Anak
471 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Adat Mambusuri
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Mambusuri merupakan ritual yang biasa dilakukan oleh suku Batak.Suku Batak terkenal dengan adatnya yang sangat beragam. Mambusuri ini dilakukan kepada seorang ibu yang sedang hamil 7 bulan. Acara ini diatur secara keseluruhan dari pihak keluarga perempuan. Sebagai persiapan, pihak keluarga harus telah menyediakan ikan mas arsik, ulos dan juga makanan yang sangat disukai oleh ibu yang sedang hamil. Adat ini dapat dimulai dengan doa. Lalu, pihak keluarga perempuan seperti ibu , ayah ataupun paman dan bibi dari pihak keluarga perempuan, akan menyulangi ikan mas dan makanan yang telah disiapkan kepada ibu yang sedang hamil. Semua pihak keluarga perempuan berhak untuk ikut menyulang makanan tersebut. Setelah acara menyulang makanan selesai, disambung dengan acara pemberian ulos kepada ibu yang sedang hamil yang dilakukan oleh pihak keluarga perempuan juga. Ritual ini wajib dilakukan jika ibu tersebut sedang mengandung anak pertama. Untuk anak kedua dan seterusnya, hal ini tidak...

avatar
OSKM18_19718249_Olga
Gambar Entri
Pernikahan Suku Batak
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Ketika seorang anak laki-laki akan menikah, ia harus menikahi putri dari pamannya. Paman disini berarti saudara laki-laki ibu anak tersebut. Syaratnya, putri yang dinikahi tidak boleh berasal dari marga yang sama. Saat laki-laki tersebut menikah dengan putri pamannya, maka pamannya dianggap sebagai raja. Hal ini terlihat dari tindakan anak seperti meminta nasihat serta jika tidak jadi menikahi anaknya maka anak laki-laki tersebut harus minta ijin kepada pamannya. Saat pernikahan, paman harus menghadirinya dan saling memberi ulos dan berkat satu sama lain dengan anak laki-laki. Pihak yang dihormati pihak paman, mereka tidak bekerja mempersiapkan pernikahan. Kepada paman diberikan kepala babi dan jika ada nenek atau kakek yang telah berumur 70 atau lebih yang meninggal maka wajib diadakan pesta 7 hari  7 malam.  #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16818037_David Christopher
Gambar Entri
Cicak dan Payudara
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Ketika kita berkunjung ke rumah adat Suku Batak (Rumah Bolon ), kita pasti akan menemukan suatu ornamen yang lumayan unik, yaitu seekor cicak yang menghadap 4 payudara. Ornamen ini biasanya dapat kita lihat tepat di depan pintu masuk rumah adat Suku Batak tersebut. Lalu, apa yang menjadi makna dibuatnya ornamen tersebut? Cicak atau yang disebut boraspati ini merupakan simbol kebijaksanaan dan kekayaan bagi penerus generasi Batak. Seperti yang kita tahu, ci­cak meru­pakan bi­natang yang se­lalu ada di segala medan. Sesuai dengan itu, maka orang Batak di­hara­p­kan dapat hidup di segala medan, dapat beradaptasi dengan cepat dengan lingkungannya yang baru dimanapun orang Batak itu berada, bahkan dalam kondisi sesulit apapun. Seperti yang kita ketahui, banyak masyarakat Suku Batak yang merantau dari kampung kelahirannya ke tanah ‘orang’. Maka masyarakat Suku Batak diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat dan berjuang dimanapun masyarakat t...

avatar
Oskm_19918066_michael
Gambar Entri
Prasasti Lobu Tua
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Prasasti Lobu Tua Prasasti Lobu Tua , atau  Prasasti Barus , merupakan salah satu prasasti di Indonesia dalam bahasa Tamil, yang ditemukan pada tahun 1873. Prasasti ini berangka tahun Saka 1010 atau 1088 Masehi. Prasasti ini dipublikasikan dalam laporan yang berjudul " Madras Epigraphy Report " tahun 1891-1892 oleh E. Hultzsch, ahli epigrafi Inggris di India. Prasasti ini menyebutkan tentang adanya suatu serikat dagang bangsa Tamil di daerah Barus. Serikat dagang tersebut disebutkan bernama “Yang Ke Lima Ratus dari Seribu Arah” ( Disai-Ayirattu- Ainnurruvar ). Menurut Prof. Y. Subbarayalu dari Universitas Thanjavur, serikat dagang ini yang bernama lain  Ayyavole , juga meninggalkan prasasti berbahasa Tamil pula di Aceh. Di Barus, mereka membeli berbagai komoditas dari penduduk setempat, dan kepada para anggotanya menarik cukai berupa emas yang didasarkan pada harga kasturi, dengan objek...

avatar
OSKM18_16718255_Jeremiah Tjandra
Gambar Entri
MANGONGKAL HOLI
Ritual Ritual
Sumatera Utara

MANGONGKAL HOLI adalah suatu tradisi yang dilakukan oleh orang batak khusunya suku batak toba (sumatera utara), biasanya mangongkal holi itu memindahkan tulang – tulang leluhur (opung) dari tanah perantauan ke tanah kelahiran. Di tanah kelahiran itu sudah di bangun berupa tugu, lalu tulang – tulang tersebut dimasukkan ke dalam tugu yang di dalam tunggu tersebutlah semua keturunannya dimasukan. Mangongkal holi sudah pernah dilaksanakan dalam keluarga ayah saya yaitu keturunan OPUNG PARULIAN SIDABUKE. Ayah saya adalah cucu pertama laki – laki dalam keluarganya dan ayah saya lah yang menjadi pembawa nama dari orang tua dan kakeknya. Ayah saya bernama PARULIAN maka orang tuanya disebut bapak Parulian dan kakeknya opung Parulian. Tahun 1955 kakek dan nenek ayah saya meninggal di Jakarta di Pondok Rangon, tahun itu pula mereka sepakat memindahkan tulang – tulangnya ke tanah kelahirannya di silabayu disana sudah dibangun berupa tugu untuk keturunan...

avatar
OSKM18_16618367_Mitha Aprilla
Gambar Entri
Mate Pupur
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Sumatera Utara memiliki sebuah tradisi khusus yang dijalankan untuk seorang perempuan yang menjadi janda dalam kondisi belum atau tidak mempunyai anak. Tradisi tersebut dikenal dengan istilah “ Mate Pupur ” yang artinya “meninggal dunia tanpa ada keturunan”.   Dalam tradisi Batak, perempuan yang menjadi janda dan memiliki keturunan akan diberikan kain ulos ( kain tenun khas suku Batak ) yang disebut dengan “Ulos Tujung” di bagian kepala, yang menandakan bahwa perempuan tersebut dalam masa berkabung sampai waktu tertentu. Namun pada kejadian Mate Pupur , ulos tersebut tidak diberikan sebagai pertanda bahwa perempuan tersebut tidak terikat dengan keluarga dari suami yang sudah meninggal.     Pada dasarnya perempuan yang menikah harus tinggal di kampung suaminya, namun seusai dengan tradisi Mate Pupur perempuan tersebut harus segera dibawa pulang kembali ke kampung asalnya setelah selesai penguburan. Hal ini dilakuka...

avatar
OSKM18_16818029_Anggi
Gambar Entri
Manulangi Natua-Tua
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Menghormati orang tua adalah salah satu kewajiban anak yang sangat penting. Dalam kehidupan suku Batak, terdapat sebuah tradisi di mana anak-anak dari orang tua (yang sudah tua dan telah memiliki cucu) berkumpul untuk menyuapi orang tua tersebut. Dalam bahasa Batak, tradisi ini disebut  Manulangi Natua-Tua  atau dalam bahasa Indonesia 'menyuapi orang tua'. Anak-anaknya yang telah berkeluarga menyuapi orang tuanya dengan makanan-makanan yang lezat.  Selain untuk menghormati orang tua sebagai bentuk pengabdian, Manulangi Natua-Tua juga bertujuan untuk memohon doa restu kepada orang tua, misalnya memohon kelancaran proses kelahiran, dan bahkan memohon doa bagi anaknya yang belum dikaruniai keturunan. Upacara ini juga biasa dilakukan ketika orang tua tersebut sedang memasuki masa kritis sebagai bentuk pengabdian dan rasa terima kasih seorang anak kepada orang tuanya. Upacara ini dapat juga dimaksudkan agar penyakit dan bencana menjauh dari orang tua. Umumnya a...

avatar
OSKM18_16118087_Rolina ITB_2018
Gambar Entri
DANAU SICIKECIKE
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Danau Sicikecike berada di Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Dairi .Danau Sicikecike sekarang menjadi objek wisata yang dapat dinikmati di daerah ini. Danau Sicikecike  terdapat di perkampungan yang banyak ditumbuhi tumbuhan Cike ( sejenis tumbuhan yang banyak dipakai untuk membuat tikar dengan cara dianyam ) . Cike banayk tumbuh  di sekitar Danau Sicikecike maka diberi nama Danau Sicikecike . Menurut legenda , danau ini terbentuk karena air mata seorang ibu yang sedang bersedih. Dahulu kala di sebuah bukit hiduplah Raja Naga Rambe . Dia memiliki dua orang istri yang bernama beru Saraan dan beru Padang , sang raja meiliki tiga orang anak dari beru Saraan yang bernama Ujung , Angkat , dan Bintang . Dari beru Padang , sang raja juga mendapat keturunan sebanyak empat orang yang bernama Capah , Gajah Manik , Kuda Diri ,dan Sinamo. Suatu hari ketika musim menanam tiba , Raja Naga Jambe bersama seluruh anggota keluarganya , kecuali beru Saraan pergi ke ladang . Beru Sara...

avatar
OSKM18_16618024_Sarah M.T Sibagariang
Gambar Entri
Pernikahan Suku Karo
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Suku karo merupakan salah satu bagian dari suku batak. Suku karo terdiri dari banyak marga(nama keluarga untuk laki-laki) dan beru(nama keluarga untuk perempuan). Adapun 5 kelompok besar marga atau beru pada suku karo, yaitu Karo-Karo, Ginting, Tarigan, Sembiring, dan Perangin-angin. Suku karo memilki ritual pernikahan yang sedikit berbeda dari suku batak lainnya. Ketika lelaki bersuku karo ingin menikah dengan wanita yang bersuku karo juga, pihak lelaki harus datang kerumah pihak perempuan terlebih dahulu dengan membawa anak beru (perwakilan pengambil perempuan atau penerima perempuan) begitu juga pihak perempuan diwakili oleh anak beru (perwakilan penerima pihak lelaki) dari pihak perempuan tersendiri. Saat itu juga seluruh keluarga dari kedua belah pihak dikumpulkan yang bertujuan untuk membicarakan waktu untuk mengadakan upacara pernikahan dan mahar. Pertemuan ini disebut dengan "Mbaba Belo Selambar". Dimana, pihak lelaki membawa ayam kampung yang masih hidup sebagai simbol pinan...

avatar
Ratugracia01