Adat Nusantara
138 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Jung Jawa
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Riau

          Teknologi Maritim Yang Sempat Berjaya Jung Jawa adalah sebutan untuk kapal perang dan niaga yang pernah ada di Nusantara sekitar abad ke-8 hingga abad ke-17. Pada zamannya, kapal kayu ini cukup terkenal di kalangan para pelaut dunia sebagai kapal besar yang menguasai jalur perdagangan Asia, khususnya di Selat Malaka. Banyak kesaksian para penjelajah samudera internasional mengenai kapal ini. Jung Jawa mempunyai kemiripan dengan kapal Borobudur, yang juga ada di Nusantara hingga abad ke-13, menilik kesamaan teknik konstruksi yang dimiliki kedua jenis kapal tersebut, yakni seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku. Hal tersebut berbeda dengan jung-jung dari China, yang lambungnya direkatkan dengan bilah-bilah kayu dan paku besi. Sejumlah kalangan memang menduga jung Jawa mendapat pengaruh dari jung China, mengingat bahwa negeri Tirai Bambu tersebut telah dikenal sebagai pembuat kapal sejak 500 tahun sebel...

avatar
Oase
Gambar Entri
Rumah Adat Riau
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Riau

Rumah adat Riau sering juga disebut sebagai Pencalang atau rumah Lontik. Disebut Pelancang karena bentuk hiasan kaki pada dinding bagian depan rumah mirip dengan perahu, dan dinding rumahnya menyerupai layar dari perahu. Hal tersebut menyebabkan rumah adat tersebut mirip rumah perahu atau magon (jika dilihat dari jauh). Rumah tersebut berbentuk panggung. Hal itu untuk menghindari serangan binatang buas atau menghindari banjir. Disamping itu ada kebiasaan dari masyarakat untuk menyimpan hewan ternak di kolong rumah mereka. Balok penumpu untuk dinding bagian luar melengkung ke arah atas dan terkadang dibubuhi ukiran pada sudut-sudutnya. Rumang Lancang diduga merupakan perkawinan antara budaya masyarakat Kampar dengan Minangkabau. Dari segi atap yang melengkung menyerupai rumah Gadang pada masyarakat Minang, sementara rumah berbentuk perahu ciri khas masyarakat Kampar. (Sumber : http://rangkumanku.wordpress.com/senikebudayaan/rumah-adat-riau/)   &nbs...

avatar
Eniwinarti
Gambar Entri
Upacara Balai Panjang
Ritual Ritual
Riau

Upacara Balai Panjang merupakan  upacara adat masyarakat Talang Mamak. Adalah salah satu upacara yang bertujuan untuk pengobatan dan meminta kepada roh leluhur agar dijauhkan dari malapetaka (Tolak Bala). Saat akan melaksanakan upacara Balai Panjang,  kumantang (dukun) terlebih dahulu menghadap Saggaran Tujuh (puteri tujuh) untuk memberitahu serta meminta izin akan melaksanakan upacara Balai Panjang. Pelaksanaan upacara Balai Panjang dimulai jam 20.00 dan berakhir jam 04.00 (semalam suntuk), tergantung pada banyaknya masyarakat yang berobat dan banyaknya permainan/ kesenian yang diturunkan oleh dukun. Saat pagi menjelang, masyarakat yang berobat diberikan obat oleh dukun sesuai dengan jenis penyakit yang diderita korban. Upacara ini yang dipimpin oleh  kumantang  diiringi dengan berbagai permainan dan kesenian. Adapun perlengkapan untuk melaksanakan upacara ini adalah mempersiapkan tujuh bahan bambu serta sesajen, berbagai jenis ancak yang terdiri d...

avatar
Oase
Gambar Entri
Si Lancang Kuning
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Riau

Alkisah tersebutlah sebuah cerita, di daerah Kampar pada zaman dahulu hiduplah si Lancang dengan ibunya. Mereka hidup dengan sangat miskin. Mereka berdua bekerja sebagai buruh tani. Untuk memperbaiki hidupnya, maka Si Lancang berniat merantau. Pada suatu hari ia meminta ijin pada ibu dan guru ngajinya. Ibunya pun berpesan agar di rantau orang kelak Si Lancang selalu ingat pada ibu dan kampung halamannya. Ibunya berpesan agar Si Lancang jangan menjadi anak yang durhaka. Si Lancang pun berjanji pada ibunya tersebut. Ibunya menjadi terharu saat Si Lancang menyembah lututnya untuk minta berkah. Ibunya membekalinya sebungkus lumping dodak, kue kegemaran Si Lancang. Setelah bertahun-tahun merantau, ternyata Si Lancang sangat beruntung. Ia menjadi saudagar yang kaya raya. Ia memiliki berpuluh-puluh buah kapal dagang. Dikhabarkan ia pun mempunyai tujuh orang istri. Mereka semua berasal dari keluarga saudagar yang kaya. Sedangkan ibunya, masih tinggal di Kampar dalam keadaan yang s...

avatar
Siti Badriah Gofur
Gambar Entri
Balimau KAsai
Ritual Ritual
Riau

  Balimau Kasai adalah sebuah upacara  tradisional  yang istimewa bagi masyarakat Kampar di Provinsi Riau untuk menyambut bulan suci Ramadan. Acara ini biasanya dilaksanakan sehari menjelang masuknya bulan puasa. Upacara tradisional ini selain sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan memasuki bulan puasa, juga merupakan simbol penyucian dan pembersihan diri. Balimau sendiri bermakna mandi dengan menggunakan air yang dicampur jeruk yang oleh masyarakat setempat disebut limau. Jeruk yang biasa digunakan adalah jeruk purut, jeruk nipis, dan jeruk kapas. Sedangkan kasai adalah wangi- wangian yang dipakai saat berkeramas. Bagi masyarakat Kampar, pengharum rambut ini (kasai) dipercayai dapat mengusir segala macam rasa dengki yang ada dalam kepala, sebelum memasuki bulan puasa. Sebenarnya upacara bersih diri atau mandi menjelang masuk  bulan Ramadan  tidak hanya dimiliki masyarakat Kampar saja. Kalau di Kampar upacara ini sering dikenal dengan nama...

avatar
Friskalaras
Gambar Entri
Es Laksamana Mengamuk
Makanan Minuman Makanan Minuman
Riau

Bahan Es Laksamana Mengamuk Mangga kweni 300 gram, kupas, potong dadu Rendaman Selasih 1 sendok teh Kelapa muda 1 buah, serut memanjang Es batu 600 gram   Bahan Kuah Es Laksamana Mengamuk Santan 600 ml Daun pandan 3 lembar, ikat simpul Garam ¼ sendok teh   Bahan Sirup Es Laksamana Mengamuk Air 250 ml Daun pandan 2 lembar, ikat simpul Gula pasir 250 gram Garam ¼ sendok teh   Cara membuat Es Laksamana Mengamuk Untuk membuat Kuah, rebus santan dengan campuran garam dan daun pandan sambil diaduk sampai mendidih. Lalu Dinginkan. Untuk membuat Sirup, rebus air dengan campuran gula pasir, daun pandan, dan garam dengan menggunakan api kecil sampai mengental. Lalu Dinginkan. Letakkan mangga, selasih, kelapa muda, dan es batu dalam sajian mangkuk. Sajikan Es Laksamana Mengamuk dengan siraman kuah dan sirup yang telah dibuat. Itu dia minuman segar citarasa nusantar...

avatar
Endah Kinarya Palupi
Gambar Entri
Sayur Santan Tauco
Makanan Minuman Makanan Minuman
Riau

Bahan : • 300 gram tetelan sapi, potong-potong • 4 lembar daun salam • 5 cm lengkuas, dimemarkan • 3.000 ml santan dari 1 1/2 butir kelapa • 300 gram kacang merah • 400 gram buncis potong miring • 400 gram labu siam, potong korek api • 200 gram wortel, potong korek api • 1 sendok makan garam • 1 sendok teh gula merah • 4 sendok makan minyak goreng   Bumbu Halus: • 10 butir bawang merah • 6 siung bawang putih • 6 butir kemiri • 2 sendok teh terasi • 6 buah cabai merah • 10 sendok makan taoco   Cara Membuat Sayur Santan Tauco 1. Tumis bumbu halus, salam, dan lengkuas sampai harum. 2. Tuangkan santan. Aduk sampai mendidih. 3. Masukkan kacang merah dan tetelan. Rebus sampai lunak. 4. Tambahkan wortel, buncis, labu siam, garam, dan gula merah. 5. Aduk-aduk sampai sayuran lunak dan bumbu meres...

avatar
Endah Kinarya Palupi
Gambar Entri
Pengobatan Tradisional Melayu Negeri Pangean
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Riau

Pengobatan Tradisional Melayu Negeru Pangean, Riau Secara administratif, Negeri Pangean terletak di dalam wilayah Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Negeri Pangean merupakan daerah pedesaan dengan mata pencaharian mayoritas penduduknya di bidang pertanian. Kehidupan sosial masyarakat Pangean dipengaruhi oleh ajaran Islam, meskipun tidak seluruh masyarakat menjalankan syariat Islam secara penuh. Ada dua sistem yang mempengaruhi keyakinan masyarakat terhadap Islam, yaitu adat dan tradisi. Agama Islam bagi masyarakat Pangean merupakan sumber nilai, akan tetapi perilaku kehidupan sosial sehari-hari terkadang masih bernuansa Hindu. Penduduk Negeri Pangean umumnya cenderung bertindak menurut tradisinya lebih dahulu baru kemudian mempertimbangkan nilai-nilai Islam. Sistem nilai dan tradisi tersebut berpengaruh pada pandangan masyarakat Pangean mengenai dunia di luar dunia manusia, yaitu alam dan makhluk gaib. Masyarakat Pangean percaya bahwa m...

avatar
Alvipian
Gambar Entri
Upacara Adat Belian Tolak Bala Suku Petalangan
Ritual Ritual
Riau

Upacara Adat Belian Tolak Bala Suku Petalangan Asal-usul Dalam sejarah masyarakat Melayu Riau, Suku Petalangan dikenal sebagai suku yang memiliki banyak adat istiadat. Contohnya adalah upacara belian yang sampai sekarang masih tetap dilestarikan. Upacara ini merupakan ajaran leluhur agar manusia menjaga keseimbangan hidup dengan alam dan makhluk yang terlihat maupun tidak. Upacara ini juga bertujuan agar manusia bersyukur kepada Tuhan atas kesehatan mereka (Nizamil Jamil, dkk, 1987/1988; Budisantoso, 1986). Belian menurut bahasa orang Petalangan diambil dari beberapa arti. Menurut mereka, belian adalah nama kayu yang keras dan tahan lama. Kayu belian ini pada masa lalu biasa digunakan untuk bahan membuat ketobung, yakni gendang untuk mengiringi upacara adat. Kayu ini juga baik untuk bahan membuat bangunan rumah. Menurut kemantan (orang yang dapat berkomunikasi dengan makhluk gaib), kayu belian disebut juga dengan kayu putih sangko bulan yang berarti kayu tempat tingg...

avatar
Alvipian