Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Produk Arsitektur Jawa Barat Tasikmalaya
Situs Joglo & Goa Sarongge
- 17 Februari 2015

Situs/Lokasi khas ziarah Joglo (Seikh Zaenudin) dan Gua Sarongge berlokasi di Desa   Bantarkalong Kecamatan Cipatujah. Berjarak sekitar 60 Km dari pusat kota Tasikmalaya, luas area sekitar 1 Ha.  Seikh Zaenudin adalah murid Sekh Abdul Muchyi Pamijahan yang menyebarkan Agama Islam di wilayah Jawa Barat Selatan.   GUA SARONGGE, LINGKUNGAN, DAN KARAKTERISTIKNYA   Gua Sarongge menurut Aja ( Juru pelihara) mungkin telah ada sebagaimana aslinya sejak bumi diciptakan Allah SWT. Untuk mencapai gua dari jalan raya bisa ditempuh dengan jalan setapak naik ke Makam Syekh Zaenuddin kurang lebih 100 meter kemudian bagi yang senang bertualang gua dapat dicapai dengan menaiki mobil atau sepeda motor, melalui lingkungan topograf naik turun. Diatas Gua Sarongge sendiri sebagian ditumbuhi oleh kebun hak milik warga masyarakat, dan sebagian lagi tanah milik desa, dengan lingkungan sekelilingnya adalah kebun dan sawah. Bagi para pengunjung Gua, sebelum masuk gua diharuskan mengikuti tata tertib yakni harus mempunyai Wudhu dan seseorang dari rombongan harus melantunkan adzan didepan pintu gua, dan membaca bacaan-bacaan lain yang ditentukan.   Gua Sarongge mempunyai karakteristik yang unik yang bisa kita saksikan didalam gua, profil berikut ini.

Nama Gua : Sarongge/Gua Sunan Rahmat Letak

Kordinat : 108º 04’ 52.7” BT 07º 39’ 29.4”

LS Ketinggian : 228 meter DPL

Kampung/Dusun : Cirangkong/Sarongge

 Desa/Kecamatan : Bantarkalong/Cipatujah

Kabupaten/Provinsi : Tasikmalaya/Jawa Barat

Laut/Gunung terdekat : Hindia/Pasir Langit

Bentuk mulut gua : Segiempat(amorf)

Ukuran mulut gua : 1,8 x 0,8 meter

Panjang lorong gua : 112 meter(lorong utama)

Lebar lorong gua : 08 - 34 meter

Letak mulut gua/lorong : Tebing/horizontal

Kapasitas memuat : 10 – 100 orang

Derajat kesulitan : Mudah Kepemilikan tanah-tanah Desa

Juru kunci saat ini      : Dedi Abdullah, Drs.  

Pemanfaatan gua saat ini : untuk kegiatan wisata ziarah  

Tempat lainnyadalam gua, yang diyakini masyarakat sekitar merupakan  tempat bersejarah, antara lain :  

1. Batu Harum. Batu sebesar batu asahaan menempel di dingding gua. Bila dicium atau hidung kita cukup dekat maka bau harum akan terasa. 

2. Paimbaran. Mimbar tempat berkhotbah termasuk lapangan yang rata dan cukup luas untuk menampung 100-200 para pendengar khotbah atau shalat berjamaah. Sekarang sering dipergunakan oleh perorangan atau rombongan untuk bertawakal.

3. Kubah Mesjid. Kubah ini merupakan lobang diatas langit-langit gua, yang diameter bawahnya kurang lebih satu meter, makin keatas makin  Sumber : Disparbud Kab. Tasikmalaya.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Jipeng
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.

avatar
Xxxxxx
Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba Pagar Jabu - Sahan - Pohung
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Ilmu Tamba Tu
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker