Candi Kalicilik memang bukan satu-satunya candi bata di Blitar. Selain Kalicilik masih ada Candi Bacem, Candi Tapan, Situs Besole, dan Candi Sumbernanas yang sama sama tersusun dari bata. Namun Kalicilik berbeda, candi ini tergolong masih utuh. Candi ini masih memiliki kaki candi, tubuh candi, dan sebagian atap candi. Bukan berarti candi-candi bata lainnya tidak menarik, karena setiap candi memiliki keunikan dan sejarahnya masing-masing. Hanya saja jika arkeotraveler sekalian ingin menyaksikan candi bata yang relatif masih untuh, silahkan kunjungi Candi Kalicilik.Candi Kalicilik secara administratif terletak di Dusun Kalicilik, Desa Candirejo, Ponggok, Kab. Blitar. Rute menuju Candi Kalicilik adalah sebagai berikut: Blitar – Kalipucung – lanjutkan ke arah Srengat – perempatan Poluhan ke kanan mengikuti jalan raya Blitar Pare – SPBU Bacem masih lurus hingga menjumpai papan petunjuk arah ke Candi Kalicilik – Ikuti arah yang ditunjuk – Candi Kalicilik berada di kiri jalan. Selain Candi Kalicilik di desa Candirejo juga terdapat Candi Sumbernanas. Rute kedua candi tersebut searah.Candi Kalicilik menghadap ke barat. Bagian kaki candi adalah hasil rekonstruksi. Bagian kaki yang asli masih ada namun telah terkikis sehingga sulit untuk menopang bagian lain dari candi, oleh karenanya bagian kaki direkonstruksi. Pada bagian tubuh candi terdapat sejumlah hiasan berupa ornamen sulur yang mengelilingi candi. Masih pada bagian tubuh, terdapat pula sejumlah relung namun telah kosong. Bilik candi juga dalam keadaan kosong. Atap candi telah runtuh namun masih menyisakan sejumlah ornamen kala. Ornamen kala tersebut tampak indah meski diukir pada batu bata. Kala Candi Kalicilik ini membuktikan betapa tingginya karya seni dari masa itu.Di atas ambang pintu terdapat inskripsi yang menunjukkan tahun 1271 Saka (1349 Masehi). Kurun waktu ini masuk dalam periode Majapahit masa pemerintahan Tribuwana Tunggadewi.Cand Kalicilik memiliki sejumlah nama. Dalam catatan Raffles tahun 1817 candi ini disebut Candi Geneng. Dalam catatan Hoepermans tahun 1866 candi ini disebut Candi Puton (Poetton). Dalam koleksi digital perpustakaan Universitas Leiden dijumpai adanya arca nandiswara atau mungkin arca mahakala pada Candi Kalicilik. Nandiswara maupun Mahakala merupakan tokoh-tokoh dalam agama Hindu.
#OSKMITB2018
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...