Pengobatan dan Kesehatan
Pengobatan dan Kesehatan
Pengobatan Riau Negeri Pangean
Pengobatan Tradisional Melayu Negeri Pangean
- 30 Desember 2015

Pengobatan Tradisional Melayu Negeru Pangean, Riau

Secara administratif, Negeri Pangean terletak di dalam wilayah Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Negeri Pangean merupakan daerah pedesaan dengan mata pencaharian mayoritas penduduknya di bidang pertanian. Kehidupan sosial masyarakat Pangean dipengaruhi oleh ajaran Islam, meskipun tidak seluruh masyarakat menjalankan syariat Islam secara penuh. Ada dua sistem yang mempengaruhi keyakinan masyarakat terhadap Islam, yaitu adat dan tradisi. Agama Islam bagi masyarakat Pangean merupakan sumber nilai, akan tetapi perilaku kehidupan sosial sehari-hari terkadang masih bernuansa Hindu. Penduduk Negeri Pangean umumnya cenderung bertindak menurut tradisinya lebih dahulu baru kemudian mempertimbangkan nilai-nilai Islam.

Sistem nilai dan tradisi tersebut berpengaruh pada pandangan masyarakat Pangean mengenai dunia di luar dunia manusia, yaitu alam dan makhluk gaib. Masyarakat Pangean percaya bahwa makhluk halus/gaib menghuni tumbuhan yang sejiwa dengan tumbuhan tersebut. Kepercayaan ini juga berpengaruh pada kepercayaan masyarakat Pangean mengenai konsep sakit serta penyakit dan cara pengobatannya. Beberapa penyakit yang nyata tampak penyakit dan penyebabnya yang biasa dialami masyarakat Pangean misalnya, sakit gigi, panu, kurap, bisul, sakit mata, dan lain sebagainya. Penyakit ini biasanya akan diobati dengan pengobatan tradisional dengan menggunakan ramuan tumbuhan tertentu. Biasanya juru sembuh akan membacakan mantra pada ramuan obat yang akan diberikan pada si sakit.

Jenis Penyakit dan Cara Pengobatan

  • Pegal, Linu, dan Tidak Enak Badan

Ramuan tradisional yang digunakan untuk mengobati penyakit pegal, linu, letih, dan tidak enak badan adalah bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang terdiri atas daun bunga tanjung, daun meransi (daun tumbuhan palm), daun rambutan, dan daun cikorau yang biasanya tumbuh di persawahan. Ramuan dibuat dengan cara merebus keempat jenis daun tersebut di sebuah panci besar tertutup rapat sampai mendidih. Setelah mendidih, panci diangkat dan orang yang sakit harus diselimuti serapat mungkin. Si sakit kemudian dihangatkan tubuhnya dengan uap air rebusan obat. Hal ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut selama setengah jam hingga si sakit dapat mengeluarkan keringat. Sebelum melakukan pengobatan ini, biasanya juru sembuh akan memantrai si sakit. Khasiat obat ini sama dengan mandi uap, yakni agar si sakit menjadi segar kembali.   

  • Bengkak, Sejenis Bisu

Ramuan yang digunakan untuk mengobati penyakit ini adalah buah kemiri yang dibakar. Kemudian mengambil isi kemiri tersebut dan digosokkan di tempat yang licin, misalnya kaca, sehingga mengeluarkan minyak. Minyak kemiri tersebut kemudian dioleskan ke sekeliling tempat yang sakit.   

  • Cacingan

Ramuan untuk mengobati cacingan adalah kelapa tua, bawang merah, dan limau sandai. Cara pengobatannya yaitu dengan memeras kelapa tersebut untuk diambil santannya, bawang merah diiris kemudian diperas dan dicampur dengan air perasan daun limau sundai. Ketiganya diaduk menjadi satu. Setelah itu juru sembuh akan membacakan mantra “tuju golang-golang” pada air obat itu dan diminumkan kepada si sakit selama tiga kali berturut-turut.

  • Demam Akibat Tersapa Setan

Dalam keyakinan masyarakat Pangean, jika seseorang mengalami demam, panas, dan kepalanya pusing, maka orang itu dipercaya telah tersapa setan. Ramuan yang digunakan untuk penyakit ini adalah dua irisan tipis kunyit. Kemudian masing-masing irisan diberi mantra lalu dioleskan ke kering serta ditempelkan pada pelipis kiri dan kanan. Sisa potongan kunyit dioleskan ke semua kuku tangan dan kaki.  

  • Panu

Penyakit panu dapat diobati dengan ramuan yang terdiri atas gelinggang laut (sejenis tumbuhan perdu), jahe, dan ditambah minyak tanah. Cara pengobatannya adalah menggosokkan gelinggang laut di tempat yang sakit saat mandi sampai kulit berwarna kemerah-merahan. Pengobatan tersebut dilakukan secara rutin, dan biasanya dalam waktu tiga hari penyakit panu akan sembuh. Sedangkan penggunaan jahe untuk mengobati penyakit panu adalah jahe tersebut digiling hingga halus dan dicampur minyak tanah. Ramuan tersebut dioleskan pada tempat yang sakit pada waktu mandi.

  • Kurap

Pengobatan tradisional penyakit kurap dilakukan dengan menggunakan daun kayu racun yang merupakan sejenis tumbuhan perdu. Daun ini ditumbuk hingga halus dan dicampur dengan kapur sirih. Pengobatan dilakukan dengan mengoleskan ramuan tersebut setelah mandi. 

  • Sakit Perut

Sakit perut yang dimaksud di sini adalah perut tiba-tiba terasa mulas. Ramuan yang dipakai untuk mengobati penyakit ini adalah bawang putih dan jahe ditumbuk halus, kemudian dicampur dengan air masak yang hangat. Ramuan tersebut diminum beberapa kali hingga sakit perut hilang.  

  • Luka Ringan

Ramuan untuk mengobati luka ringan adalah daun sungkai. Daun tersebut dikunyah atau ditumbuk hingga lumat dan ditempelkan ke tempat yang luka. Cara yang lain adalah menggunakan arang yang menempel pada wajan yang digunakan untuk memasak sayur-sayuran. Arang tersebut diambil dan dioleskan pada bagian yang luka.

  • Obat Mata

Penyakit mata dapat diobati dengan lima helai daun sirih yang dicuci hingga bersih kemudian ditempat ke dalam mangkuk kecil yang berisi air bersih. Kemudian mata dicelupkan ke dalam air tersebut sambil berkedip-kedip sehingga kuman dan kotoran yang ada di dalam mata terdorong ke luar.

  • Gatal-gatal

Ramuan untuk mengobati penyakit gatal-gatal adalah terong yang dipotong-potong kemudian digosokkan ke bagian yang gatal.

  • Demam Panas

 

Ramuan yang digunakan untuk mengobati demam panas adalah daun bunga sepatu. Daun bunga ini diremas-remas hingga keluar airnya yang seperti lendir. Remasan daun tersebut kemudian ditempelkan di kening orang yang sakit hingga panasnya turun.

  • Batuk Seratus Hari

Penyakit ini dapat diobati dengan menggunakan daun sirih yang dikunyah bersama gula enau dan airnya ditelan hingga beberapa kali atau hingga air yang terkandung dalam daun sirih tersebut habis.

  • Terkilir

Cara mengobati sakit ini dengan ramuan tradisional adalah dengan menggunakan akar pohon pisang sembatu dan daun bunga bakung. Akar pisang sembatu dibakar hingga layu, kemudian diurutkan pada bagian yang terkilir dan bengkak. Sedangkan daun bunga bakung dipanggang hingga layu lalu diolesi minyak kelapa. Daun tersebut kemudian ditempelkan pada bagian yang terkilir ketika masih hangat.  

  • Sakit Pinggang

Ramuan untuk mengobati sakit pinggang adalah rebusan daun kumis kucing. Cara membuat ramuan ini adalah, daun kumis kucing direbus dalam air yang mendidih, kemudian airnya diminum sebanyak tiga kali sehari.

  • TBC

Obat tradisional untuk penyakit TBC adalah daun waru yang diremas-remas dan airnya dimasak sebanyak setengah gelas.

  • Sakit Gigi

Pengobatan tradisional untuk orang yang menderita sakit gigi dapat dilakukan dengan menggunakan getah tangkai pepaya yang dioleskan dan dimasukkan ke dalam lubang gigi yang sakit. Cara lain untuk mengobati sakit gigi adalah dengan menggunakan daun kecubung. Cara pengobatannya, daun kecubung direndam kemudian dimasukkan ke dalam tempurung yang berlubang pada bagian bawahnya. Tempurung tersebut kemudian ditaruh sebatang bambu sebesar jari telunjuk sepanjang 20 cm. Bambu tersebut dihubungkan ke lubang gigi sehingga uap buah kecubung akan mengalir ke gigi yang berlubang tersebut dan menghilangkan dan mematikan kuman pada gigi itu.   

Berbagai perkembangan zaman dan berbagai kemajuan teknologi tidak serta-merta menggeser peran pengobatan tradisional. Pengobatan modern dan pengobatan tradisional justru saling melengkapi satu sama lain. Bagi masyarakat tradisional yang umumnya tinggal di pedesaan, pengobatan tradisional menjadi penting karena untuk menjangkau pengobatan modern terkadang masyarakat masih kesulitan, termasuk mengenai biayanya, sehingga, dalam kondisi yang demikian, pengobatan tradisional masih berperan cukup penting.

Sumber : http://melayuonline.com/ind/culture/dig/2701/pengobatan-tradisional-melayu-negeri-pangean-riau

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Cara Membuat Sayur Sop Ayam yang Enak, Segar, dan Gurih
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Sayur sop ayam adalah salah satu masakan rumahan yang sangat populer di Indonesia khas ala Nur Kitchen . Rasanya yang ringan, segar, dan gurih membuat hidangan ini cocok disantap kapan saja, terutama saat cuaca dingin atau saat ingin makanan yang menenangkan. Selain enak, sayur sop ayam juga kaya akan nutrisi karena terdiri dari berbagai sayuran dan protein dari ayam. Bahan-Bahan Sayur Sop Ayam Berikut bahan yang perlu disiapkan: 500 gram daging ayam (potong sesuai selera) 2 buah wortel (iris bulat) 2 buah kentang (potong dadu) 1 batang daun bawang (iris) 1 batang seledri (ikat atau iris) 1 liter air Bumbu Halus: 4 siung bawang putih 1/2 sendok teh merica Garam secukupnya Bumbu Tambahan: 1/2 sendok teh gula Kaldu bubuk secukupnya (opsional) Cara Membuat Sayur Sop Ayam Rebus Ayam Didihkan air, lalu masukkan potongan ayam. Rebus hingga setengah matang. Buang kotoran atau busa yang muncul agar kuah tetap jernih. Tumis Bumbu Haluskan bawang putih dan merica, lalu...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Aunu Senebre: Kelezatan Tersembunyi dari Tanah Papua
Makanan Minuman Makanan Minuman
Papua

Aunu Senebre: Kelezatan Tersembunyi dari Tanah Papua Identitas Kuliner Aunu Senebre merupakan makanan pendamping tradisional yang berasal dari Papua [S1]. Hidangan ini dikategorikan sebagai kuliner khas Papua yang mulai dikenal dalam percakapan kuliner nasional, meskipun popularitasnya belum menyamai papeda atau ikan bakar Manokwari [S1][S3]. Secara definisi, Aunu Senebre adalah masakan tradisional berbahan dasar nasi atau singkong parut yang dicampur dengan ikan teri goreng, dan terkadang menggunakan ubi jalar sebagai variasi [S2]. Penyebutan "Aunu Senebre" sendiri merupakan istilah lokal yang melekat pada hidangan ini di tanah Papua [S1]. Sayangnya, belum ada sumber yang mengungkap secara spesifik asal-usul etimologis nama tersebut maupun daerah sentra produksi yang lebih terperinci di wilayah Papua. Keberadaan Aunu Senebre sebagai makanan tradisional Papua juga tercatat dalam daftar kuliner khas Indonesia dari 38 provinsi, yang menegaskan statusnya sebagai warisan k...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Budaya Nusantara
- -
-

Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Budaya Nusantara Identitas dan Asal-Usul Congklak merupakan permainan tradisional yang dikategorikan sebagai permainan papan dan biji, dikenal dengan beragam nama di berbagai wilayah Nusantara. Di Jawa, permainan ini lazim disebut congklak, dakon, dhakon, atau dhakonan [S1]. Sementara itu, di wilayah Sumatra dan Kalimantan yang berkebudayaan Melayu, nama yang digunakan adalah congkak [S1]. Variasi penamaan juga ditemukan di Lampung sebagai dentuman lamban, serta di Sulawesi dengan sebutan Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang, dan Nogarata [S1]. Keberagaman nama ini menunjukkan luasnya persebaran dan kuatnya akar permainan ini dalam tradisi lisan masyarakat Indonesia. Sejarah permainan congklak memiliki lintasan yang panjang dan tidak sepenuhnya terpusat di satu titik asal. Bukti menunjukkan bahwa permainan ini diduga mulai tersebar dari Afrika sebelum akhirnya masuk dan membudaya di Indonesia [S2]. Pendapat ini diperkuat oleh fakta ba...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Nusantara
- -
-

Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Nusantara Identitas dan Asal-Usul Congklak, juga dikenal sebagai Dakon, adalah permainan tradisional yang memiliki berbagai sebutan di seluruh Indonesia. Permainan ini termasuk dalam kategori permainan papan dan telah ada sejak zaman kuno, menjadikannya salah satu permainan tertua di dunia. Congklak dikenal dengan nama yang berbeda di berbagai daerah, seperti dhakon di Jawa, dentuman lamban di Lampung, dan makaotan di Sulawesi, menunjukkan keberagaman budaya yang ada di Nusantara [S2][S3][S4]. Sejarah Congklak menunjukkan bahwa permainan ini telah dimainkan oleh nenek moyang di Indonesia sejak lama, dengan bukti bahwa istilah dan variasi permainan ini muncul di berbagai daerah, termasuk di Sumatera dan Kalimantan yang memiliki kebudayaan Melayu [S3][S4]. Dalam konteks ini, Congklak tidak hanya menjadi sekadar permainan, tetapi juga mencerminkan warisan budaya yang kaya dan beragam di Indonesia. Bahan yang digunakan dalam permaina...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Jamu: Warisan Budaya Takbenda UNESCO dan Kebanggaan Indonesia
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Tengah

Jamu: Warisan Budaya Takbenda UNESCO dan Kebanggaan Indonesia Identitas dan Asal-Usul Jamu tradisional merupakan warisan kesehatan asli Indonesia berupa ramuan herbal yang diracik dari bahan-bahan alami [S1][S3]. Sebagai sistem pengobatan tradisional, jamu telah dipraktikkan secara turun-temurun selama berabad-abad oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya nasional [S1][S2]. Praktik ini mencakup pengetahuan meracik, filosofi kesehatan, hingga aspek sosial-budaya yang menyertainya. Sejarah jamu berpusat di Jawa, dengan Kota Surakarta (Solo) sebagai salah satu episentrum utama yang masih aktif memproduksi dan melestarikan tradisi ini [S4]. Akar tradisi jamu dapat ditelusuri hingga era Kerajaan Mataram, di mana pengetahuan pengobatan herbal telah menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi [S6]. Hingga kini, Jawa tetap menjadi daerah asal dan pusat budaya jamu yang paling kuat [S2][S6]. Bukt...

avatar
Kianasarayu