pahlawan
413 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
KISAH UPAI SAMARING – PAHLAWAN DAYAK LUN DAYEH
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Utara

Upai Samaring adalah leluhur bagi kaum Dayak Lun Dayeh – kisah legenda ini menjelaskan asal-usul Dayak Lun Dayeh yang ada di Serawak dan Sabah adalah merupakan migrasi dari daerah Krayan Kalimantan Utara. Upai Semaring ini menurut legenda adalah seorang yang memiliki tubuh yang besar –  mirip kisah tetek tatum Dayak Ngaju . Upai Semaring ini dikenal sebagai orang yang hebat berburu dan pandia menangkap ikan karena keahliannya membuat bubu. Bantu Angan – Tempat Upai Semaring memasak Suatu ketika terjadilah peristiwa yang amat menyedihkan bagi Upai Semaring, yaitu isteri tercintanya meninggal dunia. Kejadi ini membuat dirinya selalu larut didalam kesedihan. Kemudian ia memutuskan untuk menghilangkan rasa sedih ini, ia memutuskan untuk hijrah dari Krayan menuju kawasan baru. Pada perjalanan pertamanya dia tiba di sebuah gunung didaerang Long Bawan. Di atas gunung itu, dia menemui satu gua yang dirasakan sangat sesuai untuk dijadikan tempat ting...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Patung Pahlawan atau Tugu Tani
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Patung Pahlawan atau Tugu Tani Patung Pahlawan atau yang dikenal dengan Tugu Tani mempunyai warna hitam pekat dengan figur wanita yang mengenakan kebaya memberikan perbekalan kepada figur pria yang berdiri tegap menggunakan caping dan memegang senjata berlaras panjang lengkap dengan belati. Tetapi Patung Pahlawan ini mempunyai sejarah yang banyak tidak diketahui oleh orang-orang yang sering melewatinya, padahal daerah Patung Pahlawan adalah salah satu daerah yang selalu menjadi titik kemacetan setiap jam pulang kerja maupun saat jam pergi kerja. Sejarah pembuatan patung pahlawan dimulai saat Ir. Soekarno mengunjungi Uni Soviet pada Mei 1959. Presiden Ir. Soekarno berkunjung ke Uni Soviet untuk bertemu dengan Pemimpin Uni Soviet yaitu Nikita Kruschev. Pada saat berjalan-jalan Ir.Soekarno melihat patung patung bertema komunis yang tersebar di seluruh penjuru kota dan ia menyukainya. Oleh karena itu, ia bertemu dengan Matvey Manizer (Ketua USSR Academy for Arts) dan Ossip Man...

avatar
Oskm18_19718084_dhammasaputra
Gambar Entri
Museum Kretek Kudus
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Kudus dikenal sebagai kota penghasil rokok (kretek) terbesar di Jawa Tengah dan juga dikenal sebagai kota santri. Sebagai kota yang terkenal dengan kretek, Kudus memiliki museum kretek yang bisa terbilang lengkap dengan koleksi-koleksi kreteknya. Museum Kretek Kudus diresmikan tahun 1986 dan terletak di Jalan Getas Pejaten No 155, Kecamatan Jati–Kudus, Jawa Tengah. Lokasinya tak jauh dari perbatasan Kabupaten Kudus dan Demak.   Di dalam museum yang memiliki luas sekitar dua hektar ini, terdapat koleksi yang dapat dilihat-lihat beragam koleksi alat-alat untuk memproduksi rokok kretek. Contohnya seperti miniatur yang di dalamnya menggambarkan proses produksi rokok, kemudian display beragam jenis rokok kretek,  alat giling cengkeh, mesin giling tembakau, alat perajang tembakau, dan lain sebagainya.   Di dalam museum terpampang display foto-foto dari tokoh-tokoh wiraswasta yang mengembangkan rokok kretek. Pengunjung juga bisa menonton film dokumenter...

avatar
Oskm18_19718174_muhammad
Gambar Entri
Dongeng Betawi : Legenda si Jampang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Jampang adalah lelaki Betawi yang hidup pada masa Indonesia masih dijajah Belanda. Ia dikenal tinggi ilmu silatnya. Piawai pula memainkan golok untuk senjata. Sejak masih muda usianya, Si Jampang suka merampok. Hingga kemudian ia menikah, tetap juga kebiasaannya merampok itu dilakukannya. Bahkan ketika istrinya meninggal dunia dan anaknya telah beranjak remaja. Meski dikenal sebagai perampok, Si Jampang tidak ingin anaknya itu mengikuti jejaknya. Ia menghendaki anaknya menjadi ahli agama. Maka, hendak dimasukkannya anaknya itu ke pesantren. Anak Si Jampang bersedia masuk pesantren dengan syarat ayahnya itu menghentikan tindakan buruknya. "Masak anaknya mengaji di pesantren tapi babehnya kerjaannya merampok? Apa kata orang nanti, Be?" Si Jampang hanya tertawa mendengar ucapan anaknya. Pada suatu hari Si Jampang mengunjungi Sarba, sahabat Iamanya. Ia telah lama tidak berkunjung. Sama sekali tidak disangkanya jika sahabatnya itu telah meninggal dunia. Ia ditemui Mayangsari,...

avatar
OSKM18_16618099_Marvin ananda
Gambar Entri
Patung Jenderal Sudirman
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Patung Jenderal Sudirman   berada di kawasan Dukuh Atas, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Merupakan karya dari seorang seniman sekaligus dosen seni rupa di ITB bernama Sunario. Patung yang terbuat dari perunggu ini diresmikan pada tahun 2003, dibangun dengan adanya rencana pembangunan sejumlah patung pahlawan di sepanjang jalan protokol dari Patung Pemuda Membangun di Kebayoran hingga tugu Monas. Peresmian patung ini sempat diundur karena adanya unjuk rasa sekelompok pemuda dengan alasan dibuat dalam posisi hormat. Mengingat Jenderal Sudirman merupakan seorang Panglima Besar yang seharusnya tidak menghormat kepada sembarang orang. Namun, Patung tersebut tetap diresmikan oleh Hanung Faini. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_ 16718281_Defondha Putra Ramadhana
Gambar Entri
Asal Usul Kata Jancok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Asal Usul Kata Jancok di Surabaya             Apa yang terlintas di pikiran kita jika mendengar kata “Jancok” ???. mungkin kita akan berpikir jika itu adalah kata dengan konotasi negatif. Banyak orang salah mengartikan “Jancok” sama dengan kata makian padahal sebenarnya “Jancok” memiliki makna tersendiri. Stereotype yang demikian itu telah terbangun secara tidak lansung di kepala masyarakat. Oleh karena itu saya akan menjelaskan sejarah kata “Jancok” dalam dalam bentuk cerita rakyat yang saya ketahui.             Untuk mengetahui sejarah kata “Jancok” marilah kita mundur ke zaman penjajahan belanda. Dahulu saat belanda menyerang Indonesia, para pemuda bangsa dan TKR berjuang keras untuk mengusir penjajah dengan persenjataan seadanya. Pada era ini lah Surabaya mulai mengenal kata “Jancok”. Ket...

avatar
OSKM18_16918182_Panji Bhagaskara
Gambar Entri
Surabaya dengan Bambu Runcingnya
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Timur

            Saat mendengar 10 November, pasti teringat akan hari pahlawan dan tentunya Kota Pahlawan atau biasa kita dengar, Kota Surabaya. Kota Surabaya sebagai saksi bisu terjadinya sejarah peperangan hebat antara pihak pasukan Indonesia dengan pasukan asing. Pertempuran ini merupakan pertempuran pertama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, salah satu pertempuran terhebat dan terbesar dalam sejarah revolusi Indonesia karena rakyat Surabaya hanya menggunakan bambu runcing sebagai senjatanya.             Hanya bersenjatakan bambu, pasukan Inggris dapat dipukul mundur. Ada yang berkata bahwa pertempuran ini dapat dimenangkan disebabkan oleh kegigihan arek-arek Suroboyo yang tak kenal lelah demi mengusir penjajah, doa yang tak henti-henti dipanjatkan, oleh karena munculah ungkapan bonek, yaitu bondo nekat yang berarti hanya berlandaskan semangat tak kenal takut yang nekat yang melekat pada...

avatar
OSKM18_16518190_Novindra Nurrosyid Al Haqi
Gambar Entri
Rek ayo rek
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Timur

Jawa Timur adalah daerah yang memiliki banyak sekali seniman yang terkenal. Banyak pula budaya yang berasal dari Jawa Timur, yaitu rumah adat, pakaian adat, tarian adat, senjata tradisional, berbagai macam suku, dan tentu saja lagu daerahnya. Hasil karya dari Jawa Timur yang berupa lagu banyak yang melegenda. Salah satunya lagu atau orang Jawa Timur sering menyebutnya sebagai tembang yang berjudul Rek Ayo Rek. Hasil karya Is Haryanto ini menjadi lagu daerah yang cukup terkenal. Dalam lagu tersebut diceritakan tentang seseorang yang berjalan-jalan di Surabaya. Dalam lagu ini juga terdapat makna tersirat yang menekankan tentang berbagai hal yang didapat melalui sebuah hubungan pertemanan. Perasaan riang gembira yang tercipta ketika berkumpul bersama teman juga tercantum dalam lagu “Rek Ayo Rek” ini. Sebenarnya sungguh menjadi pelajaran yang baik setelah kita mengupas lagu-lagu daerah dari manapun asalnya, akan sangat luar biasa lagi jika kita dapat mempraktekan pela...

avatar
OSKM2018_16418276_Gading
Gambar Entri
Tugu Apollo / Tugu Monera
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Tugu Apollo atau Tugu Monera ataupun sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan Tugu Pertempuran Medan Area dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan heroik yang membela tanah air Indonesia khususnya daerah Medan. Tugu ini untuk memperingati ketika dulu pasukan sekutu telah menduduki Medan beberapa bulan setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya yaitu pada bulan Desember 1945. Pasukan dari Medan harus mundur dan menyusun strategi rencana agar dapat merebut kembali wilayah Medan Area. Untuk mengenang jasa para pahlawan yang sudah berjuang demi merebut kembali wilayah Medan, tugu ini kemudian didirikan. Sumber foto : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/03/19/289220/destinasi-bersejarah-yang-terlupakan/ Sumber foto : http://www.medanbisnisdaily.com/imagesfile/201703/20170318192408_140.gif #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16618264_Jovan Thierry Salim