yogyakarta
1.403 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tradisi Sasi
Ritual Ritual
Maluku

·         Sasi  ;  penetapan   larangan   untuk   mengeksploitasi  sumberdaya  alam  tertentu dalam  periode waktu tertentu.       Ada 3 hal penting dalam ketentuan “hukum adat sasi”, yaitu ; 1.      Terdapat  larangan  memanfaatkan sumberdaya alam dalam jangka waktu tertentu untuk  memberi kesempatan kepada flora dan fauna untuk memperbaharui dirinya memelihara kualitas dan memperbanyak populasi sumberdaya alam tersebut. 2.      Ketentuan  sasi   tidak  saja  mencakup  lingkungan  alam, tetapi  juga  lingkungan sosial dan lingkungan buatan manusia.  Misalnya, melarang masyarakat bepergian keluar  desa  karena alasan  tertentu,  melarang   bentuk-bentuk   keramaian ...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Sangga Buwana - Makanan Priyayi dari Keraton Yogyakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

“Mencintai kuliner Indonesia, menginspirasi dunia!” Oleh: Yolanda Victoria Rajagukguk, Marcellus Arnold, Tri Oktaviani, Emely, dan Rio Lawandra Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Ilmu Hayati, Universitas Surya, Tangerang 15810 Jika Anda berkunjung ke Yogyakarta, ada salah satu kuliner yang menarik yang harus Anda coba, yaitu Sangga Buwana. Sangga Buwana ini menjadi salah satu makanan favorit Sri Sultan Hamengkubuwono VIII (HB VIII). Makanan yang biasanya disantap sebagai makanan pembuka ini terdiri dari kue sus, rogut daging, telur ayam rebus, selada, mayones, dan acar. Sangga Buwana terdiri dari kata “Sangga” yang artinya menyangga, dan “Buwana” yang artinya bumi/alam semesta. Secara harafiah makanan ini dapat diartikan sebagai simbol penyangga dunia beserta segala isinya. Bahan makanan yang menyusun makanan ini memiliki arti tersendiri, misalnya kue sus sebagai simbol bumi, selada sebagai simbol tanaman yang menyangga bumi, dan r...

avatar
Marcellus Arnold
Gambar Entri
Roro Jonggrang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Menurut legenda yogyakarta , pada zaman dahulu terdapat dua buah kerajaan sama besar yang saling bertetangga, kerajaan Prambanan & kerajaan Pengging. Kerajaan Prambanan dipimpin oleh Raja Boko yang memiliki putri sangat cantik bernama Roro Jonggrang. Sedangkan kerajaan Pengging dipimpin oleh raja Pengging. Raja Pengging terkenal sangat haus kekuasaan.   Suatu ketika, Raja Pengging yang terkenal sombong dan haus kekuasaan, memerintahkan pada ksatria perkasa bernama Bandung Bondowoso untuk menyerang kerajaan Prambanan. "Hai Bondowoso, kau pergilah ke kerajaan Prambanan kemudian taklukan kerajaan tersebut agar mau tunduk pada kerajaan kita." kata Raja Pengging pada Bandung Bondowoso. "Baik raja. Hamba akan segera berangkat. Hamba berjanji akan menaklukan kerajaan Prambanan." Bandung Bondowoso menerima perintah raja. Segerasaja pasukan Bandung Bondowoso pergi menyerang kerajaan Prambanan. Dalam waktu singkat mereka berhasil memas...

avatar
Bangindsoft
Gambar Entri
Aksara Jawa - Sekilas Sejarah Awal Mula Munculnya
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sekilas Sejarah Awal Mula Munculnya Aksara Jawa Aksara jawa merupakan aksara turunan dari aksara Kawi (aksara Jawa Kuno),  dimana aksara Kawi adalah turunan dari aksara Pallawa. Meskipun aksara Jawa turunan dari aksara Kawi tetapi mempunyai ciri khas tersendiri yang berbeda dengan aksara sebelumnya, antara lain dalam hal bentuk dan urutan. Di jawa, khususnya di Jawa Tengah, ada dua aksara turunan Kawi, yaitu aksara Budha di wilayang sekitar gunung merapi-Merbabu yang mempunyai bentuk yang relatif hampir tak berubah banyak dari aksara Kawi, dan aksara Jawa di wilayah Demak-Pajang-Mataram-Kartosura-Surakarta-Yogyakarta yang mempunyai bentuk yang sudah berubah banyak dari aksara Kawi. Aksara Budha mempunyai urutan 'kaganga' seperti Kawi, sedangkan aksara jawa mempunyai urutan 'hanacaraka' sehingga sering disebut juga 'carakan'. Setelah pudarnya kejayaan majapahit maka pusat budaya juga bergeser ke kerajaan baru yaitu Demak yang dibidani oleh para Wa...

avatar
Iqrahanacaraka
Gambar Entri
Aksara Jawa dalam Seni Kaligrafi Bertuliskan Bismillah
Ornamen Ornamen
Daerah Istimewa Yogyakarta

Aksara Jawa dalam Seni Kaligrafi  Bertuliskan Bismillah Aksara Jawa yang direka menjadi tulisan indah ataupun bentuk tertentu yang indah merupakan salah satu kekayaan budaya nusantara dalam hal ini budaya Jawa berupa aksara Jawa. Karya-karya kaligrafi aksara Jawa kontemporer akan memperkaya aset budaya nusantara. Berikut ini adalah contoh kaligrafi aksara Jawa berbentuk sosok setengah badan kawula jawa yang memakai blangkon dengan tulisan "Kanthi Asma Allah" pada media papan tulis dengan kapur sebagai alat tulisnya.   Selain pada media papan tulis kapur, juga bisa dilukiskan pada media kanvas.   Bagi anda yang berminat kaligrafi aksara Jawa sebagai koleksi, maka bisa menghubungi kami . Isi tulisan dan gambar bisa sesuai yang diinginkan pemesan. Karya tersebut merupakan kreasi orisinal dari Sanggar Aksara Iqra Hanacaraka yang berkedudukan di Yogyakarta. ꦆꦐꦿ ê¦...

avatar
Iqrahanacaraka
Gambar Entri
Aksara Jawa dalam buku pembelajaran baca tulis cara cepat dan praktis
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Buku IQRA HANACARAKA - cara cepat dan praktis belajar baca tulis aksara Jawa. Aksara Jawa merupakan warisan leluhur yang berupa budaya tulis menulis. Banyak naskah-naskah kuno dari jaman Demak-Pajang-Mataram-Kartosura-Surakarto-Yogyakarta yang menggunakan aksara ini. Untuk menggali pengetahuan ataupun isi dari naskah-naskah kuno tersebut diperlukan kemampuan untuk menguasai aksara Jawa. Selain untuk pelestarian, penguasaan aksara Jawa juga diperlukan untuk pengembangan aksara jawa ke depan. Nah, buku IQRA HANACARAKA ini hadir untuk mempermudah bagi generasi muda, baik pelajar SD,SMP, SMA maupun masyarakat umum untuk mempelajari secara cepat dan praktis baca tulis aksara Jawa.   Buku terdiri dari 5 jilid. Disusun mengadopsi metode buku IQRO Arab/Hijaiyah. Tamat jilid 1 kita akan hapal aksara dasar yang berjumlah 20 Tamat jilid 2 kita akan hapal seluruh sandangan swara Tamat jilid 3 kita akan hapal seluruh sandangan wyanjana Tamat jilid 4...

avatar
Iqrahanacaraka
Gambar Entri
Kue Yanko
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Yangko adalah Jajanan dan oleh-oleh khas Daerah Istimewa Yogyakarta. Bentuknya yang khas dan tidak berubah dari sejak awal dibuat yaitu kotak kecil, dengan tekstur lembut kenyal dan dengan rasa yang manis serta taburan tepung yang khas selalu melekat dan membuat Kue Yangko ini selalu Khas dan Istimewa seperti kota dibuatnya kue ini. Hampir mirip dengan Kue Moci di daerah lain hanya berbeda dari teksturnya, Kue Moci lebih lembek dibanding dengan Kue Yangko. Pada awalnya jika kue moci diisi dengan Kacang Tanah namun seiring berjalanya waktu Kue Yangko ini ada yang dibuat tanpa isi namun tetap dengan cita rasa yang tetap uenak, karena Yangko tanpa isi dibuat dengan Yangko aneka rasa dengan penambahan rasa buah-buahan yang pastinya akan tetap tidak menggeser kepopuleran dari Kue Yangko ini. Sedikit banyak ita tahu tentang asal usul kue tersebut, lalu bagaimana cara membuatnya? Simak saja yuk resep berikut Cara Membuat Kue Yangko Istimewa Khas Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahan-bahan untuk M...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Kerupuk Salak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Kerupuk dari dagung buah salak bisa dijumpai di Desa Pancoh, Girokerto Turi Sleman-jogjakarta berbagai macam buah salak dan olahannya banyak ditemui disana, termasuk salak madu.   RM/Toko yang Menyediakan:   Oleh-Oleh Sleman (Aneka Olahan Salak Cristal) Greengrocer Address: kembangarum, turi, Jl. Salak, Donokerto, Kec. Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55551 Phone: 0858-6837-9492

avatar
Ditaanggraeniy
Gambar Entri
Tari Sekar Pudyastuti
Tarian Tarian
Daerah Istimewa Yogyakarta

Rujak nangka rujake para sarjana , aja ngaya dimen lestari widhadha (Rujak nangka rujaknya para sarjana, jangan berebihan jika ingin hidup lestari dan selamat) Kutipan berikut adalah salah satu parikan 1 yang mengiringi tari Sekar Pudyastuti, sebuah tarian yang ditampilkan dalam pembukaan Lawatan Sejarah Nasional. Tarian tersebut merupakan salah satu tari klasik asal Yogyakarta. Seperti pada kutipan diatas, tarian ini sarat akan rasa syukur terhadap Tuhan. Gerak lemah lembut, tenang dan anggun adalah salah satu bentuk pujian untuk Sang Pencipta. Penamaan “Sekar Pudyastuti” tentu memiliki arti tersendiri. Secara etimologi, sekar artinya  bunga dan Pudyastuti dapat diartikan memuja dan memuji. Dalam budaya Jawa konteks sekar juga dapat digambarkan untuk seorang gadis yang beranjak dewasa. Oleh karena itu tari ini dibawakan oleh sekelompok perempuan yang masih gadis. Selain itu, tari Sekar Pudyastuti biasanya ditampilkan untuk penyambutan tamu kar...

avatar
Sulistiani