Jenang lot merupakan makanan khas tradisional yang berasal dari Magelang. Jenang lot biasanyaaa dibuat ketika ada acara tertentu seperti pernikahan dan idul fitri atau lebaran. Jenang lot merupakan makanan khas tradisional asli dari magelang yang terbuat dari tepung, gula jawa, dan santan. Jenang lot memilik tekstur yang kenyal dan rasanga manis. Cara pembuatannya pun tidak mudah karena dimasak di dalam tungku yang besar dan membutuhkan wktu sekitar 1-2 hari di aduk tanpa henti. Biasanya masyarakat membuat jenang lot dalam jumlah yang banyak mengingat proses pembuatannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Setiap masyarakat di daerah Magelang mempunyai kreasi jenang lot yang berbeda - beda. Ada yang menambahkan variasi tertentu seperti perasa dan lain - lain. Jenang lot sudah menjadi tradisi yang harus ada ketika idul fitri/ lebaran tiba terutama di desa Madusari. Bahkan masyarakat madusari merasa ada yang kurang apabila tidak ada jenang lot yang tersaji di rumah mereka masing - ma...
Jawa, seperti daerah pada umumnya di Indonesia, memiliki adat dan budaya yang berlimpah. Hampir setiap kejadian besar yang terjadi pada kehidupan masyarakatnya diperingati dengan upacara adat. Salah satunya adalah perayaan usia kehamilan tujuh bulanan yang biasa disebut sebagai tingkeban. Upacara adat ini memiliki banyak runtutan acara yang memiliki arti masing-masing. Salah satu bagian acara yang menarik dari tingkeban ini adalah Upacara Patut-Patut, yakni ketika sang calon ibu berganti pakaian berkali-kali sambil meminta pendapat para tamu. Para tamu akan berkata bahwa pakaiannya belum pantas. Hingga pada akhirnya para tamu akan berkata "Patut" atau pantas dipakaian ketujuh. Hal itu menyimbolkan usia kehamilan ibu yang mencapai tujuh bulan. Tujuh pakaian yang dikenakan sang calon ibu tersebut bukanlah sembarang pakaian. Ketujuh pakaian tersebut terdiri dari set kebaya, kain, dan selendang dengan makna yang berbeda-beda. Beragam makna dari setiap set pakaian tersebut akan dibah...
Kubro siswo merupakan tarian tradisional dari Temanggung, Jawa Tengah. Kubro siswo memiliki latar belakang penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Dilihat dari definisinya, Kubro memiliki makna Besar, sedangkan Siswo memiliki makna siswa atau murid, kubro siswo memiliki makna murid-murid Tuhan yang diimplementasikan melalui pertunjukan yang selalu mengagungkan dan menjunjung kebesaran Tuhan. Kubro siswo merupakan singkatan dari kesenian ubahing badan lan rogo (kesenian gerak badan dan jiwa). Maksudnya adalah selain untuk kesehatan badan ada esensi keagamaan mengenai ketuhanan. Dalam tariannya, kubro siswo memiliki ritme yang cepat dan gerakan yang enerjik. Meskipun demikian tetap ada aturan dalam gerakannya yang mengatur pergerakan agar kompak. Pada saat pertunjukan, baju yang dipakai penari Kubro Siswo adalah kaos hitam dan celana hitam panjang dengan aksesoris warna warni ditambah dengan riasan pada wajah. #OSKMITB2018
Siapa yang tidak tau dengan kacang? Salah satu komoditas pertanian yang sangat sering digunakan sebagai bumbu atau bahan tambahan dalam kuliner Nusantara. Pernahkan kalian mengetahui salah satu camilan khas Kota Salatiga? Ya, sebuah kota kecil yang terletak 58 Km dari Semarang dan berada di kaki Gunung Merbabu ini mempunyai camilan khas bernama Enting-Enting Gepuk. Enting-Enting Gepuk bisa dibilang camilan yang unik, karena saat memakannya kita dapat merasakan dua sekaligus rasa dan tekstur yang berbeda dari kacang tanah, walaupun awalnya tetap berasal dari kacang tanah yang dihaluskan terlebih dahulu. Bentuk asli dari enting-enting gepuk adalah prisma segitiga dengan bagian luar berasa manis dan keras, sedangkan bagian dalamnya tetap mempertahankan rasa asli kacang dengan tekstur kacang tumbukan yang saat digigit akan berguguran. Jadi, bisa dibilang saat memakannya kita harus berhati-hati agar kacang pada bagian dalamnya tidak berjatuhan. Hal ini dikarenakan saat dipegang biasa b...
Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Di Surakarta ada pasar yang sudah ada sejak zaman Belanda, yaitu "Pasar Gede" yang dalam bahasa jawa artinya Pasar Besar. Pasar ini selesai dibangun pada tahun 1930 oleh arsitek Belanda dengan Arsitektur perpaduan antara gaya Belanda dan Jawa. Pasar ini berlokasi di Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Pasar Gede, tepatnya di seberang Balai Kota Surakarta. Di Pasar ini kebanyakan yang berjualan keturunan Tionghoa, karena memang lokasi pasar ini yang dekat dengan perkampungan Tionghoa. Di dekat Pasar Gede kita juga dapat menemukan sebuah kelenteng yang bernama 'Vihara Avalokitesvara Tien Kok Sie'. Pada bulan Oktober 1999 karena Megawati tidak terpilih menjadi presiden, Pasar Gede dibakar oleh sekelompok massa, namun setelah itu Pasar Gede direnovasi dengan tetap mempertahankan arsitektur aslinya dan selesai pada tahun 2001. Seiring perkembangannya, pasar ini menjadi pasar terbesar yang ada di Surakarta. #OSKMITB2018
Solo sangat terkenal dengan berbagai kulinernya yang khas. Jika anda ke Solo, salah satu makanan yang wajib dan layak dicoba adalah Selat Solo. Selat Solo adalah makanan semacam bestik yang memiliki cita rasa khas Jawa. Namun, bagi anda yang tidak sempat pergi ke Solo, anda bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah. Kali ini saya akan berbagi resep Selat Solo turun menurun. Resep Selat Segar Solo : A. Bahan - bahan: 1/2 kg daging has dalam dipotong tipis-tipis 2 butir bawang bombay dipotong memanjang 2 buah tomat merah, dipotong-potong 2 cm kayu manis 3 kuntum cengkeh 1 sdt pala bubuk 2 sdm margarine 600ml air B. Bumbu yg dihaluskan: 6 siung bawang putih 1 sdt merica bubuk 1/2 sdt garam 1/2 sdm gula merah C. Bahan-bahan Mayonaise Jawa: 250ml air 3 sdm margarine 2 sdm tepung terigu yg dilarutkan dengan 4 sdm air 2 butir kuning telor kocok lepas...
Grebeg Sudiro pertama kali diadakan pada tahun 2007 dan biasanya pada bulan Januari atau Februari tepatnya 7 hari menjelang perayaan hari raya Imlek(Tahun Baru Cina). Tema yang dibuat setiap tahun selalu berbeda tetapi inti tema selalu tentang kebhinekaan. Perayaan grebek kebetulan selalu dirayakan menjelang tahun baru Imlek, kebetulan juga kampung Sudiroprajan terkenal dengan kampung pembauran yang mana penduduknya terdiri atas etnis Tionghoa dan Jawa. Maka dari itulah perayaan ini dinamakan sebagai Grebeg Sudiro. Grebeg Sudiro sendiri bertujuan juga untuk mengangkat kebudayaan Jawa dan Tionghoa. Sebelum diadakannya grebeg, biasanya aka nada pra event yang namanya Umbul Mantram. Umbul Mantram adalah acara sakral yang dilakukan oleh penduduk Sudiroprajan sendiri. Umbul Mantram bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan YME. Umbul Mantram biasanya mengelilingi kampung Sudiroprajan dengan membawa dua jodang(gunungan) yai...
Di desa Klurahan, kelurahan Sukoharjo, kecamatan Sukoharjo, Jawa tengah memiliki sebuah tradisi yang biasa dilakukan setahun sekali pada bulan purnama sekitar bulan September. Di desa tersebut terdapat sebuah makam bangsawan keraton Surakarta bernama KGPH Haryo Suryobroto yang lebih dikenal sebagai Kyai Langsur di desa Klurahan. Tradisi ini biasa disebut dengan tradisi "Sadranan*. Memang Sadranan merupakan tradisi orang Jawa untuk berziarah di makam leluhur. Namun, Sadranan di desa Klurahan ini sedikit berbeda dengan di daerah lain. Acara ini dilakukan di makam Kyai Langsur, berbagai acara yang disajikan seperti karawitan, seni tari dan permainan lesung. Tata cara pelaksanaan Sadranan di makam kyai Langsur dimulai acara doa bersama pada malam hari. Kemudian keesokan harinya diadakan kirab dari rumah salah seorang penduduk yang konon dianggap sebagai penemu makam kyai Langsur. Kirab dilaksanakan dengan nuansa jawa, semua orang memakai pakaian adat Jawa dengan diiringi suara gamelan. B...
Asal-usul dumadining desa Langsur wiwt jaman kerajaan Mataram. Sing kuasa Siniwun Pakubuwana kaping V nalika jumeneng nata wonten ing praja kraton Surakarta (Kasunanan) yaiku kraton ingkang sisih wetan. Menawi ingkang sisih kulon, namanipun Mangkunegaran Ratunipun inggih menika Raden Mas Said utawa jejulukanipn yaiku Pangeran Sambernyawa. Ingkang saniki dipun makamaken wonten ing Matesih, Kaanganyar. Menawi grup ingkang sisih wetan ratunipun dimakamaken onten ing Imogiri. Kraton Sala menika malebet trah Mataram. Panjenengane Sinuwun Pakubuwana kaping V gadah garwa selir, yaiku bojo nanging mboten dados ratu. Garwa selir menika gadah putra kalih. Namanipun Raden Mas Surya Brata utawa asma resminipun yaiku Kanjeng Gusti Pangean Haryo Surya Brata, kaliyan rayinipun yaiku Raden Mas Surya Kusuma. Raden Mas Surya Brata menika gadah kasaktian kang mboten awujud pusaka, ananging kasaktianipun sampun wonten ing jiwa lan raganipun Raden Mas Surya Brata. Panjenengane inggih tiyang ingkang pinter...