Kasih Sayang
130 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Mas Merah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Pada tahun 1890 seorang pria bernama Salam tinggal di Serawak Malaysia dan mempunyai abang bernama Amran. Salam telah menjalin hubungan secara diam-diam dengan gadis bernama Rukiah. Hubungan ini tidak diketahui oleh orangtua Salam. Rukiah adalah seorang gadis baik dan berparas cantik. Ayah Salam ingin menikahkan Amran dengan seorang gadis. Pada suatu hari ia bertanya pada Amran apakah dia ingin menikah. Karena dilihatnya Amran sudah “berumur”. Amran menjawab, “Kalau Ayah hendak menikahkan aku, terserah pada Ayah saja,”. Konon pada jaman dahulu, pasangan hidup diatur oleh orangtua. Ayahnya kembali bertanya pada Amran, “Siapa yang kau suka untuk menjadi istrimu?”. “Terserah siapa yang Ayah suka untuk menjadi istriku, aku ikut saja,”. Pilihan satu-satunya gadis yang baik dan cantik di daerah Serawak ialah Rukiah. Singkat cerita, dinikahkanlah Amran dengan Rukiah. Saat pernikahan mereka, Salam menjadi putus asa. Beberapa waktu kemu...

avatar
Siti Badriah Gofur
Gambar Entri
Putri Bidadari Si Boru Natumandi Hutabarat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Gadis ini selalu dipingit oleh kedua orangtuanya karena parasnya yang cukup cantik bak seorang bidadari. Di zamannya, gadis ini diyakini yang tercantik diantara gadis-gadis di Silindung (Tarutung). Berawal saat si boru Natumandi diusianya yang sudah beranjak dewasa, memiliki pekerjaan sehari-hari sebagai seorang petenun ulos. Di sebuah tempat khusus yang disediakan oleh orangtuanya, setiap hari Si boru Natumandi lebih sering menyendiri sambil bertenun, kesendirian itu bukan karena keinginannya untuk menghindar dari gadis-gadis desa seusianya, namun karena memang kedua orangtuanya-lah memingit karena terlalu sayang. Salah satu warga Desa Hutabarat yakni Lomo Hutabarat (51) yang mengaku satu garis keturunan dengan keluarga Si Boru Natumandi belum lama ini berkata, bahwa dulunya kampung halaman Si boru Natumandi adalah di Dusun Banjar Nahor, Desa Hutabarat, namun dusun itu kemudian pindah sekitar 500 meter dari desa semula dan sekarang diberi nama Dusun Banjar Nauli. Dikata...

avatar
Siti Badriah Gofur
Gambar Entri
Putri Runduk
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Pada sekitar abad ke-7 Kerajaan Barus Raya memerintahlah seorang raja yang cukup ternama, Raja Jayadana. Kerajaan yang dibawahinya memasuki era Islam berpusat di Kota Guguk dan Kota Beriang dekat Kadai Gadang sekarang. Pada saat itu ada tiga kota besar di sana termasuk kota. Kerajaan Barus tengah berada di puncak kejayaannya., berkat hasil bumi yang melimpah ruahd an penghasil komoditi langka yang sangat dibutuhkan pada zamannya. Sebutlah itu kapur Barus Raya terdapat pelabuhan tertua di dunia yang menjadi salah satu pusat niaga internasional. Terpenting dari segala kelebihan”ter” itu, raja Jayadana memiliki seorang permaisuri (Ratu) Puteri Runduk yang cantik jelita. Bersamaan dengan datangnya para saudagar dan pemerintahan negeri asing ke Barus semakin santerlah berita mengenai kecantikan sang Permaisuri. Beberapa raja yang terkesima mendengar beritanya kemudian hari berspekulasihendakmerebut Putei Runduk. Dan sudah tentu, untuk dapat memilikinya bukanlah hal mudah....

avatar
Siti Badriah Gofur
Gambar Entri
Cipera Khas Karo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di Tanah Karo, ada masakan ayam yang sangat populer dengan nama cipera. Potongan ayam kampung – termasuk leher, sayap, kaki, hati, ampla  dimasak dengan tepung jagung sampai empuk dan berkuah kental, disini saya tidak membuat dengan tepung jagung tua tapi dengan jagung muda yang di parut. Tepung jagung inilah yang sebenarnya disebut cipera. Kuah kental ini bercitarasa sedap dan sedikit asam karena memakai asam patikala (dari buah honje/kecombrang). Selain ayam, juga dicampurkan jamur merang ke dalam kuah.    Bahannya:  ayam kampung ( 1 ekor ) Jagung muda ( 5 buah ) diparut / di blender di kasih air secukupnya dan disaring. kelapa tua 1 butir di ambil santannya Cabe keriting ½ ons/ sesuai selera Jahe ( 1 ruas ibu jari ) Kunyit (1 ruas ibu jari ) Bawang merah ( 5 siung ) Bawang putih ( 4 siung ) Kemiri ( 3 butir ) Sereh ( 3 batang ) dikeperek Daun jeruk ( 5 lembar ) Jamur merang secukupnya...

avatar
Endah Kinarya Palupi
Gambar Entri
Adat Pernikahan Batak Toba "Paulak Une' dan " Tingkir Tangga'"
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Pelaksanaan prosesi adat pernikahan Batak Toba yang antara lain 'paulak une' dan 'tingkir tangga' kini sudah mulai mengalami pendangkalan makna dan terkesan dipaksakan. Bukan hanya terjadi di kota, tapi kini sudah merasuk ke pedesaan. Pendangkalan makna kedua prosesi adat pernikahan itu digantikan dengan 'ulaon sadari' yang dilaksanakan dalam satu hari saja. Dikatakan, 'paulak une' dalam budaya Batak Toba dimaksudkan sebagai upacara mengunjungi mertua atau orang tua perempuan dengan menyampaikan bahwa perkawinan itu sudah berjalan bagus atau 'une'. Pada substansinya, prosesi itu adalah suatu acara antara keluarga kedua mempelai yang dilaksanakan setelah beberapa hari pesta selesai. Keluarga muda itu bersama orang tuanya datang ke rumah parboru dengan maksud bersilaturahmi, mengingat pada waktu pesta tidak banyak waktu bersama. Tetapi satu esensi penting, adalah ucapan terima kasih dari pengantin pria, bahwa orang tua pengantin wanita berhasil mengasuh, mendidik dan memelihara adab...

avatar
Sepriandi Parningotan
Gambar Entri
Cerita Rakyat Asal Usul Danau Toba
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Alkisah, di Sumatera Utara dahulu kala hidup seorang pemuda yatim piatu yang miskin bernama Toba. Ia hidup sendiri sebatang kara. Si pemuda miskin tinggal di sebuah lembah subur. Sehari-hari ia menghidupi dirinya dengan cara bertani dan mencari ikan di sungai yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Hasil bertani beserta ikan hasil memancing ia masak untuk dijadikan lauk makanannya sementara sisanya ia jual di pasar. Selama ini mudah saja baginya mendapatkan ikan dari sungai yang berair jernih tersebut. Suatu sore, sepulangnya dari ladang, si pemuda miskin pergi memancing di sungai. Setelah sekian lama memancing, ia tak kunjung mendapatkan ikan. Kejadian seperti ini belum pernah dialaminya. Ahirnya ia menarik pancingnya kemudian memutuskan pulang ke rumah. Namun anehnya ketika pancing ditarik, seekor ikan tiba-tiba menyambarnya. Hatinya senang ketika melihat seekor ikan mas cantik tergantung di ujung tali pancingnya. Sisik ikan mas tersebut sangat indah berwarna kuning keem...

avatar
Bangindsoft
Gambar Entri
Ahmad Dan Muhammad
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Pada suatu hari, usai membantu kedua orang tuanya bekerja di ladang, Ahmad & Muhammad menemukan seekor burung merbuk. Mereka kemudian menangkap burung merbuk tersebut. Walaupun mereka berdua mengetahui keistimewaan burung merbuk, namun Ahmad & Muhammad menangkapnya untuk mereka pelihara. Sama sekali tidak terpikir oleh mereka untuk memakan burung merbuk tersebut.   Ahmad & Muhammad kemudian membawa burung merbuk tersebut ke rumahnya. Mereka berdua merawat burung merbuk tersebut dengan penuh kasih sayang. Mereka rutin memberinya makan. Namun demikian, Ahmad & Muhammad membiarkan burung merbuk tersebut terbang bebas di sekitar rumah mereka. Mereka tidak memasukkannya ke dalam kandang. Jika pergi ke ladang untuk membantu kedua orang tuanya, Ahmad & Muhammad akan membawa serta burung merbuk tersebut. Lambat laun, Si burung merbuk menjadi jinak juga menurut pada mereka berdua. Ia biasanya terbang bebas di luar rumah, tetapi jika ia melihat Ahmad atau Muhammad, ia aka...

avatar
Bangindsoft
Gambar Entri
Nai Manggale (Si Gale-Gale),
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Alkisah dahulu kala di Sumatera Utara, hidup seorang pembuat patung bernama Datu Panggana. Ia dikenal sebagai seorang pematung handal. Hasil patung buatannya sangat halus juga nampak sangat mirip aslinya. Seperti patung hewan, tumbuhan maupun patung berbentuk manusia, hasilnya pasti akan sangat mirip aslinya. Nama Datu Panggana menjadi sangat terkenal sehingga banyak penduduk memesan patung kepadanya.   Menurut legenda, di suatu hari, Datu Panggana pergi ke hutan, mencari kayu untuk ia gunakan membuat patung. Setelah mendapat kayu sesuai keinginannya, Datu Panggana kemudian pulang ke rumahnya. Kemudian Ia mulai bekerja membuat patung berbentuk perempuan. Datu Panggana bekerja siang malam membuat patung tersebut tanpa melihat model. Dalam bekerja Ia hanya membayangkan sesosok perempuan cantik. Semua perhatiannya dicurahkan pada patung tersebut, hingga akhirnya selesai juga patung tersebut, sebuah patung berbentuk seorang perempuan sangat cantik wajahnya. Datu Pan...

avatar
Bangindsoft
Gambar Entri
Ikan Panggang Pacak - Tapanuli Tengah - Sumatera Utara
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Pacak  dalam bahasa Sibolga atau pesisir artinya menepuk-nepuk secara lembut. Begitulah panggang ikan dibuat dengan cara menepuk-nepuk ikan secara lembut dengan batang serai yang dicelupkan ke dalam bumbu. Ikan Panggang Paccak   atau Ikan bakar tepuk adalah ikan yang di kasih bumbu di dibakar layak nya ikan bakar, tapi hal yang membedakan nya dengan ikan bakar adalah ikan diberi bumbu yang telah diracik dan ditaburkan ke ikan saat di bakar dengan cara menepukkan bumbu ke ikan menggunakan batang serai. Aroma ikan panggang paccak ini saat di bakar sangat harum membuat hidung ingin mengikuti harumnya dan ingin mengetahui dari mana asal nya. Ikan panggang paccak ini salah satu makanan yang sangat populer di kalangan warga Sibolga dan Tapanuli tengah. Berikut adalah resep dalam pembuatan nya : Bahan ·         500 gram ikan kakap merah ·         1 buah jeruk...

avatar
Nurmaihc