guru
40 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tekwan Kuah
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Tekwan merupakan makanan khas dari palembang yang terkenal layaknya pempek. Bahannya sama juga dari tepung tapi teksturnya lebih kenyal dan hlus karena pembuatannya dengan cara di kukus. Berbeda dengan pempek yang dibuat dengan cara di goreng. Ini adalah racikan resep asli dari orang palembang ala suarni. DI jamin aman karena buat sarapan anakku kesekolah. Sekarang jamannya menjaga anak dari serangan makanan berbahaya yang ada di sekolah karena pengawasan pemerintah dan guru terhadap makanan berbahaya kurang maksimal. Lebih baik untuk berjaga kita sendiri sebagai orang tua harus hati-hati.   Resep Tekwan Bahan Tekwan: 1/2 kg ikan giling (saya pakai ikan gabus) 1/2 kg sagu 1 1/2 gelas air es 1 butir putih telur 1 1/2 sdm garam Penyedap scukupnya Bahan Untuk Kuah: 1 ons udang 4 Siung bawag merah 6 siung bawang putih Sejumput merica Penyedap secukupnya soun (seduh dgn air hingga lunak)...

avatar
Afroni fawzi
Gambar Entri
Sinrilik
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sulawesi Selatan

Sinrilik atau sajak dalam bahasa Makassar adalah pertunjukan seni bertutur masyarakat suku Makassar yang telah dilakukan sejak dahulu. Sinrilik merupakan sebuah kisah atau narasi tertentu yang disampaikan atau diceritakan dalam bentuk lantunan irama (dilagukan). Bentuk narasinya menyerupai puisi atau syair dengan pemilihan dan perpaduan kata-kata yang tepat dan terdapat berulangkali pengulangan-pengulangan lirik atau repetisi. Pada umumnya sinrilikdilantunkan oleh seorang pria, bisa dengan diiringi alunan alat musik dan bisa pula tidak. Sinrilik ini terbagi dalam dua kategori yaitu sinrilik bosi timurung dan sinrilik pakesok-kesok . Sinrilik bosi timurung yang dalam bahasa Makassar berarti hujan turun, adalah sinrilik yang dilantunkan pada saat keadaan sepi dan orang-orang sedang tertidur lelap. Sinrilik ini tidak diiringi oleh alat musik apapun, dengan narasi yang pendek-pendek dan berisi kesedihan atau curahan hati dari penggubahnya, seperti kecintaan pada seorang gadis,...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Songkok Guru
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Selatan

Songkok atau peci tradisional Makassar, Sulawesi Selatan, biasa disebut songkok guru/nibiring bulaeng menjadi penutup kepala “wajib” bagi lelaki Makassar dalam setiap acara adat. Namun, pemakaian songkok itu telah meluas dan kerap digunakan dalam acara-acara formal selain adat. Bentuknya bundar dan kaku karena terbuat dari serat pelepah lontar. Anyaman lontar dipadukan dengan benang  sutra berwarna emas yang menutupi bidang seukuran koin di bagian pangkal songkok dan separuh garis kelilingnya. Warna songkok ini lazimnya hitam, cokelat, atau krem. Wujud songkok guru/ nibiring bulaeng bentuknya bundar dan kaku . Songkok ini menjadi simbol budaya orang Makassar dan bugis begitupun mandar seperti halnya blangkon pada orang Jawa. Modelnya pun tak pernah berubah sepanjang zaman. Awal mula penggunaan songkok guru/nibiring bulaeng ini dipakai oleh ANRONG GURU kerajaan gowa pada saat mengislamkan semua kerajaan bugis termasuk bone di jaman raja gowa sultan...

avatar
Rizki Azizah
Gambar Entri
Makam Syekh Yusuf
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Kompleks makam ini terletak pada dataran rendah Lakiung di sebelah barat Mésjid Katangka. Di dalam kompleks ini terdapat 4 buah cungkup dan sejumlah makam biasa. Makam Syekh Yusuf terdapat di dalam cungkup terbesar, berbentuk bujur sangkar Pintu masuk terletak di sisi Selatan. Puncak cungkup berhias keramik. Makam ini merupakan makam kedua. Ketika wafat di pengasingan, Kaap, tanggal 23 Mei 1699, beliau di¬makamkan untuk pertama kalinya di Faure, Afrika Selatan. Raja Gowa meminta kepada pemerintah Belanda agar jasad Syekh Yusuf dipulangkan dan dimakamkan di Gowa. Lima tahun sesudah wafat (1704) baru per¬mintaan tersebut dikabulkan. Jasadnya dibawa pulang bersama keluarga dengan kapal de Spiegel yang berlayar langsung dan Kaap ke Gowa. Pada tanggal 6 April 1705, tulang kerangka Syekh Yusuf dimakamkan dengan upacara adat pemakaman bangsawan di Lakiung. Di atas makamnya dibangun kubah yang disebut kobbanga oleh orang Makassar. Makam Syekh Yusuf mempunyai dua nisan...

avatar
Rizki Azizah
Gambar Entri
Prosesi Mattojang
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Pernahkan kalian bermain ayunan? Ayunan adalah permainan tradisional yang sampai sekarang m asih banyak dimainkan oleh anak-anak di kampung.  Tetapi berbeda dengan ayunan biasa, di Suku Bugis, ayunan menjadi permainan yang sarat akan budaya dan kesakralan. Adalah Mattojang, permainan ayunan raksasa yang secara turun temurun menjadi tradisi masyarakat Bugis. Mattojang di Tradisi Masyarakat Bugis ketika Pesta Panen.  Mattojang adalah permainan ayunan yang sangat besar, terbuat dari dua batang pohon kapuk yang sangat tinggi, sementara ayunan terdiri dari rotan. Dulu, ketika masih d jaman Kerajaan, Mattojang menjadi tradisi dari rangkaian upacara adat Sao Raja, yakni ketika ada pencucian benda pusaka peninggalan Arung Kulo. Tetapi sekarang, Mattojang sering diselenggarakan sebagai permainan adat masyarakat Bugis, untuk memeriahkan pesta tertentu, misalnya panen, syukuran, pernikahan, kelahiran, dan lainnya.  Mattojang juga dipercaya sebagai rangkaian pros...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Gebo
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sulawesi Selatan

Bisa dibilang, permainan ini yang paling menyakitkan. Karena permainan Gebo' ini menggunakan bola kasti untuk melempar badan orang yang ditarget. Tidak ada aturan pasti dalam permainan ini. Karena mereka yang mendapatkan bola kasti tersebut dapat melempar target yang dia inginkan. Dan permainan akan semakin seru ketika yang mendapatkan bola tersebut memiliki dendam untuk membalas siapa yang melemparnya sebelumnya. Selain dimainkan di lapangan, biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak lelaki di ruang kelasnya ketika guru sedang tidak masuk mengajar saat itu.

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Accera Kalompong
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Accera Kalompoang merupakan upacara adat untuk membersihkan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa yang tersimpan di Museum Balla Lompoa. Inti dari upacara ini adalah allangiri kalompoang, yaitu pembersihan dan  penimbangan salokoa (mahkota) yang dibuat pada abad ke-14. Mahkota ini  pertama kali dipakai oleh Raja Gowa, I Tumanurunga, yang kemudian disimbolkan  dalam pelantikan Raja- Raja Gowa berikutnya. Adapun benda-benda kerajaan yang dibersihkan di  antaranya: tombak rotan berambut ekor kuda (panyanggaya barangan), parang  besi tua (lasippo), keris emas yang memakai permata (tatarapang), senjata  sakti sebagai atribut raja yang berkuasa (sudanga), gelang emas berkepala naga (ponto janga-jangaya), kalung kebesaran (kolara), anting-anting emas murni (bangkarak ta‘roe), dan kancing emas (kancing gaukang).  Selain benda-benda pusaka tersebut, juga ada beberapa benda impor yang tersimpan  di Museum Balla Lompoa turut dibersihkan, sep...

avatar
Rizki Azizah
Gambar Entri
Mappacokkong Ri Baruga
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Liputan6.com, Luwu:  Sinar Sang Surya sangat terik ketika enam pendeta Bissu berkumpul di suatu hari di Dusun Cerekang, Luwu, Sulawesi Selatan. Bissu adalah sebutan bagi pendeta tradisional dalam masyarakat adat di Sulawesi Selatan, terutama Suku Bone dan Bugis. Dalam bahasa Bugis, Bussi berasal dari kata "Bessi" yang berarti bersih. Mereka adalah para lelaki yang berpenampilan seperti wanita, namun memiliki kekuatan gaib yang jarang dimiliki sembarang orang. Sikap kewanita-wanitaan yang mereka perlihatkan adalah suatu kesengajaan dan bagian dari tuntutan adat yang mereka yakini sesuai Kitab La Galigo. Aktivitas para Bissu yang dipimpin Puang Toa Saidi di Cerekang itu adalah bagian dari suatu prosesi besar yang tengah digelar oleh Kedatuan Luwu Raya di Tanah Bugis. Mereka sedang menyambut utusan Datu Luwu yang berniat mengambil air suci  Pisimeuni  dari rumah Puak Cerekang. Pada hari itu dan beberapa hari berikutnya, seluruh warga Kedatuan Luwu memang tenga...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
5_Sawerigading
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Sawerigading adalah Putra Raja Luwu Batara Lattu’, dari Kerajaan Luwu Purba, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dalam bahasa setempat, sawerigading berasal dari dua kata, yaitu sawe yang berarti menetas (lahir), dan ri gading yang berarti di atas bambu betung. Jadi, sawarigading berarti keturunan dari orang yang menetas (lahir) di atas bambu betung. Menurut cerita, ketika Bataraguru (kakek Sawerigading yang merupakan keturunan dewa) pertama kali diturunkan ke bumi, ia ditempatkan di atas bambu betung. Sawerigading mempunyai saudara kembar perempuan yang bernama We Tenriabeng. Namun, sejak kecil hingga dewasa mereka dibesarkan secara terpisah, sehingga mereka tidak saling mengenal. Suatu ketika, saat bertemu dengan adik kandungnya itu, Sawerigading jatuh cinta dan berniat untuk melamarnya. Berhasilkah Sawerigading menikahi We Tenriabeng, saudara kandungnya itu? Kisah selengkapnya dapat Anda ikuti dalam cerita Sawerigading berikut ini. * * * Alkisah, di daerah Luwu, Sulawesi...

avatar
Sobat Budaya