Raja Siantar Tuan Sawadim Damanik Bariba dan Raja Dolog Silou Tuan Ragaim Raja Tanoh Jawa Tuan Kaliamsyah Sinaga Dadihoyong. 5. Raja Tanoh Jawa Tuan Kaliamsyah Sinaga Dad Indonesia memiliki beragam budaya, salah satunya budaya Batak yang ada di Sumatera Utara. Budaya batak yang akan dibahas kali ini adalah Simalungun. Simalungun memiliki pakaian adat, namun yang akan kita bahas kali ini adalah penutup kepala, yaitu : " Gotong " untuk pria dan " Bulang " untuk wanita. Dan pada zaman dahulu raja-raja inilah yang memakai gotong tersebut : 1. Raja Siantar Tuan Sawadim Damanik Bariba. 2. Raja Dolog Silou Tuan Ragaim Purba Tambak. 3. Raja Sidamanik Tuan Ramahadim Damanik Bariba. 4. Raja Raya Tuan Gomok Saragih Garingging. 5. Raja Tanoh Jawa Tuan Kaliamsyah Sinaga Dadihoyong. Dan bulang untuk parinangon (wanita). Dan sekarang biasanya digunakan saat acara adat, yang paling sering yaitu digunakan saat acara pe...
Ikan adat Batak yang biasa disebut Ihan ( Neolissochilus thienemanni ), adalah ikan endemik Sumatera Utara. Biasa ditemukan di Danau Toba atau sekitar sungai-sungai Sumatera Utara. Habitatnya di air dingin, jernih, dan cukup mengalir deras. Ihan konon menurut leluhur saya (Bapak dan Opung-Opung) adalah makanan para raja dan sesembahan (upa-upa) kepada Tuhan yang diberikan oleh Hula-hula (pihak pemberi istri) kepada Boru (pihak penerima istri). Dalam prosesi adat perkawinan, pemberian ini sebagai balasan pemberian makanan oleh Boru. Tujuannya agar si penerima mendapat berkat dari Tuhan berupa kesehatan dan panjang umur, mendapat banyak keturunan, dan mudah rezekinya. Pada perkembangannya saat ini, keberadaan Ihan sebagai ikan yang biasa dipakai pada upacara-upacara adat Batak sudah digantikan oleh ikan dari genus Tor (deke jurung-jurung) bahkan saat ini ikan mas lah yang dijadikan upa-upa atau syukuran pada acara adat Batak. Sewaktu Bapak saya masih kecil, menurut belia...
Tangiang ni dainang I namaparorot tondiki Manang di dia pe au manang di dia pe au Tontong diramoti Nang sipata salah au tartutuk au dilangkahi Diboanho di tagiangmu diboanho ditagiangmu Inanghu naburju Hu dai natonggi dipargoluonon Upah ni lojami humongkop gellengmon Mauliate ma inang disude panbaenanmi Penggeng sari matua penggeng saor matua Paihut ihut hami Nang sipata salah au tartutuk au dilangkahi Diboanho di tagiangmu diboanho ditagiangmu Inanghu naburju Hu dai natonggi dipargoluonon Upah ni lojami humongkop gellengmon Mauliate ma inang disude panbaenanmi Penggeng sari matua penggeng saor matua Paihut ihut hami Penggeng sari matua penggeng saor matua Paihut ihut hami Arti dalam Bahasa Indonesia: doa ibu yang selalu menyelamatkan hidupku entah di mana pun aku, entah dimanapun selalau...
Apa yang para pembaca pikirkan ketika mendengar kata ‘Tebing’? pasti sebuah jurang yang tinggi jika dilihat dari atas dan sangat dalam jika dilihat dari bawah. Lalu, bagaimana dengan kata ‘Tinggi’ ? Pasti suatu kata sifat yang menggambarkan bahwa sesuatu itu menjulang ke atas. Lalu bagaimana jika kedua kata itu kita gabungkan menjadi ‘ Tebing Tinggi’ ? pasti anda membayangkan sebuah dinding curam yang menjulan ke atas yang hampir menyentuh langit. Tetapi sangat disayangkan bahwa ‘Tebing Tinggi’ yang akan saya ceritakan disini bukan definisi yang sudah kita ketahui bersama, melainkan adalah ‘Tebing Tinggi’ yang mana merupakan sebuah Kota di Provinsi Sumatera Utara. Disini saya akan mengulas tentang sejarah dan cerita rakyat mengenai asal usul terbentuknya Kota kelahiran saya ini. Disini saya juga akan mewawancarai teman saya sewaktu Sekolah Menengah Atas dulu, yang mana beliau merupakan Ketua Tim Peneliti Asal Usul Kot...
Kain Ulos merupakan Kain khas yang berasal dari Indonesia khususnya Sumatera Utara yang ditenun dengan dominasi warna merah, hitam, dan putih yang dihiasi oleh tenunan benang emas, perak, ataiu main-manik berwarna. Dibalik warnanya yang bervariasi, pembuatan ulos membutuhkan proses yang panjang. Berikut tahap-tahap dalam pembuatan ulos: 1. Pembuatan benang Pada tahap awal, Kapas yang telah diperoleh kemudian digulung (dalam masyarakat batak dulu disebut "bebe") agar kapas mengembang dan mempermudah pemintalan. Lalu Pemintalan kapas (dalam masyarakat batak dulu disebut "mampis") dengan nama bernama "sorha". Pemintalan minimal harus dilakukan dua orang dimana satu orang memintak benang dan satu orang lainnya memutar sorha. 2. Pewarnaan benang Selanjutnya benang diwarnai untuk memperoleh warna merah (manubar) dan hitam (mansop). Bahan pewarna yang digunakan terbuat dari daun-daunan berbagai jenis yang sebelumnya telah difermentasi untuk menghasilkan war...
TURI-TURIAN Suku Batak adalah salah satu suku yang ada di Indonesia. Suku batak terkenal dengan ketegasannya dan suaranya yang keras dan besar, sehingga tak jarang ketika orang batak berbicara banyak orang (yang bukan suku batak) menganggap bahwa mereka sedang marah-marah atau bertengkar. Tetapi sebenarnya tidak, karna begitulah intonasi, logat ,dan gaya bicara kami. Walaupun suku batak berbicara dengan nada kuat dan tegas , kami memiliki hati yang lembut dan tidak pendendam. Suku Batak mempunyai budaya yang unik, beragam, dan menarik. Mula dari tor-tor batak, opera batak ,lagu batak (memiliki makna yang sangat dalam), andung-andung, umpasa batak (sejenis pantun yang mempunyai makna yang mendalam, sering dilontarkan pada acara-acara adat misalnya acara pernikahan) turi-turian dan lain-lain. Pada kesempatan ini saya akan membahas sedikit tentang turi-turian. “Turi-turian” atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan cerita masa lampau/ d...
Kematian. Satu kata yang identik dengan kesedihan dan air mata, serta biasanya dihindari manusia untuk diperbincangkan. Namun, sebenarnya itulah yang ditunggu-tunggu manusia yang sadar bahwa tanpa kematian tidak ada proses pada kehidupan yang kekal dan abadi. Kehidupan terdiri dari dua kutub pertentangan, antara “hidup” dan “mati”, yang menjadi paham dasar manusia sejak masa purba sebagai bentuk dualisme keberadaan hidup hingga masa kini (Sumardjo,2002:107). Kematian merupakan akhir dari perjalanan hidup manusia. Maka kematian pada dasarnya adalah hal yang biasa, yang semestinya tidak perlu ditakuti, karena cepat atau lambat akan menjemput kehidupan dari masing-masing manusia. Namun, wajar bila kematian bukan menjadi keinginan utama manusia. Berbagai usaha akan selalu ditempuh manusia untuk menghindari kematian, paling tidak memperlambat kematian itu datang. Idealnya kematian itu datang pada usia yang sudah sangat tua. Pada masyarakat Batak, k...
NANIURA Memang tak lengkap rasanya jika berkunjung ke suatu daerah wisata, tapi tidak mencoba kulinernya. Apalagi jika berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia, Anda akan menemukan berbagai sajian kuliner yang menggugah selera. Tak hanya kaya akan bumbunya saja, tetapi juga proses pembuatannya yang menarik. Salah satunya adalah kuliner yang bisa Anda dapatkan di Danau Toba, Sumatra Utara. Anda bisa menemukan sebuah sajian kuliner yang di makan secara mentah, tapi tidak berbau amis. Jika di Peru Anda bisa menikmati Ceviche – makanan khas Peru di mana proses memasaknya tidak menggunakan api, melainkan ikan kakap mentah atau scallop direndam air jeruk lemun agar matang, di Medan Anda bsia merasakan Naniura. Bedanya, jika Ceviche disajikan dengan irisan bawah merah besar di atasnya, Naniura disiram dengan bumbu halus berwarna kuning. Naniura adalah salah satu makanan khas Batak Tapanuli Utara yang bisa ditemui di Danau Toba, Medan dan Pematang Siantar. ...
Setiap suku di Indonesia memiliki kebudayaan yang memiliki ciri khas masing-masing yang menjadikannya suatu kekayaan dari suku-suku tersebut, misalnya dalam hal kesenian, pakaian adat, bahasa, arsitektur, dll. Salah satu ragam budaya yang ada di hampir setiap suku adalah seni bela diri silat. Silat merupakan seni beladiri khas dari beberapa daerah di Indonesia. Meski memiliki kesamaan dari sisi penamaan, namun ada perbedaa dalam gaya, ciri, ataupun pesan yang ingin disampaikan dalam setiap aliran seni beladiri ini. Salah satu ragam silat yang ada di Indonesia adalah Silat Dihar yang berasal dari daerah Simalungun, Sumatera Utara. Silat Dihar, yang mulai berkembang ditengah masyarakat adat Simalungun sekitar abad ke-16, ini merupakan intuisi pertahanan yang dilatih dan dikembangkan berdasarkan pengalaman hingga memunculkan karakter pertahanan yang khas. Lebih jauh, sikap dasar, langkah-langkah, ekspresi dan gaya Silat Dihar menjadi akar atau dasar untuk memulai gerak...