Tjikar merupakan salah satu alat transportasi yang digunakan oleh masyarakat umum pada zaman bapak saya di pedesaannya. Biasa digunakan untuk mengangkut hasil paska panen kacang tanah, jagung, padi, kedelai, tebu, buah buahan, dan produk agrikultural dan lain lain. Tjikar dibuat dengan konstruksi kayu dengan lebar kira kira 2 meter dan panjang 3-4 meter, tinggi baknya sendiri sekitar 1,5 meter dari lantai bak, biasa ditutup dengan atap rumbia, rodanya sendiri juga terbuat dari kayu dan bagian yang kontak dengan tanah diberi lempengan besi melingkar roda yg tipis untuk membantu melindungi struktur kayu menjadi lebih kuat, kemudia tjikar ditarik sapi biasanya 2 ekor, jika ditarik hanya satu tidak kuat dan tidak stabil dikarenakan jalan tanah tidak selalu halus. Tjikar ini sendiri sering digunakan bapak saya waktu masa kecilnya untuk membantu petani lokal mengumpulkan hasil panennya.
Tari Topeng Kaliwungu merupakan tarian tradisional yang berasal dari Lumajang, tepatnya di Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh. Tari ini merupakan adopsi dari tarian madura yang kemudian dikreasikan oleh Mbah Senemo yang merupakan seniman tari asal Kaliwungu. Tari ini memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh tari di kabupaten lain yaitu gerakan cakilan yang berasal dari budaya mataraman. Sehingga tari ini merupakan akulturasi 2 budaya yaitu jawa dan madura(budaya Pandhalungan). Hal ini bisa dilihat dari gerakan tariannya yang terkadang lembut seperti tari dari jawa serta tegas yang berasal dari madura. Tari Topeng Kaliwungu ini menceritakan Arya Wiraraja, seorang Bupati Sumenep dari Kerajaan Majapahit, yang melakukan perjalanan ke Kabupaten Lumajang. Makna filosofis dari tari ini adalah seburuk-buruknya manusia pasti memiliki kelembutan dalam hatinya. Tari Topeng Kaliwungu biasa ditampilkan dalam peran tunggal dan pada panggung yang berbentuk proscenium. OSKMITB2018
Jajanan yang satu ini memang sudah sangat sulit ditemukan. Bentuknya yang mirip dengan lontong dan tekstur yang kenyal membuat jajanan ini banyak diminati masyarakat Nganjuk dan dan sekitarnya. Jajanan ini bernama Dumbleg yang hanya bisa ditemukan di daerah wilayah Kecamatan Gondang dan Kecamatan Rejoso , Kabupaten Nganjuk , Jawa Timur . Tepatnya di Pasar “Pon” Gondang dan Pasar “Kliwon” Rejoso . Dumble g merupakan jajanan tradisional Nganjuk . Makanan yang memiliki rasa manis dan legit ini terbuat dari tepung beras, gula jawa serta santan. Makanan berbentuk lontong berwarna coklat (manis) ada juga yang putih (gurih) ini memiliki keunikan dari sisi bungkusnya yaitu dibungkus dengan pelepah jambe (pinang) kemudian dijahit disisi samping serta bagian bawahnya. Ini menjadikan rasa Dumbleg semakin enak dan gurih. Ada dua rasa untuk Dumbleg , Dumbleg merah untuk rasa gula merah dan Dumbleg putih untuk rasa santan. Kedua rasa ini tak pe...
Larung Tumpeng merupakan tradisi masyarakat yang berada di Telaga Sarangan. Tradisi ini merupakan tradisi tahunan yang diadakan pada hari Jumat Pon dengan tujuan mengucap syukur dan memohon keselamatan kepada penunggu Telaga Sarangan. Selain tujuran ritual, Larung Tumpeng ini juga memiliki tujuan agar menambah daya tarik pengunjung Telaga Sarangan sebagai salah satu objek wisata alam yang terletak di Jawa Timur. Perlengkapan yang dibawa pada tradisi Larung Tumpeng ini adalah tumpeng nasi raksasa dan beberapa sayuran dan buah-buahan yang ditumbuhkan di Sarangan. Tumpeng raksasa ini memiliki tinggi sekitar 3 meter yang diletakkan pada wadah kayu yang sangat besar. Prosesi Larung Tumpeng di Telaga Sarangan ini biasanya diawali dengan memikul tumpeng beserta sesaji-sesaji lainnya dari Balai Kelurahan Sarangan menuju Punden Desa Sarangan. Di punden desa inilah sesepuh desa membacakan doa. Setelah itu, tumpeng dibawa mengelilingi Telaga Sarangan menggunakan perahu untuk dilarungka...
Tari Salipuk adalah tarian asli dari kota Nganjuk, tarian ini ditarikan oleh sepasang muda mudi yang berarti tarian pergaulan Tari Salipuk adalah pengembangan dari Tari Tayub yang sebelumnya sudah ada di Nganjuk, Tari ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda yang berawal dari pengamen yang bernama Salipuk, pekerjaan setiap hari adalah berkeliling kampung untuk menghibur orang sambil membawa kendang. Orang-orang sangat menyukai hiburan yang diberikan oleh Salipuk, sehingga dia sering dipanggil ke kampung-kampung untuk menghibur orang. Lalu dia akhirnya mengembangkannya menjadi tari yang berpasangan. Sampai saat ini tari Salipuk masih banyak ditarikan pada acara-acara tertentu seperti acara resmi, acara perkawinan atau pada saat upacara adat. Meskipun tarian ini hanya melibatkan dua orang, tetapi atraksi tari ini membutuhkan tempat yang luas karena gerakannya sangat dinamis dan penarinya harus berlari kesana-kemari. Tari Salipuk menggunakan iringan musik tradisional Jawa dengan te...
Kali ini saya akan menceritakan tentang tarian yang berasal dari nganjuk “Mung Dhe”, seni tari yang sangat terkenal di dunia kesenian, dan selalu di tampilkan saat ada pagelaran kesenian di jawa timur. Saya sudah sangat sering melihat seni tari ini ditampilkan dimana mana. Mulai dari pencarian bakat dan berbagai festival di jawa timur.Lama sudah nggak posting lagi, moga postingan ini bermanfaat bagi anda. Mung dhe merupakan salah satu seni tari yang berasal dari Desa Garu yang ada di Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Sedikit cerita dari muncul tari ini. Kelahiran kesenian tari Mung Dhe ini terkait erat dengan ontran-ontran di Jawa Tengah pada awal abad ke-19, pada saat terjadinya peperangan Diponegoro (1923-1930). Perjuangan Pangeran Diponegoro saat melawan bangsa kolonial di Jawa Tengah waktu itu mendapat kegagalan. Pengikut Diponegoro terpecah belah dan menyebar di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Para prajurit yang masih tersisa berupaya meny...
Pada umumnya, bakwan kawi dijual dengan gerobak berwarna tosca bertuliskan "BAKWAN KAWI". Walaupun makanan ini memiliki nama dengan embel-embel 'khas Malang', namun tidak jarang bakwan kawi ditemukan di kota-kota lain selain Malang. Bahkan di Yogyakarta sendiri, makanan ini dapat ditemukan di mana-mana dan menjadi makanan yang cukup populer. Bakwan kawi merupakan makanan yang cukup sederhana karena bahan utamanya hanya menggunakan tepung yang direbus atau digoreng dan terkadang dibalut dengan tahu. Tidak jarang juga ada pilihan bakso kecil untuk menambah nutrisi pada makanan ini. Namun, pilihan yang ada pada makanan bakwan kawi hanya 4 jenis itu. Sebelum disajikan, bakwan kawi biasanya dipotong-potong seukuran mulut terlebih dahulu. Makanan ini disajikan bersama kuah kaldu sapi berwarna bening dan biasanya ditambah dengan daun bawang ditambah kecap atau sambal, sesuai dengan selera kita masing-masing. Bakwan kawi ini juga merupakan alternatif makanan murah karena dapat d...
BANYUWANGI – Masyarakat Using Banyuwangi memiliki banyak tradisi di bulan Syawal. Selain Seblang, Barong Ider Bumi, setiap usai Lebaran ada tradisi Puter Kayun. Puter Kayun adalah tradisi napak tilas masyarakat Using Boyolangu, Kecamatan Giri Banyuwangi dengan cara beramai-ramai naik delman. Ritual ini digelar satu tahun sekali, tepatnya hari ke-10 bulan Syawal. Ratusan warga ini mengendarai dokar (delman) dari Kelurahan Boyolangu menuju Pantai Watu Dodol sejauh lima belas kilometer. Seperti siang tadi, Jumat (15/7), belasan dokar dihias aneka bunga cantik dan beragam asesoris yang menarik, layaknya andong wisata. Dokar-dokar ini adalah milik warga Boyolangu yang memang masih memegang adat Puter Kayun. Puter Kayun dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dalam kesempatan itu, Bupati Anas mengatakan bahwa tradisi puter kayun yang masuk Banyuwangi Festival ini berasal dari masyarakat yang tumbuh dari bawah. Bupati pun bangga bahwa tradisi p...
Candi Kalicilik memang bukan satu-satunya candi bata di Blitar. Selain Kalicilik masih ada Candi Bacem , Candi Tapan , Situs Besole , dan Candi Sumbernanas yang sama sama tersusun dari bata. Namun Kalicilik berbeda, candi ini tergolong masih utuh. Candi ini masih memiliki kaki candi, tubuh candi, dan sebagian atap candi. Bukan berarti candi-candi bata lainnya tidak menarik, karena setiap candi memiliki keunikan dan sejarahnya masing-masing. Hanya saja jika arkeotraveler sekalian ingin menyaksikan candi bata yang relatif masih untuh, silahkan kunjungi Candi Kalicilik.Candi Kalicilik secara administratif terletak di Dusun Kalicilik, Desa Candirejo, Ponggok, Kab. Blitar. Rute menuju Candi Kalicilik adalah sebagai berikut: Blitar – Kalipucung – lanjutkan ke arah Srengat – perempatan Poluhan ke kanan mengikuti jalan raya Blitar Pare – SPBU Bacem masih lurus hingga menjumpai papan petunjuk arah ke Candi Kalicilik – Ikuti arah yan...