kemerdekaan
433 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Masjid Agung Al-Falah
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jambi

Masjid Agung Al-Falah merupakan masjid terbesar di Provinsi Jambi dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Seribu Tiang dikarenakan bangunan masjid ini yang unik. Masjid ini tidak memiliki sekat, jendela, dan pintu serta dipenuhi dengan tiang-tiang sehingga memudahkan sirkulasi udara dan cahaya masuk ke dalam masjid. Meskipun disebut sebagai Masjid Seribu Tiang, masjid ini hanya memiliki 256 tiang saja. Masjid Agung Al-Falah dibuat selama 9 tahun, yaitu pada tahun 1971 sampai dengan 1980. Masjid yang beralamat di Jalan Sultan Thaha No.60, Legok, Telanaipura ini dapat menampung sampai dengan 10.000 jamaah. Sejarah Pada tahun 1858, Saat terpilih menjadi sultan di kesultanan Jambi, Sultan Thaha Syaifudin membatalkan semua perjanjian yang dibuat Belanda dengan mendiang ayahandanya, karena perjanjian tersebut sangat merugikan kesultanan Jambi. Saat itu, Balanda sangat marah dan mengancam akan menyerang Istana. Namun...

avatar
OSKM18_16518115_Muhammad Firas
Gambar Entri
Harapan, Sebuah Rumah Sakit Belanda-Depok
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Rumah Sakit Harapan ialah sebuah rumah sakit yang berada di Jalan Pemuda No.10. Banyak orang telah mengetahui akan keberadaan rumah sakit pertama di Depok ini, tetapi tidak sedikit juga yang masih belum mengetahui sejarah awal mula berdirinya rumah sakit ini.   Asal Mula Pemerintahan Cornelis Chastelein. Sebuah sosok perintis kota etalase ibukota negara ini. Setelah ia berhenti menjabat di VOC, ia diberikan sebuah tanah oleh pemerintah Belanda yang sekarang kita kenal sebagai kota Depok. Ia membawa budak-budaknya ke tanah ini, dan mengolahya bersama. Seiring dengan berjalannya waktu, budak-budaknya pun memiliki keturunan dan merekalah yang disebut sebagai warga asli kota Depok. Mereka memiliki 12 marga; Bacas, Isakh, Jonathans, Jacob, Joseph, Loen, Laurens, Leander, Tholonse, Soedira, Samuel, dan Zadokh. Bersama, mereka membangun sebuah pemerintahan. Walaupun ia merupakan seorang bangsawan Belanda, tetapi ia memperlakukan budak-budaknya serta pribumi...

avatar
OSKM18_16518307_Ichsan Sholeh Abdurrahim
Gambar Entri
Gedung Joang '45
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Gedung Joang '45 merupakan sebuah bangunan yang memiliki banyak nilai bersejarah. Gedung ini sekarang beroperasi sebagai salah satu museum di daerah Jakarta. Gedung ini terletak di depan Sekolah SMP dan SMA Kolese Kanisius, tepatnya di Jalan Menteng Raya 31, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Gedung ini diresmikan pada zaman orde baru sebagai sebuah Museum oleh Presiden pada masa itu, yaitu Presiden Soeharto, setelah dilakukan renovasi. Gedung yang terletak di daerah selatan Batavia tersebut sempat berfungsi sebagai sebuah hotel pada tahun 1920, dan memiliki reputasi yang cukup baik sebagai sebuah hotel. Nama hotel tersebut pada saat itu adalah  Schomper,  sesuai dengan nama orang Belanda yang membangunnya yaitu  L. C. Schomper . Beberapa kamar yang masih ada sampai sekarang, digunakan sebagai perpustakaan, tempat bermain anak-anak, dsb. Ketika Jepang masuk ke Indonesia, hotel tersebut diambil alih oleh Jepang dan digunakan sebagai ka...

avatar
Oskm18_19718211_josua
Gambar Entri
Jipen
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Sampai tahun 1857 budaya Dayak Ngaju masih tetap utuh dijalankan, salah satunya adalah mengenai “JIPEN” atau perbudakan. Menusia ciptaan Tuhan dikotak-kotakan menjadi tiga golongan: 1. Golongan Tinggi atau disebut “UTUS GANTUNG” atau “UTUS TATAU” 2. Golongan Rendah atau disebut “UTUS RANDAH” 3. Golongan budak atau disebut “UTUS JIPEN” Utus Jipen / budak ini ada 3 jenis: 1. JIPEN KABALIK LAPIK SANDUNG, disebut juga JIPEN HANTUEN; berasal tempat tinggalnya di Sungai Rasen, Simpang Rungan hulu. Jipen Hantuen keturunan Angkes/Tahuman, turun temurun menjadi jipen (budak) dan boleh diperjual-belikan kepada barang siapa yang ingin memelihara jipen, pada zaman dahulu harganya Rp. 30,- seorang jipen. 2. JIPEN SAMBUAT, karena melanggar hukum adat, dikenakan denda yang tidak dapat dibayar oleh pelanggar hukum tersebut. Tetapi bilamana ada dari keluarganya dapat menolong, maka ia dibebaskan. 3. JIPEN karena...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Bangunan Tanpa Semen
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Bangunan Tanpa Semen (Tradisonal Bali)           Terdengar aneh bukan? Membuat bangunan tanpa semen. Siapa sangka zaman dahulu kala tepatnya di Bali, masyarakat bali membuat bahan dasar bangunan dari tanah. Bangunan tanpa semen berdiri dan dinikmati ratusan turis tiap harinya. Misalnya di Desa Tenganan, Pegringsingan, Karangasem, Bali, yang melestarikan sejumlah rumah tradisional dan masih dihuni warga hingga kini. Bagian menarik dari rumah tanpa semen adalah temboknya yang kelihatan artistik dan tua. Teksturnya kasar, seperti tanah dionggokkan begitu saja agar menempel. Tapi itulah teknik mengelem batu dengan tanah. Tanpa semen. Sering disebut tanah  pol-polan . Banyak turis berfoto dengan latar tembok ini. Warna kecokelatannya yang kalem kontras dengan indahnya kain-kain tenun dan selendang warna-warni yang dipajang depan pintu rumah. Sebagian warga berdagang kerajinan di rumahnya. Agar tak “menyakiti” k...

avatar
OSKM18_19918049_Luthan
Gambar Entri
Jam Gede Jasa
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Banten

Jam Gede Jasa yang berada di segitiga Taman Potret, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Bypass Sudirman, Cikokol, Kota Tangerang merupakan monumen yang sering dilihat di jalan konsep tugu jam mencirikan pembangunan Kota Tangerang sebagai Kota Industri. Jam Gede Jasa yang berukuran tinggi 17 meter dengan diameter 2 meter dan memiliki tiga muka berwarna abu-abu ini menjadi ikon baru di Kota Tangerang. Butuh menghabiskan biaya yang cukup besar yaitu senilai Rp 1,2 miliar untuk membuat Jam Gede Jasa sebagai ikon penanda waktu di Kota Tangerang yang mencerminkan Kota Tangerang sebagai Kota Industri. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16618310_Cevin Cevin Hartanto
Gambar Entri
Sejarah Perahu Bidar Palembang
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Selatan

Sejarah Perahu Bidar Palembang   Kelahiran  perahu bidar tidak terlepas dari kondisi dan situasi kota Palembang, yang dikelilingi banyak sungai beserta anaknya. Data terakhir, anak sungai yang dulunya berjumlah 108, kini tinggal 60 anak sungai. Dahulu, untuk menjaga keamanan wilayah,diperlukan sebuah perahu yang larinya cepat. Kesultanan Palembang lalu membentuk patroli sungai dengan menggunakan perahu. Ketika itu perahu berpatroli itu disebut perahu pancalang , berasal dari pancal dan lang/ilang. Pancal berarti lepas, landas dan lang/ilang berarti menghilang. Singkatnya pancalang berarti perahu yang cepat menghilang. Perahu ini dikayuh 8-30 orang, bermuatan sampai 50 orang. Memiliki panjang 10 sampai 20 meter dan lebar 1,5 sampai 3 meter. Karena bermuatan banyak orang, Pancalang juga digunakan sebagai alat angkutan transportasi sungai. Raja-raja dan pangeran kerap pula menggunakan pancalang untuk plesiran. Gambaran bentuk pancalang diungka...

avatar
OSKM18_16318118_Muhammad Edi Sunyoto
Gambar Entri
Nanas Madu Belik
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

NANAS MADU BELIK             Terletak diantara 5 kabupaten di Jawa Tengah, Gunung Slamet memberikan kekayaan alam yang luar biasa bagi masyarakat disekitarnya. Salah satunya ialah kabupaten Pemalang. Biasanya daerah pegunungan adalah daerah yang dapat ditanami segala macam buah dan sayuran. Salah satunya ialah nanas madu belik. Nanas madu belik adalah komoditas pangan alami dari kabupaten Pemalang. Tidak seperti nanas pada umumnya, nanas madu belik berbentuk lebih kecil dan berwarna kuning cenderung orange. Walaupun ukurannya lebih kecil daripada nanas pada umumnya, nanas ini memiliki rasa yang manis dibandingkan nanas pada umumnya. Selain dari rasa manisnya, nanas madu belik juga terkenal dengan aromanya yang khas.             Nanas madu belik banyak ditemui di perkebunan kecematan Belik, kabupaten Pemalang. Sekitar lima tahun terakhir, nanas ini banyak ditana...

avatar
OSKM18_16418017_[Muamar] Lukman Hakim
Gambar Entri
Panjat Pinang, permainan wajib saat 17 agustusan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
DKI Jakarta

Dalam rangka turut serta menjaga serta melestarikan budaya Indonesia, sekaligus melaksanakan tugas OSKM ITB 2018, untuk itu saya akan membahas mengenai permainan unik khas indonesia, yaitu panjat pinang.  Panjat pinang sudah ada sejak zaman penjajahan belanda. panjat pinang merupakan salah satu permainan tradisional yang wajib ada saat memperingati 17 agustus, disamping tarik tambang dan balap karung. Walaupun panjat pinang menjadi salah satu permainan wajib yang ada saat 17 agustusan, namun kota kota besar telah mulai meninggalkannya karena ketersediahan sumber daya dan lahan yang memadai untuk melaksanakan permainan tersebut. Selain itu, kondisi fisik serta stereotipe di masyarakat yang menyebut panjat pinang merupakan permainan yang cukup membahayakan juga menjadi faktor yang cukup berperngaruh terhadap permainan yang satu ini.  Panjat pinang merupakan suatu tiang tinggi yang dibuat dari pohon pinang yang telah dikuliti, dan digunakan bagian dalamnya. Hal ini be...

avatar
OSKM18_16318011_Dioptri Cahyo