Adat Nusantara
417 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
6_Apadekko Sampulungang
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

TAKALAR, KOMPAS.com - Sebuah tradisi unik digelar oleh warga Desa Sampulungang, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan dalam menyambut pesta panen raya. Tradisi ini dihadiri oleh ribuan warga lantaran prosesinya yang terbilang unik, di mana peserta ritual saling hantam balok kayu serta batu. Namun, peserta tak merasakan sakit atau pun terluka. Tradisi Apadekko yang digelar setiap tahun secara turun-temurun ini mulai digelar pada pukul 11.00 Wita, diawali dengan ritual memanjatkan doa keselamatan di salah satu rumah tokoh adat setempat. Usai memanjatkan doa, seluruh peserta diwajibkan meminum air putih yang disuguhkan oleh ketua adat yang dipercaya mampu menghindari sakit dan luka saat prosesi ritual dilakukan. "Setiap tahun kami lakukan secara turun temurun setelah kami panen padi, dan ini sudah menjadi tradisi kami," kata Mustafa Daeng Liwang (80), ketua adat setempat pada Kamis (18/5/2017). Setelah ritual doa bersama dilakukan, tradis...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
6_Je'ne-Je'ne Sappara
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Ribuan pengunjung yang datang, baik masyarakat lokal maupun luar daerah. bahkan dari luar provinsi pun datang mengahadiri acara adat tahunan, Je’ne Je’ne sappara sebagai ikon tersendiri di Jeneponto. Jelas Ihsak Tumpu Rabu (24/2/2016). “Pengunjung adat tahunan Je’ne Je’ne Sappara ini ada dari luar kota dan terkhusus juga masyarakat Borontala di Kabupten Jeneponto, ini juga merupakan Ikon tersendiri” Pada kegiatan ini, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar bersama Wakil Bupati Mulyadi Mustamu disambut dengan pengalungan Sarung dan adat anggaru dan beberapa pasukan kuda sebagai wujud penghargaan budaya Desa Borongtala Kecamatan Tamalatea Jeneponto, juga hadir Sejumlah Pejabat Kadis Pemkab bersama rombongan Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto Camat Tamalatea, Jajaran Kepolisian Polres Jeneponto, Jajaran Damdim serta ribuan pengunjung Jene Jene Sappara di Pantai Tubereka. Iksan Iskandar sangat senang dengan pelestarian Budaya Jene Jene Sappara ini...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
6_Katto Bokko
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

TEMPO.CO ,  Maros  - Masyarakat Maros hari ini akan menjalani tradisi Katto Bokko alias pesta adat panen raya. Warga yang menjalankan kebiasaan ini adalah keturunan Karaeng Marusu dan masyarakat eks-wilayah pemerintahan Karaeng Marusu di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. "Tradisi panen raya ini terdiri atas 14 tahapan yang dilaksanakan keluarga  kekaraengan  (kerjaaan) dan pegawai atau masyarakat," kata Abdul Waris Karaeng Sioja di Maros, Selasa, 14 Maret 2017. Menurut keturunan atau anak dari Karaeng Marusu ke-18, Tajuddin Karaeng Masiga ini, tradisi yang dilaksanakan sekali setahun ini ditujukan guna meneguhkan silaturahim. “Selain itu juga menunjukkan kebersamaan tanpa sekat antara bangsawan dan masyarakat.” Pada kegiatan Katto Bokko akan bertemu pemilik sawah, pekerja sawah dan pemuka adat. Mereka akan duduk bersama membahas masalah pertanian. Tradisi panen perdana ini akan dipimpin seorang pinati di lahan Kekar...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
6_Dengke Ase Lolo
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

TERKINI.id, – Dengka Ase Lolo merupakan ritual perayaan pesta panen masyarakat di Dusun Moncongloe Lappara, Desa Moncongloe, Kabupaten Maros, yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Pesta tani ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa, atas keberhasilan menanam padi. Ritualnya diselenggarakan oleh para tetua adat setempat, dan dihadiri oleh masyarakat umum dan pejabat pemerintahan setempat. Ritual budaya ini dilaksanakan di dua tempat, rumah kepala adat kemudian dilanjutkan ke makam karaeng. Masyarakat setempat lebih mengenal dengan ko’bang. Biasanya Komponen utama dalam Dengka Ase Lolo terdiri atas 6 orang perempuan, 4 orang laki-laki, bilik baruga, lesung, alu, dan pakaian tradisional baju bodo. Para perempuan beraksi dalam bilik baruga, disebut pakkindona. Kemudian laki-laki yang menari dan menabur bagian ujung lesung disebut pakkambona. Bilik baruga terbuat dari bambu, serta memiliki pagar dari anyaman bambu yang disebut walasoji. Pe...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
6_Aru Tubaranina Gowa
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sulawesi Selatan

BISMILLAHI RAKHMANIR RAKHIM   ATTA .............. KARAENG TABE' KIPAMMOPPORANG MAMA' RIDALLEKANG LABBIRITTA RISA'RI KARATUANTA RIEMPOANG MATINGGITA               INAKKE MINNE, KARAENG             LAMBARA TATASSA'LA'NA GOWA NAKAREPPEKANGI SALLANG, KARAENG PANGNGULU RI BARUGAYA NAKATEPOKANGI SALLANG KARAENG PASORANG ATTANGNGA PARANG             INAI- INAIMO SALLANG, KARAENG             TAMAPPATTOJENGI TOJENGA             TAMAPPIADAKI ADAKA   KUSALAGAI SIRINNA KUISARA PARALLAKKENNA               BERANGJA KUNIPATEBBA     &n...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
6_Mappatetton Bola
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Era sekarang kebiasaan masyarakat selalu menjadi hal menarik untuk dilihat bahkan dituliskan sekalipun, apalagi jika adat istiadat yang masih terjaga sampai saat ini. Kabupaten Barru memiliki tipe masyarakat yang majemuk dan terbuka dalam kehidupan masyarakat yang memiliki bangunan rumah panggung (rumah kayu) sangat khas juga di Sulawesi Selatan. Sejarah memang tidak pernah terlepas dari kebiasaan masyarakat. Seperti yang diketahui Kabupaten Barru sendiri mempunyai sisi sejarah dan kebudayaan yang sangat kuat dimulai dari sistem kerajaan sampai bentuk kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing masyarakatnya. Dari berbagai kerajaan yang menyatu hingga terbentuk Kabupaten Barru sehingga tidak jarang kita lihat rumah yang berbentuk besar seperti dikenal dengan sebutan Sao Raja yang salah salah satunya ada di Lapinceng kecamatan Balusu. Tipe rumah Bugis itu sendiri terbagi dua tipe yaitu rumah Sao Raja ( Salassa ) dan Bola. Saoraja adalah rumah besar yang ditempati oleh keturunan R...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
6_Mallipa Bacukiki
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE  -Sebagai daerah yang kental akan budayanya, warga  Bacukiki , Kota Parepare terus mempertahankan dan masih terjaga hingga saat ini.   Salah satu adat  Bacukiki  yakni  Festival Mallipa  yang diselenggarakan, Sabtu (9/12/2017), di Kelurahan Wattang  Bacukiki .   Mallipa’ atau dalam bahasa Indonesianya “memakai sarung” yang merupakan salah satu budaya bugis khususnya masyarakat  Bacukiki  yang perlu terus dilestarikan dan dijaga keberadaannya sebab sudah menjadi tradisi masyarakat bugis bahkan jauh sebelum agama Islam masuk ke tanah bugis itu sendiri.   Camat  Bacukiki , Iskandar Nusu mengungkapkan tradisi memakai sarung atau mallipa’ sudah identik dengan kehidupan masyarakat Bugis tanpa terkecuali di  Bacukiki , bahkan hampir semua aspek kehidupan dan aktifitas keseharian mereka berkaitan dengan sarung baik pada acara formal maupun tidak r...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
6_Festival Sarung
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Sarung adalah ciri khas masyarakat di Indonesia khususnya muslim. Walau sesungguhnya pemakaian sarung tak menunjuk pada identitas agama tertentu karena sarung juga digunakan oleh berbagai kalangan di berbagai suku yang ada. Menurut catatan sejarah, sarung berasal dari Yaman. Di negeri itu sarung disebut futah. Sarung menjadi tradisi khas hingga ke Oman dan Arab Saudi. Penggunaan sarung telah meluas, tak hanya di Semenanjung Arab, namun juga mencapai Asia Selatan, Asia Tenggara, Afrika, hingga Amerika dan Eropa. Sarung pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke 14, dibawa oleh para saudagar Arab dan Gujarat. Dalam perkembangan berikutnya, sarung di Indonesia berkembang sesuai dengan beragam tradisi dan menjadi satu simbol dari nilai-nilai budaya nusantara. Di Sulawesi Selatan, sarung sudah menjadi identifikasi masyarakat dan berkembang sejalan dengan perkembangan peradaban. Penggunaannya disesuaikan dengan berbagai kondisi sehari-sehari bahkan untuk acara-acara bes...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
6_Tradisi Mappaselleng
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Saat itu salah satu keponakanku sedang kupakaikan baju  bodo’  (sebutan baju adat Sulawesi-Selatan) sembari menghiasi wajah rupawannya. Bagiku, untuk menghadapi seorang gadis jelita berumur 5 tahun butuh sedikit kesabaran karena prosesinya agak rumit. Biasanya anak seumuran ia kelakuannya sangat lincah, mulai dari cerewet, rewel dan tidak bisa diam. Belum lagi banyak item-item atau aksesoris sebagai pelengkap baju adat tersebut. Aku teringat pada seorang seniorku, ia mengatakan  “Malebbi  sekali kuliat pake baju  bodo’  saat aku memposting kegiatan itu di salah satu akun sosial mediaku. Banyak tahap-tahap yang harus dilakukan dalam tradisi  mappaselleng  seperti, si anak terlebih dahulu dibimbing untuk wudhu karena ia harus dalam keadaan bersih, kemudian dimasukkan ke dalam kamar tempatnya di  katte’ , di sana sudah ada s anro ana ‘  sedang menuggunya beserta wadah yang ia siapkan yang telah di isi b...

avatar
Sobat Budaya