jawa tengah
3.393 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Stasiun Solo Balapan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Stasiun Solo Balapan adalah stasiun kereta api terbesar di Kota Surakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian 93 meter di atas permukaan laut ini terletak di Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari. Nama Balapan bukan berarti balap kendaraan, namun merupakan nama kampung yang terletak di dekat stasiun ini. Stasiun ini merupakan stasiun yang menjadi titik pemberangkatan utama kereta api jarak jauh maupun kereta api lokal. Berbagai kereta kelas eksekutif, bisnis dan kelas campuran berhenti untuk menaikturunkan penumpang di stasiun ini. Adapun untuk kereta api kelas ekonomi umumnya dilayani di Stasiun Purwosari yang terletak beberapa kilometer ke arah barat stasiun ini. Fitur yang tersedia di stasiun ini antara lain adanya skybridge yang merupakan jembatan layang penghubung stasiun ini menuju Terminal Tirtonadi yang terletak beberapa ratus meter di sebelah utara stasiun ini. Keberadaan halte Bus Kota BST Solo membuat stasiun ini merupakan stasiun yang terintegrasi ban...

avatar
OSKM18_16318042_Dityas Fergiawan
Gambar Entri
Pengantin Semarangan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Halo teman-teman! Kali ini saya akan memperkenalkan budaya pernikahan yang ada di Kota Semarang atau lebih dikenal dengan nama "Pengantin Semarangan". Bukannya budaya pernikahannya sama dengan pernikahan adat jawa lain? Emang bedanya apa? Tentu ada perbedaanya dong, berikut akan saya jelaskan.   Semarang memiliki keunikan dalam menyebut nama pengantinnya. Pengantin wanita disebut "Model Encik Semarangan", yaitu istilah yang berasal dari perpaduan antara Bahasa Cina dan Arab. Sedangkan pengantin pria disebut "Model Pengantin Kadji".   Busana pernikanan "Pengantin Semarangan" juga memiliki kekhasan. Pengantin wanita pada "Pengantin Semarangan" menggunakan kebaya bludru hitam dilengkapi dengan perhiasan pada dahinya bernama "Pilis". Pilis yang dikenakan terdapat tiga macam yaitu pilis emas, pilis hitam, dan pilis perak. Sedangkan pengantin pria mengenakan gamis yang terbuat dari bahan berkilau. Di bagian kepala menggunakan surban yang dinamakan "Ko...

avatar
OSKM18_16418169_[Bima] Satritama
Gambar Entri
Budaya Gugon Tuhon
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Dalam kebudayaan Sunda kita seringkali mendengar istilah  pamali, layaknya kebudayaan Sunda, orang Jawa juga memiliki kebudayaan yang serupa. Orang jawa sendiri biasa menyebutnya dengan istilah  Gugon Tuhon yang dapat didefinisikan sebagai berikut,  kahanan kang ora oleh utowo ora kena dierak , yang dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang tidak boleh dilanggar . Gugon Tuhon sendiri adalah suatu kekayaan dari kearifan lokal masyarakat Jawa sebagai suatu adat istiadat yang diturunkan secara turun-temurun dari orang-orang tua kepada generasi berikutnya dari mulut ke mulut dan dari wejangan yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa tetangga dan kerabat di desa dekat kota Surakarta, masyarakat Jawa percaya apabila larangan-larangan yang ada tersebut dilanggar maka akan memiliki konsekuensi tersendiri tak lepas dari percaya atau tidak. Pernah ada cerita warga yang menuturkan bahwa ada sepasang suami istri, sang suami...

avatar
Oskm18_16418165_gustamaamanusa
Gambar Entri
PENGOBATAN TRADISIONAL: BAWANG MERAH
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Tengah

Pengobatan dan khasiat herbal menggunakan  bawang merah, bawang merah merupakan golongan umbi yang sudah pasti dikenali masyarakat Indonesia. Bawang merah sendiri dikenal berdaya guna tinggi baik untuk masakan, kesehatan dan manfaat lainnya. Bawang  merah itu sendiri berasal dari asia tengah yang dimanfaatkan oleh beberapa masyarakat setempat, hingga akhirnya  masuk ke Indonesia dan di  budi dayakan.   Di Indonesia bawang merah dipasok terbanyak di daerah lokal Brebes sebesar 40%, konsumsi bawang merah sendiri tergolong besar  oleh masyarakat, pada umum nya  bawang merah  sebagai bahan rempah masakan, namun apakah khasiat lain bawang merah selain rempah rempah bumbu dapur? Jelas sudah bawang merah yang dibudidayakan sejak dahulu memang memberikan manfaat juga khasiat bagi tubuh.   Salah satu manfaat bawang merah dalam pengobatan herbal yaitu irisan nya yang dipadukan dengan minyak gosok ataupun minyak kelapa dapat meredaka...

avatar
OSKM18_19718081_FIRMAN KUSUMAH
Gambar Entri
Kirab Budaya Pangeran Angkawijaya (Panembahan Losari)
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Kini, wilayah Losari yang terletak di antara Jawa Barat dan Jawa Tengah menunjukkan bahwa pengaruh Islam dari Cirebon juga kental mewarnai dan mempengaruhi penyebaran Islam di Kabupaten Brebes. Hal ini terbukti lewat jejak sejarah Kompleks Makam Pulosaren di Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Gerbang kompleks makam ini menggunakan arsitektur khas Keraton Cirebon. Di dalam kompleks makam ini juga terdapat kuburan tokoh penyebar Islam di Losari, Pangeran Angkawijaya atau Panembahan Losari. Masyarakat sekitar menyebutnya Mbah Pulosaren. Berdasarkan serat keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, Panembahan Losari, atau Pangeran Angkawijaya yang makamnya berada di pemakaman Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes merupakan cucu salah seorang Wali Songo, yakni Syarif Hidayatullah atau dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Panembahan Losari adalah anak dari perkawinan pasangan Pangeran Pasarean atau Pangeran Mas Muhamad Arifin bin Syeikh Syarif Hidayatullah...

avatar
OSKM18_16618002_Riska Yuni Pratiwi
Gambar Entri
Filosofi Jemunak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

  Desa Gunungpring di Kecamatan  Muntilan, Kabupaten Magelang mempunyai makanan khas yang hanya ada pada saat bulan Ramadhan, yaitu jemunak. Jemunak adalah makanan semacam kue yang terbuat dari ketela dan beras ketan yang diberi parutan kelapa dan cairan gula jawa yang disebut ‘kinco’. Jemunak dipasarkan dalam bungkus daun pisang atau daun kelapa. Menurut warga setempat, jemunak sudah ada sejak zaman dahulu dan terus diproduksi saat bulan Ramadhan tiba. Nama ‘jemunak’ sendiri berarti ‘bar ngaji nemu barang enak’ atau ‘setelah mengaji memakan hidangan enak’. Pembuatan jemunak cukup sederhana. Ketela pohon diparut, kemudian direbus selama lima belas menit hingga setengah matang, begitu pula dengan beras ketannya. Ketela dan ketan kemudian digabungkan dan dikukus secara bersamaan. Setelah proses pengukusan, bahan jemunak ditumbuk hingga halus. Setelah itu, jemunak siap dihidangkan atau dibungkus dengan tambahan...

avatar
OSKM_16518301_Jingga Mutiara Windyarahma
Gambar Entri
Mengusir Angin dengan 100 Rupiah
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Tengah

Masuk angin tentunya bukanlah sebuah penyakit yang asing untuk didengar telinga kita. Meskipun penyakit ini hanyalah sebuah mitos di dunia medis, istilah ini kerap digunakan di Indonesia untuk menjelaskan penyakit yang gejalanya meliputi meriang, perut kembung, pusing, mual, dan beberapa gejala lainnya. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menghilangkan penyakit ini, baik secara kimiawi maupun tradisional. Kalau tidak mau yang mahal, cara tradisional yang 1 ini mungkin pilihan yang tepat buat kalian: kerokan! Ya, teknik kerokan ini merupakan terapi pengobatan alternatif untuk gejala masuk angin yang dinikmati berbagai golongan serta strata sosial di Indonesia. Namun, tahukah kalian bahwa kerokan ini sebenarnya bukan teknik yang berasal dari Indonesia? Kerokan, atau dalam Bahasa Tionghoa disebut  guā shā  ( 刮ç--§) dilakukan dengan cara menggosok sambil menekan permukaan kulit menggunakan minyak dan benda tumpul...

avatar
OSKM18_16618165_Audrey Seravina
Gambar Entri
Menara Kudus
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Masjid Menara Kudus atau Masjid Al Manar (Masjid Menara) dengan nama resmi Masjid Al Aqsa Manarat  adalah  masjid  kuno yang dibangun oleh Sunan Kudus  sejak tahun 1549 Masehi (956 Hijriah) . Lokasi saat ini berada di Desa Kauman , Kecamatan Kota Kudus, Jawa Tengah . Ada keunikan dari masjid ini karena memiliki  menara  yang serupa bangunan Candi  serta pola arsitektur yang memadukan konsep budaya  Islam  dengan budaya Hindu-Budha  sehingga menunjukkan terjadinya proses Akulturasi  dalam pengislaman Jawa. Masjid ini pada zaman dahulu hanyalah sekedar masjid di tengan tanah lapang dan juga dikelilingi oleh para pedagang-pedagang. Namun saat ini, kondisi masjid sudah sangat baik dan juga bersih karena adanya penertiban para pedagang. Bahkan saat ini, area masjid sudah dijadikan area khusu pejalan kaki. Masjid Menara Kudus terdapat beberapa bagian didalamnya, Menara Kudus, Masjid dan areal Makam Sunan Kudus. Pa...

avatar
OSKM_16918202_Bara Andre Fernanda
Gambar Entri
Asal-Usul Nama Lontong Tuyuhan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita rakyat tentang asal-usul Lontong Tuyuhan ini tidak lepas dari sosok Sunan Bonang yang memiliki nama asli Raden Makdum Ibrahim, salah satu walisanga yang pernah berada di daerah Rembang. Pada saat itu beliau sedang menyebarkan agama islam di daerah Rembang, dalam proses penyebaran agama islam Sunan Bonang bertemu dengan Blancak Ngilo yang selalu memusuhi beliau. Karena dengan cara halus tidak mempan, akhirnya Sunan Bonang menggunakan cara keras. Dimanapun Blancak Ngilo berada Sunan Bonang selalu memburunya. Suatu ketika Blancak Ngilo sedang makan opor ayam dengan lontong di tengah sawah, dan dipergoki oleh Sunan Bonang.Akhirnya Blancak Ngilo pun lari terbirit-birit ketakutan, sampai Blancak Ngilo tanpa disadari kencing dicelana. Melihat adegan ini dan untuk mengenang daerah tersebut, Sunan Bonang mengatakan bahwa kelak bila jaman sudah ramai, daerah tersebut akan bernama tuyuhan, yang merupakan kata serapan dari bahasa jawa yaitu uyuhan atau tempat Blancak Ngilo lari ketakut...

avatar
OSKM_16618325_CALVIN ITB_2018