Pernah mendengar istilah pamali ? pastinya hampir seluruh masyarakat indonesia mengenal istilah tersebut. Nah, di daerah Bangka sendiri istilah pamali lebih dikenal dengan "kepunan"
Buang Jong merupakan salah satu upacara tradisional yang secara turun-temurun dilakukan oleh masyarakat suku Sawang di Pulau Belitung. Suku Sawang adalah suku pelaut yang dulunya, selama ratusan tahun, menetap di lautan. Baru pada tahun 1985 suku Sawang menetap di daratan, dan hanya melaut jika ingin mencari hasil laut. Buang Jong dapat berarti membuang atau melepaskan perahu kecil (Jong) yang di dalamnya berisi sesajian dan ancak (replika kerangka rumah-rumahan yang melambangkan tempat tinggal). Tradisi Buang Jong biasanya dilakukan menjelang angin musim barat berhembus, yakni antara bulan Agustus—November. Pada bulan-bulan tersebut, angin dan ombak laut sangat ganas dan mengerikan. Gejala alam ini seakan mengingatkan masyarakat suku Sawang bahwa sudah waktunya untuk mengadakan persembahan kepada penguasa laut melalui upacara Buang Jong. Upacara ini sendiri bertujuan untuk memohon perlindungan agar terhindar dari bencana yang mungkin dapat menimpa mereka selam...
Jika Palembang terkenal dengan kain songket, Bangka juga memiliki kain khas bernama kain cual . Kain yang menjadi kebanggaan masyarakat Bangka ini kini telah menjadi seragam di beberapa Sekolah Dasar dan kantor-kantor pemerintahan di daerah penghasil timah itu. Asal muasal kain cual sendiri berasal dari kain songket Palembang. Awal mula perkembangan kain ini ada di Kota Muntok, Bangka, pada sekitar abad ke-17. Kain cual pertama kali diperkenalkan oleh kakek buyut pendiri toko Kain Cual Ishadi yang berada di Pangkal Pinang. Seiring berjalannya waktu, kain cual mulai dikenal masyarakat sebagai kain khas Provinsi Bangka Belitung. Kain cual memiliki beberapa motif, seperti motif kembang gajah, bunga cina, naga bertarung, dan burung hong. Beberapa motif kain cual ada yang dibuat dengan menggunakan benang sutra dan bahkan ada yang dibuat dengan benang emas 18 karat. Harga jual kain cual sangat bervariasi. Mulai dari Rp50.000 hingga jutaan rupiah. Harga ini tergantung...
Bangka Belitung memiliki kekayaan laut yang berlimpah. Salah satunya hasil laut tersebut adalah ikan. Dan ikan bagi masyarakat Bangka Belitung dapat menjadi bahan dasar utama dari lempah kuning, baik lempah kuning ikan, ayam, maupun iga. Lempah kuning merupakan salah satu khas makanan dari Bangka Belitung. Ia dicirikan, di antaranya, oleh terasi yang berbahan dasar udang halus. Terasi adalah hasil buatan masyarakat Bangka Belitung, khususnya di daerah Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Toboali juga penghasil udang terbesar di provinsi ini. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat lempah kuning khas Bangka Belitung : 3 ekor Ikan Kerapu 3 sendok makan Air Jeruk Nipis 1 buah Nanas 2 buah Tomat Merah 1 liter Air Bumbu halus yang dibutuhkan : 8 buah Cabai Merah Keriting 2 buah Cabai Rawit Hijau 5 siung Bawang Merah 4 siung Bawang Putih 1 ruas Kunyit 1 ruas Jahe 1 batang Serai 1 sendok makan T...
Betelok dalam bahasa Indonesia berarti bertelur. Dan jika mendengar nama ikan kembung betelok, pasti pikiran kita langsung membayangkan bahwa ikan kembung yang diolah menjadi masakan adalah ikan kembung yang sedang bertelur. Persepsi itu tak melulu salah. Hanya saja, masakan ikan kembung betelok ala Bangka Belitung memiliki perbedaan. Telur ( telok ) yang ada di dalamnya terbuat dari daging ikan itu sendiri. Dan di Bangka Belitung, daging ikannya dihancurkan, ditambahi bumbu, kemudian dicampur dengan sedikit santan kelapa dan telur untuk membuatnya lebih gurih dan gemuk. Ikan kembung memiliki isi yang enak dan rasanya lebih manis dibanding ikan-ikan lainnya. Bahan: 6 ekor ( 1 kg) ikan kembung 2 butir telur ayam 250 ml santan kental Bumbu, haluskan: 6 siung bawang putih 6 siung bawang merah 1 ruas jempol jahe 1 sdm lada putih 1 sdm ketumbar Cara membuat: Bersihkan ikan, buang isi...
Mendengar nama kuliner Bong Li Piang, pasti yang ada di dalam benak Anda adalah makanan ini berasal dari negeri Tiongkok. Namun jangan salah kira, ternyata cemilan yang satu ini berasal dari negeri sendiri tepatnya di Pulau Bangka, Bangka Belitung. Asal mula kue Bong Li Piang terjadi saat Suku Hakka yang berasal dari Tiongkok, melakukan imigrasi besar-besaran ke wilayah selatan termasuk Pulau Bangka. Merasa cocok dan dapat berbaur dengan masyarakat Pribumi, masyarakat Suku Hakka mulai menetap dan mempelajari budaya lokal. Perpaduan budaya antara pribumi dan Suku Hakka meluas hingga ke bidang makanan. Bahan-bahan yang mudah didapatkan dan cita rasa yang sama membuat kue Bong Li Piang kemudian tercipta. Terbuat dari komposisi Terigu, santan, gula aren, dan nanas. Kue Bong Li Piang memiliki rasa yang manis dan sedikit gurih. Pada bagian dalam kue, nanas yang telah diolah menjadi selai membuat kue ini menjadi terasa lebih nikmat dan sangat pas dihidangkan bersama kopi atau teh saat...
Sup gangan adalah hidangan berkuah asal Bangka Belitung yang menggunakan bahan dasar berupa olahan hasil laut, apalagi kalau bukan ikan. Ikan yang dipakai oleh penduduk Babel untuk membuat sup ganggan umumnya ikan tenggiri yang masih segar. Ikan tenggiri hasil tangkapan nelayan dimasak bersama campuram rempah-rempah yang mudah ditemui di Indonesia seperti cabai, bawang merah, bawang putih, lengkuas, dan kunyit. Dengan penggunaan bumbu-bumbu rempah khas Indonesia menjadikan sup ganggan bercita rasa yang juga sesuai dengan selera lidah orang Indonesia. Untuk ikannya sendiri tidak berbau amis. Warna kuah sup kuning yang ketika dicicip akan terasa asam, pedas, dan gurih. Kuliner satu ini termasuk kuliner kebanggaan warga Belitung sehingga pelestariannya terus dilakukan hingga sekarang. Bahan-bahan 7 butir bawang merah 1 liter air 1/2 kg ikan (sesuai selera, Q pake ikan bulat)...
Home Makanan 34 Makanan Khas Bangka Belitung yang Wajib Dicoba 34 Makanan Khas Bangka Belitung yang Wajib Dicoba Bangka Belitung atau yang biasa disingkat Babel mempunyai banyak macam kuliner yang masih eksis sampai sekarang. Makanan khas Bangka Belitung kebanyakan terbuat dari bahan baku ikan atau produk laut lain. Bukan hal yang aneh jika kuliner dari Bangka Belitung rata-rata didominasi oleh bahan dasar produk laut mengingat provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada dekat dengan lautan. Selain produk laut, ada juga masakan khas Bangka Belitung yang memanfaatkan hasil perkebunannya. Apabila kamu lagi berada di provinsi seluas 18725,14 km persegi itu, ada beberapa kuliner yang wajib kamu coba. Berikut sudah MakananOlehOleh.com buat daftar makanan khas Bangka Belitung yang enak dan harus dicoba oleh setiap orang yang berkunjung ke provinsi bersemboyan “Serumpun Sebalai&rdqu...
Terasi atau yang lebih pupuler dengan nama Belacan merupakan salah satu jenis bumbu masak yang sangat terkenal dari daerah Bangka. Belacan Bangka biasanya di buat dengan cara udang rebon diambil nelayan dari laut, kemudian langsung direbus di pinggir pantai, setelah matang, ditumbuk dan dicampur garam menggunakan lesung kayu, dijemur kembali agar kadar airnya rendah, kemudian ditumbuk kembali sampai bisa dibentuk, yang jadi ciri khas Belacan Bangka. Di Bangka, ada beberapa daerah yang khusus menjadi penghasil belacan yang terkenal seperti Toboali, Bangka Selatan. Terasi merupakan bumbu penting di kawasan asia tenggara dan china selatan. Terasi memiliki bau yang tajam dan biasanya digunakan untuk membuat sambal terasi, tetapi juga ditemukan dalam berbagai resep tradisional Indonesia. Sumber: wikipedia.org