masyarakat adat
268 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kalender Baduy
Ritual Ritual
Banten

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Baduy   Kalender Baduy  adalah sistem kalender yang digunakan oleh  Suku Baduy  di daerah  Banten . Kalender Baduy termasuk dalam kalender matahari dimana satu tahun rata-rata sama dengan satu tahun tropis (365 hari matahari 5 jam 48 menit 45.19 detik). Hal ini sangat berguna bagi masyarakat Baduy sebagai acuan dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pertanian. Selain itu Kalender Baduy juga termasuk dalam kalender astronomis dimana penentuan awal tahun dilakukan dengan memperhitungkan faktor pengamatan langit dan pengamatan musim; tidak hanya mengandalkan sistem penghitungan tertentu (kalender matematis). Daftar isi 1 Hari 2 Bulan 3 Tahun 4 Astronomi 5 Referensi Hari [ sunting  |  sunting sumber ] Sebagaimana...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Urang Kanekes
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Urang_Kanekes   Urang Kanekes, Orang Kanekes  atau  Orang Baduy / Badui  merupakan kelompok etnis masyarakat adat  suku Banten  di wilayah  Kabupaten Lebak ,  Banten . Populasi mereka sekitar 26.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang mengisolasi diri mereka dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan  tabu  untuk didokumentasikan, khususnya penduduk wilayah Baduy Dalam. Daftar isi 1 Sensus Penduduk tahun 2010 2 Etimologi 3 Wilayah 4 Bahasa 5 Kelompok masyarakat 6 Asal usul 7 Kepercayaan 8 Pemerintahan 9 Mata pencaharian 10 Interaksi dengan masyarakat luar 11 Rujukan 12 Lihat pula 13 Pranala luar Sensus Penduduk tahun 2010 [ sunting  |  suntin...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Sahabatku Anak Badui
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

Buku fiksi ini bercerita tentang seorang anak yang bernama Doni, yang tinggal di kota besar dan terbiasa dengan hiruk-pikuk kehidupan kota besar. Dia berkunjung ke Badui bersama pamannya yang bernama Juna. Doni menemukan sahabat barunya yang bernama Sapri yang mengenalkan sikap kemandirian, pantang putus asa, dan kehidupan masyarakat Badui yang sederhana dan selalu menjaga lingkungan.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/11151/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Bedog dan baliung senjata baduy
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Banten

Persenjataan bagi masyarakat suku baduy merupakan keharusan, karena suku ini suka sekali berkelana dari satu pulau ke pulau lain, dari satu hutan ke hutan yang lain, sehingga dalam sebuah perjalanan tak akan mungkin pemuda baduy tidak mengikut sertakan. Suku baduy hingga kini masih menjaga berbagai elemen adat seperti halnya Bedog . [ ][1] Senjata Bedog baduy Ada dua kampung di Baduy Luar yang terkenal pembuatan perkakas tajam, yaitu kampung Batu Beulah dan Cisadane . Kedua kampung ini letaknya tidak berjauhan, dan berada di sebelah Selatan Baduy (Kanekes). Tukang membuat perkakas tajam ini dinamakan Panday Beusi . Yang dibuatnya antara lain Bedog , Kujang , dan Baliung . Kampung yang sangat populer bedognya yaitu dari panday beusi Batu Beulah dan Cisadane. Sejak dahulu kedua kampung yang berdekatan ini sudah terkenal buatan bedognya yang sangat hebat (karena kekuatan, ketajaman, dan pamornya). Bahkan tersebutlah nama seorang panday beusi Daenci (sekarang sud...

avatar
Pulsamurah
Gambar Entri
Lenggang Cisadane
Tarian Tarian
Banten

Beberapa penari berjalan kesana kemari sembari menganyunkan tangan kanan dan kirinya secara bergantian. Tangan-tangan itu pula bergerak sesuai dengan langkah kaki mereka. Dengan busana berwarna cerah dan aksesoris pelengkap, mereka menari mengikuti iringan musik yang dimainkan dengan manisnya. Tari yang dibawakan ini merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Tangerang. Tari Lenggang Cisadane namanya. Nama Cisadane diambil dari nama sungai terkenal yang membelah dan membentang di sepanjang kota, yang juga merupakan ikon daerah ini. Makna penamaan Cisadane menyiratkan arti sebagai orang yang menginjakkan kakinya di Tangerang dan meminum air sungainya akan merasa betah berada di daerah ini. Diharapkan pula, nama Cisadane bisa dijadikan sebagai ciri khas yang mewakili daerah Tangerang. Kata Lenggang sendiri diartikan sebagai seseorang yang berjalan atau melangkah dengan cara berlenggang. Lenggang merupakan sebuah gerakan berjalan sembari menganyun-ngayunkan tangan kanan da...

avatar
Lisna Vertyaningrum
Gambar Entri
Tari Gitik Cokek
Tarian Tarian
Banten

Kebudayaan Tari Cokek adalah seni pertunjukan yang berkembang pada abad ke 19 M di Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten. Tarian khas Tangerang ini diwarnai budaya etnik Cina. Penarinya mengenakan kebaya yang disebut cokek. Tarian Cokek mirip sintren dari Cirebon atau sejenis ronggeng di Jawa Tengah. Pembukaan pada tari cokek ialah wawayangan. Penari cokek berjejer memanjang sambil melangkah maju mundur mengikuti irama gambang kromong. Rentangan tangannya setinggi bahu meningkah gerakan kaki. Tarian ini kerap identik dengan keerotisan penari, yang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat lantaran dalam peragaannya, pria dan wanita menari berpasangan dalam posisi berdempet-dempetan. Keistimewaan Tari Cokek terlihat pada gerakan tubuh penarinya yang bergerak perlahan-lahan, sehingga mudah untuk diikuti. Tarian diawali dari formasi memanjang, di mana antara satu penari dengan penari lainnya saling bersebelahan. Setelah itu, kaki para penari digerakkan melangkah maju mundur dengan diikuti...

avatar
Widra
Gambar Entri
LKK_BANTEN2013_MBG05
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Banten

Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/ Logo Kemenag RI LKK_BANTEN2013_MBG05 [Tuntunan Hidup] LKK_Banten2013_MBG05 Bhs. Arab dan Jawa Aks. Arab Prosa LL 52 hal/11 baris/hal. 17 x 10,2 cm Kertas Eropa Naskah ini berisi satu teks, yaitu naskah yang berisikan berbagai hal ihwal yang menuntun manusia dalam kehidupan, baik masalah thaharah, ibadah, amaliyah, hingga tasawuf, dalam rangka ibadah kepada Allah. Naskah merupakan koleksi Museum Banten Girang dengan nomor (1073/BB/Aa/1/195)899 KBN. Naskah kurang lengkap, ada beberapa halaman awal dan akhir yang hilang, penulis dan penya­lin­nya tidak disebutkan. Naskah ini tidak memiliki nomer halaman, memiliki kata alihan, memiliki beberapa ilustrasi, dan tidak memiliki iluminasi. Naskah ditulis diatas kertas eropa dengan water­mark dan counter mark, namun agak sulit untuk mengidentifikasinya, karena tertutupi oleh tulisan, dan ditulis dengan tinta hitam dan merah. Kondisi naskah kurang baik, terbaca, ada beberapa halaman...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Sumur Keramat Jati Herang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

SUMUR KERAMAT JATI HERANG Suasana sore ini begitu cerah, anak-anak di Kampung Tampeuyan yang sudah beberapa hari tidak dapat keluar rumah karena hujan terus-menerus mengguyur kampung yang subur itu, kini tampak bersenang-senang. Cuaca cerah seperti ini makin membuat anak-anak bersemangat dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bermain di luar rumah sore ini. Kosim berlari sekuat tenaga mengejar temanteman sebayanya agar bisa menangkap salah satu dari mereka. Bermain kejar-kejaran pada sore hari sudah menjadi kebiasaan bagi anak-anak kampung itu, sambil menunggu beduk Magrib. Sesekali terdengar jeritan mereka yang polos karena hampir saja tertangkap oleh Kosim yang larinya begitu cepat. Jika mereka tertangkap oleh Kosim, jadilah mereka. Artinya, yang tertangkap akan berganti mengejar yang lainnya. Mereka tidak akan lelah bermain sampai waktu Magrib tiba atau dipanggil oleh orang tuanya untuk berangkat mengaji ke sebuah langgar di Kampung Tampeuyan. ”Nyai..., kopinya sudah belum...

avatar
Widra
Gambar Entri
Paraji
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Banten

Paraji merupakan tokoh adat yang memiliki peran penting di masyarakat tradisi Sunda, terutama pada fase kelahiran dan pernikahan. Paraji memiliki kemampuan untuk mengetahui tanda kehamilan, posisi bayi, hingga menangani proses kelahiran bayi. Paraji juga terlibat dalam ritual selametan (perayaan syukuran dari fase kehamilan empat bulan dan tujuh bulan, hingga syukuran kelahiran bayi). Selain itu, paraji juga menangani proses sunatan untuk bayi perempuan. Paraji yang disebut juga sebagai indung beurang, juga berperan dalam beberapa ritual pernikahan, termasuk sebagai pengawih dan penembang. Keahlian yang dimiliki paraji biasanya didapatkan dari nenek atau ibunya, melalui tradisi lisan.Sebagai tanda terima kasih, masyarakat biasanya memberikan parawanten setiap kali paraji membantu proses kelahiran, sunatan, dan pernikahan.

avatar
Nanda Ghaida