada juga caranya dengan meminum air dengan darah ayam putih yang dioleskan didada. Untuk menghindari kepidaraan ini, bagi anak yang orang tuanya baru saja meninggal, telinganya diolesi dengan kunyit dan kapur dengan bentuk + atau cacak burung, sedang apabila...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Orang Rimbo (Suku Anak Dalam)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Orang Rimbo (Suku Anak Dalam) Bertemu kelompok Suku Anak Dalam atau mereka menyebut dirinya sebagai orang Rimbo (Rimba) yang sekarang sudah tidak lagi hidup dan tinggal di rimba hutan karena hutannya sudah lama hilang dan tergerus. Mereka diharuskan hidup dalam rumah bergabung dengan kelompok suku Dusun dan transmigran dan juga memeluk agama yang diakui negara. Suku Anak Dalam ini tinggal di kawasan Sungai Kijang, Kabupaten Muratara (Musi Rawas Utara), Sumatera Selatan. Kawasan ini bernama Sungai Kijang karena dahulu ketika tempat ini masih kawasan rimba, ada begitu banyak sekali kijang yang datang ke sungai ini. Tapi itu hanyalah kisah romantisme masa lalu tentang rimba ditanah ini. Sungai Kijang Kondisi mereka cukup menyedihkan, rata-rata hanya sampai SD atau putus ditengah jalan di pendidikan SMP. Salah satu anak orang tua yang kami datangi ini berhasil lulus SMA dan bekerja sebagai perangkat Desa. Mereka sudah lama tercerabut dari akar buda...

avatar
Deni Andrian