Minangkabau merupakan sebutan untuk setiap daerah yang ada di provinsi sumatera barat. Disini terdapat suatu tradisi makan yang disebut dengan makan bajamba. Makan bajamba adalah salah satu dari sekian banyaknya tradisi yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat minangkabau. Makan bajamba disebut juga makan barapak atau makan balanjuang,merupakan suatu tradisi makan yang dilakukan oleh masyarakat minangkabau dengan cara duduk bersama dalam satu ruangan atau tempat yang telah di tentukan berdasarkan keputusan bersama.Hal ini sesuai dengan cara hidup masyarakat minangkabau yang selalu mengutamakan musyawarah untuk kepentingan bersama,seperti yang tertera dalam ungkapan "musyawarah untuk mufakat". Makan bajamba umumnya dilaksanakan pada hari-hari besar sebagai bentuk perayaan, khusunya pada hari-hari besar islam dan dalam upacara adat seperti hari raya idul fitri dan hari raya idul adha.Adapun tradisi ini bertujuan untuk menciptakan rasa kebersamaa...
Asal Mula Danau Maninjau Di suatu perkampungan di kaki Gunung Tinjau, Sumatera Barat, hiduplah 10 orang bersaudara.Yang terdiri dari sembilan laki-laki dan satu anak perempuan. Ayah dan ibu mereka telah meninggal dunia. Anak tertua bernama Kukuban. dan si bungsu yang merupakan satu-satunya perempuan,yang bernama Siti Rasani atau Sani. Karena jumlah laki-laki bersaudara itu sembilan orang, penduduk sekitar sering menyebut mereka dengan Bujang Sembilan..Semenjak orangtua mereka meninggal dunia, mereka diasuh oleh seorang paman, yaitu Datuk Limbatang yang biasa mereka panggil Engku. Datuk Limbatang mempunyai seorang anak lelaki bernama Giran.Setelah dewasa, Giran dan Sani saling jatuh cinta. Pada awalnya mereka menyembunyikan hubungan tersebut. Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak balk, akhirnya mereka mengungkapkan hubungan ini kepada keluarga masing masing. Kedua keluarga itu menyambut hubungan Sani dan Gani dengan suka cita. Suatu...
Tradisi manjapuik anak ini merupakan salah satu tradisi minang. Tradisi ini sering dilakakukan oleh masyarakat di dareah balai gurah,ampek angkek,Sumbar. Ketika ada seorang anak yang lahir dari suatu keluarga maka dia akan dijapuik(dijemput) oleh pihak bakonya (keluarga laki2) , biasanya sang anak baru berumur sekitar 2-3 bulan. Kemudian kakak perempuan dari suami akan menjemput anak . Selang beberapa menit akan di susul oleh isteri (ibu anak) dengan membawa pakaian anak dan ibu. Setelah cukup 1 atau 3 hari anak diberi oleh adik atau kakak perempuan suami cincin emas, orang tua suami akan memberikan beras 4 sukek (kira kira 20 liter) dan ayam betina 1 ekor. Kemudian anak akan di antar pulang bersama ibunya kerumah pihak istri. Biasanya anak di jemput dan diantar diwaktu pagi hari antara jam 9 sampai 11 pagi. Setelah anak diantar, sorenya keluarga istri akan mnyiapkan pisang goreng dan ketan untuk diantar oleh istri ke rumah keluarga suami. Dalam ketan dan goreng pisang di masukkan...
Indonesia adalah suatu negara luas yang sangat kaya,baik dari segi kekayaan alam,manusia dan budayanya. Negara ini terbentang dari Sabang sampai Merauke, dimana dari setiap daerah memiliki budaya,bahasa dan suku yang berbeda-beda. Salah satu suku besar di Indonsia adalah Minang Kabau. Suku ini dianut oleh penduduk Sumatera Barat. Pada zaman dahulu Sumtera Barat terdiri dari daerah yang disebut dengan Luhak nan tigo yaitu Luhak Tanah Data atau Luhak nan Tuo, Luhak Agam atau Luhak nan Tangah, dan Luhak Limopuluah atau Luhak nan Bungsu. Daerah-daerah ini juga mempunyai budaya yang berbeda-beda pula. Salah satuya Luhak Limopuluah , Di daerah ini penduduknya masih menjunjung tinggi adat yang kental, salah satunya menyangkut masalah khitan/sunatan, di Luhak Limopuluah khitan disebut Bao ka aia atau Sunaik . Bao yang artinya "Bawa" dan Ka aia yang artinya "ke air" Proses khitan di Luhak Limopuluah ini unik dan berbeda dari daerah lainnya, ya...
Wanita di Minangkabau memegang peranan penting dalam kehidupan. Selain sebagai calon Bundo Kanduang Palito Nagari , wanita di Minangkabau juga merupakan penerima harato pusako turun temurun dalam kaumnya. Setiap wanita akan menjadi sosok ibu dalam rumah tangganya kelak. Oleh karena itu, seorang wanita haruslah memiliki sifat dan etika yang baik, sebagaimana frasa Palito Nagari yang disematkan pada Bundo Kanduang . Sejak dahulu, wanita di Minangkabau selalu diajarkan oleh orangtuanya mengenai Sumbang Duo Baleh . Apa itu sumbang duo baleh ? Dan apa kaitannya dengan sifat dan etika terpuji yang harus dimiliki sosok wanita di Minangkabau? Sumbang atau disebut juga "sonsang" berarti kurang dan cenderung kepada salah. Adapun yang dimaksud dengan Sumbang Duo Baleh disini ialah semacam norma adat yang bersifat turun temurun dan tidak tertulis mengenai hal-hal yang sepatutnya dijauhi, dihindari, bahkan ditinggalkan oleh wanita di Minangkabau. Dua belas lar...
Budaya Nagari Kinari; Mancak-Mancak Kinari adalah sebuah desa/nagari yang terletak di kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Di Nagari Kinari terdapat sebuah tradisi yang masih dijaga sampai saat ini. Tradisi tersebut disebut dengan mancak-mancak . Mancak-mancak dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Mancak-mancak diselenggarakan oleh Nagari yang mengajak anak-anak muda kampung untuk ikut berpartisipasi. Dalam acara mancak-mancak tersebut menampilkan tari piring, tari ambek-ambek, randai, panjat pinang, pencak silat dan ditutup dengan rabab pada malam hari. Mancak-mancak bertujuan untuk mengumpulkan masyarakat yang tinggal di nagari dan masyarakat nagari diluar kota yang datang dalam rangka “pulang Bersama” untuk mempererat tali silaturahmi. Selain itu, mancak-mancak juga bertujuan untuk mengenalkan budaya Nagari Kinari kepada anak- anak muda Nagari agar...
Budaya Nagari Kinari; Mancak-Mancak Kinari adalah sebuah desa/nagari yang terletak di kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Di Nagari Kinari terdapat sebuah tradisi yang masih dijaga sampai saat ini. Tradisi tersebut disebut dengan mancak-mancak . Mancak-mancak dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Mancak-mancak diselenggarakan oleh Nagari yang mengajak anak-anak muda kampung untuk ikut berpartisipasi. Dalam acara mancak-mancak tersebut menampilkan tari piring, tari ambek-ambek, randai, panjat pinang, pencak silat dan ditutup dengan rabab pada malam hari. Mancak-mancak bertujuan untuk mengumpulkan masyarakat yang tinggal di nagari dan masyarakat nagari diluar kota yang datang dalam rangka “pulang Bersama” untuk mempererat tali silaturahmi. Selain itu, mancak-mancak juga bertujuan untuk mengenalkan budaya Nagari Kinari kepada anak- anak muda Nagari agar...
Budaya Nagari Kinari; Mancak-Mancak Kinari adalah sebuah desa/nagari yang terletak di kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Di Nagari Kinari terdapat sebuah tradisi yang masih dijaga sampai saat ini. Tradisi tersebut disebut dengan mancak-mancak . Mancak-mancak dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Mancak-mancak diselenggarakan oleh Nagari yang mengajak anak-anak muda kampung untuk ikut berpartisipasi. Dalam acara mancak-mancak tersebut menampilkan tari piring, tari ambek-ambek, randai, panjat pinang, pencak silat dan ditutup dengan rabab pada malam hari. Mancak-mancak bertujuan untuk mengumpulkan masyarakat yang tinggal di nagari dan masyarakat nagari diluar kota yang datang dalam rangka “pulang Bersama” untuk mempererat tali silaturahmi. Selain itu, mancak-mancak juga bertujuan untuk mengenalkan budaya Nagari Kinari kepada anak- anak muda Nagari agar...
Mamarik pusaro adalah suatu tradisi memperbaiki kuburan setelah disemayamkannya mayat atau si fulan yang diikuti dengan makan bersama oleh sanak keluarga dan orang kampung si fulan di Nagari Gadut, Tilatang Kamang. Hal ini dilakukan oleh sanak keluarga yang meninggal dan orang kampung. Tradisi mamarik pusaro juga diiringi dengan makan bersama yang disiapkan oleh keluarga yang anggota keluarganya meninggal. Proses mamarik pusaro sudah dimulai pada hari pertama kematian, semua sanak keluarga terutama yang sepersukuan harus berkumpul untuk menyemayamkan jenazah. Semua permasalahan jenazah diselesaikan oleh keluarga yang ditinggalkan. Di hari itu juga tidak diperbolehkan adanya perseteruan antar anggota keluarga. Mengingat semua anggota keluarga harus menyelesaikan permasalahan orang yang telah meninggal atau kita sebut saja fulan. Pada hari kedua anggota keluarga si fulan menyiapkan persiapan untuk acara utama pada hari ketiga yaitu mamarik pusaro. Jika dilihat dari pengertiann...