Adat Nusantara
375 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pernikahan Se Suku dalam Adat Minangkabau
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Derasnya arus globalisasi menyebabkan banyaknya remaja Minangkabau yang tidak memperhatikan norma adat Minangkabau, banyak yang menganggap bahwa norma adat Minangkabau adalah hal kuno, salahsatunya adalah Kawin Sasuku.  Kawin sasuku adalah suatu hubungan pergaulan dan perkawinan yang dilakukan antara laki-laki dengan perempuan minangkabau yang berasal dari suku yang sama. Ada lima jenis  Cinto Sasuku dalam minangkabau Sasuku saparuik, yaitu hubungan sesuku yang bertalian darah langsung, misalnya berasal dari satu nenek, satu buyut, dst. Jika ada yang menjalin hubungan seperti ini, maka hukumannya terusir dari kampung dan tidak mempunyai hak atas kaum dan nagari nya Sasuku Sapayuang,  Yaitu keduanya memiliki suku yang sama tetapi nenek yang berbeda namun masih satu  datuak (penghulu  kaum), kondisi ini dapat dibilang masih berat, hukumannya sama dengan  Sasuku Saparuik Sasuku Sakampung,  yaitu keduanya memiliki suku y...

avatar
Oskm18_16018309_hafizh
Gambar Entri
Pasambahan (Pidato Adat)
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Sumatera Barat sangat kaya dengan budaya-budaya khasnya, salah satunya yaitu Pasambahan. Pasambahan adalah sebuah pidato adat yang dilakukan oleh niniak mamak, sumando dan pemuda Minangkabau secara bergantian dan saling berbalas dalam suatu perhelatan seperti pernikahan, batagak pangulu dan baralek gadang. Pasambahan ini biasanya dilakukan sebelum menyantap hidangan yang telah disediakan dalam acara baralek tersebut. Bisa dianggap Pasambahan ini seperti basa basi antara niniak mamak atau yang juga disebut sipangka dengan urang sumando yang juga disebut sialek. 'Pasambahan ka makan' ini bisa berlangsung antara 45 menit sampai 90 menit, tergantung dari situasi dan kondisi.    Pasambahan juga salah satu bentuk karya sastra minangkabau. Pasambahan itu mengandung makna yang dalam.Dia terhimpun didalam ungkapan ,petatah petitih ,dan mamangan. Dia terdiri atas kata-kata berkias ,beribarat,dan berumpama. Untuk mendapatkan makna yang ada didalamnya, diperlukan pemah...

avatar
Oskm_16718141_farhan
Gambar Entri
Pasambahan (Pidato Adat)
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Sumatera Barat sangat kaya dengan budaya-budaya khasnya, salah satunya yaitu Pasambahan. Pasambahan adalah sebuah pidato adat yang dilakukan oleh niniak mamak, sumando dan pemuda Minangkabau secara bergantian dan saling berbalas dalam suatu perhelatan seperti pernikahan, batagak pangulu dan baralek gadang. Pasambahan ini biasanya dilakukan sebelum menyantap hidangan yang telah disediakan dalam acara baralek tersebut. Bisa dianggap Pasambahan ini seperti basa basi antara niniak mamak atau yang juga disebut sipangka dengan urang sumando yang juga disebut sialek. 'Pasambahan ka makan' ini bisa berlangsung antara 45 menit sampai 90 menit, tergantung dari situasi dan kondisi. Sebelum melakukan pasambahan ka makan ini, biasanya dalam baralek pernikahan, menjelang pengantin laki-laki datang, juga diadakan serangkaian iring-iringan menggunakan alat musik rebana. Pasambahan ka makan ini juga disebut Panitahan.  Pasambahan juga salah satu bentuk karya sastra minangkabau. Pasa...

avatar
Oskm_16718141_farhan
Gambar Entri
Pasambahan (Pidato Adat)
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Sumatera Barat sangat kaya dengan budaya-budaya khasnya, salah satunya yaitu Pasambahan. Pasambahan adalah sebuah pidato adat yang dilakukan oleh niniak mamak, sumando dan pemuda Minangkabau secara bergantian dan saling berbalas dalam suatu perhelatan seperti pernikahan, batagak pangulu dan baralek gadang. Pasambahan ini biasanya dilakukan sebelum menyantap hidangan yang telah disediakan dalam acara baralek tersebut. Bisa dianggap Pasambahan ini seperti basa basi antara niniak mamak atau yang juga disebut sipangka dengan urang sumando yang juga disebut sialek. 'Pasambahan ka makan' ini bisa berlangsung antara 45 menit sampai 90 menit, tergantung dari situasi dan kondisi.    Pasambahan juga salah satu bentuk karya sastra minangkabau. Pasambahan itu mengandung makna yang dalam.Dia terhimpun didalam ungkapan ,petatah petitih ,dan mamangan. Dia terdiri atas kata-kata berkias ,beribarat,dan berumpama. Untuk mendapatkan makna yang ada didalamnya, diperlukan pemah...

avatar
Oskm_16718141_farhan
Gambar Entri
Bendi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Barat

Bendi menjadi alat transportasi sejak awal pembentukan kota Bukittinggi. Sejak dulu, bendi memang menjadi alat transportasi di Bukittinggi, mengantar penumpang sampai ke tempat tujuan. Tempat duduk penumpang dan kusir (pengendara bendi) terbuat dari kayu, sempit, cukup muat untuk 6 orang dewasa. Satu orang penumpang bisa duduk di sebelah kusir, dan sisanya di kursi belakang. Roda bendi dari kayu yang dilapisi karet. Untuk menaiki bendi ada satu tatakan kaki dari besi. Penumpang bisa menginjak besi pipih itu sebagai pijakan untuk naik ke dalam bendi. Bendi terdapat di depan jam gadang, dan di depan pasar banto, pasar bawah. Bendi tidak akan berkeliling kota mencari penumpang. Bendi hanya berdiri menunggu penumpang dan mengantar penumpang ke tempat tujuannya atau membawa penumpang keliling kota. Setelah mengantar penumpang ke tempat tujuan, bendi akan kembali ke tempatnya, di depan jam gadang atau di depan pasar banto. Bendi biasanya digunakan untuk transportasi dari pasar ke...

avatar
OSKM18_19718175_Brillian
Gambar Entri
Kaba Anggun Nan Tongga
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

KABA ANGGUN NAN TONGGA Tak banyak yang tahu sejarah pantai Gandoriah. Kisah yang dituturkan lewat cerita kaba ini memang sudah jarang didengar dan diceritakan. Sehingga wajar saja banyak yang tidak tahu kisah cinta tragis antar  Puti Gandoriah dan Anggun nan Tongga. Kaba (kisah) ini biasanya dimainkan/dilakonkan dalam permainan randai di minangkabau. Dan juga, kaba anggun nan tongga ini mungkin aka nada beberapa versi yang sedikit berbeda-beda Meskipun pada awalnya dikisahkan secara lisan beberapa versi kaba ini sudah dicatat dan dibukukan. Salah satunya yang digubah Ambas Mahkota, diterbitkan pertama kali tahun 1960 di  Bukittinggi .   SINOPSIS KABA ANGGUN NAN TONGGA Di sebuah lorong pendalaman kampung, Pariaman, hiduplah seorang pemuda yang bernama Anggun Nan Tongga, yang di juga diberi gelar Magek Jabang. Bundanya, Ganto Sani wafat tak lama sesudah melahirkan Nan Tongga, sedangkan ayahnya pergi bertarak ke Gunung Ledang. Ia diasuh saudara perem...

avatar
OSKM18_16218040_Reza Alifa Zikra
Gambar Entri
Tari Rantak - Sumatera Barat
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Sumatera Barat merupakan provinsi daerah yang memiliki berlimpah kebudayaan baik dari segi bidang makanan, arsitektur, baju adat, hingga seni tari yang bermacam - macam. Ada Tari Piring yang terkenal dengan sejumlah penari membawa piring pada tangannya dan menarikannya supaya tidak terjatuh, hingga mampu menginjak - injak beling. Kemudian ada Tari Payung dengan berbagai macam jenis, Tari Indang yang terkenal, dan adapula Tari Rantak yang mungkin belum semua masyarakat mengenalnya, terlebih lagi bagi masyarakat diluar provinsi Sumatera Barat. Tari Rantak merupakan salah satu tarian tradisional yang terinspirasi dari gerakan pencak silat dari kebudayaan masyarakat Minangkabau Provinsi Sumatera Barat. Tarian ini merupakan tarian tradisional yang lebih mengedepankan dan menegaskan ketajaman dari gerakan para penarinya. Dalam pertunjukannya, Tari Rantak umumnya akan ditarikan oleh beberapa para penari laki-laki dan perempuan dengan memakai busana berwarna merah dan emas, dengan d...

avatar
OSKM_16518083_Athaya Syaqra_2018
Gambar Entri
Baluik lado hijau
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Baluik atau belut ini biasanya dikeringkan di bawah terik matahari hingga kering lalu di goreng dengan minyak panas. Setelah itu dicampur dengan lado atau cabe hijau. Baluik lado hijau biasanya dapat dijumpai di rumah makan minang di Sumatera Barat. Masakan ini juga sering disajikan dalam upacara adat yaitu pernikahan dan syukuran. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_fmipa_fadil
Gambar Entri
Manjapuik Marapulai
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Dalam adat Minangkabau, acara japuik-majapuik dilakukan setelah ijab-kabul atau akad nikah dilaksanakan. Ijab-kabul biasanya dilakukan di masjid, dipimpin oleh engku khadi atau penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA). Setelah akad nikah di depan engku kadhi dengan dihadiri saksi-saksi, maka telah sah status kedua mempelai sebagai suami istri. Namun, laki-laki atau marapulai, baru dapat mendatangi rumah istrinya setelah ia dijemput sesuai ketentuan adat Minangkabau. Adat manjapuik marapulai ialah sebagai berikut. Petugas Manjapuik Marapulai. Oleh karena marapulai akan bersumando (pindah) ke rumah yang bermamak (beradat), maka adalah haknya menurut adat untuk dijemput oleh pihak mamak rumah dari keluarga istrinya. Dalam pelaksanaannya, bukanlah mamak itu sendiri yang menjemput marapulai, tetapi utusannya yaitu yang sama-sama orang sumando dalam rumah nan bermamak itu. Marapulai dijemput dengan membawa bingkisan dan datang ditunggu dengan carano. Hal ini melambangkan, meskipun...

avatar
Oskm18_16218125_nada