Suku Siladang, atau yang disebut juga sebagai Batak Siladang, adalah suku yang menempati kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Perkampungan suku ini terletak di desa Sipagapaga, kecamatan Panyabungan. Populasinya melebihi 2000 orang. Suku ini merupakan suku pendatang, yang pada awalnya diperkirakan menempati daerah Sibinail. Suku ini juga diduga berupa hasil percampuran dua suku, Ulu dan Lubu. Mereka dulunya untuk beberapa abad tinggal di muara Sipongi. Agama yang dianut adalah Hindu yang beraliran animisme. Pekerjaan masyarakat suku Ulu adalah berburu dan bertani, yang hasilnya akan dibarter dengan hasil pertanian suku Lubu. Pada akhir abad ke-19, terjadi perang Padri yang mengakibatkan kedua suku tersebut berpindah tempat tinggal ke hutan-hutan Sumatera, sebelum akhirnya mereka menetap di Mandailing Natal; sekarang dinamakan Dusun SIladang. Di daerah baru itu, mereka berbaur dengan suku Batak Mandailing, yang sebelumnya sudah menetap terlebih dahulu, sehingga dihasil...
Tutur Siwaluh (harafiah: tutur delapan) merupakan sistem kekerabatan masyarakat Karo yang terdiri dari delapan golongan : puang kalimbubu kalimbubu senina sembuyak senina sipemeren senina sipengalon anak beru anak beru menteri Tutur Siwaluh merupakan konsep yang mirip dengan Rakut Sitelu (harafiah: ikatan tiga) yang membagi orang Karo menjadi tiga peran: kalimbubu anak beru senina Ketiga peran ini digunakan kembali dalam Tutur Siwaluh. Kedua sistem ini dapat dimengerti dalam sebuah rumah tangga Karo. Pihak pemberi mempelai perempuan dinamakan Kalimbubu, sementara yang mengambil mempelai perempuan tersebut atau pemberi mempelai laki-laki adalah Anak Beru. Namun, kedua peran ini tidak terbatas dalam keluarga inti si perempuan atau si laki-laki saja. Dalam tradisi pesta adat masyarakat Karo, peran Kalimbubu dan Anak Beru terekstensi ke seluruh penduduk yang mempunyai kekerabatan dan marga yang sama de...
Catatan : Maaf kalau link urlnya misleading, judulnya sempat salah soalnya. Ompu Tuan Situmorang adalah anak dan Ompunta Siraja Lontung dan Ibunya Siboru Pareme . Siraja Lontung anak dan Tuan Saribu Raja dan Ibunya Siboru Pareme. Ompu Tuan Situmorang adalah Cucu dan Tuan Saribu Raja . Ompu Tuan Situmorang salah seorang dan sembilan bersaudara (Tujuh laki-laki dua perempuan) anak dan Siraja Lontung dan Ibunya Siboru Pareme. Adapun anak dan Siraja Lontung / Siboru Pareme adalah sebagai berikut: Ompu Tuan Situmorang , Toga Sinaga, Toga Pandiangan, Toga Nainggolan, Toga Simatupang, Toga Aritonang, Toga Siregar dan Boruna, Siboru amak Pandan Kawin dengan Toga Simamora, Siboru Panggabean kawin dengan Toga Sihombing Ompu Tuan Situmorang lahir di Sabulan Kabupaten Samosir. Ompu Tuan Situmorang yang populer menurunkan marga Situmorang...
Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam budaya dan tradisi berasal dari kepulauan Nusantara dan memegang tempat penting dari budaya nasional Indonesia. Secara umum dan hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu rempah-rempah dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan dan tradisi-adat. Hinasumba, salah satu makanan tradisional suku batak simalungun. Hinasumba ini merupakan makanan yang hanya bisa ditemukan dalam adat simalungun, yang artinya makanan ini lain daripada yang lain. Makanan daging ini memiliki resep khas yakni "sikam". Sikam merupakan daging dari sebuah kayu yang dapat melezatkan makanan. Daging dari kayu ini dikikis lalu diperas, air perasan inilah yang akan dicampurkan dengan daging yang dimasak setengah matang. Dagingnya akan dicincang hingga halus. Untuk menambah cita rasa, Hinasumba memiliki warna merah, warna ini didapatkan dari air perasan sikam ditambah darah hewan seperti darah ayam. Saat ini, sudah banyak orang simalungun yang...
Jika kalian pernah mengunjungi gerai makanan Medan seperti Lapo ni Tondongta atau Lapo Marpadotbe pasti kalian tidak asing dengan minuman ini, Badak Sarsaparila! Jangan khawatir, meski namanya cukup mengintimidasi namun, minuman ini ternyata sangat digemari oleh para pecinta lapo untuk menemani ketika menyantap hidangan. Badak Sarsaparila merupakan minuman legenda yang kerap kali pada masa kejayaannya sekitar tahun 1960-1990 kerap kali disandingkan dengan minuman soda khas barat lainnya, seperti Coca-Cola. Minuman ini sudah berumur lebih dari 100 tahun, loh! dimulai ketika tahun 1916, saat seorang berkebangsaan Swiss bernama Heinrich Subreck, mendirikan sebuah pabrik minuman bersoda bernama NV Ijs Fabriek di Pematang Siantar, Medan. Badak sendiri merupakan brand hasil produksi dari pabrik tersebut, nama 'Badak' didapat dari kecintaan Subreck terhadap alam Indonesia. Kemudian pada akhir 1960, isu nasionalisasi aset negara semakin marak, akibatnya Subreck terpaksa menyerahkan...
Dalam adat Batak Toba, ada satu mata acara yang sering luput dari perhatian kita, yakni M andok Hata . Walaupun, dalam praktek hidup sehari-hari kita sering melihat bahkan mempraktekkan mandok hata . Yang menjadi persoalan ialah bahwa mandok hata dilihat sebagai peristiwa biasa yang disamakan dengan acara pemberian kata sambutan. Sebaliknya ada sebagian orang beranggapan bahwa mandok hata itu sulit. Secara harafiah, mandok hata dapat diartikan mengucapkan kata atau sabda. Acara ini merupakan bagian dari upacara adat. Misalnya saja, dalam acara perkawinan, upacara orang meninggal, pesta tugu dan upacara-upacara lain selalu dibarengi dengan mandok hata. Perlu disadari bahwa mandok hata bukanlah sekedar mengatakan atau berk...
Dalam adat Batak Toba, ada satu mata acara yang sering luput dari perhatian kita, yakni M andok Hata . Walaupun, dalam praktek hidup sehari-hari kita sering melihat bahkan mempraktekkan mandok hata . Yang menjadi persoalan ialah bahwa mandok hata dilihat sebagai peristiwa biasa yang disamakan dengan acara pemberian kata sambutan. Sebaliknya ada sebagian orang beranggapan bahwa mandok hata itu sulit. Secara harafiah, mandok hata dapat diartikan mengucapkan kata atau sabda. Acara ini merupakan bagian dari upacara adat. Misalnya saja, dalam acara perkawinan, upacara orang meninggal, pesta tugu dan upacara-upacara lain selalu dibarengi dengan mandok hata. Perlu disadari bahwa mandok hata bukanlah sekedar mengatakan atau berk...
Suku Karo adalah salah satu suku yang mendiami tanah Sumatera di bagian utara, dan biasanya dikenal dengan 'Batak Karo'. Meskipun memiliki embel-embel 'Batak', bahasa Karo berbeda dari bahasa asli Batak, begitupun adat istiadatnya. Jika pembaca pernah menghadiri sebuah pesta perkawinan adat Karo, pembaca mungkin pernah mendengar lagu Simbaba Kampil dinyanyikan. Ya, lagu ini merupakan lagu yang cukup fenomenal di kalangan suku Karo karena pada umumnya, selalu dinyanyikan di pesta perkawinan diiringi dengan tarian-tarian lambat. Lagu ciptaan Alm. Djaga Depari ini juga dilatari oleh paduan dari alat musik tradisional. Berikut ini adalah sepenggal lirik dari lagu Simbaba Kampil. Enda reh kel kami simbaba kampil Ate kami reh ngelegisa kena Sendah ola-ola kami la tampil Adi la tampil keri nge suina Adi la tampil keri nge suina Lagu ini umumnya dinyanyikan oleh bibi atau tante dari pengantin pr...
Adat Manungkus adalah suatu adat/budaya batak Mandailing atau biasa disebut suku Mandailing. Bagi yang belum tahu, suku Batak sendiri ada bermacam jenisnya, yaitu batak Mandailing, Angkola, Toba, Karo, dan Simalungun. Suku Mandailing sendiri adalah suku yang mayoritasnya beragama islam dan banyak tersebar di Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara, dan biasanya daerah yang ditempati oleh suku Mandailing itu berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat. Jika dibagi lagi, terdapat 15 marga sah yang diakui dari suku Mandailing. Dikutip dari Wikipedia, 15 marga itu adalah yaitu Pulungan, Nasution, Lubis, Matondang, Rangkuti, Batubara,Marbun, Harahap, Dalimunthe, Hutasuhut, Siregar, Hasibuan, Daulay, Pane, dan Pohan. Kembali ke bahasan, adat Manungkus adalah adat dari suku Mandailing untuk merayakan kelahiran seorang anak yang dihadiri keluarga besar/sanak saudara. Adat Manungkus sendiri juga berarti menunjukkan bahwa kita ikut bergembira dan senang...