1
5.166 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Mesjid Manonjaya
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Mesjid Manonjaya secara administratif terletak di Kampung Kaum, Desa Manonjaya, Kecamatan Manonjaya. Secara astronomis terletak pada koordinat 49 M 0202608 dan UTM 186556. Lokasi masjid sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua dan empat.  Mesjid Manonjaya dibangun pada tahun 1832 berkaitan erat dengan Sejarah Kerajaan Sukapura dan proses berdirinya Ibukota Tasikmalaya. Hingga kini mesjid atau disebut “kaum” masih berdiri megah. Kondisi keaslian bangunannya masih tetap terjaga dan terawat. Digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan. Menurut cerita, kedua menara atau kubah (menara pelangan/laki-laki dan menara pawadonan/perempuan) dengan mahkota antiknya masih seperti bentuk aslinya. Kedua mahkota yang pada puncaknya berbentuk kuncup bunga merupakan hasil pemberian Syeikh Abdul Muhyi dari Goa Pamijahan sekitar abad ke-18 M. Kedua kubah “kaum” ini mempunyai makna tersendiri. Kubah Pelangan, dibawahnya khusus tempat beribadah kaum laki-laki, seda...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Situs Bumi Rongsok
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Nama Bumi Rongsok  diberikan oleh Eyang Dalem Bagus Nayadimantri, mengandung arti gafura masuk tanah yang subur ( bumi = tanah, rongsok = subur /sunda), terletak di dusun Demunglandung Desa Papayan Kecamatan Jatiwaras, ± 19 km dari pusat kota Tasikmalaya, pada 269,7m, kordinat S.07º 27. 869’, E 108º  12. 376’         Eyang Dalem Bagus Nayadimantri adalah seorang ulama dari Banten yang dianggap berjasa dimasa hidupnya dalam menyebarkan agama islam, Beliau datang dari Banten bersama dengan pengikutnya  sekitar tahun 1700. Pada waktu itu Banten sedang dilanda peperangan antara rakyat Banten dengan Belanda untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Beliau pergi meninggalkan Banten bermaksud untuk mencari tempat sebagai pemukiman yang baru, diantara pengikutnya ialah Sumapatra, Sumanegara dan Siti Saroh satu-satunya wanita yang dibawa beliau menyertai rombongan. Beliau berkeyakinan wilayah yang akan di tempat penyebara...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Situs Joglo & Goa Sarongge
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Situs/Lokasi khas ziarah Joglo (Seikh Zaenudin) dan Gua Sarongge berlokasi di Desa   Bantarkalong Kecamatan Cipatujah. Berjarak sekitar 60 Km dari pusat kota Tasikmalaya, luas area sekitar 1 Ha.  Seikh Zaenudin adalah murid Sekh Abdul Muchyi Pamijahan yang menyebarkan Agama Islam di wilayah Jawa Barat Selatan.   GUA SARONGGE, LINGKUNGAN, DAN KARAKTERISTIKNYA   Gua Sarongge menurut Aja ( Juru pelihara) mungkin telah ada sebagaimana aslinya sejak bumi diciptakan Allah SWT. Untuk mencapai gua dari jalan raya bisa ditempuh dengan jalan setapak naik ke Makam Syekh Zaenuddin kurang lebih 100 meter kemudian bagi yang senang bertualang gua dapat dicapai dengan menaiki mobil atau sepeda motor, melalui lingkungan topograf naik turun. Diatas Gua Sarongge sendiri sebagian ditumbuhi oleh kebun hak milik warga masyarakat, dan sebagian lagi tanah milik desa, dengan lingkungan sekelilingnya adalah kebun dan sawah. Bagi para pengunjung Gua, sebelum masuk gua diharuskan mengikuti...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Situs Kabuyutan Nagaratengah
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Nama Nagaratengah sudah ada sejak jaman Kerajaan Galuh Hindu, ketika kerajaan berbentuk federasi. Mahaprabu Galuh membagi kerajaan yang salah satu diantaranya adalah Kerajaan Galuh Nagaratengah yang diperintah oleh Prabu Agung Danumaya dengan jumlah rakyat mencapai ± 1000 orang. Kemudian dilanjutkan oleh Prabu Wangsa Dedaha, lalu oleh Prabu Agung Ranggakusumah.  Ketika Cipta Sanghyang Permana naik tahta sebagai Mahaprabu Galuh, ibukota kerajaan (dayeuh) pindah ke Nagaratengah. Letak ibukota antara sungai Cihapitan dan Cibodas (Sayung Desa Karanglayung) Kemudian penggantinya adalah Mahaprabu Cipta Permana (sebelumnya berdiam di Cimaragas) yang sudah memeluk agama Islam dan membagi kerajaan menjadi 6 Kerajaan kecil (Kadaleman). Selanjutnya,  Kadaleman Nagaratengah dibangun pada 1583 oleh Pangeran Aria Panji Subrata. jarak lk. 25 km  dari pusat kota Tasikmalaya, luas 3 Ha,  berbagai situs yang ada :      1. Desa Nagaratengah a.  Du...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Gua Ranggawulung
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

 Gua yang terletak di kampung Samawa Dusun Nagaracina Desa Setiawaras Kecamatan Cibalong ini banyak dikunjungi oleh para penziarah dengan minat khusus(mistik). Menurut penuturan juru kunci yang dikuatkan oleh beberapa keterangan penduduk, gua ini banyak dikunjungi banyak penziarah, khususnya pada bulan Maulud dan Ramadhan di setiap tahunnya. Gua yang ruangan depannya cukup besar/luas ini, sangat di sakralkan oleh para penduduk setempat sehingga keasrian dan kelestarian gua cukup terjaga. Gua ini mempunyai dua lantai, lorong atas yang cukup luas(± 75 meter),biasa dipakai oleh para penziarah untuk melakukan ritual tapa (Meditasi/Samadhi), pada ruang ini terdapat stalactit yang khas dan unik seperti bentuk wayang golek berjajar sehingga masyarakat setempat menamai gua ini gua Wayang. Lorong bawah sepanjang ± 210 meter berupa saluran air yang berujung pada lorong tertutup(sump). Letak gua ± 124 meter dari jalan desa dan sekitar 1.5 km dari jalan raya Karang...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Upacara Hajat Sasih Kampung Naga
Ritual Ritual
Jawa Barat

Salah satu upacara tradisional yang tidak boleh Anda lewatkan di Tasikmalaya adalah Upacara Hajat Sasih Kampung Naga. Upacara ini merupakan ucapan rasa syukur kepada Tuhan YME dan juga kepada RasulNya, Nabi Muhammad SAW,  yang telah memberikan keselamatan, keberhasilan dan limpahan berupa hasil bumi serta tanah yang subur,  sekaligus sebagai penghormatan kepada leluhurnya, yaitu Eyang Singaparna, yang dianggap sebagai cikal bakal Kampung Naga yang menurunkan  orang Sanaga. Upacara yang cukup besar penyelenggaraannya ini dihadiri oleh warga Sanaga. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain adalah mengganti pagar bambu yang mengelilingi  Bumi Ageung, mencuci benda-benda pusaka, beberesih (mandi di Sungai Ciwulan), membersihkan makam Eyang Singaparna, bersalaman dengan kuncen, dan makan bersama di Balai Patemon. Jangan lupa untuk mencatat waktu pelaksanaannya, yaitu setiap dua bulan sekali pada tanggal 26-28 Muharam (Maret), 10-12-14 Maulud (Mei), 16-18 Jumad...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Badeng
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Kesenian Badeng berada di desa Tanjung mekar kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.   Menurut ceritera seni Badeng ini berasal dari desa Sukamerah kecamatan Pagerageung.   Seni Badeng ini di pergelarkan pada waktu pesta khitanan, namun pada saat ini kadang-kadang di pergelarkan pada acara­-acara kenegaraan.   Bentuk pertunjukan seni badeng ini didukung oleh 14 orang pemain antara lain: 7 orang juru Angklung, 4 orang juru Dog-dog, 2 orang juru Dog-dog Badeng, seorang juru Angklung Badeng. Sedangkan Angklung yang di pergunakan sejenis dengan Angklung Buncis atau Badud sebanyak 7 buah di mainkan sebagai Angklung melodi namun lagunya tidak sama dengan lagu pada Angklung Buncis.   Salah seorang tokoh penggarap Angklung Badeng ini adalah bapak Ahri Sobari.   Demikian uraian singkat mengenai Seni Badeng dari desa Tanjung mekar kecamatan Rajapolah kabupaten Tasikmalaya. Menurut penuturan bapak Ahmada Husna Penilik Kebudayaan Kandep Dikbud Kecamatan Rajap...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Calempungan
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Saksikan pertunjukan Celempungan pada acara-acara hajatan seperti selamatan khitanan, pernikahan atau pesta kenegaraan, serta upacara-upacara penting lainnya. Penyajian Celempungan seperti pertunjukan Kiliningan atau Degung. Selain waditranya yang terbuat dari bambu (awi gombong/ bambu besar), ditambahkan pula dua buah Kacapi (Kacapi Indung dan Kacapi Anak), Rebab, Tarawangsa, kadang-kadang Suling atau Goong Buyung (Goong Duduk atau Komodong), dan Goong Angkog. Lagu-lagunya pun mirip lagu-lagu pada Gamelan Salendro/ Pelog (Kiliningan atau Degung). Bambu gombong atau jenis kayu tertentu berukuran diameter antara 20 cm dan panjang 40 cm. Tabung tersebut ujungnya di tutup bagian atasnya (beungeut atau mukanya) terbentang dua buah senar yang di buat dari rotan atau sejenis itu. Kedua dawai ini di hubungkan oleh Sumbi, yaitu sepotong kayu berukuran 1 x3x5 cm, yang di tempatkan pada nawa (lubang pada muka celempung). Pada pinggir salah satu dinding tabung Celempung tersebut di beri pu...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Situs Kaputihan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

 Situs Kaputihan terletak di Desa di daerah Karoman Desa Purwahayu Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya. Nama Kaputihan diambil dari perubahan agama hindu dan perilaku orang-orangnya waktu itu yang dianggap kotor menjadi agama Islam sekaligus dapat merubah perilaku dan cara beribadat yang dianggap bersih atau putih.Sebelum dinamai Kaputihan daerah ini biasa disebut Pamujaan orang-orang hindu di tata Sukapura, sedangkan yang berkuasa saat itu adalah Prabu Sanghyang Adegan dengan para pembantunya Prabu Kalang Jajar, Prabu Kalang Manafa, Prabu Puhun Mangkubumi dan Prabu Bentang, pada waktu itu semua rakyat disaerah tersebut memeluk agama Hindu.  Riwayat Singkat  Situs Kaputihan    Pada jaman kerajaan Hindu daerah Copo/Kaputihan berada dalam wilayah kerajaan Galuh yang konon dipimpin oleh seorang raja bernama CIUNG WANARA. Raja Galuh mengutus 3 penggawa kepercayaannya yakni PRABU SANGIANG ADEGAN dengan 2 (dua) orang hulu balang bernama PRABU KALANG JAJAR d...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17