Atraksi Adat Melaot berasal dari Kabupaten Sabang, Aceh. Acara adat yang mengusung konsep kearifan lokal ini digelar di Kampung Nelayan Jurong Ule Krueng di Desa Bolahan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Lokasi kampung nelayan berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan penyeberangan Bolahan. Acara adat ini dibuka dengan atraksi Tarian Tarek Pukat yang khas kampung nelayan. Selain Tarian tarek Phukat, pada atraksi ini juga ada seni lain yaitu seperti khanduri laot dan lomba mancing tradisional. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan lauk kuah Beulanggong.Tak cuma atraksi budaya, dalam acara ini juga digelar lomba memancing di pinggir pantai. Semua warga dan pengunjung dipersilakan mengikuti perlombaan ini. Seperti kata “Melaot” pada atraksi atau seni pertunjukan ini, para nelayan dilarang pergi berlayar atau melaut (Meulaot) selama tiga hari berturut-turut. Acara puncak dari atraksi budaya adalah makan bersama satu kampung. Semua warga tua muda tump...
Atraksi Adat Melaot berasal dari Kabupaten Sabang, Aceh. Acara adat yang mengusung konsep kearifan lokal ini digelar di Kampung Nelayan Jurong Ule Krueng di Desa Bolahan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Lokasi kampung nelayan berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan penyeberangan Bolahan. Acara adat ini dibuka dengan atraksi Tarian Tarek Pukat yang khas kampung nelayan. Selain Tarian tarek Phukat, pada atraksi ini juga ada seni lain yaitu seperti khanduri laot dan lomba mancing tradisional. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan lauk kuah Beulanggong.Tak cuma atraksi budaya, dalam acara ini juga digelar lomba memancing di pinggir pantai. Semua warga dan pengunjung dipersilakan mengikuti perlombaan ini. Seperti kata “Melaot” pada atraksi atau seni pertunjukan ini, para nelayan dilarang pergi berlayar atau melaut (Meulaot) selama tiga hari berturut-turut. Acara puncak dari atraksi budaya adalah makan bersama satu kampung. Semua warga tua muda tump...
Atraksi Adat Melaot berasal dari Kabupaten Sabang, Aceh. Acara adat yang mengusung konsep kearifan lokal ini digelar di Kampung Nelayan Jurong Ule Krueng di Desa Bolahan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Lokasi kampung nelayan berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan penyeberangan Bolahan. Acara adat ini dibuka dengan atraksi Tarian Tarek Pukat yang khas kampung nelayan. Selain Tarian tarek Phukat, pada atraksi ini juga ada seni lain yaitu seperti khanduri laot dan lomba mancing tradisional. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan lauk kuah Beulanggong.Tak cuma atraksi budaya, dalam acara ini juga digelar lomba memancing di pinggir pantai. Semua warga dan pengunjung dipersilakan mengikuti perlombaan ini. Seperti kata “Melaot” pada atraksi atau seni pertunjukan ini, para nelayan dilarang pergi berlayar atau melaut (Meulaot) selama tiga hari berturut-turut. Acara puncak dari atraksi budaya adalah makan bersama satu kampung. Semua warga tua muda tump...
KOPI ACEH Seiring perkembangan dunia kuliner dari semua negara, tidak ada salahnya untuk lebih mencintai dan mengapresiasi ke-unikan dan keragaman makanan dan minuman yang negara kita, Indonesia punya. Malahan, dengan adanya keragaman makanan, minuman dan juga rempah-rempah yang kita punya, banyak orang dari luar negri maupun dalam negri yang ingin merasakan dan mencicipi rasa dari hidangan-hidangan kita punya. Untuk contohnya, bagi pecinta kopi, Kopi Aceh bukanlah sesuatu yang jarang didengar oleh masyarakat, apalagi Kopi jenis Arabica seperti aceh gayo dan juga Kopi jenis Robusta, kedua macam kopi ini yang paling sering dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Selain itu, masih banyak jenis kopi-kopi aceh yang dapat ditemukan, seperti; Kopi tubruk khas Aceh, Kopi Ulee Kareng (kopi robusta), Kopi Luwak, dll. Keunikan dari jenis kopi yang terlihat sebagai yang paling terkenal, yaitu Kopi Gayo Khas Aceh, cara pengolahan jenis kopi...
Aceh merupakan provinsi yang terletak di ujung barat Pulau Sumatera, Indonesia. Letaknya yang di ujung Nusantara membuat Aceh mudah mengalami akulturasi. Dalam masakan misalnya, ada puluhan bahkan ratusan masakan, seperti mie aceh, mie caluk, dan sebagainya. Belum lagi makanan ringannya . Hal tersebut juga tak lepas dari kebiasaan orang Aceh yang senang duduk bercengkrama sambil minum kopi atau setelah melakukan sebuah aktivitas. Salah satu makanan pendampingnya adalah Jelepak. Jelepak merupakan kue khas tradisional Aceh. Awal mula kue ini ada karena ibu-ibu Aceh pada zaman itu membuat tepung beras dengan cara menumbuk beras tersebut pada jeungki. Jeungki sendiri merupakan alat tradisional penumbuk beras. Setelah beras menjadi tepung. tepung tersebut lalu diayak agar benar benar mendapatkan tepung halus yang bisa digunakan dalam membuat segala macam kue dari tepung beras. Sisa ayakan tepung beras yang kasar dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan Jelepak agar tidak ada bahan...
Pasti kita semua sudah tidak asing lagi dengan hidangan yang disebut "bubur," kita makan bubur saat sarapan, saat sedang sakit, dan banyak kesempatan lainnya yang pastinya membuat kuping dan lidah kita ini tidak asing dengan hidangan yang satu ini, Namun, perlu diketahui darimana asal usul bubur di nusantara ini, seorang Guru besar sejarah Universitas Gadjah Mada berkata bahwa sebenarnya bubur ini tumbuh dari kelas ekonomi kalangan bawah yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan pangannya, Sampai sekarang sudah menjadi perjalanan panjang dan ternyata bubur ini diterima diseluruh kalangan di indonesia hingga akhirnya tumbuh berbagai hidangan bubur khas dari daerah di seluruh penjuru nusantara. Dan di kesempatan ini saya akan menjelaskan bagaimana untuk membuat bubur khas provinsi paling barat di indonesia. Bubur Kanji adalah bubur khas Nanggroe Aceh Darussalam, Mirip Dengan Bubur Ayam namun, bubur kanji memiliki citarasa unik khas Nanggroe Aceh Darussalam yang membuat siapapun yang...
Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing. Ciri khas tersebut bisa dilihat dari tradisi yang dimilikinya, tariannya, gaya bangunannya, dan yang selalu menarik untuk dicoba, makanannya. Begitu pula dengan Suku Alas. Suku yang terletak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ini memiliki berbagai macam kuliner yang patut untuk dicicip, salah satunya adalah Lepat Bekhas. Lepat Bekhas merupakan hidangan kecil khas Suku Alas yang keberadaannya wajib saat Hari Raya Lebaran tiba. Hidangan ini cocok untuk disajikan baik sebagai pelengkap saat sahur maupun sebagai makanan pembuka puasa. Kudapan yang mirip dengan wajik ini terbuat dari tepung beras ketan putih dan beberapa bumbu lainnya seperti gula, garam, dan santan. Rasa beras ketan yang ada makin legit dan enak dengan adanya penambahan daging buah durian sebelum adonan dicetak dan dibungkus dengan daun pisang. Bagi para pecinta durian, kudapan ini layak untuk dicoba. Berikut resep untuk Lepat Bekhas ...
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mitos , tidak lain adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah yang berlatar belakang masa lampau mengandung penafsiran alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya serta dianggap benar-benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya. Cerita-cerita berupa mitos itu sangat diyakini kebenaran oleh masyarakat, sehingga cerita itu terus diceritakan secara turun-temurun. Dan semua daerah dan suku di Indonesia, bahkan diberbagai suku di dunia, memiliki mitos-mitos. Tidak kecuali, mitos itu juga melekat pada masyarakat Serambi Mekah, Aceh. Mungkin Anda heran, Aceh yang terkenal kuat iman keislamannya itu, tumbu pula sejumlah mitos. Tetapi, itulah sosok masyarakat kita, bahwa meskipun di masyarakat itu tingkat iman keagamaanya begitu tinggi, entah masyarakat Aceh, Minang dan Bugis yang identik dengan iman keislamannya, Batak dan Menado yang identik dengan kekristenannya, atau Flores yang identik dengan iman kekatolikannya, tetap s...
Tarian Seribu Tangan atau Tari Saman merupakan tarian khas dari Aceh yang berasal dari suku Gayo. Tarian ini dilakukan dalam suatu kelompok yang terdiri dari belasan sampai puluhan laki-laki dalam jumlah ganjil. Lagu yang digunakan untuk mengiringi tarian ini biasa berupa syair mengenai dakwah dan dinyanyikan sendiri oleh para penari tanpa menggunakan alat musik. Tarian Saman dapat mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan ,dan kebersamaan. Mulai dikembangkan dari abad ke-14 oleh Syekh Saman, tarian Saman telah menjadi salah satu cara untuk menyebarkan agama Islam di Aceh melalui syair-syair yang berisi dakwah. Gerakan pada tarian Saman menggunakan 2 unsur utama yaitu tepukan tangan dan tepukan dada. Gerakan ini tergolong unik karena hanya terdiri tepukkan tangan para penari yang membentuk irama sesuai dengan lagu tarian. Pada jaman dahulu, tarian ini digunakan hanya untuk merayakan hari-hari adat keagaman seperti hari Maulid Nabi Muhammad. Namun dal...