Di sana kita akan sangat mudah menjumpai beragam jenis rumah tradisional seperti Rumah Melayu Atap Lontik, Melayu Atap Limas, Melayu Lipat Kajang, Balai Salaso Jatuh, dan Rumah Adat Salaso Jatuh Kembar. Namun ketika pemerintah pusat, pada tahun 1971, hendak membangun TMII (Taman Mini Indonesia Indah), tiap-tiap daerah harus menentukan satu jenis rumah adat untuk dibuatkan Anjungan rumah adat sebagai representasi resmi rumah adat di daerah propinsi tersebut. Saat itu Gubernur Riau adalah Arifin Ahmad. Beliau membentuk tim 9 yang terdiri dari budayawan dan pemikir Melayu. Tim 9 ini bertugas untuk mendesain dan membuat Rumah Adat Riau dengan melakukan riset keliling Riau. Kemudian lahirlah sebuah arsitektur rumah yang hari ini bisa kita temui pada anjungan rumah adat Riau di TMII yang kita kenal dengan nama Selaso Jatuh Kembar. Kemudian Rumah Selaso Jatuh Kembar dipopulerkan dan ditetapkan oleh Gubernur Riau Imam Munandar sebagai Rumah Adat kebudayaan masyarakat Riau. ...
Lempeng Sagu adalah produk pangan sehat yang terbuat dari sagu. Lempeng sagu merupakan makanan khas masyarakat Lingga, Kepulauan Riau. Lempeng sagu ini bukan hanya makanan atau kue khas Riau, tetapi lempeng sagu juga kue khas dari Papua, Maluku, dan Kalimantan Barat. Bahan-bahan: 1 Kg Tepung Sagu Kacang yang sudah di tumbuk 300 gram (1 butir kelapa) Kelapa, diparut secukupnya Garam halus Secukupnya air Cara membuat: Sagu disangrai di atas api kecil, lalu masukkan kacang yang sudah di tumbuk, kelapa, dan garam halus sambil terus dipercikkan air dan diaduk hingga rata dan sagu matang. Angkat dan dipindahkan sagu ke teflon ukuran sedang, lalu diletakkan di atas api kecil lagi, kemudian sagu tersebut ditekan pakai sendok sampai pipih. Biarkan selama 10 menit, kemudian dibalik dan biarkan lagi selama 10 menit, lalu diangkat. Sajikan lempeng sagu dalam keadaan panas dengan taburan kelapa parut....
Kepulauan Riau memiliki banyak sekali pulau. Luas wilayah lautnya lebih besar dari daratan. Hal ini membuat Kepulauan Riau memiliki potensi sumber daya kelautan yang berlimpah. Dari laut tersebut, salah satunya kemudian menjadi makanan khas yang diolah dari ikan. Sop ikan, demikian nama salah satu makanan khas tersebut. Sedari dulu, masyarakat Kepulauan Riau, khususnya masyarakat Kota Tanjungpinang, juga masyarakat di pulau-pulau kecil di sekitar Kepulauan Riau, sudah mengenal makanan lezat ini. Untuk membuat sop ikan yang khas, digunakan bahan baku dan bumbu tertentu. Bahan baku tersebut adalah Ikan Merah yang sudah dipotong-potong. Ikan ini sudah dipisahkan dari tulangnya. Sedangkan racikan bumbu dan kuah sudah disiapkan dalam tiga panci stainless besar untuk merebus kuah. Irisan ikan merah ini kemudian dicampur ke dalam mangkok bersama sawi asin, tomat, dan kuah. Dan sebelum dihidangkan kepada pembeli, sop ikan terlebih dahulu ditaburi bawang goreng, sambal cabai hijau, ser...
Gonggong bukanlah suara Anjing. Di Kepulauan Riau, ini adalah makanan khas yang sekilas mirip dengan keong. Dalam bahasa latin, gonggong dikenal sebagai Strombus Canurium (ganus) dan masih tergabung dalam famili atau rumpun Molusca . Makanan khas ini merupakan sejenis kerang-kerangan yang banyak terdapat di perairan sekitar Kepulauan Riau. Karena itu, Gonggong hanya tersedia di beberapa restoran makanan laut atau di tempat pusat jajanan. Masyarakat Tanjungpinang menyebut tempat tersebut dengan nama Akau ( open air restaurant ). Lokasinya sendiri berada di kawasan Potong Lembu. Tidak diketahui pasti kapan Gonggong menjadi makanan khas dari kepulauan yang dahulu disebut Negeri Segantang Lada ini. Namun, bagi masyarakat Kota Tanjungpinang, makanan ini sudah dikenal sejak era tahun 1950-an, sejak daerah ini masih menggunakan mata uang Dolar Singapura. Tak hanya lezat, kandungan gizi yang dimiliki Gonggong juga tinggi. Manfaat Gonggong yang paling baik adalah bagi orang-orang muda...
Sejak 1960-an, masyarakat Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sudah mengenal panganan mi rebus. Namun masyarakat kemudian lebih mengenalnya dengan sebutan Mi Lendir Jalan Bintan. Pemberian nama ini sesuai dengan lokasi makanan dijual. Panganan khas Kepulauan Riau yang biasa dimakan kala sarapan ini dibuat oleh Sumardi, 70 tahun. Saat datang ke Tanjungpinang bersama istrinya, pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, ini tak menyangka apa yang dihasilkannya akan menjadi sesuatu yang khas. Sebab, di perantauan, awalnya ia hanyalah tukang kue putu yang berjualan keliling kampung. Karena dirasa tak cukup untuk menghidupi keluarga, Sumardi kemudian beralih untuk berdagang mi rebus di Jalan Bintan Tanjungpinang pada 1968. Pada era 1970-an dan 1980-an, kawasan jalan Bintan mulai terkenal di mancanegara karena tercatat pada buku panduan ( guide book ), Lonely Planet terbitan Australia. Saat memulai usaha mi, bersama pedagang lain, etalase milik Sumardi menempel pada sebuah kedai berbentuk rumah...
Natuna silong artinya memakan makanan secara mentah, memang agak sedikit mirip memang dengan sashimi jepang, namun silong biasa identik dengan makanan dari laut yang di konsumsi secara mentah. Untuk cara penyajiannya juga berbeda, masyarakat Natuna biasanya akan terlebih dahulu membersihkan makanan yang hendak di buat silong dengan membasuhnya dengan perasan air jeruk lalu diamkan beberapa saat hingga bau amisnya hilang. Selain di beberapa daerah di Indonesia, Latoh juga di kenal di mancanegara seperti di wilayah Asia, antara lain di negara Jepang, Korea dan China dan bahkan di Negara Eropa, karena tumbuhan sejenis rumput laut ini hampir tumbuh di seluruh dunia. Di luar negeri Latoh di kenal dengan "anggur laut" atau "kaviar hijau", di negara Malaisya bagian Sabah menyebutnya dengan "Latok" dan Filipina menyebutnya "Lato". Tumbuhan ini sangat unik, selain memiliki biji buah yang kecil-keci...
PEDEK ATAU PEDOK ADALAH MAKANAN SEJENIS SAMBAL YANG BERASAL DARI NATUNA. YANG TERBUAT DARI IKAN TERI YANG DI DEFREGMANTASIKAN. RASA KHASNYA ADALAH RASA IKAN DAN RASA ASIN. PEDEK MEMILIKI WARNA ABU-ABU. MASYARAKAT NATUNA BIASA MENGKONSUMSI PEDEK DENGAN MENJADIKANNYA SEBAGAI PENEMAN LAUK. PEDEK BIASANYA DIJUAL DENGAN HARGA 5-10 RIBU PER BOTOL. https://letsmove974.wordpress.com/2017/03/21/kuliner-khas-natuna-berbasis-ekowisata/
Sop Ikan Batam merupakan salah satu resep yang banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia. Masakan ini merupakan resep yang sangat populer dikalangan masyarakat Batam. Selain rasanya yang enak dan khas, sop ikan Batam ini juga sangat mudah sekali dibuatnya. Biasanya masakan ini menggunakan daging ikan tenggiri atau kakap sebagai bahan utama sop. Sop ikan Batam dapat di jumpai di berbagai restoran-restoran yang tersebar di berbagai titik di Batam, seperti Nagoya dan Batam Center. Bagi anda yang ingin membuatnya sendiri dirumah, berikut ini merupakan resep cara pembuatan sop ikan khas Batam, antara lain: Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sop ikan batam : 250 gram Ikan Tenggiri Fillet, kemudian anda iris melebar miring ½ sendok teh Air Jeruk Nipis 1500 ml Air 1 sendok makan Ebi Sangrai, kemudian anda haluskan 2 sendok makan Bawang Merah Goreng, kemudian anda remas-remas halus 1 sendok makan Garam ¾ sendok teh Mer...
Mie lendir merupakan hidangan yang memiliki cita rasa yang lezat serta tampilan hidangan yang sangat menarik . Kuliner satu ini tidak hanya terkenal di daerah asalnya Batam, namun juga sangat terkenal dikalangan masyarakat Indonesia akan kelezatannya. Mie lendir sangat mudah dijumpai di Batam, khususnya di daerah pesisir Tanjung Pinang yang memang terkenal sebagai daerah penyedia masakan mie lendir ini. Citarasa yang disuguhkan memang sangat unik dan bikin ketagihan, hal itu karena adanya bahan-bahan yang tidak biasa dalam proses pembuatan mie lendir. Menggunakan kacang tanah sebagai bahan campuran kuah memberikan perpaduan rasa yang unuk, seperti campuran rasa pedas, sedikit manis dan gurih. Mie lendir khas Batam ini memang sudah menjadi icon kuliner di daerahnya. Berikut ini resep cara pembuatan mie lendir Batam ini, antara lain: Bahan membuat mie lendir 500 grm mie kuning basah, rebus kemudian tiriskan 500 grm ubi jalar, rebus dahulu hingga empuk, kemudian...