Angklung Paglak adalah sebuah alat musik asli milik Kabupaten Banyuwangi. Alat musik ini berasal dari Desa Kemiren Kecamatan Glagah dan sudah menjadi kesenian musik yang mendarah daging bagi Suku Osing yang berada di Desa Kemiren pada khususnya. Alat musik ini memiliki sejarah tersendiri yaitu kerap dimainkan ketika sedang panen di sawah. Ketika panen di sawah masyarakat Desa Kemiren memiliki budaya mememainkan alat musik ini sebagai hiburan bagi orang-orang di sawah. Alat musik ini merupakan bangunan dengan tinggi antara 7 Hingga 10 meter. Di atasnya terdapat tempat duduk dengan luas sekitar 3 meter persegi. Sementara itu untuk atapnya terbuat dari anyaman bambu yang disebut Weli. Alat musik Angklung Paglak biasanya dimainkan oleh 4 orang yang terdiri dari 2 pemain angklung dan 2 pemain gendang. Hal yang lebih unik lagi dari alat musik ini adalah dimainkan dengan paglak yang tinggi sehingga pemain angklung ini berada di posisi yang sangat tinggi tanpa rasa takut sedikitpun...
Negara Indonesia dipneuhi oleh tarian, musik, dan seni yang sangatlah unik dan menarik. Salah satu jenis tarian tradisional adalah Tari Gandrung yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam kota Banyuwangi, tarian Gandrung sangatlah terkenal, merupukan salah satu icon dan kunjungan yang dicari oleh wisatawan seluruh Indonesia dan dunia. Dalam tarian Gandrung, hanya memerankan penari wanita yang mengajak para tamu pria untuk menari bersama dalam berbagai hal. Tata busana penari tersusun di bagian tubuh, kepala, dan bawah. Di bagian tubuh, dikenakan baju yang terbuat dari beludru berwarna hitam, hiasan-hiasan dan ornamen kuning emas akan juga berada di bagian tubuh. Manik-manik yang mengkilat melingkari leher hingga dada, untuk bagian pundah dan spearuh punggung dibiarkan terbuka. Pada baguan lengan, masing-masing tangan dihisa dengan stu buah kelat bahu. Untuk bagian pinggang, dihias dengan ikat pinggang. Selendang selalu dikenakan di b...
Situbondo adalah salah satu kota di Jawa Timur yang terletak di ujung sebelum Banyuwangi. Situbondo, walaupun terletak di Jawa Timur, bukan berarti masyarakatnya berbahasa jawa seperti kota Jawa Timur lainnya. Hampir 80% masyarakatnya berasal dari Suku Madura yang menyebabkan mayoritas masyarakatnya berbahasa madura. Banyaknya masyarakat madura di Kabupaten Situbondo, membuat Situbondo kaya akan kultur, budaya, dan makanan khas dari Madura yang sekarang telah menjadi makanan khas Kabupaten Situbondo yang salah satunya adalah Tajin Palappa. Secara harafih, Tajin artinya bubur dan palappa artinya bumbu. Dari pecahan kata tadi, dapat didefinisikan bahwa tajin palappa adalah bubur yang diberi bumbu. Walaupun secara definisi terlihat sederhana, tetapi pada realitasnya tidak seperti itu. Bumbu yang digunakan dalam pembuatan tajin palappa adalah bumbu kacang. Tidak hanya itu, tajin palappa juga diberi sayuran, seperti kangkung, bayam, kecambah, dan ju...
Dikenal sebagai Kabupaten yang mendiami ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi memiliki sebuah ritual yang tak kalah unik dengan ritual lain. Ritual ini disebut Koloan, yang berarti jebakan. Koloan sendiri dilaksanakan ketika seorang anak laki-laki akan menjalani prosesi sunat atau khinat, hal ini bertujuan agar sang anak siap dan tidak merasa takut ketika akan disunat. Dalam tradisi Koloan, terlebih dahulu sang anak harus ditetesi darah ayam oleh dengan bertelanjang dada duduk di atas kursi kayu kecil, di depannya terdapat beberapa sesaji. Sang pemimpin lalu berdoa dengan menggunakan bahasa tradisional setempat, Bahasa Osing, sambil mengusapkan bedak di wajah si anak. Kemudian seekor ayam jago warna merah disembelih. Ayam yang dipilih harus berbulu merah dan belum kawin. Darah segar yang keluar dari leher ayam diteteskan di atas kepala si anak dalam beberapa menit hingga ayamnya mati. Penyembelihan ayam disimbolkan seperti pengorbanan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim. Diharapkan s...
Banyuwangi sudah dikenal sebagai penghasil beras dengan kualitas tinggi sejak jaman kerajaan. Mayoritas dari penduduk Banyuwangi berprofesi sebagai petani pada kala itu. Salah satu buktinya yaitu daerah Singojuruh, Glenmore, Kemiren dan Licin adalah daerah yang biasa disebut sebagai lumbung padinya masyarakat Banyuwangi atau yang biasa disebut dengan Suku Using. Hasil beras yang ditanam oleh Suku Using terutama yang berupa beras merah unggulan dikirim ke Kerajaan yang ada di Jawa seperti Kerajaan Majapahit, Kerajaan Singosari, dan Kerajaan Kediri. Pada abad ke 17, masyarakat Suku Using mulai memainkan alat musik Angklung Paglak disela waktu istirahat mereka menanam padi tersebut sambil diiringi alunan pukulan Gendang. Hal tersebut bertujuan untuk menghibur sekaligus merayakan masa panen. Angklung Paglak itu sendiri dibuat sederhana dari bambu yang biasa tumbuh disekitar sawah warga. Berbeda dengan Angklung yang berasal dari Jawa Barat, Angklung Paglak ini adalah alat musik yang...
Tradisi Ithuk-ithukan merupakan tradisi yang terdapat di Dusun Rejopuro, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur. Tradisi ini biasa diadakan pada 11 – 12 Dzulhizah dan baru diangkat oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pariwisata Banyuwangi untuk dilestarikan sebagai salah satu agenda di Banyuwangi Festival 2018. Tradisi ini berisi acara arak-arakan makanan khas Dusun Rejopuro yaitu ingkung ayam yang disajikan diatas ancak yang terbuat dari pelepah pohon pisang yang diarak dari Dusun Rejopuro menuju sumber air yang bernama Sumber Hajar. Ancak tersebut diarak sendiri oleh ibu-ibu yang menggunakan kebaya hitam dan batik gajah oling. Lalu setelah diarak, makanan tersebut dimakan bersama-sama masyarakat Suku Osing Rejopuro (Suku yang terdapat didusun tersebut) setelah berdoa bersama di sumber air tersebut. Tradisi ini diadakan dengan tujuan selain sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat dari Tuhan Yang Maha Agung atas sumber daya alam y...
Ayam Peteteng merupakan makanan khas Banyuwangi, Jawa Timur . peteteng itu sendiri berarti dilebarkan atau hal yang semakna. seperti namanya, makanan ini menggunakan bahan dasar berupa ayam. ayam peteteng ini biasa dimakan saat acara besar. "biasanya sih pas syukuran panen sawah, lamaran, acara daerah, atau engga kayak makan sehari-hari aja" ucap GD (18) salah seorang mahasiswi asal Banyuwangi. makin penasaran kan sama makanan yang satu ini? yuk kita liat gimana proses pembuatannya. jadi langkah pertama seperti memasak ayam pada umumnya kita harus membersihkan ayam yang mau kita olah. setelah itu ayam yang kita mau olah kita belah menjadi dua bagian dan di kukus sebentar. setelah itu ayam tadi dibakar secara terbuka. pembakaran ini hanya dilakukan sebentar saja, tidak sampai ayam tsb gosong. dan ayam peteteng pun siap di hidangkan. hal yang menjadi pembeda ayam peteteng dengan ayam bakar pada umumnya terdapat pada cara penyajiannya. ayam peteteng disajikan dengan cara...
Rumah Osing adalah rumah tradisional yang ditempati oleh masyarakat suku Osing. Suku Osing merupakan salah satu komunitas sub-etnis Jawa yang berpusat di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi-Jawa Timur. Masyarakat Suku Osing masih memperlihatkan tata kehidupan tradisional dan masih melestarikan rumah Osing, terbukti dari cukup banyak Rumah Osing disana. Ruang yang ada di rumah Osing adalah mulai dari ruang Bale yang berada di bagian depan rumah, lalu Jrumah yang ada di bagian tengah dan Pawon yang berada di belakang rumah tersebut. Bentuk atap merupakan indikator utama bentuk Rumah Osing, yang dapat dibedakan menjadi Tikel Balung, Baresan dan Cerocogan . Karakteristik bentuk Rumah Osing terletak pada penggunaan 1, 2 atau 3 bentuk dasar tersebut secara sekaligus dalam susunan berurut dari depan ke belakang sesuai dengan susunan ruangnya. Konsep dari masing-masing ruang dipengaruhi oleh fungsi dan aktivitas, makna kegiatan yang dilakukan serta siapa yang boleh menghuni/me...
Adat endhog-endhogan merupakan suatu acara tahunan yang diadakan di Banyuwangi, ketika bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Setiap desa di Banyuwangi terutama desa-desa Using (suku khas Banyuwangi) berlomba-lomba memeriahkan acara ini. Adat ini dilakukan dengan beramai-ramai mengelilingi desa sambil membawa telur yang ditancapkan di pelepah pisang yang sudah kering dan diakhiri ketika sampai di masjid setempat. Endhog artinya telur. Maka ketika bulan kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tiba, masyarakat setempat beramai-ramai merebus telur. Telur ini nantinya akan dimasukkan ke dalam plastik yang sudah dibentuk bermacam-macam. Ada bentuk kerucut, keranjang, serta kotak. Wadah ini nantinya akan dihiasi oleh kertas berwarna-warni. Kemudian, wadah ini diikatkan ke tusuk bambu dan kemudian tusuk bambu tersebut ditancapkan di pelepah pisang yang sudah mengering. Adapun nanti pelepah pisangnya juga akan dihias dengan...