Tentu saja kita tahu, kematian adalah suatu akhir dari perjalanan hidup seseorang. Ketika seseorang meninggal, ada kalanya dilakukan upacara adat untuk menghormati kepergiannya. Pada adat Batak, upacara adat yang dilaksanakan dilakukan dengan berpesta, merayakan dengan suka cita hingga 3 hari lamanya. Tergantung dengan umur dan status sebelum kematiannya, setiap orang yang meninggal memliki perlakuan yang berbeda-beda dalam penguburanya. DImulai dari anak yang belum lahir ( mate di bortian) , anak bayi ( mate di poso-poso ), anak-anak ( mate dakdanak ), remaja ( mate bulung ), dewasa yang belum menikah ( mate ponggol ), dan dewasa yang sudah menikah. Hanya ada satu kesamaan yang diperlakukan, menutupi tubuh yang sudah meninggal dengan kain...
Tuak merupakan sadapan yang diambil dari mayang enau atau aren ( Arenga pinnata). Kalau dalam bahasa Indonesia, sadapan dari enau atau aren disebut nira. Nira tersebut manis rasanya, sedangkan ada dua jenis tuak sesuai dengan resepnya, yaitu yang manis dan yang pahit (mengandung alkohol). Selain sebagai minuman sehari-hari, tuak memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sosial-budaya bagi sebagian masyarakat Batak di Sumut, terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi. Dalam tradisi orang Batak, tuak juga digunakan pada upacara-upacara tertentu, seperti upacara manuan ompu-ompu dan manulangi. Pada upacara manuan ompu-ompu, tuak dgunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman yang ditanam di atas tambak orang-orang yang sudah bercucu meninggal dunia. Sementara dalam upacara manulangi, tuak merupakan salah satu jenis bahan sesaji yang mutlak dipersembahkan kepada arwah seseorang yang telah meninggal dunia oleh anak-cucunya. Di daerah Tapanuli Utara, biasa...
Marsembar merupakan sebuah permainan yang mengandalkan kecepatan dan kerja sama tim. Permainan ini berasal dari Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan. Umumnya, permainan ini dimainkan oleh anak-anak. Permainan ini layaknya permainan lain terbagi atas 2 tim dengan minimal 2 orang setiap timnya. Semakin banyak anggota tim, permainan pun akan semakin seru. 1 tim bertindak sebagai pangayak (mengejar) dan lainnya berlari untuk menghindari kejaran si pangayak. Nah, jika dapat ditangkap (pangayak harus menangkap bagian tubuh lawan seperti tangan atau baju dengan hitungan 1-10), maka akan dijadikan sebagai tahanan. Nah, para tahanan ini hanya bisa dibebaskan dengan teman satu tim yang belum tertangkap dengan cara saling bersentuhan tangan. Tentunya tugas pangayak semakin bertambah, selain mengejar lawan yang belum tertangkap, mereka juga harus menjaga tawanan agar tidak dapar di "sembar" atau dibebaskan oleh temannya.Permainan ini akan semakin seru jika dilakukan pada malam hari, siang hari jug...
Tugu Persatuan Toga Siregar adalah sebuah monumen yang didirikan di daerah muara,di tepi Danau Toba. Tugu ini didirikan untuk menandakan bahwa daerah tersebut adalah kampung siregar (bonapasogit), yaitu daerah asal usul marga siregar,tempat dimana toga siregar(anak dari Raja Lontung dan si Boru Pareme) hidup bermasyarakat dan meninggalkan keturunan. Berdasarkan cerita masyarakat setempat,Toga siregar sendiri pada awalnya lahir di Pulau Samosir dan tinggal bersama 6 kakaknya yang lain,namun karena ia sering dianak emaskan oleh ayahnya, Si Raja Lontung,ia dibenci oleh kakak kakaknya sehingga ia pergi keluar dari Pulau Samosir dan sampai di daerah muara. Tugu ini selain menandakan Kampung Siregar,juga sebagai lambang persatuan seluruh marga Siregar yang ada di seluruh dunia. OSKM2018
Bagi kebanyakan orang batak, khususnya Batak Simalungun, Budaya Manurduk Dayok Na Binatur sudah tidak asing lagi. Budaya ini sudah turun-temurun yang dilakukan orang Batak yang sudah menjadi tradisi khas hingga saat ini. Budaya Manurduk ini adalah sebuah tradisi dimana orang yang lebih tua memberikan sebuah Dayok Na Binatur (ayam yang diatur kembali) kepada orang yang lebih muda atau anaknya. Dayok na binatur sendiri adalah masakan khas Batak Simalungun yang dimasak menggunakan rempah-rempah asli Simalungun. Dayok nabinatur biasanya di Surdukkan (diberikan) kepada seseorang (sekelompok orang) sebagai bentuk/wujud terima kasih dan raya syukur serta doa agar yang menerima diberikan kesehatan oleh Tuhan, memiliki “keteraturan” di dalam kehidupan, dan memiliki semangat dalam menjalaninya. Dalam proses memberikan Dayok Nabinatur ini sering di sebutkan kata kata seperti, “Sai andohar ma songon paratur ni Dayok Nabianur On…....
Pada zaman dahulu, di tanah Karo, Sumatera Utara, terdapat sebuah negeri yang mengalami kemarau panjang. Di sana, hiduplah Beru Dayang, seorang anak laki-laki yang sudah yatim yang sedang menangis di pangkuan ibunya, meminta makan. Ibunya sedih dan cemas tetapi dia juga tidak bisa melakukan apa pun selain menatap anaknya dengan sedih. Alhasil, semakin lama tubuh si Beru Dayang semakin lemah dan lemas dan pada akhirnya dia meninggal. Setelah anak satu-satunya itu pergi, ibunya pun menjadi tambah sedih dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan terjun ke sungai yang deras dan dalam. Namun, tak seorang penduduk pun yang tahu dengan kejadian itu. Beberapa bulan berlalu dan musim kemarau belum juga berakhir. Di tengah tanah yang kering di negeri itu, ada dua anak yang sedang menggaruk-garuk tanah mencari umbi-umbian. Tiba-tiba, salah satu dari anak itu menemukan buah sebesar buah labu. Akhirnya, kedua anak itu membawa buah tersebut untuk diperlihatkan kepada orang tua mereka. Te...
Tepung tawar merupakan sebuah upacara adat Melayu, namun utamanya sering dilakukan oleh orang Melayu Deli. Biasanya dilakukan ketika adanya acara spesial, seperti pernikahan, khitanan, memberikan nama kepada anak, syukuran, dll. Nama tepung tawar berasal dari salah satu bahan yang digunakan di dalam resep tepung tawar tersebut, yakni berupa tepung beras yang dicampurkan dengan air. Dikarenakan sebagian besar Melayu Deli menganut agama Islam, biasanya acara tepung tawar dilakukan dengan adanya lantunan shalawat Nabi. Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam upacara tepung tawar itu berupa: Bunga/kembang setaman Beras kuning/nasi kuning Daun sidingin-dingin (Cocor bebek) Air Tepung beras Balai-balai (Tempat duduk) Bahan-bahan yang disebutkan di atas memiliki makna intrinsik di dalamnya, seperti berikut: Bunga setaman digunakan sehingga yang ditepung tawari tersebut menjadi harum namanya. Beras kuning meru...
Sejak jaman kakek nenek kita,kita selalu ditanamkan budaya baru ketika kita lahir.Tujuannya tidak lain adalah supaya kita tau darimana kita berasal dan mengerti adat dan budaya yang berada di lingkungan sekitar kita.Sebagai orang yang memiliki setengah suku Batak,saya selalu diajarkan dari kecil untuk menghargai budaya di daerah Sumatera sana.Salah satu contohnya adalah Ikan Mas. Ikan Mas merupakan makanan tradisional yang berasal dari Sumatera Utara,masyarakat Sumatera percaya bahwa Ikan Mas membawa keberuntungan kepada seseorang di masa depannya nanti.Tentu tidak logis apabila menghubungkan makanan dengan takdir seseorang,tetapi tradisi ini dipercaya "mujur" bagi orang disana.Ikan Mas tidak memiliki kekhususan dalam segi fisik ataupun lainnya,Ikan Mas tetaplah ikan biasa yang dicampuri bumbu tertentu sehingga warnanya menyerupai keemasan. Rasanya juga sama dengan ikan lainnya,hanya saja bumbunya membuat ikan tersebut menjadi lebih asin. Yang menarik dari Ikan Mas ini adalah...
Manghabia adalah tradisi suku Batak Toba yang jarang diketahui oleh masyarakat Indonesia. Tradisi ini masih dijalankan sampai sekarang. Manghabia adalah salah satu bentuk perkawinan yg dianut pada suku Batak Toba, dimana jika suaminya meninggal dunia dan dari suaminya tersebut masih ada adik laki-laki yg belum menikah, maka untuk menjaga agar istri siangnya tersebut tidak menikah lagi dengan laki-laki lain yang berakibat berpindahnya harta peninggalan suami yang meninggal tersebut dan anak-anak yang ditinggalkan ayahnya akan mempunyai ayah tiri dari kerabat marga lain, maka adik laki laki nya tersebut akan dikawinkan dengan istri abangnya. Secara singkat, M anghabia = Adik laki-laki mengawini istri abangnya yang sudah meninggal dunia. #OSKMITB2018